NovelToon NovelToon
Urban Deity;The Sorvergein'S Return

Urban Deity;The Sorvergein'S Return

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:240
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

​Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.

​"Ini... di mana?"

​Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.

​Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.

​Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.

​"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6.Energi spritual

Iring-iringan mobil Rolls-Royce hitam itu membelah jalanan menanjak menuju Gunung Jiangnan. Di dalam mobil paling mewah, Fang Yuan duduk bersandar di kursi kulit yang empuk. Di sampingnya, Su Tianhai duduk dengan posisi tegak dan penuh hormat, sementara Su Ruyi di seberang mereka sesekali mencuri pandang ke arah Fang Yuan.

Rambut biru keputih-putihan pemuda itu sedikit bergoyang tertiup angin dari *sunroof* yang terbuka tipis. Wajahnya yang tampan terlihat sangat tenang, sedatar permukaan danau yang tak terusik angin.

"Tuan Muda Fang," Su Tianhai membuka suara dengan sangat hati-hati, memecah keheningan. "Vila di puncak gunung ini dinamakan *Vila Naga Langit*. Ini adalah properti terbaik milik Keluarga Su yang dibangun tepat di titik tertinggi gunung. Udara di sana sangat bersih, jauh dari kebisingan kota."

"Bukan cuma udaranya yang bersih," sahut Fang Yuan tanpa membuka matanya. "Gunung Jiangnan memiliki urat bumi (*Earth Vein*) yang masih murni. Di sanalah tempat di mana energi alam berkumpul."

Su Tianhai dan Su Ruyi saling berpandangan. Mereka tidak terlalu paham tentang 'urat bumi', namun mereka tahu bahwa siapa pun yang tinggal di puncak gunung tersebut pasti akan merasa lebih bugar dan berumur panjang.

Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan sebuah gerbang besi raksasa yang otomatis terbuka. Sebuah vila megah dengan arsitektur modern minimalis berdiri kokoh di atas tebing, langsung menghadap ke panorama seluruh Kota Jiangnan di bawahnya.

Begitu Fang Yuan turun dari mobil, angin gunung yang kencang langsung menyambutnya. Dia menarik napas dalam-dalam. Matanya tiba-tiba terbuka, dan sedetik kemudian, mata kirinya berkilat keemasan dengan sangat terang.

*’Luar biasa...’* batin Fang Yuan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum nakal yang tipis. *’Energi spiritual di sini setidaknya sepuluh kali lebih padat daripada di kamar kosku. Dengan adanya urat bumi ini, aku bisa mendirikan Formasi Pengumpul Qi!’*

"Bagaimana, Tuan Muda Fang? Apakah tempat ini sesuai dengan standar Anda?" tanya Su Tianhai dengan cemas, takut jika sang Master tidak berkenan.

"Cukup bagus. Tempat ini akan menjadi wilayah pribadiku," jawab Fang Yuan dingin. Dia menoleh ke arah Su Tianhai. "Mana tanaman herbal yang aku minta?"

Su Tianhai segera memberi isyarat kepada pengawalnya. Seorang pria berjas hitam maju membawa sebuah kotak kayu cendana kuno yang diukir dengan sangat indah. Ketika kotak itu dibuka, aroma obat yang sangat pekat dan menenangkan langsung menyeruak ke udara. Inside, lay sesosok ginseng liar yang akarnya masih utuh.

"Ini adalah Ginseng Salju berusia seratus lima puluh tahun yang saya dapatkan dari pelelangan rahasia di wilayah utara setahun lalu, Tuan Muda," jelas Su Tianhai.

Fang Yuan mengambil ginseng tersebut. Hanya dengan sekali sentuh, dia bisa merasakan energi kehidupan yang tertimbun di dalamnya. "Bagus. Dengan ini, penyakitmu bisa disembuhkan total, dan aku bisa menembus ke tingkat berikutnya."

Su Ruyi yang sejak tadi menahan rasa penasarannya akhirnya tidak bisa diam lagi. Dia melangkah maju, menatap Fang Yuan dengan mata indahnya. "Hei... maksudku, Tuan Muda Fang. Kakekku sudah memberikan vila terbaik dan ginseng paling langka ini. Bisakah kamu memberi tahu kami, bagaimana sebenarnya kamu akan menyembuhkan kakek secara total? Apakah dengan alkimia atau... semacam sihir?"

Fang Yuan melirik Su Ruyi sekilas. Gaya berpakaian gadis itu yang modis dengan rok mini hitamnya sama sekali tidak mengalihkan perhatian Sang Penguasa Surgawi. Di matanya, keindahan fisik manusia fana hanyalah kulit luar yang akan menua dan membusuk dalam beberapa puluh tahun.

"Sihir? Jangan samakan teknik tingkat tinggi milikku dengan trik murahan seperti itu," ujar Fang Yuan acuh tak acuh.

Dia menyuruh Su Tianhai duduk bersila di atas batu besar yang ada di halaman vila, menghadap langsung ke arah matahari yang mulai meninggi.

"Pak Tua, tahan rasa sakitnya. Jangan bergerak seujung rambut pun jika kamu tidak ingin pembuluh darahmu pecah," perintah Fang Yuan tegas.

Su Tianhai mengangguk mantap. "Saya siap, Tuan Muda!"

Fang Yuan melemparkan Ginseng Salju ke udara. Ajaibnya, ginseng itu tidak jatuh ke tanah, melainkan melayang di depan dada Fang Yuan! Fang Yuan menggerakkan kedua tangannya, mengaktifkan *Sutra Pembalik Langit Sembilan Jiwa*. Pusaran angin tak kasat mata tiba-tiba berputar hebat di sekeliling tubuhnya.

*Wussss!*

Ginseng Salju itu perlahan hancur menjadi bubuk halus, lalu berubah menjadi cairan sari pati berwarna putih berkilauan. Dengan satu dorongan telapak tangan Fang Yuan, cairan sari pati itu melesat masuk ke dalam dahi Su Tianhai.

"AAAGHHH!" Su Tianhai berteriak kencang. Wajahnya seketika memerah, dan keringat sebesar biji jagung bercucuran dari seluruh tubuhnya. Aliran energi murni yang sangat panas merangsek masuk, membakar dan menghancurkan energi hitam kutub yang selama ini menyumbat jantungnya.

Su Ruyi menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya terbelalak menyaksikan kakeknya yang bergetar hebat. Dia ingin maju menolong, namun aura tekanan tak kasat mata yang terpancar dari tubuh Fang Yuan membuat kakinya terasa seberat timah. Dia bahkan tidak bisa melangkah satu senti pun!

*BUMMM!*

Sebuah ledakan gelombang udara kecil berembus dari tubuh Su Tianhai, menerbangkan daun-daun kering di sekitar mereka.

Seketika itu juga, Su Tianhai membuka matanya. Sepasang matanya yang tadinya keruh karena usia kini bersinar terang dan tajam. Warna hitam keunguan yang biasanya mengelilingi dadanya telah lenyap sepenuhnya, digantikan oleh hawa hangat yang menyegarkan.

"Aku... aku benar-benar sembuh total!" Su Tianhai melompat berdiri. Gerakannya begitu lincah, sama sekali tidak terlihat seperti seorang kakek berusia tujuh puluh tahun. Dia merasa tubuhnya kembali seperti saat dia masih menjadi komandan militer berusia tiga puluh tahun!

Su Tianhai langsung menjatuhkan dirinya, berlutut dengan satu kaki di depan Fang Yuan. "Keluarga Su tidak akan pernah melupakan budi besar ini! Mulai hari ini, perintah Tuan Muda Fang adalah hukum bagi Keluarga Su!"

Su Ruyi ikut terpaku. Menyerahkan vila dan tanaman herbal mahal awalnya terasa merugikan bagi keluarganya, namun melihat kakeknya kembali bugar dan bahkan terlihat lebih muda, dia akhirnya sadar: nilai dari seorang Fang Yuan jauh lebih tinggi daripada seluruh kekayaan Keluarga Su gabungan!

Fang Yuan membalikkan badannya, menatap ke arah Kota Jiangnan di bawah tebing dengan tangan di dalam saku celananya. Rambut biru keputih-putihannya berkibar ditiup angin gunung.

"Bangunlah. Sekarang, tinggalkan aku sendiri. Aku harus mulai berkultivasi," ucap Fang Yuan dingin. "Dan ingat satu hal... jangan biarkan siapa pun mengganggu tempat ini, atau nyawa mereka akan menjadi bayarannya."

"Baik, Tuan Muda! Kami pamit!" Su Tianhai segera menarik Su Ruyi yang masih menatap punggung Fang Yuan dengan pandangan penuh kekaguman dan getaran aneh di dadanya.

Setelah mobil mereka pergi, Fang Yuan tersenyum bebas. Dia duduk bersila di tengah halaman vila, mengarahkan tangannya ke langit.

"Malam ini, dengan bantuan energi urat bumi ini, aku akan menembus Tahap Pengumpulan Qi Tingkat Tiga! Siapa pun musuh yang menungguku di bawah sana... bersiaplah untuk berlutut!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!