NovelToon NovelToon
Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / CEO / Penyelamat / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Pernikahan Zoya Ravendra dan Kalandra Dirgantara adalah perjodohan mutlak tanpa tanggal kadaluarsa. Bagi Kalandra, Kepala Unit Reskrim yang ditakuti, Zoya hanyalah istri pendiam yang membebani karena selalu mengurung diri di kamar.

​Namun, pandangan itu hancur saat kasus pembunuhan berantai "The Puppeteer" menemui jalan buntu. Zoya tiba-tiba muncul di TKP, menerobos garis polisi dengan tatapan datar dan berkata:

​"Singkirkan tangan kotormu dari leher korban, Komandan. Dia tidak dicekik. Ada residu sianida di kuku jari manisnya dan lebam mayat ini dimanipulasi."


​Hanya dalam lima menit, Zoya memecahkan teka-teki itu. Kalandra terlambat menyadari bahwa istri yang ia abaikan ternyata adalah "The Scalpel," legenda forensik dunia. Kini, Kalandra tidak hanya harus memburu pembunuh, tapi juga mengejar cinta istrinya yang hatinya lebih sulit diotopsi daripada mayat manapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: Kasus Buntu & Gosip Murahan

​​"Mundur! Mundur semua! Jangan ada yang injak garis kuning, atau gue jebloskan kalian ke sel malam ini juga!"

​Teriakan Kalandra memecah kebisingan di Gudang Nomor 4 Pelabuhan Tanjung Harapan. Suasana di sana lembap, bau amis laut bercampur dengan aroma karat besi tua.

Kilatan lampu kamera tim dokumentasi menyambar-nyambar, menerangi sudut gelap di mana sesosok tubuh kaku terduduk di atas peti kemas usang.

​Itu adalah pemandangan yang mengerikan sekaligus indah—ciri khas "The Puppeteer".

​Korban adalah wanita muda, gaun merahnya menjuntai rapi. Kedua tangannya diikat ke atas dengan benang pancing transparan, seolah-olah dia adalah boneka marionette yang sedang menari.

Wajahnya didandani, bibirnya tersenyum, tapi matanya melotot kosong menatap langit-langit gudang yang bocor.

​Kalandra menerobos masuk, napasnya memburu. "Rudi! Gimana? Jangan bilang lo nggak nemu apa-apa lagi."

​Dokter Rudi, pria paruh baya dengan kacamata tebal yang sudah berjongkok di dekat mayat selama satu jam, mendongak. Wajahnya putus asa. Dia melepas sarung tangan lateksnya dengan kasar.

​"Nihil, Ndan. Kosong melompong," keluh Rudi sambil menggeleng. "Nggak ada luka tusuk, nggak ada bekas jeratan di leher, nggak ada memar perlawanan. Cewek ini kayak... mati begitu saja. Jantungnya berhenti mendadak."

​"Jangan ngaco lo, Rud!" sembur Kalandra. Dia berkacak pinggang, menatap mayat itu dengan frustrasi. "Mana ada orang muda sehat walafiat mati mendadak sambil didandanin kayak badut sirkus begini? Cek lagi! Racun? Suntikan?"

​"Sudah gue periksa seluruh permukaan kulitnya, Kalan! Nggak ada bekas jarum satu titik pun. Sebersih piring yang baru dicuci." Rudi berdiri, menepuk bahu Kalandra pelan. "Gue harus bawa dia ke lab buat bedah total, tapi gue pesimis. Si Dalang ini... dia hantu. Dia nggak ninggalin jejak DNA, sidik jari, bahkan penyebab kematian pun dia hapus."

​Kalandra menendang ban bekas yang tergeletak di dekatnya. "Sialan! Tiga mayat dalam dua bulan, dan kita masih jalan di tempat. Media bakal goreng kita habis-habisan besok pagi."

​Kalandra menjauh dari kerumunan tim forensik, butuh udara segar. Kepalanya pening. Dia bersandar di tiang beton gudang, merogoh saku celana mencari rokok, tapi teringat dia sudah berhenti merokok demi program kesehatan kepolisian bulan lalu.

​"Ndan? Minum dulu."

​Sebuah gelas kopi kertas dari minimarket Star-Mart terulur ke hadapannya. Kalandra menoleh. Sinta, polwan muda dari divisi administrasi yang entah kenapa bisa ada di TKP, tersenyum manis. Lipstiknya agak terlalu merah untuk situasi pembunuhan, dan seragamnya tampak sengaja dikecilkan di bagian pinggang.

​"Thanks, Sin. Gue butuh kafein biar nggak gila," gumam Kalandra, menerima kopi itu dan langsung meneguknya meski masih panas.

​Sinta tidak beranjak. Dia berdiri di samping Kalandra, ikut menatap kesibukan tim forensik dengan pandangan prihatin yang dibuat-buat. "Komandan pucat banget. Pasti belum sarapan ya? Padahal sudah jam segini."

​"Biasa. Buru-buru," jawab Kalandra singkat.

​"Duh, sayang banget," Sinta mulai melancarkan serangannya, suaranya direndahkan seolah mereka sedang berbagi rahasia.

"Padahal Komandan kan punya istri di rumah. Masa sih Bu Zoya nggak nyiapin apa-apa? Kalau aku jadi istrinya Komandan, nggak bakal aku biarin suamiku kerja keras dengan perut kosong. Apalagi kerjaan Komandan kan taruhannya nyawa."

​Kalandra terdiam. Ucapan Sinta, meski terdengar seperti perhatian, sebenarnya menyiram bensin ke dalam api kekesalannya pada Zoya.

Bayangan wajah datar istrinya pagi tadi kembali muncul. 'Ada roti di toples,' kata Zoya. Istri macam apa itu?

​"Dia... punya kesibukan sendiri," jawab Kalandra diplomatis, meski hatinya dongkol.

​"Sibuk apa sih, Ndan?" pancing Sinta lagi, kali ini sambil mengibaskan rambut pendeknya. "Setahu anak-anak kantor, Bu Zoya kan cuma di rumah aja. Enak ya, hidupnya santai. Nggak kayak kita yang harus panas-panasan ngejar penjahat. Komandan itu terlalu baik, lho. Laki-laki hebat kayak Komandan harusnya dapat pendamping yang suportif, yang bisa diajak tukar pikiran soal kasus, bukan yang cuma jadi beban pikiran."

​Kalimat itu menohok telak. Beban. Kata yang sama yang diteriakkan Kalandra tadi pagi. Sinta benar. Zoya memang tidak berguna.

​Belum sempat Kalandra menanggapi, ponsel di saku jasnya bergetar panjang. Nama "PAPA" terpampang di layar. Kalandra mendesah berat. Ayahnya—Mantan Jenderal yang kerasnya melebihi baja—menelepon di jam kerja. Ini bukan pertanda baik.

​"Halo, Pa. Kalan lagi di TKP, ada mayat ba—"

​"Pulang sekarang." Suara bariton di seberang sana memotong tanpa ampun.

​Kalandra menjauhkan ponsel dari telinga, menatap layar dengan tak percaya. "Pa, ini kasus The Puppeteer. Kalan nggak bisa tinggalin tim. Mayatnya baru ditem—"

​"Saya tidak mau dengar alasan!" bentak ayahnya. "Malam ini ada makan malam keluarga besar di rumah utama. Mertuamu, Pak Ravendra, juga datang. Istrimu sudah di jalan ke sana. Jangan bikin malu keluarga dengan datang terlambat atau nggak datang sama sekali. Kamu mau bikin Zoya kelihatan seperti istri yang nggak diurus?"

​Rahang Kalandra mengeras. Zoya lagi.

​"Pa, tapi ini darurat..."

​"Jabatanmu itu titipan, Kalandra. Tapi keluarga itu mutlak. Satu jam lagi kamu harus sudah sampai. Titik."

​Sambungan telepon diputus sepihak.

​Kalandra meremas ponselnya sampai buku-buku jarinya memutih. Napasnya menderu. Di depannya ada mayat yang belum terpecahkan, di belakangnya ada tim yang butuh arahan, tapi dia dipaksa pulang hanya untuk acara makan-makan basa-basi.

​Dan ini pasti gara-gara Zoya.

​Perempuan itu pasti mengadu pada orang tuanya kalau dia kesepian, atau mengeluh pada Papanya Kalandra. Zoya yang diam, Zoya yang penurut, ternyata punya cara licik untuk mengendalikan hidupnya lewat orang tua.

​"Sialan!" umpat Kalandra keras, membuat Sinta terlonjak kaget.

​Dia berbalik menatap Raka yang sedang mencatat bukti. "Raka! Ambil alih komando. Pastikan mayat dibawa ke RS Polri. Gue harus pergi."

​"Lho? Tapi Ndan, ini gimana..."

​"Lakukan saja perintah gue!" bentak Kalandra. Dia berjalan cepat meninggalkan TKP, meninggalkan kasus yang buntu demi sandiwara rumah tangga yang memuakkan. Dalam hatinya, kebencian pada Zoya naik satu level lagi. Istri itu benar-benar pembawa sial.

1
Wirly Pena
semangat thor, karya yang bagus 👍

halo teman2, dukung dan baca " aku istri mu bukan babumu "

terimakasih 🙏
David Daniel
🤣🤣🤣🤣🤣🤣kacau...
Santi Sari
hemzzz kukira zoya punya pembekalan diri yg plot twisz ternyata kagakkk🤣 ,,
Atik Kiswati
gt aja tamat nya....
David Daniel
dr semua novel di noveltoon ,novel ini paling bagus dan berbobot.
Farida Dalle
Benaran thor? udah tamat... keknya gak rela, semoga ada S2nya, mau tahu keseruan dn kelucuan baby Altair🥰terimakasih thor semoga ttp semangat dan sehat selau agar bisa memberei hiburan yg bermanfaat dan lucu utk pembaca setiamu🙏😇salam kenal utk semua pembaca yg se frekuensi🥰
Farida Dalle
Mamer koq belum dikasi tahu thor, tntang kehamilan Zoya, mau tahu kehebohannya kek gimn, secara sdh lama menunggu cucu🙏😂🤔
Farida Dalle
whaaaaat... beneran pak komandan??? hadiah utk istri tercinta itu nyicil? pasti pak komandan bercanda, iya kan, iya kan? 😂🤣
Farida Dalle
Thor, bikin yg lebih romantis lg yah utk pasutri ini, biar ceritanya makin keren, selau suka klu tokoh2nya orng2 genius, jd kita yg baca ada tambah pengetahuan jg, ceritanya dpt, pengetahuannya jg dapat, pokoknya semangat terus thor dan sehat selalu🤲😇🥰
Lasria Simamora
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍
Npy
ala2 konoha banget ini..dtg diakhir 🤣🤣🤣
Npy
sayang ini gak mgkn.. sumpah gk mgkn.. utk meletakan kunci mobil ke saku celana dr kaca yg sdkt trbuka., ini bener2 hy sdkt trbuka kan ya, sebab utk meletakan kunci mobil ke saku celana orang yg pingsan di dalam mobil itu pasti tidak cukup dgn kaca mobil yg hy trbuka sdkt. ini mgkn typo yaa., mgkn mksdnya melempar kunci mobil dr kaca mobil yg trbuka sedikit.
tenang author, ngopi dulu/Coffee/ semua udh okay,,penasaran kami masih di level manteb kok/Rose/gassss puolll/Heart/
Npy
gila.., Berani banget ni wanita.. Berani sama Nekad, kadang2 beda tipissss tapi tetep slayyyyy/Casual//Rose/
Npy
bau2 pocecifff tuan/Chuckle//Proud//CoolGuy/
Npy
🤣
Npy
okayyyy pak Komandan saatnya Panen "cemburu" 🤣🤣/Coffee/
Npy
mabuk perasaan gak tuchhh/Chuckle//Facepalm//Facepalm/
Npy
astagaaa sempet2nya mode drama korea😍🤭🤭 🤣
Npy
/Heart/
Npy
/Facepalm//Slight//Facepalm//Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!