NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Menikah dengan Kerabat Mantan / Identitas Tersembunyi
Popularitas:145.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Selama tiga tahun menjadi istri Arga Pratama, Rania selalu merasa tertekan karena dianggap gagal memberikan keturunan.
Arga mencintainya, tapi tak sanggup menahan tekanan ibunya yang mengancam akan mengakhiri hidup jika Arga tidak mau menikah lagi dan bercerai dengan Rania.

Akhirnya, Rania meninggalkan rumah tangganya dengan hati yang hancur.

Di sisi lain, Alvino Pratama, saudara sepupu Arga yang jauh lebih kaya dan berkuasa, ternyata sudah lama menyimpan perasaan pada Rania.

Rania pun menerima lamaran dari Alvino karena orang tua Alvino mengatakan Alvino juga tidak bisa memiliki keturunan. Rania berharap setidaknya ia bisa mendapatkan ketenangan karena tak lagi dikejar masalah anak.

Namun baru tiga bulan menikah, Rania dinyatakan hamil. Rania bahagia, tapi juga cemas. Bagaimana kalau kehamilannya dicurigai? Karena itu Rania menyembunyikan kehamilannya. Namun, tanpa sengaja Alvino mengetahui kehamilan Rania.

Lalu, apakah Alvino bisa menerima kehamilan Rania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

.

“Rania?"

Rania menghentikan langkahnya mendengar ada suara seseorang yang memanggilnya. Tiba-tiba jantungnya berdetak dengan keras, dia jelas mengenal pemilik suara itu. Rania menoleh dan mengangkat wajahnya. Lalu terlihat olehnya sosok Arga duduk di balik kemudi.

Suasana mendadak terasa sangat canggung. Sudah satu minggu sejak.mereka bercerai secara resmi, dan ini adalah pertemuan pertama mereka setelah semuanya berakhir. Arga terlihat jauh berbeda dari biasanya. Wajah pria itu terlihat lebih kurus dengan lingkaran hitam terlihat jelas di bawah matanya, seolah ia juga tidak tidur nyenyak selama tujuh hari terakhir.

Arga bergegas turun dari mobilnya lalu melangkah mendekat. “Kamu… baik-baik saja?” tanyanya pelan, matanya memandang wajah Rania dengan penuh kekhawatiran.

Rania hanya tersenyum tipis, senyum pahit yang dulu tidak pernah ia tunjukkan. “Ya, aku baik saja.” Sekali lagi ia mengucapkan kebohongan yang sama.

Arga terdiam sejenak, lalu membuka pintu mobilnya. “Kamu tinggal di mana? Ayo, biar aku antar pulang. Ini sudah malam, aku tidak bisa membiarkanmu jalan sendirian malam-malam.”

“Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri,” tolak Rania halus, tanpa menyebutkan alamat di mana kini dia tinggal.

“Rania, biarkan aku melakukannya sekali ini saja,” bujuk Arga pelan. “Aku tahu kamu masih marah padaku.”

Rania menatap wajah pria itu lama sekali, sampai akhirnya ia menggeleng pelan. “Aku tidak marah padamu, Arga.”

Jawaban itu justru terasa lebih menyakitkan bagi Arga. Tidak marah bukan berarti tidak terluka, bukan berarti sudah memaafkan. Bukan berarti semuanya sudah baik, tapi karena rasa kecewanya sudah terlalu dalam hingga ia tidak punya tenaga lagi untuk marah. Dan itulah.yang paling ditakuti oleh Arga.

“Aku mendengar soal perjodohan itu,” lanjut Arga perlahan. “Ibumu menghubungi ibuku sore tadi.”

Rania tertawa kecil, namun tawanya terasa getir. “Ternyata perceraian kita belum cukup menjadi bahan pembicaraan orang banyak, ya?”

“Rania…?” Arga menggelengkan kepalanya. “Aku tidak akan ikut campur urusanmu lagi kalau itu yang kamu inginkan,” kata Arga meyakinkan. “Tapi… tolong izinkan aku untuk tetap bertanya kabarmu, dan memastikan kamu selalu baik-baik saja. Aku sudah menjagamu selama tiga tahun ini, dan akan sulit bagiku untuk melepaskan kebiasaan itu.”

Hati Rania bergetar mendengar kata-kata Arga. Selama tiga tahun pria itu memang selalu ada untuknya, menjaganya, memperlakukannya dengan lembut, mencintainya sepenuh hati. Tapi apa gunanya? Toh pada akhirnya ia menyerah pada tekanan ibunya sendiri.

Rania memalingkan wajah, takut kalau ia terus menatap pria itu, benteng pertahanannya akan runtuh. “Maaf, aku harus pergi.”

“Rania…” panggil Arga sebelum wanita itu melangkah lebih jauh.

Rania berhenti, namun sama sekali tidak menoleh.

“Aku merindukanmu. Lebih dari yang bisa aku ucapkan.” Suara Arga terdengar sangat pelan, nyaris seperti bisikan yang terbawa angin malam. “Tolong jangan menjaga jarak dariku.”

Air mata meluncur membasahi pipi Rania. Tapi ia tetap tidak menoleh. Ia hanya mengeratkan genggamannya pada tali tasnya, lalu melangkah pergi menjauh, semakin jauh dan semakin menjauh tanpa menoleh sedikit pun.

Arga diam mematung, menatap sosok wanita yang dicintainya perlahan menghilang di kegelapan malam. Akhirnya, apa yang paling menakutkan dalam hidupnya terjadi. Ia benar-benar telah kehilangan Rania.

Satu jam kemudian, Rania telah kembali ke dalam rumah kecil yang ia sewa dua hari yang lalu. Karena tak mungkin baginya untuk terus menerus menginap di hotel. Sungguh suatu keberuntungan baginya karena saat dia sedang mencari informasi rumah kontrakan, salah seorang temannya memberi informasi bahwa ada rumah kecil yang disewakan yang letaknya tak jauh dari perusahaan tempat dia bekerja.

Rania membaringkan tubuhnya yang terasa lelah di atas ranjang kecil kamarnya. Bukan hanya lelah fisik, tapi lebih besar lelah hati, lelah pikiran.

“Mulai sekarang aku hanya akan memikirkan hal untuk masa depanku. Aku tidak boleh terpaku pada masa lalu. Semua sudah berakhir dan tidak boleh terus menjadi beban dalam pikiranku, yang hanya akan menghalangi langkahku untuk maju," gumamnya bertekad dalam hati.

"Ayo, Rania. Bangkitlah! Kamu pasti bisa! Ada banyak hal di dunia ini yang bisa kamu gapai?” Rania menyemangati dirinya sendiri.

Wanita itu mulai memejamkan matanya. Berusaha untuk tidak lagi berpikir tentang Arga. Perlahan, dengkuran halus terdengar. Wanita itu telah terbuai ke alam mimpi.

*

*

*

Pagi hari di rumah keluarga Pratama. Arga memasukkan makan ke dalam mulutnya dengan tanpa semangat. Matanya menatap hidangan mewah yang ada dalam piringnya, tapi pikirannya melayang jauh. Dua minggu berlalu sejak ia berpisah dengan Rania, namun rasa kehilangan itu bukannya berkurang, justru terasa semakin menusuk setiap harinya.

Bu Ratih yang melihat putranya seperti orang linglung terlihat tidak suka. Wanita paruh baya itu mendengus kasar. “Nanti malam tidak ada acara, kan?” tanyanya langsung.

“Belum tahu. Mungkin ada pekerjaan.” Arga menjawab bahkan tanpa mengangkat kepala.

“Ibu belum bicara apa-apa, tapi kamu sudah menjawab seperti itu?” Mata Bu Ratih memicing tajam.

“Karena aku tahu apa yang akan Ibu bicarakan,” sahut Arga tegas.

Bu Ratih menghela napas panjang. “Kita akan makan malam dengan keluarga Wijaya. Ayah dan Ibu sudah atur semuanya.”

Kali ini Arga langsung menoleh, tatapannya terasa dingin. “Belum genap dua minggu aku bercerai, Bu. Dan Ibu sudah tidak sabar ingin menjodohkan aku dengan wanita lain?”

“Mau nunggu apa lagi? Toh laki-laki tidak harus menunggu selesai masa iddah. Ibu tidak mau ada gosip berkembang,” jawab Bu Ratih tegas. “Lagipula, Putri mereka cantik. Kamu pasti cocok sama dia. Ditambah lagi dia itu pendidikannya bagus, keluarga terpandang.” Bu Ratih terus mempromosikan calon mantu idamannya. "Dan yang paling penting… kondisinya sehat sempurna.”

Kalimat terakhir dari ibunya membuat rahang Arga mengeras. Ia paham betul apa maksud ibunya. “Sampai kapan Ibu akan terus menyalahkan Rania?” tanyanya pelan namun tajam.

Bu Ratih mencebik sewot. “Karena memang dia yang salah!”

“Bagaimana kalau ternyata masalahnya bukan pada dia?” tanya Arga perlahan, matanya menatap tajam ke arah ibunya.

Suasana ruangan seketika hening. Wajah Bu Ratih berubah sedikit. “Apa maksud kamu ngomong seperti itu?”

“Bisa saja kan aku yang bermasalah?”

“Mustahil! Laki-laki keturunan Pratama selalu sehat dan sempurna!” jawab Bu Ratih percaya diri.

Arga hanya tertawa kecil, tawa yang terdengar getir dan kelelah. Ia tak punya tenaga lagi untuk berdebat dengan ibunya. Pria yang di luar sana begitu dikagumi karena statusnya yang sebagai seorang CEO perusahaan besar. Tanpa ada yang tahu, dia justru merasa dirinya hanyalah boneka tali yang selalu dikendalikan oleh tangan-tangan ibunya.

1
Rahma Inayah
dasar si Surya GK jauh beda dgn Ranti kalian satu frekuensi sma2 gila harta ,dan jabatan serta haus kekuasaan
Rahma Inayah
raskan km Surya semula berawal dr mulut istri mu Ranti siap2 Ranti hidup mu melarat miskin apa msh BS km sombong
Muft Smoker
terkadang emosi akan membuat seseorang akan berbuat sesuatu tanpa memikirkan akibat ny ,, Dan tuan surya sedang otw kesana ,,
Muft Smoker
udh terlalu kenyang pak surya ,, masa ny udh abiis ,, terlalu byak makan uang yg bukan hak ny ,, skraaang waktu ny anda kembali kan yg bukan hak anda ,,😏😏😏😏
Zhafran Althaf
udah bau tanah masih nyimpen dendam ga baik tau aki aki
Nadja 🎀
pak surya walaupun ingin menjatuhkan perusahaan keponakanmu, hati-hati ada keluarga kandung rania sahabatnya ayah keponakanmu pasti bantuin
Ummee
semoga dendam itu tdk membuat kamu berbuat nekat
Riska Nianingsih
karena harta jd lupa diri, bahkan kl ga sendiri dimusuhi,
Riska Nianingsih
bagus alvino 👍 biar surya ratih sadar diri, perusahaaan milik kl ga, berarti harta bersama belum hak milik surya.
Nar Sih
jgn bikin mslh lgi pak surya ,klau gk mau hidup mu tmbh hancur🤣
Aditya hp/ bunda Lia
eeeh, ... dasar tabir Surya .... bukannya sadar malah tambah edan yah kau lebih dendam
Aditya hp/ bunda Lia
mampusss ....
Batara Kresno
buat surya ama ratna lumpuh aj kena strok biar kapok
Aidil Kenzie Zie
masih aja dendam puluhan sampai ratusan M lo yang diselewengkan 😡😡😡😡
vania larasati
lanjut
sunaryati jarum
Masih dendam ,itu kesalahan yang kau buat sejak awal Tuan Surya, bahkan kau jadi tikus pada perusahaan yang kau kelola.Dan Ratih istrimu juga selalu bikin masalah pada keluarga dan kamu dukung.Jika kau masih tidak mau menerima kenyataan,kamu makin hancur
sunaryati jarum
Astaga perusahaan keluarga kok ya ditilep,rata- pertahun 30 M
dewi rofiqoh
Selamat bagas, semangat menjalankan amanah sebagai direktur utama pratama grup.
Alvino, hati-hati dengan tuan surya!
Uba Muhammad Al-varo
hadeuh pak Surya udah salah malah dendam bukannya memperbaiki diri kearah lebih baik
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
masih aja dendam ma keponakan nya bukan nya tobat udh bau tanah jg, pdhl dia nya emang salah bikin rugi perusahaan
hati² alvino ma om mu itu jaga baik² istrimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!