Bagaimana jadinya jika persahabatan yang di jalin begitu lama, ternyata menimbulkan benih benih cinta ?
Ya, itulah yang di rasakan oleh Sasikirana, seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA.
Si gadis tomboy, dan selalu menjadi biang ribut di sekolah, siapa yang menyangka ternyata memiliki perasaan cinta pada sahabatnya sendiri.
Akankah Sasi jujur dengan perasaan nya ? ataukah dia akan mengubur dalam dalam perasaan itu ?
Ikuti terus kisah nya, Sasi si gadis tukang bikin rusuh.
Happy Reading 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekretaris Bian
Ciiiiiiittttttt...
Axel mengerem mendadak saat sasi mengatakan itu,
"aduh !!" kepala sasi membentur dashboard, tidak terlalu kencang tapi cukup membuat dia terkejut,
"yakkkkk.. kamu mau mati ???" pekik sasi sambil mengelus keningnya, untung saja mereka melewati jalanan yang tidak terlalu ramai,
"maaf maaf," ucap axel sambil mengusap usap kening sasi,
"ck, bisa bawa mobil nggak sih ?? kalau nggak bisa sini biar aku yang bawa !!"
Axel kembali menepikan mobilnya,
"kenapa ?" tanya axel, dan dia pun segera merubah posisi duduknya jadi menghadap ke arah sasi,
"apanya yang kenapa ? nih liat, jidat aku sampe merah begini !!" ucap sasi yang masih kesal karna ulah axel
"kenapa kamu bilang belum terima aku jadi pacar kamu ?" tanya axel menatap sasi dengan serius,
Sasi diam sejenak, dia berpikir bagaimana cara mengatakan pada axel apa yang menjadi ketakutannya selama ini,
"Sas..." axel memegang tangan sasi,
"xel, kita itu baru bertemu lagi setelah lebih dari 4 tahun lamanya tanpa kabar dan tanpa komunikasi apapun ! Kamu belum tau bagaimana aku yang sekarang, begitupun sebaliknya !! Aku mau kita saling mengenal lagi pribadi masing masing, agar kelak tidak ada lagi perpisahan di antara kita berdua !!" sasi langsung menjelaskan panjang lebar
sekarang gantian, setelah sasi berbicara kini axel yang terdiam
"Lalu ciuman yang kemarin ?" tanya axel,
"kenapa yang dia bahas malah soal ciuman kemarin sih !! itu kan memalukan sekali apalagi itu ciuman pertamaku !!"
"mungkin kita hanya terbawa suasana saat itu !" jawab sasi sambil mengalihkan pandangannya
Huh...
axel menghembuskan nafasnya,
"aku belum yakin dengan perasaan kamu !! aku takut itu semua hanya karna kamu merindukan ku sebagai sosok sahabat yang biasa ada buat kamu !!" sambung sasi lagi,
"Kalau begitu, aku harus apa agar kamu percaya dan yakin dengan perasaan ku ini, sas ??"
"Yakinkan aku dengan usaha kamu, agar aku percaya kalau kamu sayang sama aku bukan lagi sebagai sahabat !!"
Setelah percakapan itu berakhir, axel melajukan lagi mobilnya, dia memutar balik menuju perusahaan keluarga sasi dan membatalkan rencananya untuk memberikan kejutan pada sasi,
Sasi yang mengerti axel berputar arah pun tidak bertanya apa apa lagi,
Setelah percakapan itu, tidak ada lagi yang bersuara sampai tidak terasa mereka sudah tiba di kantor bian,
"Ayo aku temenin kamu sarapan ?" ajak sasi setelah mobilnya berhenti tepat di depan gedung itu,
"Aku akan langsung ke kantorku, sas," jawab axel datar tanpa melihat ke arah sasi,
Sasi pun membuka pintu mobil sendiri, dia lalu turun tanpa mengucapkan apapun,
Brug
Axel memukul setir mobilnya, dan tidak lama dari itu dia langsung melajukan mobilnya lagi,
Sementara itu, sasi terus melangkah kan kaki nya tanpa menengok ke belakang lagi,
Setelah tiba di lobby, sasi langsung di sambut oleh beberapa karyawan yang memang sudah mengenal sasi sebelumnya,
"Non Sasi ?" beberapa karyawan ada juga yang terkejut karna setelah sekian lama tidak bertemu, apalagi kini sasi sudah sangat berubah, dia jauh lebih dewasa dengan penampilannya yang sekarang,
"Hai.." sasi menyapa dengan senyuman,
Setelah sedikit berbincang dan berbasa basi dengan beberapa karyawan disana, akhirnya sasi melanjutkan langkahnya menuju ruangan CEO di gedung itu,
Dia menaiki lift khusus CEO menuju lantai 4, yang dimana lantai itu hanya bisa di peruntukan untuk orang penting dan yang berhubungan langsung dengan CEO di perusahaan milik keluarga nya tersebut.
Tidak sampai 5 menit kini sasi sudah tiba di depan pintu ruangan kakaknya,
Ceklek
Tanpa mengetuk dulu, sasi langsung membuka pintu tersebut,
"Ooppss.. Sorry !!" ucap sasi sambil tersenyum saat melihat sesuatu yang mengejutkan di hadapannya,
*
Flashback On
Dengan menempuh perjalanan selama 30 menit, bian akhirnya sampai juga di gedung perusahaannya,
Setelah itu dia langsung memarkirkan mobilnya, di tempat parkir khusus CEO yang hanya di peruntukkan untuk dirinya sendiri,
Seperti kebanyakan CEO lain, bian menggunakan lift khusus untuk menuju ke ruangannya,
Saat keluar dari lift bertepatan dengan sekretarisnya yang juga baru tiba di lantai itu,
"Bukankah seharusnya kamu tiba di kantor 30 menit sebelum saya datang ?" sinis bian,
"Maaf pak, tadi ban motor saya bocor, jadi saya harus ke bengkel dulu," jawab sekretaris wanita itu,
"Alasan !! sudahlah, cepat siapkan meeting pagi ini !" ucap bian lagi lalu meninggalkan wanita itu,
"apes banget !! udah tadi ban bocor di tambah kena omel big bos juga !!"
Sekretaris itu pun langsung mengekor di belakang bian,
"kamu ngapain ngikutin saya ?" tanya bian dengan ketus
"lah bapak, meja saya kan di depan ruangan bapak !" ucap wanita itu dengan santai,
"iya juga ya !! ngapain juga gue tanya begitu !!" gumam bian dalam hatinya menyesali perkataannya,
"ya kan kamu bisa jalannya nanti setelah saya masuk ke ruangan !!" ucap bian ngeles, agar tidak terlihat memalukan di depan wanita itu,
"tadi kata bapak, saya di suruh cepet, untuk menyiapkan meeting pagi ini ! nanti kalau lama, bapak marah lagi sama saya !!"
"ck, !!" bian berdecak tanpa menjawab lagi ucapan sekretarisnya itu, lalu dia segera masuk ke dalam ruangannya dengan sedikit membanting pintu,
"idih, lagi dapet kali tuh orang, pagi pagi udah panas aja !!" gumam wanita itu lagi lalu segera berjalan ke arah meja kerjanya,
**
Di ruangan..
Bian langsung menjatuhkan bokongnya di kursi kebesarannya dan mulai menyalakan laptopnya yang berlogo buah apel yang sudah tidak utuh lagi,
Tiba tiba..
Tok..Tok..Tok
Suara ketukan pintu dari luar, tidak lama seorang wanita cantik yang tidak lain adalah sekretaris pribadinya masuk ke ruangan dengan membawa secangkir kopi di atas nampannya,
"siapa yang menyuruh kamu membuat kopi ?" tanya bian,
Sekretaris itu pun mengerutkan keningnya, pasalnya selama ini memang setiap pagi dia selalu membuat kan kopi untuk bosnya itu,
"kan memang setiap pagi saya selalu membuat kopi pak !" jawab wanita itu tak kalah kesal
"tapi saya sudah minum kopi !!" ucap bian, "oh, atau kamu memang sengaja mau bikin saya kena hipertensi karena kebanyakan minum kopi, iya begitu ??" ketus bian lagi,
"ya mana saya tau kalau istri bapak udah kasih bapak kopi !" jawabnya tak kalah ketus
"Istri !!"
"makanya tanya dulu !! udah sana keluar, pusing kepala saya lama lama ngomong sama kamu !!"
"oh Tuhan, kalau nggak takut udah ku lempar ni gelas ke kepalanya !! sayang nya aku takut !!" kata wanita itu tapi tentu saja hanya dalam hatinya,
Setelah itu dia pun keluar dari ruangan bian dengan wajah yang di tekuk,
"sabar cher sabar, tahan dulu ya tinggal beberapa bulan lagi ko..!!"
...****************...