NovelToon NovelToon
Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Brmmm!

Suara mesin perahu kayu kembali memecah kesunyian laut lepas setelah Amir menyalakannya.

Ia mengarahkan kemudi perahunya kembali menuju dermaga pelabuhan kecil di pinggiran kota.

Angin laut menerpa wajahnya yang kini memancarkan aura dominasi dan kepercayaan diri tingkat tinggi.

Sambil memegang kemudi, Amir membuka panel sistemnya untuk menukarkan poin yang baru ia dapatkan.

"Sistem, tukarkan seratus ribu poin milikku menjadi uang Rupiah ke rekeningku sekarang juga."

[Terkonfirmasi]

[Menukarkan 100.000 Poin menjadi 1.000.000.000 Rupiah]

[Dana telah ditransfer dengan jalur aman dan bersih dari pelacakan pajak]

Ting!

Ponsel di saku celana Amir langsung berbunyi menandakan notifikasi masuk.

Ia merogoh sakunya dan tersenyum sangat lebar melihat deretan angka nol yang memenuhi layar ponselnya.

Satu miliar delapan puluh juta rupiah kini tergeletak aman di rekening pribadinya.

"Dulu aku harus bekerja banting tulang tiga tahun penuh hanya untuk mendapatkan puluhan juta."

"Sekarang, aku adalah miliarder muda sungguhan yang bisa membeli apa pun yang kumau."

Tiga puluh menit kemudian, perahu Amir merapat dengan aman di dermaga.

Ia turun dari perahu sambil menenteng tas pancing mahalnya dan memberikan tip seratus ribu kepada nelayan tua tadi.

Langkah selanjutnya yang ada di kepala Amir adalah membeli sebuah kendaraan pribadi.

Ia tidak mungkin terus-terusan mengandalkan taksi atau ojek online dengan kekayaannya saat ini.

Amir mencegat sebuah taksi di luar pelabuhan dan meminta diantar ke salah satu dealer mobil mewah di pusat kota.

Taksi itu berhenti tepat di depan sebuah gedung pameran dengan logo bintang tiga sudut yang sangat ikonik.

Kring.

Pintu kaca otomatis terbuka menyambut langkah tegap Amir ke dalam showroom ber-AC dingin tersebut.

Deretan mobil mewah dari berbagai tipe berjejer rapi memantulkan cahaya lampu yang sangat elegan.

Seorang pramuniaga wanita berpakaian blazer hitam ketat segera menghampiri Amir.

Walaupun Amir hanya memakai kemeja kargo dan celana pendek, tubuhnya yang tegap dan wajahnya yang tampan membuat pramuniaga itu tetap melayaninya dengan senyum ramah.

"Selamat siang Bapak, selamat datang di pameran resmi kami."

"Ada tipe mobil tertentu yang sedang Bapak cari hari ini?"

Pramuniaga itu bertanya dengan nada suara yang sangat sopan dan profesional.

Amir menyapu pandangannya ke seluruh penjuru ruangan hingga matanya tertuju pada sebuah mobil SUV besar berwarna hitam doff.

"Aku ingin melihat SUV Mercedes G-Class hitam yang ada di sudut sana."

"Apakah mobil itu siap dibawa pulang hari ini juga tanpa harus menunggu inden?"

Amir berjalan mendekati mobil gagah berbentuk kotak tersebut sambil mengelus kap mesinnya perlahan.

"Oh, itu adalah G-Class edisi AMG terbaru kami, harganya tujuh miliar rupiah, Bapak."

Pramuniaga itu menjawab dengan sedikit keraguan di matanya karena harga mobil itu sangat fantastis.

Amir mengerutkan keningnya karena uang satu miliarnya jelas tidak cukup untuk membeli mobil itu.

Namun ia tidak kehabisan akal dan segera memanggil sistem di dalam kepalanya.

"Sistem, apakah ada fitur pinjaman atau misi instan agar aku bisa mendapatkan uang tujuh miliar sekarang juga?"

[Sistem tidak menyediakan fitur pinjaman untuk Tuan]

[Namun, Tuan masih memiliki ikan Arwana Super Red Mutan di Kolam Ruang yang nilainya telah meningkat]

[Harga jual ikan tersebut saat ini adalah 800.000 Poin Sistem]

Mata Amir terbelalak kaget mendengar lonjakan harga yang sangat gila dari ikan tangkapannya kemarin sore itu.

"Delapan ratus ribu poin itu sama dengan delapan miliar rupiah!"

"Sistem, jual ikan Arwana itu sekarang juga dan transfer semua uangnya ke rekeningku tanpa sisa!"

[Terkonfirmasi]

[Menjual 1x Ikan Arwana Super Red Mutan. Menambahkan 8.000.000.000 Rupiah ke rekening Tuan]

Ting!

Ponsel Amir kembali bergetar hebat menerima transfer dana super besar ke dalam rekeningnya.

Kini total kekayaan tunainya telah menembus angka sembilan miliar rupiah lebih.

Amir tersenyum tipis dan beralih menatap pramuniaga wanita yang masih berdiri canggung di sebelahnya.

"Harganya tujuh miliar kan, baiklah aku ambil mobil ini sekarang juga."

"Bawa mesin EDC kemari, aku akan membayarnya lunas dengan transfer tunai detik ini juga."

Amir mengeluarkan kartu debit hitam prioritasnya dan menjepitnya di sela-sela jari telunjuk dan tengahnya.

Pramuniaga itu ternganga lebar seolah rahangnya baru saja copot dari engselnya.

"Ba... bayar lunas sekarang juga Bapak?"

"Tentu saja, atau kau ingin aku mencari dealer lain yang bisa bekerja lebih cepat dari kalian?"

Amir bertanya dengan nada menantang yang langsung membuat wanita itu tersadar dari lamunannya.

"Tidak Bapak, mohon tunggu sebentar saya akan memanggil manajer kami untuk memproses dokumen VIP Anda!"

Wanita itu berlari dengan sepatu hak tingginya menembus lorong kantor di belakang pameran.

Tidak sampai sepuluh menit, seorang pria paruh baya berjas rapi keluar dan menyambut Amir dengan sangat hormat.

Proses pembayaran berjalan sangat mulus dan cepat berkat kartu hitam sakti milik Amir.

Struk pembayaran tercetak panjang menandakan transaksi tujuh miliar rupiah itu berhasil tanpa ada penolakan dari pihak bank.

"Terima kasih banyak atas pembelian tunai Anda, Tuan Amir."

"Mobil ini sudah dilengkapi asuransi penuh dan pelat nomor sementara resmi, Anda bisa langsung membawanya pergi."

Sang manajer menyerahkan kunci mobil pintar itu dengan tangan bergetar karena sangat takjub.

Tit tit.

Amir menekan tombol kunci di tangannya dan lampu sein G-Class hitam itu berkedip menyambut tuannya yang baru.

Ia membuka pintu kemudi yang sangat berat dan kokoh, lalu duduk di kursi kulit asli yang sangat empuk.

Brmmm!

Suara raungan mesin V8 terdengar sangat ganas namun teredam sempurna di dalam kabin yang kedap suara.

Amir menginjak pedal gas perlahan dan membawa monster baja hitam itu keluar dari pameran membelah jalan raya.

Semua mata pejalan kaki dan pengendara lain menatap iri pada mobil super mahal yang dikendarainya.

Di saat Amir sedang menikmati kehidupan mewahnya, sebuah penderitaan baru mulai menyiksa keluarga Siska.

Kring kring kring!

Suara dering ponsel Bu Rina berbunyi sangat nyaring di ruang tengah rumahnya yang kini terasa panas karena kipas angin mati.

Listrik rumah mereka memang sudah menyala pagi ini berkat uang Siska, tapi tagihan lain mulai berdatangan.

Bu Rina mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal itu dengan malas.

"Halo, ini siapa ya ganggu orang lagi pusing saja."

Bu Rina membentak dengan nada tinggi yang menjadi ciri khas kesombongannya.

"Ini dari aplikasi Pinjaman Online Dana Kilat."

"Ibu Rina sudah menunggak cicilan sebesar lima juta rupiah yang jatuh tempo hari ini, kapan mau dibayar?"

Suara pria kasar dari seberang telepon langsung membuat wajah Bu Rina pucat pasi.

"Eh, maaf Pak, biasanya menantu saya yang bernama Amir yang selalu membayar cicilan itu."

"Bisa tolong Bapak hubungi dia saja, dia sudah pergi dari rumah ini."

Bu Rina mencoba melempar tanggung jawab hutangnya pada Amir yang sudah diceraikan.

"Jangan banyak alasan dasar wanita tua bangka!"

"Data KTP dan kontak darurat di aplikasi ini atas nama Anda, bukan nama orang lain."

"Kalau sampai sore ini tidak dibayar, kami akan menyebar data Anda ke seluruh kontak di ponsel Anda dan mengirim penagih ke rumah!"

1
💫Penjelajah Novel💫
Thor. kolo bisa jangan 1× mancing 1× dapet langsung balik. kolo bisa banyakin mancingnya
kiyoe: terimakasih atas masukan nya kak
total 1 replies
Author Melda
Gilaak bab 1 nya langsung nyesek kak 😭 Amir yatim piatu jadi menantu gak dianggap, eh dibuang ke danau pula. Tapi pas bangkit sama sistem mancingnya itu keren banget plot twistnya! Semangat terus kak kiyoe, mancing mania mantap! 🎣
kiyoe: heheh terimakasih kak author Selpi atas dukungan nya
total 1 replies
Wega Luna
mir ,mancing ditempat ku ada danau ajaibnya,danau pasir putih yg keluar dari tanah seperti lumpur Lapindo,, dikelilingi bukit ular dan perumahan Citraland Surabaya, pemandangan keren,
kiyoe: wuih keren
total 3 replies
Wega Luna
banyakin saldo mancing nya terus ditukar dengan uang beli Bugatti ,,,direalita Buggati lebih mahal dari Lamborghini🤣🤣🤣🤣kalo perlu beli Ferrari yg konon belinya ribet banget tapi berkelas karena belum tentu setiap pengusaha bisa beli Ferrari,,,🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
💪💪💪 semangat para mancing mania,🏃🏃🏃tau GK Thor aku baca novel mu ini sambil mancing di kolam pemancingan😄
kiyoe: nanti kalau udah Mateng kabarin othor yak kak 🤣🤣
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!