*DI BARENGI PERBAIKAN*
Serena adalah seorang gadis yatim piatu tomboy yang pintar beladiri. saat bekerja ia tak sengaja melihat novel diatas meja. karna tertarik Serena pun membacanya
Namun saat bangun dari tidurnya dipagi hari dirinya berada ditempat yang sangat asing untuk dirinya.
apa yang sebenarnya terjadi pada Serena?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Agustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Ketika Berlin dan Serena sedang asyik berjalan, sebuah suara menghentikan langkah mereka. Suara seorang wanita yang terdengar sangat lembut, halus dan enak di dengar.
"Ya ampun! Lihat siapa yang datang berkunjung."
Spontan Berlin juga Serena melihat kearah sumber suara. Seorang gadis cantik dengan gaun berwarna soft blue yang bergradasi menjadi ungu dibawah rok dan lengan gaun ber rendanya.
Lengkap dengan segala pernak pernik mulai dari gelang, kalung, jepit rambut, anting-anting yang terbuat dari perak dan batu permata, sepatu bahkan kipas ditangannya juga berwarna senada.
Rambut coklat dengan bola mata jernih sangat terlihat manis dan cantik dipandang. Gadis itu didampingi dua pelayan dibelakangnya.
"Hormat saya tuan putri Rebecca Phanes."
"Tidak perlu begitu formal jendral muda Lin."
Serena menatap tak percaya kearah Rebecca. Ia terpaku. Tak bisa berkata-kata lagi. Sekilas ingatan tentang Momo melintas tanpa permisi dan menghilang tanpa pamit dan meninggalkan luka tanpa izin.
‘Momo.’ Batin Serena.
Wajah dan perawakan gadis didepannya ini sangat mirip dengan Momo sahabatnya. Mulai dari struktur wajah, warna rambut, suara bahkan cara bicaranya persis. Gadis didepannya ini seperti duplikat dari sahabatnya.
‘Apakah ini sebuah kebetulan? Atau kesempatan? Masih bolehkan aku sedikit berharap?”
Rebecca Phanes
Putri sekaligus anak pertama yang lahir di kerajaan Mediteran. Usinya tiga tahun lebih tua dari Serena yang artinya sekarang usianya tiga belas tahun. Ia lahir dari rahim selir pertama kaisar Sein Phanes. Selir yang sangat di hormati. Selir itu bernama Medea Ghou lebih tepatnya bibi dari Alex.
Bahkan Kaisar sendiri menaruh hormat pada Medea. Medea adalah wanita pertama yang di nikahi kaisar. Wajar jika kaisar menampakkan kasih sayang lebih pada Medea.
Namun Medea memiliki kepribadian sedikit tidak umum di kalangan wanita bangsawan. Biasanya wanita akan tergila-gila dengan harta dan jabatan. Namun tidak dengan Medea.
Medea hanya ingin hidup nyaman dengan kasih sayang yang melimpah. Ia juga tidak buta akan harta dan kekuasaan. Bisa di bilang sangat sedikit wanita bangsawan yang seperti itu. Hal itu juga yang membuat kaisar menaruh rasa hormat padanya bahkan yang tidak ia tunjukkan pada permaisuri.
Hanya ada dua orang dari istri kaisar yang memiliki jalan pikir yang sama yaitu Medea dan mendiang permaisuri Batric Phanes. Sifat Medea diwariskan sepenuhnya ke putrinya Rebecca.
Rebecca sedari kecil mendapat semua kasih sayang penuh dari ibunya juga kaisar. Dalam novel Rebecca akan bertunangan dengan Lingga Daren putra mahkota kerajaan Minarus di usia empat belas tahun. Tepatnya saat debut Rebecca yang artinya tidak sampai satu tahun lagi.
Hal itu membuat putri ke empat Laura tepatnya adik kandung Dean iri. Sifat yang biasa ditunjukkan oleh wanita bangsawan di benua manapun. Ia berusaha membuat kakaknya terlihat buruk di depan Lingga namun selalu gagal.
Tes
Sebutir air mata lolos begitu saja dari manik indah Serena. Serena merasakan sosok yang begitu dirindukannya kini ada di depan matanya namun sekarang belum bisa ia gapai sementara waktu.
"No... nona Serena kau menangis?"
Serena buru buru mengusap air matanya. Berlin yang melihat hal itu sedikit merasa aneh dengan sikap yang Serena tunjukkan belakangan ini.
"Ma... maaf tuan putri mata saya hanya sedikit kemasukan debu."
"Ah begitu ya?" Rebecca melirik Berlin.
"Jendral Lin kalau tidak keberatan bisa aku ajak adikmu berkeliling?"
"Tentu tuan putri. Saya juga sebenarnya ada tugas jadi saya senang jika Serena memiliki teman disini. Tolong jaga adik saya tuan putri."
"Santai saja. Kalau begitu selamat bertugas."
Berlin pergi meninggalkan Serena bersama Rebecca. Rebecca mengajak Serena ke taman bunga yang dibuatkan kaisar khusus untuk dirinya. Tak bisa dipungkiri Rebecca adalah putri kesayangan kaisar.
Selain lahir dari rahim wanita yang dihormatinya, Rebecca mewarisi hampir segalanya dari ibunya. Mulai dari paras, sikap dan kecerdasan. Hanya saja terkadang Rebecca sedikit keras kepala dan ceroboh. Keras kepala dari ayahnya dan ceroboh dari ibunya.
Suasana sedikit canggung. Dalam novelnya pun Serena tak akrab dengan Rebecca. Bertatap muka pun bisa dihitung jari.
"Em.. tuan putri Rebe-"
"Kakak."
"Eh... maaf apa yang anda katakan? Bisa di ulangi?"
"Aduh kenapa kaku sekali sih? Panggil aku kakak saja. Kamu kan tunangan adikku."
"Ka...kalau begitu boleh tuan putri panggil saya Rena?"
"Tidak masalah."
"Tuan putri tehnya sudah siap."
"Letakkan saja di sini. Rena apa kau suka puding buah?"
"Ya kakak."
"Bisa bawakan beberapa puding buah lagi dan untuk buahnya bisa tambahkan beberapa berry lagi?"
"Baik tuan putri."
Kedua pelayan Rebecca tadi pergi lagi untuk mengambil apa yang tuan mereka perintahkan.
Sambil menunggu Serena berbincang dengan Rebecca. Sungguh diluar perkiraan. Rebecca sangat hangat dan pengertian. Serena merasa sudah kenal lama dengannya. Sungguh sosok Rebecca sangat mirip dengan Momo-nya.
‘Master dia sangat baik dan cantik.’
'Sejak kapan kau peduli pada hal seperti ini Luna?'
‘Aku hanya berfikir dia sangat baik, manis, lemah lembut dan cantik. Tidak seperti masterku, cantik sih memang cantik tetapi tidak ada sisi manis-manisnya sama sekali. Ditambah master sangat licik orangnya, lengkap sudah segala hal buruk sepertinya sudah mendarah daging pada nona kecil keluarga Lexus.’
'Kau mengakan sesuatu Luna?'
Tidak ada jawaban dari Luna. Serena mendengus sebal. Dia lelah harus menghadapi makhluk seperti Luna setiap harinya. Luna akan mengeluarkan segala sisi menyebalkannya kepada Serena.
"Rena kau kenapa melamun?kau juga terlihat kesal."
"Entah mengapa aku jadi mengingat Alex."
"Alex? Ah! Maksudmu kak Alex?"
"Ya."
"Se kesal itu kah sampai-sampai tak memanggilnya kak?"
"Dia berjanji akan bermain salju bersama ku tapi sekarang entah kemana, bagaimana aku tidak kesal akan hal itu?"
"Kak Alex sedang ada tugas dari kaisar.
Bagaimana jika bermain salju dengan ku saja?"
susah di mengerti....
SEMOGAAA AJAAA CUMA KARENA HIATUS 1 TAHUN
selalu di nanti nih ceritanya.
bingung sumpah banyak teka-tekinya