NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:235.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Ruang rapat Ocean Blue Group pagi itu dipenuhi oleh beberapa kepala divisi dan staf penting perusahaan. Suasana terlihat serius, tetapi tetap tertib.

Romeo duduk di salah satu kursi samping, sementara Tasya duduk sedikit kaku di kursi ujung meja. Ini adalah rapat pertama yang ia hadiri di perusahaan itu.

Di ujung meja, Dion berdiri dengan tenang.

Aura kepemimpinannya langsung terasa berbeda dari kebanyakan orang di ruangan itu. Ia menatap seluruh peserta rapat sebelum mulai berbicara.

“Mulai hari ini, saya resmi bergabung dengan Ocean Blue.”

Beberapa orang di ruangan itu langsung memperhatikan dengan lebih serius.

Semua karyawan memang sudah mendengar kabar bahwa Dion Wijaya, ahli waris keluarga konglomerat Wijaya dan tiba-tiba bergabung dengan perusahaan mereka. Namun, tidak banyak yang tahu alasannya. Dion melanjutkan dengan suara tegas.

“Tujuan saya sederhana.” Ia menekan tombol remote di tangannya.

Layar besar di belakangnya langsung menampilkan grafik perusahaan properti di Indonesia. Di posisi pertama terlihat jelas nama besar, VASILLO GROUP dan posisi kedua, OCEAN BLUE GROUP

Dion menunjuk grafik itu.

“Perusahaan ini sudah besar. Tapi, saya tidak datang ke sini hanya untuk mempertahankannya.”

Tatapan Dion berubah tajam.

“Saya datang untuk membuat Ocean Blue menjadi perusahaan properti terbesar di Indonesia.”

Beberapa orang langsung saling bertukar pandang. Semua orang tahu arti dari kalimat itu. Jika Ocean Blue ingin menjadi nomor satu, berarti mereka harus mengalahkan Vasillo Group.

Dion kemudian berkata dengan tenang.

“Kita akan menjadi saingan langsung mereka.”

Ruangan menjadi sedikit sunyi.

Beberapa staf terlihat gugup, sementara yang lain terlihat bersemangat. Setelah itu Dion kembali menekan remote. Slide berikutnya muncul di layar. Namun, kali ini yang muncul adalah foto Tasya.

Beberapa orang langsung terlihat bingung.

Dion menoleh ke arah Tasya.

“Mulai hari ini…”

Ia memberi isyarat agar Tasya berdiri. Tasya sedikit terkejut, namun akhirnya berdiri perlahan.

Dion melanjutkan.

“Ini Nona Tasya. Ia akan bergabung dengan kita.” Beberapa orang mengangguk sopan. Namun, kalimat berikutnya langsung membuat ruangan terdiam.

“Nona Tasya akan menjadi Business Analyst untuk proyek pengembangan teknologi perusahaan.”

Beberapa orang terlihat mulai terkejut namun Dion belum selesai.

“Dan juga…” Ia berhenti sebentar.

"Dia akan memimpin divisi IT Ocean Blue.”

Sekarang seluruh ruangan benar-benar sunyi. Beberapa karyawan langsung saling memandang dengan ekspresi kaget. Karena mereka semua tahu satu hal. Tasya adalah karyawan baru. Bahkan, ia baru datang hari ini. Salah satu staf bahkan hampir tak percaya.

“Kepala … IT?”

Sementara itu Tasya sendiri terlihat sangat terkejut. Ia jelas tidak menyangka akan diberi posisi sebesar itu. Namun, Dion tetap terlihat tenang.

Seolah keputusan itu sudah dipikirkan matang-matang. Ia menatap semua orang di ruangan itu dengan tatapan serius.

“Saya memilih orang berdasarkan kemampuan. Bukan berdasarkan berapa lama mereka bekerja di sini.”

Tak ada yang berani membantah. Bisikan kecil mulai terdengar di antara para karyawan. Karena keputusan itu terasa terlalu tiba-tiba. Dan mereka tidak tahu bahwa bagi Dion menempatkan Tasya di posisi penting bukanlah keputusan sembarangan.

Rapat akhirnya selesai menjelang siang.

Para karyawan mulai keluar dari ruang rapat satu per satu. Namun, begitu mereka keluar ke koridor, bisikan-bisikan kecil langsung terdengar.

“Dia baru masuk hari ini…”

“Tapi langsung jadi kepala IT?”

“Serius?”

Beberapa staf terlihat masih tidak percaya.

Salah satu karyawan bahkan berkata pelan kepada temannya,

“Kalau bukan karena Tuan Dion yang menunjuk langsung, mana mungkin hal seperti itu terjadi.”

Namun, Romeo yang masih berdiri di dekat pintu langsung menoleh kepada mereka. Ia tersenyum tipis, tetapi suaranya terdengar cukup tegas.

“Keputusan itu bukan sembarangan.” Beberapa orang langsung diam.

Romeo melanjutkan,

“Kami sudah melihat kemampuan Nona Tasya sebelumnya.”

“Kinerjanya tidak perlu diragukan lagi.”

Para karyawan akhirnya mengangguk, meskipun sebagian masih terlihat penasaran. Tak lama kemudian suasana kantor kembali normal.

Sekitar pukul 11 siang, Tasya keluar dari ruang kerjanya.

Ia melihat jam di ponselnya.

“Sudah waktunya…”

Ia harus menjemput Kenzo dan Kenzi di sekolah. Tasya berjalan menuju lift dengan membawa tas kecilnya. Namun, saat baru beberapa langkah sebuah suara memanggilnya dari belakang.

“Tasya,"

Tasya berhenti dan berbalik. Dion berdiri beberapa meter darinya. Pria itu berjalan mendekat dengan langkah tenang.

“Kamu mau ke mana?”

Tasya tersenyum sopan.

“Aku harus menjemput anakku.”

Kalimat itu membuat Dion langsung terdiam. Beberapa detik Dion tidak berkata apa-apa.

Di dalam hatinya muncul satu pikiran yang membuat dadanya terasa berat.

'Jadi … Tasya sudah menikah. Dia bahkan sudah punya anak…'

Meski berusaha tetap tenang, sedikit kekecewaan terlihat di wajahnya. Namun, Dion segera menutupi ekspresi itu dengan senyum tipis.

“Oh begitu…” Ia lalu berkata santai.

“Aku ikut.”

Tasya sedikit terkejut.

“Hah?”

Dion mengangkat bahu ringan.

“Sudah lama kita tidak bertemu. Aku juga tidak ada rapat lagi siang ini.”

Ia menatap Tasya.

“Anggap saja kita sekalian mengobrol.”

Tasya terlihat ragu, sebenarnya ia ingin menolak. Namun, setelah bertahun-tahun tidak bertemu dengan Dion rasanya tidak enak jika langsung menolak ajakannya.

Apalagi sekarang Dion adalah atasannya di perusahaan. Akhirnya Tasya tersenyum kecil.

“Baiklah.”

Dion terlihat sedikit lega.

“Ayo!”

Mereka berjalan bersama menuju lift tetapi Dion tidak tahu satu hal. Bahwa anak yang akan mereka jemput nanti bukan hanya sekadar anak Tasya. Melainkan dua anak laki-laki yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan seseorang yang sangat ia kenal yaitu Alex Roman Vasillo.

Di halaman taman kanak-kanak, suasana sudah mulai sepi.

Sebagian besar anak-anak sudah dijemput oleh orang tua mereka sejak setengah jam yang lalu.

Namun, di dekat gerbang sekolah, Kenzo dan Kenzi masih duduk di bangku kecil bersama guru mereka. Guru itu sesekali melihat jam tangannya.

“Kalian masih menunggu Mommy ya?”

Kenzi mengangguk santai sambil memainkan sepatu kecilnya.

“Iya.”

Sementara Kenzo duduk dengan tangan terlipat, wajahnya terlihat sedikit kesal.

“Sudah dua puluh menit,” gumamnya pelan.

Guru itu tersenyum sabar.

“Mungkin Mommy kalian masih di jalan.”

Namun, saat itu sebuah mobil hitam mewah perlahan berhenti di depan gerbang sekolah. Mobil itu terlihat sangat mencolok dibanding kendaraan lain di sana.

Kenzo langsung menoleh, matanya menyipit. Pintu mobil depan terbuka. Seorang pria turun lebih dulu.

Ia berjalan ke sisi belakang mobil dan membuka pintu dengan sikap sangat hormat.

Beberapa detik kemudian seorang pria tinggi dengan jas hitam turun dari mobil itu, Alex Roman Vasillo.

Begitu melihat wajah pria itu Kenzo langsung menghela napas panjang dengan kesal.

“Kenapa dia datang lagi…”

Namun, reaksi Kenzi justru sangat berbeda. Mata bocah itu langsung berbinar. Ia berdiri dari bangkunya.

“Daddy!!”

Ia bahkan melambaikan tangan kecilnya dengan semangat.

Guru mereka langsung terlihat bingung.

“Daddy?”

Ia menoleh ke arah Kenzo.

“Jadi … itu ayah kalian?”

Kenzo langsung menjawab dengan cepat.

“Bukan!"

Namun, Kenzi langsung berkata bersamaan.

“Iya!”

Guru itu berkedip bingung, dia menatap Kenzo lagi.

“Bukan?”

Kenzo menggeleng tegas.

“Bukan!"

Namun, Kenzi kembali menjawab dengan polos.

“Iya!”

Guru itu sekarang benar-benar tidak tahu harus percaya yang mana. Ia menghela napas kecil.

“Jadi yang benar yang mana?”

“Dia Daddy kalian atau bukan?”

Kenzo langsung menjawab dingin.

“Bukan!"

Namun, Kenzi dengan semangat menjawab lagi.

“Iya!”

Guru itu menatap kedua anak itu bergantian dengan ekspresi pusing.

“Tunggu … jadi sebenarnya—”

Kalimatnya terhenti, karena saat itu Alex sudah berjalan mendekati mereka. Langkahnya tenang, tetapi aura pria itu membuat beberapa guru di sekitar halaman ikut menoleh.

Alex berhenti tepat di depan mereka. Tatapannya turun pada dua anak laki-laki itu. Kenzo menatap balik dengan wajah datar. Sementara Kenzi terlihat sangat senang.

Beberapa detik suasana menjadi sunyi. Lalu, Alex berkata pelan dengan suara dalam,

“Aku datang menjemput kalian.”

1
Nyonya Gunawan
Tasya yg bodoh,,penjelasan dri bi mirna g' mo di dengar,,percaya ma arland yg jelas" sdah jahat..
Rokhi jga salah menyembunyikan kebenaran dri tasya
guest1053527528
biar Thor tambah tegang harus juga terkuak cerita dari keluarga vasilo jangan hanya dari kakek rocki
tia
diganti thor,, kasihan Tasya
tia: di gantung thor, kasihan Tasya tdk bertemu Alex,,mala ktemu kakek nya ,
total 1 replies
Susma Wati
bodohnya tuan rochki akan kematian arland yang tidak diselidiki hanya melampiaskan ke pada keluarga vasilo dan membalas dendam dengan membunuh orangtua alex
YuWie
nah lho..dikerjain anakmu pak alex..zombong sih
Joey Joey
emm d adu domba yg belum pasti kan dia iri sama ayah tasya
Esther
Bi Mirna tahu sesuatu soal masa lalu kakek Rockhi, sayangnya Tasya tidak mau mendengar penjelasannya.

Arnold....patut dicurigai, apa yang kamu rencanakan
Oma Gavin
keluarga ruwet problematik ngga kakek ngga anak saling tikung, feeling ku yg ngadu domba rocki dan vasillo adalah paman nya dan yg membunuh ortu tasya juga pamannya karena iri
Ariany Sudjana
Tasya ini katanya lulusan terbaik dari Berlin, tapi bodohnya kebangetan, bukannya cari kebenarannya dulu, tapi percaya penuh sama omongan pamannya
Teh Euis Tea: tasya jgn gampang percaya sm omongan pamanmu, km ga inget dulu psmanmu mau menjual km sama bandot tua, km kan pintet tasya carilah bukti bkn emosi yg di duluin
total 1 replies
ken darsihk
Ayolah kakek Rocki cerita kan yng sebenar nya , kematian orang tua nya Tasya kecelakaan atau ulah dari keluarga Vasillio
Joey Joey
+rumit , kasih c kembar
Aisyah Ajalah
ayo tuan rokhi jelaskan sama Tasya ...biar masalahnya cepat selesai...
Esther
ayo tuan Rockhi bicara jujur, Tasya berhak tahu apa yang sebenarnya trjadi terhadap orangtuanya
Teh Euis Tea
jgn diam aj tuan rocki, bicara terus terang biar ga salah paham trs
Susma Wati
arlond mungkin yang membunuh orang tuanya tasya karena cemburu akan kasih sayang tuan rochki dan mengadu domba tuan rochki dengan tuan vasilo dengan membunuh orangtua Alex dengan dalih membalas dendam karena kematian arland, belum ada yang tahu kan permainan arlond terhadap keluarga nya sendiri
Nyonya Gunawan
Kebenaran hrus terungkap tuan rokhi biar g' terjadi salah paham..
ken darsihk
syafakillah author cepat sehat lagi ya 💪💪
ken darsihk
Semua nya mulai tambah runyam
Aisyah Ajalah
semoga cepat sembuh ya Thor...
Teh Euis Tea
semoga cepat sembuh ya thor, tetap semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!