NovelToon NovelToon
Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Rizal, seorang pemuda yatim piatu yang baru saja dipecat dari pekerjaannya dan ditipu habis-habisan oleh mantan kekasihnya, mendapati hidupnya hancur berantakan di sebuah taman kota Jakarta. Namun, takdirnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika sebuah [Sistem Kebohongan menjadi Kenyataan] tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya. Sistem ajaib ini mengubah setiap cacian, kebohongan, dan modus penipuan yang diarahkan padanya menjadi kenyataan yang sesungguhnya. Berawal dari pesan penipuan undian palsu, Rizal mendadak menjadi miliarder yang membuat semua orang yang pernah merendahkannya menyesal, sekaligus menarik perhatian banyak wanita cantik yang terpikat oleh kesuksesan dan pesonanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Selamat pagi semuanya, kami dari Otoritas Jasa Keuangan pusat."

Direktur Utama OJK itu berbicara dengan suara yang sangat berwibawa membelah keheningan lobi.

"Kami datang ke sini secara khusus untuk mengantarkan surat pengesahan mutlak atas pergantian kepemilikan Sanjaya Corp."

Direktur itu berjalan menghampiri Rizal dan mengulurkan tangannya dengan senyum yang sangat sopan.

"Selamat atas akuisisi luar biasa ini, Tuan Rizal. Transaksi Anda sangat bersih dan sah di mata hukum negara."

Rizal menyambut uluran tangan pejabat negara itu dengan senyum tipis.

"Terima kasih atas kerja keras Anda datang kemari, Pak Direktur."

Direktur OJK itu kemudian menoleh ke arah Dion yang sedang memegang serpihan dokumen yang baru saja dia robek.

"Dan untuk Saudara Dion Sanjaya, kami baru saja menangkap seorang pegawai rendahan di kantor kami yang mengaku sering Anda suap."

Wajah Dion seketika menegang kaku seolah baru disambar petir dari langit-langit lobi.

"Orang dalam yang Anda banggakan itu kini sedang diperiksa oleh pihak berwajib atas tuduhan korupsi."

Direktur OJK memberikan pukulan terakhir yang menghancurkan seluruh sisa harapan Dion tanpa ampun.

"Jadi saya sarankan Anda untuk menerima kenyataan ini dan segera mengemasi barang-barang Anda."

Bruk.

Dion Sanjaya jatuh berlutut di atas lantai marmer lobi tersebut.

Air mata penyesalan dan keputusasaan akhirnya menetes deras membasahi pipinya.

Perusahaannya telah dirampas, uang tabungannya telah dikuras, ayahnya kritis di rumah sakit, dan kini dia bahkan tidak punya tempat berlindung.

Semua itu terjadi hanya karena dia berani mengganggu seorang pemuda yang dia anggap sebagai gembel.

Rizal menundukkan pandangannya dan menatap Dion dengan tatapan sedingin es.

"Satpam, jalankan tugas pertama kalian untukku."

Rizal memberikan perintah dengan nada yang pelan namun menggema di seluruh ruangan.

"Seret mantan direktur ini keluar dari gedungku, dan pastikan dia tidak membawa satu pun barang dari perusahaan ini."

Kepala satpam yang kini sudah sepenuhnya mengabdi pada Rizal langsung mengangguk hormat.

"Siap laksanakan, Direktur Rizal!"

Dua orang petugas keamanan bertubuh besar langsung mendekati Dion dan mencengkeram kedua lengannya.

"Lepaskan aku! Ini perusahaanku! Kalian semua pengkhianat!"

Dion meronta-ronta sambil menangis tersedu-sedu saat tubuhnya diseret paksa menuju pintu keluar.

"Rizal! Aku mengutukmu! Ayahku pasti akan membalas dendam padamu!"

Teriakan histeris Dion perlahan menghilang setelah tubuhnya dilempar keluar dari gedung pencakar langit tersebut.

Para karyawan dan manajer yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa menelan ludah dengan susah payah.

Mereka baru saja melihat dengan mata kepala mereka sendiri betapa kejam dan berkuasanya bos baru mereka ini.

Rizal menoleh ke arah kerumunan karyawan yang wajahnya masih dipenuhi rasa takut.

"Kalian tidak perlu khawatir, posisi kalian semua aman selama kalian bekerja dengan baik untukku."

Rizal memberikan pernyataan yang langsung membuat para karyawan itu menghela napas lega.

"Namun, mulai detik ini, nama Sanjaya Corp resmi dihapus dari sejarah."

Rizal menatap logo raksasa berbentuk huruf S yang menempel di dinding lobi.

"Perusahaan ini akan dilebur ke dalam Wijaya Group dan beroperasi di bawah bendera Naga Nusantara Holdings."

"Clara, urus semua dokumen perubahan nama dan restrukturisasi jajaran direksi hari ini juga."

Clara langsung mengangguk dengan sigap dan penuh semangat.

"Baik Tuan Rizal, semuanya akan selesai sebelum jam makan siang."

"Bagus. Mari kita lihat ruang kerjaku yang baru di lantai paling atas."

Rizal melangkah santai menuju lift eksekutif khusus VIP yang terbuka secara otomatis untuk menyambutnya.

Clara dan para pengacaranya mengikuti dari belakang dengan langkah yang sangat ringan.

Ting.

Lift tiba di lantai lima puluh, lantai khusus untuk ruangan CEO dan jajaran direktur utama.

Ruangan itu sangat luas, dibalut dengan perabotan kayu jati mahal dan dinding kaca yang menyajikan pemandangan seluruh kota Jakarta dari atas awan.

Rizal berjalan menghampiri kursi kulit raksasa yang berada di balik meja kerja utama.

Itu adalah kursi yang selama ini diduduki oleh Broto Sanjaya untuk mengendalikan separuh ekonomi ibukota.

Rizal mengusap sandaran kursi itu perlahan sebelum akhirnya mendaratkan tubuhnya di sana.

Dia memutar kursinya menghadap ke arah dinding kaca, menikmati pemandangan kota yang kini benar-benar berada di bawah telapak kakinya.

Hanya dalam waktu kurang dari satu bulan sejak dia dipecat dan ditipu di taman kota, takdirnya telah melesat menembus langit.

Dari seorang pemuda miskin yang tidak punya tempat tinggal, kini dia adalah kaisar bisnis yang menguasai berbagai sektor industri vital di Indonesia.

Namun, Rizal tahu bahwa ini barulah permulaan dari perjalanannya.

Kekuatan Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan ini terlalu besar untuk hanya digunakan di dalam negeri.

"Tok. Tok."

Clara mengetuk pintu ruangan yang sudah terbuka itu dan melangkah masuk dengan senyum lembut.

"Tuan Rizal, tim rumah sakit baru saja memberikan laporan terbaru mengenai kondisi Broto Sanjaya."

Rizal memutar kursinya kembali menghadap Clara.

"Apakah rubah tua itu sudah sadar?"

"Beliau baru saja siuman beberapa menit yang lalu, dan pihak KPK sudah menunggunya di depan ruang rawat."

Clara menyerahkan tabletnya yang menampilkan foto Broto Sanjaya sedang diborgol di atas ranjang rumah sakit.

"Dokter menyatakan beliau mengalami kelumpuhan ringan di bagian kiri tubuhnya akibat stroke ringan semalam."

Rizal hanya tersenyum tipis melihat foto musuhnya yang kini terlihat sangat menyedihkan itu.

Tidak ada lagi kesombongan di wajah Broto, yang tersisa hanyalah tatapan kosong seorang kakek tua yang kehilangan segalanya.

"Biarkan dia membusuk di penjara dengan tubuh lumpuhnya itu, Nona Clara."

Rizal meletakkan tablet itu di atas meja kerjanya.

"Permainan kita di kota ini sudah selesai dengan sempurna."

Clara sedikit mengernyitkan dahinya mendengar istilah aneh yang diucapkan oleh bosnya.

"Sudah selesai? Maksud Anda, ini belum berakhir, Tuan Rizal?"

Rizal berdiri dari kursi besarnya dan berjalan mendekati Clara.

"Dunia ini terlalu luas Nona Clara, dan masih banyak naga-naga sombong di luar sana yang menunggu untuk kutelanjangi."

Rizal menatap lurus ke luar jendela, seolah matanya bisa menembus lautan menuju benua lain.

"Bersiaplah, karena mulai besok, kita akan membawa bendera Naga Nusantara ini ke panggung dunia."

Legenda kaisar baru Jakarta telah ditutup dengan sangat epik.

Bagi musuh-musuhnya, nama Rizal adalah mimpi buruk yang paling mematikan.

Tapi bagi mereka yang setia, dia adalah dewa pelindung yang tidak akan pernah bisa dikalahkan.

1
kinataa⁸
5m nya ksh aku juga/Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!