NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:152.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Petir

"Mbun... Mamas sama Adek main di sawah Opa, ya. Mau cari belut." Ujar Aka yang meminta izin pada Meshwa.

"Mendung loh, Nang. Nanti kalau tiba - tiba hujan, gimana?" Kata Meshwa.

"Kan di sawah Opa ada pondokannya buat berteduh, Mbun. Nanti kalau tiba - tiba hujan, Mamas sama Adek berteduh di sana dulu." Jawab Aka.

"Boleh ya, Mbun..." Bujuk Bima.

"Adek udah lama gak makan belut. Adek pingin banget makan belut." Imbuh Bima dengan wajah memelas agar di izinkan Meshwa.

"Yasudah. Tapi jangan lama - lama, ya." Kata Meshwa yang akhirnya mengizinkan.

"Yeee! Makasih Mbuuun!" Girang Aka. Ia dan Bima kemudian bergantian memeluk dan mencium Meshwa.

"Bawa payung, taro di pondokan, Mas... Dek.." Pesan Meshwa sambil berseru karena kedua putranya itu sudah berlari.

"Cepet banget larinya, kayak kancil lepas. Pasti gak denger kalo suruh bawa payung." Gerutu Meshwa sambil geleng - geleng kepala.

Aka dan Bima dengan riang berjalan menuju ke sawah milik Aksa siang itu. Meskipun langit mulai menghitam, namun dua bocah itu tetap nekat pergi ke sawah untuk mencari belut, salah satu jenis hewan yang sangat mereka sukai setelah di olah.

"Kita cari umpan dulu, Dek." Kata Aka setelah mereka sampai di sawah.

"Kamu cari keong, aku cari anak kodok." Imbuh Aka yang membagi tugas dengan adiknya.

"Oke, Mas." Jawab Bima sambil mengacungkan jempol.

Bima pun segera mencari keong emas seperti perintah dari Kakaknya. Sementara itu, Aka mulai bersiap memanggil anak - anak katak. Ia memejamkan mata sembari melafalkan mantra. Setelah itu ia menepuk pelan tanah sebanyak tiga kali.

Tak butuh waktu lama, apa yang ia panggil pun mulai menampakkan diri. Aka segera mengumpulkan anak - anak katak itu ke dalam wadah kecil yang biasa ia gunakan untuk umpan.

"Maaf ya, aku pake kalian untuk umpan belut. Aku pingin makan belut." Kata Aka yang bicara pada anak - anak katak yang ia kumpulkan.

"Iih, ngagetin aja! Aku kan gak manggil kamu. Sana kamu pergi, nih tak kasih dua." Kata Aka sambil menepuk kepala seekor ular yang tiba - tiba berada di sampingnya.

"Mamas, aku udah dapet keongnya." Kata Bima sambil berlari membawa keong emas yang ia dapatkan.

"Ya Allah! Kok ya kamu wadahin baju sih, Bim? Nanti kamu di marahin Mbun, bajunya kotor." Kata Aka.

"Aku lupa gak bawa wadah, Mas. Mau balik lagi, males." Jawab Bima.

Aka hanya bisa menghela nafas sambil geleng - geleng kepala setelah mendengar jawaban adiknya. Ia kemudian sengaja mengotori baju bagian bawahnya, agar Bima tak di marahi sendirian.

Mereka kemudian melanjutkan kegiatan mereka mencari belut di sawah. Keduanya tampak asyik menarik belut yang memakan umpan mereka.

"Mas, kok kita malah capek - capek mancing belut kayak gini sih? Kan kalo Mamas panggil juga belutnya pada keluar." Kata Bima.

"Iya sih, tapi kan gak seru." Jawab Aka.

"Tapi kan kita gak capek." Sergah Bima.

"Lah, kalo gak mau capek, ya tiduran aja di rumah. Ngapa tadi ngajak mancing belut?" Tanya Aka yang membuat Bima cengar - cengir.

Mereka berdua pun kembali memancing belut hingga mendapat setengah ember yang mereka bawa.

"Kita bersihin sekalian aja di kali." Ajak Aka yang memang sudah membawa serta pisau.

"Tapi mau hujan, Mas. Nanti kalau di marah Mbun, gimana?" Tanya Bima.

"Ya dengerin aja. Paling Mbun cuma ngomel - ngomel kayak biasa." Jawab Aka.

Bima pun kemudian menurut dan mengikuti Aka menuju ke sungai kecil yang berada tak jauh dari sawah. Mereka berdua mulai membersihkan belut dengan cara yang pernah di ajarkan Arjuna.

"Mas, ujan - ujanan sekalian, ya." Kata Bima saat gerimis mulai datang.

"Yaudah, biar sekalian di marahin Mbun." Jawab Aka sambil tertawa.

Mereka berdua pun terus melanjutkan kegiatan mereka membersihkan belut sambil menikmati hujan yang mulai turun.

Saat anak - anak itu sedang menikmati dengan santai hujan yang turun, Meshwa tampak gelisah karena dua putranya belum pulang.

"Ya Allah, udah turun hujan, kok malah gak pulang. Gimana sih anaknya Arjuna ini!" Gerutu Meshwa.

Hujan yang turun pun semakin lebat, bahkan di sertai dengan kilatan petir yang menyambar - nyambar. Meshwa pun memutuskan keluar dari rumah dengan membawa payung untuk menyusul kedua putranya.

"Mau kemana hujan - hujan gini, Mbak?" Tanya Raina yang ada di teras rumahnya saat melihat Meshwa keluar dari halaman rumah.

"Mau nyusul anak - anak, Bu. Hujan gini kok gak pulang." Jawab Meshwa.

"Memang anak - anak kemana, Nduk?" Tanya Arsha.

"Main di sawahnya Bopo, Yah. Tadi katanya mau cari belut, sampe hujan tapi gak pulang. Padahal udah di pesani suruh pulang sebelum hujan." Jawab Meshwa.

"Yasudah, biar Ayah aja yang nyusul." Kata Arsha yang kemudian beranjak dari tempatnya.

Meshwa pun menghampiri Ayah Mertuanya dan memberikan payung yang ia bawa pada Ayah Mertuanya. Arsha kemudian menyusul kedua cucunya ke sawah yang memang berada tak jauh dari rumah mereka.

Saat sampai di sawah, ia tak melihat keberadaan cucunya. Namun, ia melihat sendal dan peralatan memancing milik Aka yang ada di pondokan. Arsha kemudian segera menuju sungai karena tau jika kedua cucunya berada di sungai saat ini.

Petir yang menyambar - nyambar dengan suara gemuruhnya yang menggelegar, ternyata sama sekali tak membuat dua bocah kecil itu takut. Aka yang sudah selesai membersihkan belut, kemudian membereskan peralatannya dan mengajak Bima untuk pulang.

"Eh! Kok ada Kung - Kung?" Tanya Aka saat melihat Arsha yang menyusul.

"Kalian berdua ini, tau hujan kok ya gak pulang! Gak takut ke sambar petir di sawah?" Omel Arsha.

"Petirnya gak nyambar kita kok, Kung." Jawab Bima.

"Mbun khawatir itu di rumah. Gak kasihan sama Mbun? Kalau Mbun tiba - tiba jantungan gimana, karena polah kalian berdua." Kata Arsha.

"Kan ada Bu Aci, Pak Ama sama Oma yang bisa ngobatin." Jawab Aka.

"Halaah! Bocah nak di kandani kok enek wae jawabane. Persis koyok Arjuna. (Anak kalau di bilangin kok ada aja jawabannya. Persis kayak Arjuna)." Omel Arsha.

"Ya memang anaknya Arjuna." Jawab Bima.

"Ayo gek pulang." Ajak Arsha yang kemudian berjalan di belakang kedua cucunya yang menolak memakai payung yang udah ia bawa.

Mereka berjalan menyusuri pematang sawah yang sedikit licin karena hujan. Bima dan Aka pun tampak santai berjalan, sementara Arsha berkali - kali bertasbih karena petir yang saling menyambar.

Duuaaar!

Suara petir yang menggelegar sangat keras membuat mereka terperanjat. Arsha buru - buru memeluk kedua cucunya yang menghentikan langkah karena petir itu tepat menyambar di depan Aka.

"Astaghfirullah. Lihat itu, petirnya seram kayak gitu." Kata Arsha yang jantungnya berdebar keras karena khawatir.

"Kita duluan ya, Kung..." Kata Aka.

"Yasudah sana, awas kepeleset ya." Pesan Arsha.

"Dada, Kung - Kung!" Ujar Bima.

Dua bocah itu pun berlari dengan riang meninggalkan Arsha yang terus memantau mereka.

Arsha benar - benar terkejut saat melihat petir yang suaranya menggelegar yang kembali menyambar ke arah Aka dan Bima.

"Allah hu Akbar, ya Allah!" Seru Arsha saking terkejutnya.

1
Eka
ya ampun bim jamu kok persis opa aska tho bimmm
Dehan_1
bagus bima..kanget banget sama io..😊
Naftali Hanania
🤣🤣🤣🤣🤣...bocah...bocah
Eka
heum memang keren bopo sama anaknya👍👍👍👍😍
rizky tria
Bima biangnya sih ini 🤭😅😂
Ayunda
ini covernya ganti lagi
Asihfitr
ngelunjak ngekonkon papamu iku piye Bim senenge trima beres ngono🤣🤭
aku baru
bima iki loooh,,,,ono wae jawabe 😄😄😄
Rahmawati
pasti tambah seru nih kalo semua bocil ngumpul
Eka
masyaalloh qda saja yg bikin sakit perut kel.bopo banyu alas bikin kangen atraksi2nya poro bopo ki lanjut trs ya thor
Cica Aretha
aduh ya Alloh bima..bima..ada aja jawabanmu bim..bim..semamgattt thor💪😍
Cheryl Calosa
akhirnya detik-detik io ketemu pak ade, kangen banget sama io
Atik Kiswati
bima ki emang gawe ngekel terus......🤣🤣🤣🤣
aurora
Bim Bim gemes aku 🤣🤣🤣
Nuri 73749473729
wis pokoke kocak kalau sama Bima gak ada habisnya kata2nya... lanjut thot
amilia amel
wes klop pancen Bima iki
perpaduane Aksa, Arjuna plus Dipta
🤣🤣🤣🤣
Listio Wati
🤣🤣bima..bima ada aja taktik mu
Ita Xiaomi
Nah benar tuh. Aku jg udah kangen ama Io😁
Ita Xiaomi
Jawaban cerdas 😁😁😁
Rusi Rusi
Bima emang TOP BGT pokok nya. lanjut lagi thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!