NovelToon NovelToon
Anak Kembar Mafia

Anak Kembar Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:59.3k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Hana Yasmin adalah lambang dari ketegaran wanita yang luar biasa. Enam tahun yang lalu terpaksa diusir dari rumah orang tuanya sendiri karena telah mengandung benih pria yang tidak dia kenal. Sebuah tragedi kelam merenggut paksa kesucianya. Trauma mendalam itu sempat meruntuhkan dunia Yasmin. Namun, takdir berkata lain. Bayi yang dititipkan dalam tahimnya lahir sepasang malaikat kecil laki-laki dan perempuan yang ia beri nama Fatir dan Fathia.

Yasmin berjuang sendiri membesarkan anak kembarnya itu hingga tumbuh menjadi anak yang cerdas, padahal masih usia 5 tahun dan sekolah TK. Yasmin yang bekerja di restoran bertemu Marco Bellini. Pria itu jatuh cinta kepadanya bahkan mengajak menikah dan berjanji untuk membesarkan si kembar, tapi rasa trauma membuat Yasmin tidak mudah untuk menerima.

"Yasmin, menikahlah denganku demi kamu dan anak-anak."



Apakah Yasmin akhirnya menerima Marco? Bagaimana kisah selanjutnya? Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Pagi itu Yasmin mengantar anak-anaknya ke sekolah. Sebelum masuk kelas, ia menemui bu Zubaidah untuk menanyakan perkembangan Fatir dan Fathia ketika di sekolah.

"Fatir dan Fathia itu luar biasa Bu Yasmin," bu Zubaidah mengatakan jika Fatir dan Fathia berbeda dengan anak-anak yang lain. Mampu mengingat apa yang guru sampaikan secara detail dan akurat meskipun baru mendengar sekali.

Yasmin mengangguk, karena di rumah pun anak-anaknya memang demikian. Sejak kecil mereka berbicara lebih awal dan memiliki kosakata yang sangat luas, bahkan menyusun kalimat lebih cepat dari teman-teman sebayanya.

"Putra putri Ibu juga sering bertanya terus menerus kadang kami sebagai guru pun sulit untuk menjelaskan," papar Zubaidah tersenyum malu-malu.

Yasmin minta maaf kepada Zubaidah bila Fatir dan Fathia bersikap kurang sopan.

"Oh tidak-tidak, sebagai guru kami justru senang pada anak-anak yang seperti putra putri Bu Yasmin."

"Kalau gitu terima kasih Bu," Yasmin pun pamit pulang setelah memberi nomor handphone. "Kalau ada apa-apa tolong hubungi saya," pesan Yasmin menjabat tangan guru yang masih muda itu lalu pergi.

Di luar, banyak wali murid yang mengajukan pertanyaan karena Yasmin tidak biasanya mengantar si kembar agak lama.

"Kebetulan saya libur kerja, Bu," Yasmin tersenyum.

 "Bu Yasmin, yang menjemput Fatir dan Fathia kemarin itu papanya ya?" sela ibu yang lain ketika sedang bergerombol. Mereka penasaran siapa ayah si kembar.

"Bukan Bu..." Yasmin mengatakan jika pria itu pemilik rumah yang ia tempati. Entah benar atau tidak, Yasmin hanya tidak ingin jika suatu saat Marco sedang berada di rumah tidak terjadi fitnah.

"Wah, baik sekali ya, sekarang merelakan rumahnya, lama-lama hatinya," celetuk seorang ibu, di sambut tawa yang lain.

Yasmin hanya tersenyum saja, lalu pamit pulang sebelum banyak pertanyaan. Dia berjalan kaki lebih jauh sedikit jika dibandingkan ke kontrakan. Tetapi ketika berangkat tadi mengajari anak-anak memotong jalan lewat perkampungan agar cepat sampai jika dibandingkan melalui jalanan komplek. Selain lebih dekat juga aman dari kendaraan.

Tiba di rumah Yasmin kaget ketika menginjak lantai sudah kesat, aroma pembersih lantai menguar, kaca sudah dilap hingga kinclong, bahkan setumpuk piring kini sudah bersih.

"Mbak yakin mengerjakan semua ini?" Yasmin sebenarnya ingin mengerjakan sendiri.

"Tidak apa-apa Bu... saya melakukan ini tulus, tolong jangan usir saya. Jika Ibu besok mulai kerja, saya bisa mengawasi putra putri Ibu, sambil mengerjakan pekerjaan rumah agar Ibu tenang dikerjaan nanti," kata Wati panjang lebar.

Yasmin akhirnya mengangguk. Setelah mengamati gerak gerik Wati selama 24 jam melalui cctv dan tidak menimbulkan kecurigaan, Yasmin akhirnya menerima wanita itu membantunya.

"Tapi saya hanya bisa memberi uang jajan saja, Mbak. Tidak lebih," Yasmin tetap akan menyisihkan uang yang sebelumnya untuk membayar kontrakan akan ia alihkan untuk membayar Wati.

"Tidak usah pikirkan saya, Bu..." ucap Wati, sebenarnya sudah ada yang membayar, tapi jika ia berani bercerita kepada Yasmin maka akan segera dipecat. Padahal Wati membutuhkan pekerjaan itu.

Hari-hari Yasmin bisa bekerja dengan tenang, hingga dua minggu kemudian, semenjak Marco pamit pergi ke New York, ia tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Bahkan anak-anak sering menanyakan pria itu.

Bukan hanya Fatir dan Fathia yang sering bertanya, Rina pun menyalahkan dirinya dan dituduh menyembunyikan Marco. Seperti hari ini, sejak pagi Rina marah-marah dan minta ditunjukkan keberadaan Marco.

"Tuan Marco itu laki-laki dewasa Bu, mana mungkin saya menyembunyikan." Yasmin akhirnya memberanikan diri untuk menjawab. Lama-lama kesal juga karena Rina selalu menyalahkan.

"Kamu kira saya tidak tahu! Marco semakin dekat dengan anak-anak kamu?!" Rina emosi, setelah ada Yasmin, Marco menjauhi dirinya. "Ingat Yasmin, jika Marco dekat dengan anak-anakmu itu karena dia rindu pada anaknya di luar negeri! Jangan berpikir, Marco berselera dengan wanita macam kamu!" Bentaknya merendahkan.

Yasmin hanya menunduk, air matanya seketika menetes, kini dadanya terasa penuh. Siapa juga yang berpikir bahwa Marco menyukainya, entah bagaimana caranya menjelaskan kepada Rina bahwa selama dua minggu ini ia sama sekali tidak pernah bertemu Marco.

Saat sedang sedih, langkah kaki mendekat dan berhenti di hadapan Yasmin yang terburu-buru membersihkan air mata.

"Ada apa ini?" Tanya nyonya Susana, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Rina yang berusaha merubah ekpresi teduh, padahal sudah lebih dulu diketahui Susana.

"Sa-saya..." gugup Rina tanpak mencari alasan.

"Yasmin, lanjutkan bekerja, dan kamu Rina! ikut saya," tegas Susana melangkah lebih dulu ke ruangan pribadinya diikuti Rina.

"Sekarang jelaskan Rina, kenapa Yasmin menangis?" Tanya Susana menyelidik.

"Sebaiknya Yasmin dipecat saja Bu, sudah hampir setahun bekerja di restoran ini tapi selalu saja melakukan kesalahan," tutur Rina berdalih.

"Rina, sudah berapa kali saya ingatkan, jangan terlalu keras kepada semua karyawan. Lagi pula jangan pernah punya pikiran untuk memecat Yasmin. Kamu tahu tidak Rin, dari restoran ini dia menghidupi kedua anaknya. Ingat Rina, mereka itu anak yatim!" Tandas Susana.

Setelah memberi peringatan, Susana minta Rina keluar, karena ia akan mengecek laporan keuangan.

Rina keluar dengan hati kesal, seandainya Marco masih memakainya, ia tidak sudi bekerja di restoran ini, sebab tidur dengan Marco satu malam saja pendapatannya setara dengan gaji satu bulan di restoran ini. Padahal dulu, hampir setiap seminggu sekali Marco memberikan segalanya.

************

Satu bulan kemudian, organ tubuh Marco yang diperbaiki sudah kering sempurna, tidak ada lagi rasa nyeri atau perih yang mengganggu.

 Hatinya kini rindu berat ingin bertemu Yasmin dan penuh harapan. Ia sudah bertekad untuk mengutarakan perasaannya pada wanita itu, mengajak menikah, dan akan bertanggung jawab tidak membiarkan Yasmin berjuang sendirian lagi. atas kedua anaknya. Jika Yasmin bersedia ia bisa bertemu dengan si kembar setiap saat.

Sore itu dengan penuh keyakinan ia berpakaian rapi, lalu menjalankan kendaraan menuju restoran tempat Yasmin bekerja. Ketika tiba di tempat, belum sempat melangkah masuk, Rina atasan Yasmin yang sejak dulu sering bersikap tidak pantas tiba-tiba menghadangnya di dekat pintu samping.

"Marco, kemana saja kamu sebulan ini?" Tanya Rina tersenyum genit, lalu mendekat. Panggilan tuan ketika itu ternyata hanya di depan orang. Ketika di tempat sepi begini ia memanggil nama Marco sambil memegangi kemeja Marco.

Marco jangankan menjawab, merespons pun tidak sudi. Ia melengos tajam menyeret kakinya hendak melanjutkan perjalanan. Namun, Rina mendahului dan berdiri tepat di hadapan Marco

. "Marco, aku kangen, kapan kamu mau mengajak aku ke hotel dan mengulang momen seperti dulu," ucap Rina tidak sadar jika kata-katanya merendahkan martabatnya sebagai wanita.

Marco menatap jijik, segera mundur selangkah menjaga jarak. "Jaga sikap kamu Rina, jangan pernah katakan itu lagi. Saya tidak seperti yang dulu lagi."

Rina tersenyum seolah tidak peduli dengan penolakan itu, tangannya merangkul pinggang Marco, ia yakin jika ucapan pria itu hanya di mulut saja. Karena beberapa bulan yang lalu pun mereka masih intim, bahkan Marco sangat memuji tubuhnya yang ideal.

Tanpa Marco duga, Rina berjinjit dan mencuri bibir Marco.

"Lancang kamu!" Marco mendorong dada Rina dengan kasar, wajahnya berubah merah. Ia mengelap bibirnya dengan kasar. "Kelakuan kamu ini sangat keterlaluan dan tidak tahu malu!" dengus Marco mendelik gusar.

Saat suasana sedang tegang itu, terdengar langkah kaki. Wanita yang baru saja keluar melewati mereka tanpa melirik sedikitpun.

...~Bersambung~...

1
Les Tary
Marco emang payah sekelas Mafia kakap asal gelap celop aja apalagi sekelas Rina🤭🤭
Eka ELissa
nah loh.....
bingung....tu...Marco mo jawab apaan....
Lia siti marlia
nah bagus yasmin kamu harus tegas sama marco🥺🥺🥺
🌷💚SITI.R💚🌷
hadeeh klu wanita udh gila harta dan nsfsu ga mikir bahsya dan baik tdky
Hera sasuwe
riweh nih masa lalu marco buat gregetan sampe emosi
Lisa Halik
lagi thor makin penasaran...sudah bagi gift juga
Lia siti marlia
waduh c rossa udah berani ngancam pake senjata siap siap kamu di kulitin sama marco rossa😂
ardiana dili
lanjut
Eka ELissa
alah ....ngimpi kwe Ross....
jgn kan knyataan dlm mimpi juga Marco GK bkln blik Karo kwe tau....🤣🤣🤣🤣🫣
Eka ELissa
waduh siapa lagi ini yass......
bnyak bgt ....bikin syok nya....dri kmrin 🤣🫣
Les Tary
Marco emang Rossa sudah kamu janjiin apa bisa senekat itu
Lisa Halik
gift menyusul thor...semangat updatenya
Teh Yen
ini pasti cewek yg kmr Dateng ke rmh Marco yah ,,.ktnya udh d usir Marco kok dia balik lagi sih
Teh Yen
waduh smoga Emil engg bilang ke Yasmin deh nanti nanti aj taunya gt hehe 😁
🌷💚SITI.R💚🌷
ujian kamu blm tuntas yasmin mungkin msh panjang,,apa lg berhadapan sm cewe kaya ditu yg tsk tau mslu..apa nanti² tuh cewe² marcopolo trs berdatangan ya trmasuk runa..wah yasmin kewalahan dan diap² genhatan senjaya lg nih
🌷💚SITI.R💚🌷
ini cewe selalu nyari gara² ya..tr lama² du buang ke antartika deh sm marcopolo
Bunda HB
Saya ada bu jasmin klo 2jt...tk bantu byr.👍🙏🫡🤣
Lia siti marlia
kondisi yasmin sekarang memang gak kekurarang masal uang masalah makan tapi hati yasmin masih harus terus menerus menghadapi oarang orang yang ada di masa lalu marco 🥺🥺🥺entah sampai kapan 🤔🤔🤔
ardiana dili
lanjut
Les Tary
Kasihan Yasmin semenjak menikah sama Marco ada aja drama dari org masa lalu Marco
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!