NovelToon NovelToon
Pemakan Manusia

Pemakan Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Misteri / Horor
Popularitas:57.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Jangan dekat rawa itu!"

semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.

Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 09. Melda

Para warga terus aja sibuk mencari keberadaan Nasya yang saat ini masih entah ada di mana, Bu Apri Sudah menangis sejak tadi karena dia tidak mau bilang sampai kehilangan anak dengan cara seperti ini, orang tua mana saja pasti tidak akan sanggup bila kehilangan anak dalam usia yang begitu kecil seperti Nasya itu.

Pak RT mengerahkan seluruh warga untuk mencari keberadaan Nasya ini, namun sudah sekuat apa saja para warga mencari keberadaan Nasya di dalam Rawa itu maka tidak ada hasil sama sekali sehingga membuat para warga menjadi kebingungan dan sebagian menduga bahwa kemungkinan bocah kecil itu tidak hilang di dalam Rawa ini.

Kalau memang dia ada di dalam sana maka sudah pasti sekarang berhasil mereka temukan walau itu hanya sekedar mayat saja, sebab Rawa ini memang tidak besar dan tidak mungkin bila Nasya yang mampu menghilang entah ke mana bersama dengan arus air yang kemungkinan ada di sekitar rawa ini.

Ini saja sama sekali tidak ada arus yang bisa membawa masuk ke dalam sungai atau aliran tempat lain, memang hanya murni Rawa biasa dan hanya banyak bunga teratai yang memenuhi kawasan tempat ini, jadi semua warga merasa agak mustahil bila Nasya hilang begitu saja tanpa ada jejak sama sekali di tempat tersebut.

"Ini sama sekali tidak ada dan kemungkinan besar Nasya itu tidak di rawa ini.'' Pak RT membuka suara ketika mereka sudah lelah mencari.

''Tapi Lala sendiri yang mengatakan bahwa mereka memang bermain di kawasan ini dan saat Lala pulang makan Nasya yang masih mencari keong emas di dalam sana.'' Bu Nur ikut buka suara.

''Bila Nasya memang ada di dalam Rawa ini maka pasti sudah kita temukan sejak tadi, sebab juga tidak ada aliran arus yang bisa membawa masuk ke dalam Sungai.'' Pak RT Berusaha menjelaskan kepada mereka.

"Betul, Rawa ini kecil dan tidak ada aliran untuk menuju Sungai Jadi tidak mungkin Nasya terbawa masuk ke dalam Sungai sana.'' Pak Lurah juga menyetujui ucapan Pak RT tadi.

Semua terdiam dalam kebingungan dan pikiran mereka masing-masing untuk mempercayai mana fakta yang akan mereka terima dan tidak, Lala sendiri dengan jelas mengatakan bahwa mereka bermain di Rawa tersebut untuk mencari keong emas.

Bahkan ketika dirinya sudah pulang saat itu bersama dengan Khodijah, Lala juga masih melihat betapa Nasya sangat berambisi ingin mengambil seluruh keong emas di dalam Rawa tersebut, karena Nasya sendiri yang mengatakan bahwa dia akan menjual keong emas itu ke pasar dengan ibunya sendiri esok hari.

''Mbak Pur, ini apa memang bersangkutan dengan hal yang tak kasat mata?'' Pak RT langsung mendekati Purnama.

''Untuk saat ini aku masih belum bisa mengatakan bahwa Itu semua memang benar. sejak tadi aku sudah berusaha untuk mengontrol dan ternyata tidak ada hal yang aneh di Rawa ini.'' jawab Purnama karena dia juga saat ini ada di sana.

''Tapi kan memang aneh ya karena Rawa ini kecil serta tidak memiliki aliran lain, namun Kenapa bisa Nasya menghilang di Rawa ini tanpa jejak sama sekali?'' tanya Pak RT dengan nada kebingungan.

''Mas Arya sempat mengatakan kepada diriku bahwa dia sempat melihat Paimin saat mau mengangkat perangkap ikan, berarti dia juga hilang di Rawa ini.'' istri Paimin juga kembali membuka suara.

''Kita harus menyelidiki ini secara perlahan dan tidak boleh terlalu tergesa-gesa karena ini semua masih terasa tidak masuk akal.'' Pak Lurah memberi arahan kepada para warga.

''Aku mau usul juga dong kalau ada yang hilang begini, Kenapa segala sesuatu mesti di sangkutkan dengan Purnama itu?'' Melda bertanya dengan nada penasaran karena dia adalah penghuni baru di desa Pandan Arum.

''Oh sudah mulai ini kalau sudah ada yang bertanya seperti itu.'' Kinan menarik nafas panjang karena dia yakin sebentar lagi akan ada perdebatan.

''Mbak Purnama ini adalah orang yang berpengalaman tentang dunia gaib sehingga wajar bila kita juga meminta tolong kepada dia.'' Pak RT Berusaha menjelaskan kepada Melda sebagai penduduk baru.

''Eh Pak, jangan segala sesuatu mesti disangkut pautkan dengan hal gaib karena belum tentu ada banyak setan di kawasan ini!'' Melda membantah ucapan itu dengan logat khas Minang dia.

Pak Lurah sudah menarik nafas panjang karena dia yakin sebentar lagi purnama akan naik pensi bila ada yang berbicara seperti itu tepat di depan mata. mereka semua sudah tahu kalau Purnama ini gampang sekali naik darah, terlebih lagi ini Melda juga kenapa mendadak saja dia tidak menyetujui untuk bersangkut paut dengan seorang dukun.

''Aku selama tinggal di desa Ini sebenarnya sudah sangat lama mendengar cerita tentang Purnama, orang semua bilang kalau dia bisa melihat setan!'' sambung Melda kembali.

''Kok bisa melihat setan? lah wong Purnama itu setannya sendiri!'' batin Arya di dalam hati.

Melda sama sekali tidak mengetahui bahwa Purnama itu bukan hanya bisa melihat setan, justru Purnama adalah setan dari segala setan dan selama ini dia sudah mampu membuat para setan jahat tunduk di bawah kaki dia, namun tentu saja Melda tidak mengetahui tentang hal itu karena dirinya adalah penduduk baru di sini.

''Kau mau jadi dukun dalam usia yang begitu mudah seperti ini?'' Melda malah menghampiri Purnama yang sedang terdiam itu.

''Kau bilang memang tidak ada urusan maka tidak usah berbicara dengan aku sekarang!'' Purnama tidak ingin berdebat dengan orang berotak dangkal seperti ini.

''Purnama, tidak aku sangka kau masih muda tapi bisa menghasut seluruh pikiran warga desa untuk percaya bahwa kau ini bisa melihat iblis!'' Melda menggelengkan kepala berulang kali.

Pak Lurah dan juga Pak RT sebenarnya sudah ketar-ketir karena takut bila mendadak saja nanti kaki Purnama itu akan melayang menghantam perut Melda, mereka sangat tahu bahwa Purnama tidak akan pernah bisa menahan emosi dan terutama kepada wanita yang berbicara sembarangan seperti Melda saat ini.

''Saran ku, Kau Lebih baik segera bertobat sebelum nanti dapat masalah yang jauh lebih parah!'' Melda malah menyatakan agar Purnama segera insaf.

Braaaaak.

''Ah Sudah aku duga kalau itu bakal terjadi juga!'' Pak RT dan Pak lurah berkata berbarengan.

Purnama menendang tepat pada bagian dada sehingga Melda langsung terjengkang begitu saja di depan semua orang, satu orang pun tidak ada yang membela Melda karena mereka semua juga tidak suka bila Melda berkata seperti itu di hadapan mereka sekarang, sebab selama ini mereka juga sudah tahu Pasti bahwa Purnama memang memiliki kemampuan seperti itu.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

1
Betri Betmawati
hebat sekali tipu muslihat nya, kmna lagi Andini disembunyikan
Betri Betmawati
Melda itu kenapa coba ngk suka aja SMA orang
aneh betul dia
Betri Betmawati
ketua nya sembunyi dimna belum keluar?
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Yeyet Rohaeti
semangat thor bikin cerita baru nya,aku selalu menunggu karya ² baru mu.
Betri Betmawati
bikin penasaran aja ketuanya siapa?
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔
Yeyet Rohaeti
kasian Nana kecebur di rawa.
putri wahyu
ketipu lg🥺 iblisnya bener2 licik😒
Yeyet Rohaeti
penasaran sekali aku ini, siapa sih iblis nya, pinter kali bikin gaduh agensi nya mba pur 😄😄
Apriyanti
kata nya Melda memang sekutu nya iblis berduri,,terimakasih Thor Uda bikin cerita baru lg,semoga tambah suksest trus karya² kak author 🙏🙏🥰
Apriyanti
siang jg thor,,apa munkin yg Kiara lihat pun Bagaskara yg palsu biar Kiara membenci si panglima tersebut
neni nuraeni
hadeeh si Melda jgn" kamu nyugih lgi abisnya sombongnya minta ampun,,, 👌 Mak siap tak baca yg ngono😁
istrinya_kimseokjin
aisss melda dri awal aku dh curiga ma kmu, emng kmu lh y yg mmbwa iblis itu
putri wahyu
ok siaap meluncuurr...
Eli Rahma
wis lah pasti melda ada sangkut pautnya dgn iblis rawa...
Eli Rahma
mlipiirrr...ahhh
Nurr Tika
jangan" melda penyembah iblis berduri itu
Nurr Tika
lanjut thor
Tri Lestari
siap meluncurkan dan meramaikan
human
jadi inget purnama sebelum insaf suka makan jeroan orng
human
ternyata ikan jg suka sawit🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!