sejatinya tidak ada wanita manapun yang mau dimadu,
Nadila Fitria seorang janda yang terpaksa harus menikahi sahabat mendiang suaminya untuk menutupi rasa malu keluarga,
Dan Galang Hendriansyah harus menutupi pernikahan sirinya dengan Nadila demi bisa melanjutkan rencana pernikahannya dengan Alika Pratiwi,
Rasa bersalah Galang atas kematian sahabatnya yang spontan menyelamatkan nyawanya membuatnya dilema,
sanggupkah Galang bersikap adil, karena sejatinya tidak ada yang dapat menimbang keadilan itu,
sanggupkah Dila merebut hati suami siri nya itu,dan bagaimana sikap alika jika tahu dirinya ternyata istri kedua meskipun hanya pernikahannya yang dilegalkan,,,,
akankah mereka mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupannya
***masih tahap revisi ya guys****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariska raza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menggigil
hari sudah semakin larut kini Alika tengah menunggu kedatangan Galang yang belakangan ini sering pulang terlambat, berkali-kali ia coba menghubungi nomor ponsel Galang tapi tidak pernah dijawab,
seperti sebuah setrika ia mondar-mandir diteras rumahnya hingga ia kelelahan dan tertidur di kursi yang ada di teras itu.
selang beberapa saat sebuah mobil memasuki halaman depan rumah Alika,ya dialah yang ditunggu Alika hingga tertidur.melihat istrinya tertidur di kursi teras membuat Galang khawatir karena cuaca memang sangat dingin.niat hati ingin menggendong istrinya tapi saat tangannya baru menyentuh kulit Alika ternyata tubuh Alika sangat dingin bahkan Galang bisa merasakan kalau tubuh istrinya itu menggigil kedinginan, dengan cepat digendong tubuh Alika kedalam direbahkan tubuh Alika yang mengigil itu di ranjang setelahnya ia mengambil air hangat untuk mengompres tubuh istrinya.
"sayang bangun....mas sudah pulang, sayang... bangun sayang" ditepuknya pelan pipi Alika tapi tak ada respon, beberapa kali ia mengganti handuk kecil untuk mengkompres tubuh Alika tapi nihil hingga akhirnya ia memutuskan untuk membawa Alika ke rumah sakit terdekat.
dengan kecepatan yang lumayan tinggi Galang melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat, sesampainya di sana dengan segera ia menggendong tubuh Alika menuju ruang tindakan, hingga beberapa saat setelahnya seorang dokter wanita menghampirinya
"maaf apa Anda suami pasien yang barusan datang" tanya dokter wanita yang baru saja menangani Alika
"ya dok saya suaminya, bagaimana keadaan istri saya" raut wajah panik terlihat jelas dari wajah Galang, bagaimana tidak istri yang katanya begitu dicintainya belum sadarkan diri
"saya sangat menyayangkan kejadian ini terjadi pak, pasien tengah hamil muda dan dalam kondisi yang saat ini sangat rentan terjadi masalah di kehamilannya, bagaimana mungkin bapak bisa se teledor itu membiarkan istri anda kedinginan sampai tidak sadarkan diri" jelas dokter wanita itu sedikit emosi
"apa....!!! istri saya hamil dok,hamil..."
"ya pak, dan kami tadi sudah melakukan tes darah untuk lebih jelasnya nanti saat hasilnya keluar saya akan jelaskan lagi, permisi..."
sepeninggal dokter wanita itu Galang menemui Alika yang masih betah memejamkan matanya, dipegang olehnya salah satu tangan Alika yang tidak terdapat jarum infus, diciumnya berkali-kali sambil terus mengucap kata maaf
"sayang maafkan aku,maaf ya sayang tolong bangunlah...aku minta maaf, sayang...
ceklek...
pintu ruang rawat Alika terbuka mama ratna dan pak Hendra terlihat memasuki kamar itu, tanpa aba-aba mama ratna menarik kerah kemeja Galang, hingga Galang yang awalnya duduk langsung berdiri
"hah apa yang sudah kamu lakukan Galang, anak bodoh menjaga istri saja tidak bisa," ucapan mama ratna menggema di seluruh ruangan, emosinya sudah diubun-ubun.papa Hendra yang menyaksikan kemarahan istrinya lalu mengusap punggung istrinya itu
"pelankan suaramu ma ini dirumah sakit, tenang dulu ma...." bujuk papa hendra
Galang hanya diam tidak berani menatap kedua orangtuanya, hingga beberapa saat kemudian Alika mulai membuka matanya
"ma,,,," suara Alika terdengar sangat lemah
mendengar suara Alika ketiga raga itu langsung menghampiri Alika
"Alika, kamu baik-baik saja kan nak,mama khawatir sekali,,,," diusapnya lembut rambut panjang Alika
melihat suaminya disampingnya Alika melengos,dia memalingkan wajahnya tidak ingin melihat suaminya itu
"suruh dia pergi ma,aku tidak ingin melihatnya.bilang ke anak mama itu jangan pulang sekalian,,,," lelehan air mata mengalir membasahi pipinya,kecewa suami yang ditunggu tidak kunjung pulang bahkan telpon pun tidak diangkat
"sayang maafkan mas, tadi handphone mas tertinggal di mobil, maafkan mas sayang.....aku sangat mencintaimu"
"rayuan mu tidak akan mempan mas, entah kemana kamu belakangan ini sering pulang malam.kalau kamu sudah bosan denganku pergilah aku tidak melarang....
orangtua Galang yang sedari tadi hanya menyimak akhirnya mengerti arah pembicaraan keduanya, hingga mama ratna berujar
"Galang jam berapa tadi kamu pulang,hah jawab mama..."
"sekitar jam 9 malam ma,,," jawabnya pelan hingga nyaris tak terdengar
"APA.... jadi istrimu menunggumu sampai selarut itu,dasar anak bodoh,istrimu sudah menyiapkan kejutan untukmu sedari sore dan kamu baru pulang jam 9"
melihat ketegangan itu papa hendra mengajak istrinya keluar, membiarkan pasangan pengantin baru itu menyelesaikan masalah mereka
***********
please like and coment donk
ni sedang rilis baru "BUKAN SEKEDAR WANITA SIMPANAN" lanjut baca ya kak