NovelToon NovelToon
Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Agen Wanita / Time Travel
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Amber Mist

Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan. Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut. Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Jebakan untuk sang Ular

"Kai Mun, Pelayan Liu, kembali ke posisi kalian di halaman depan. Berlakulah seolah-olah kalian masih menjadi mata-mata Selir Hua yang setia. Katakan padanya bahwa aku sedang sekarat di ranjang akibat racun semalam," perintah Meilin dengan nada komando yang tidak bisa dibantah.

"B-Baik, Permaisuri!" Kedua pelayan itu segera bangkit dan berlari ke halaman depan dengan terburu-buru.

Meilin kemudian menoleh ke arah Xiao Cui. "Xiao Cui, ambil bubuk arang hitam di dapur, taburkan sedikit di bawah mataku agar aku terlihat pucat dan lemas. Setelah itu, berlututlah di samping ranjangku dan menangislah seolah-olah aku akan mati dalam beberapa menit lagi."

Xiao Cui, meskipun masih ketakutan, langsung mengangguk paham. Kepercayaan dirinya bangkit melihat ketenangan sang Permaisuri. Dengan cepat, ia merias wajah Meilin hingga terlihat seperti wanita penyakitan yang sedang menghitung sisa napasnya. Meilin kemudian berbaring di atas ranjang lapuk, menutup matanya, dan mengatur napasnya agar terdengar sangat lemah dan putus-putus.

Brak!

Pintu gerbang paviliun utama Istana Dingin ditendang terbuka dengan kasar dari luar. Langkah kaki yang angkuh terdengar memasuki ruangan, diiringi oleh aroma wewangian musk yang sangat menyengat—aroma khas para pelayan kelas atas di istana Selir Hua.

"Di mana wanita sialan itu? Mengapa baunya sangat busuk di tempat ini?" sebuah suara wanita yang melengking dan penuh nada penghinaan terdengar dari arah pintu kamar.

Itu adalah Cui Er. Wanita paruh baya dengan pakaian sutra hijau zamrud berlapis emas itu melangkah masuk dengan sapu tangan menutupi hidungnya. Di belakangnya, empat pengawal berbadan kekar dengan pedang di pinggang berdiri berjaga di ambang pintu.

Xiao Cui yang sedang berlutut di samping ranjang langsung menangis histeris sesuai rencana. "Permaisuri! Jangan tinggalkan hamba! Hamba mohon bangunlah!"

Cui Er berjalan mendekati ranjang, menatap tubuh Meilin yang terbaring kaku dengan wajah pucat dan bibir yang sedikit membiru akibat efek bedak arang buatan. Sebuah senyuman kejam dan puas terukir di wajah Cui Er.

"Hmph, ternyata kau belum mati, Lin Meilin. Kau benar-benar memiliki nyawa seekor kucing yang keras," ejek Cui Er sambil berjalan mendekat, berniat memastikan dengan tangannya sendiri apakah dada Meilin masih bergerak. "Selir Agung Hua sudah tidak sabar mendengar berita kematianmu. Karena kau masih bernapas, biarkan aku membantumu mengakhiri penderitaanmu di tempat kotor ini."

Cui Er mengisyaratkan tangan kepada salah satu pengawal di belakangnya. "Bawa bantal itu. Bekap wajahnya sampai dia tidak bernapas lagi. Pastikan kali ini tidak ada kesalahan."

"Baik!" Seorang pengawal kekar melangkah maju, mengambil bantal sekam padi yang keras di sudut ruangan dan berjalan mendekati ranjang Meilin dengan tatapan dingin.

Xiao Cui mencoba menghalangi, "Jangan! Jangan sakiti Permaisuri!" Namun, ia langsung didorong kasar oleh pengawal lain hingga terhempas ke lantai.

Tepat saat pengawal itu mengangkat bantal dan membungkuk di atas tubuh Meilin, sepasang mata yang sedingin es mendadak terbuka lebar di bawahnya.

Deg!

Pengawal itu tertegun melihat kilatan mematikan di mata Meilin yang sama sekali tidak mencerminkan mata orang sekarat. Sebelum ia sempat berteriak atau mundur, tangan kanan Meilin melesat secepat kilat dari balik selimut. Menggunakan tusuk konde perak runcing yang telah dilumuri racun kelumpuhan saraf ekstrak kecubung liar, Meilin menusukkannya dengan akurasi ekstrem tepat ke titik saraf di bawah rahang pengawal tersebut.

Bluk!

Pengawal bertubuh besar itu bahkan tidak sempat mengeluarkan suara. Seluruh otot tubuhnya mendadak lumpuh total, matanya membelalak ngeri, dan tubuh kekarnya ambruk menghantam lantai kayu seperti sebatang pohon yang tumbang.

"Apa?!" Cui Er berteriak histeris, melangkah mundur dengan wajah penuh keterkejutan. "K-Kau... kau tidak diracun?!"

Tiga pengawal yang tersisa di ambang pintu langsung menarik pedang mereka dari sarungnya dengan bunyi berdenting yang nyaring. "Ada penyusupan! Lindungi Pelayan Cui Er!"

Meilin bangkit dari ranjang dengan gerakan yang sangat lincah dan anggun, sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Jubah tidurnya yang longgar berkibar saat ia melompat turun dari ranjang. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman predator yang sangat mengerikan bagi siapa pun yang melihatnya.

"Melindunginya?" Meilin terkekeh dingin. "Kalian berempat bahkan tidak akan bisa keluar dari ruangan ini hidup-hidup."

Pengawal kedua maju menerjang dengan tebasan pedang horizontal yang mengincar leher Meilin. Meilin tidak mundur. Menggunakan pengetahuan beladiri taktis modern, ia merunduk rendah di bawah jangkauan pedang, melangkah masuk ke dalam zona buta pengawal tersebut, dan menghantamkan sikunya dengan kekuatan penuh tepat ke arah ulu hati sang pengawal.

Bugh!

Pengawal itu terbatuk darah, tubuhnya menekuk menahan rasa sakit yang luar biasa. Tanpa memberi ampun, Meilin mencengkeram pergelangan tangan sang pengawal yang memegang senjata, memutarnya hingga terdengar bunyi klek yang mengerikan—menandakan sendi pergelangan tangannya telah patah—dan merebut pedang baja tersebut ke tangannya sendiri.

Kini, dengan pedang di tangan kanannya, aura pembunuh dari agen top The Ghost memancar keluar sepenuhnya tanpa sisa, memenuhi seluruh ruangan kamar yang sempit itu dengan atmosfer kematian yang pekat.

Dua pengawal tersisa yang melihat rekan mereka dilumpuhkan hanya dalam dua gerakan sederhana mulai merasa ngeri. Wanita di depan mereka ini bukanlah Permaisuri Lin yang terkenal lemah dan penakut, melainkan seorang dewa kematian yang menyamar dalam wujud seorang wanita!

"M-Monster... kau bukan Permaisuri!" Cui Er berteriak ketakutan, tubuhnya gemetar hebat hingga ia jatuh terduduk di lantai, membasahi kain sutra mahalnya dengan keringat dingin.

"Aku adalah permaisuri yang dikirim kembali dari neraka untuk menagih utang nyawa kalian," bisik Meilin dengan nada suara yang sangat tenang namun merindingkan.

Dalam hitungan detik berikutnya, Meilin bergerak maju seperti bayangan hitam yang tidak tertangkap oleh mata awam. Dua tebasan pedang yang sangat efisien dan terukur memotong urat nadi di pergelangan tangan dan kaki dua pengawal tersisa, membuat mereka ambruk ke lantai sambil mengerang kesakitan tanpa bisa memegang senjata lagi.

Hanya dalam waktu kurang dari dua menit, empat pengawal terlatih dari istana Selir Hua telah dilumpuhkan sepenuhnya di bawah kaki Lin Meilin.

Meilin berjalan perlahan mendekati Cui Er yang sedang merangkak mundur ketakutan di lantai. Ujung pedang baja yang dipegang Meilin terseret di atas lantai kayu, menimbulkan suara berderit konstan yang terdengar seperti hitungan mundur kematian di telinga Cui Er.

Meilin berhenti tepat di depan Cui Er, mengarahkan ujung pedang yang dingin dan berlumuran sedikit darah tepat ke bawah dagu wanita paruh baya itu, memaksa Cui Er untuk mendongak menatap wajahnya.

"Sekarang, Cui Er," kata Meilin dengan senyuman tipis yang sangat menawan namun mematikan. "Mari kita bicarakan bagaimana caramu menjelaskan kegagalan misi ini kepada majikanmu, Selir Hua."

1
sasa adzka
cerita makin keren ey 😍😍
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
Amber Mist: 😍 baik lah terima kasih
total 1 replies
Lina Hibanika
jangan kasih ampun pelayan calutak seperti itu mah
sasa adzka
wahhh sebentar lagi bucin neh si kaisar long sama meilin🤭🤭🤭
Amber Mist: Siap2, ya Yang Mulia. Lebih suka upload jam brp kak?
total 1 replies
Lina Hibanika
hadiah perkenalan,, segelas kopi buat author ☕
Amber Mist: 😍 terima kasih Yang Mulia
total 1 replies
sasa adzka
I like it permaisuri meilin😍😍😍 aku suka karakter nya... pertahan kan kak.. pokok nya harus kuat mah MC cewek nya😍😍😍😍
semangat ya
Amber Mist: wahhh, makasi Yang Mulia, dukung aku terusnya "follow" dan jangan lupa "bintang5nya"
total 1 replies
sasa adzka
hallo baru mampir kak othor...
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪
Amber Mist
Yang Mulia Datu Zahra, bagian mana ya yg fisiknya brubah? coba dibaca ulang, karena Meilin ahli racun kak, itu bukan fisik yg brubah tapi jiwanya uda ganti kak
Datu Zahra
Dibab sebelumnya disebutin udah lewat seminggu, tambah dua hari seudha kaisar pergi sampe fisik berubah, ya kali nyebut racun semalam. ngaco
Amber Mist: Yang Mulia, sepertinya harus baca ulang ya
total 1 replies
Amber Mist
Halo Yang Mulia Ratu pembaca setia Permaisuri Lin, Salam Kenal.

Yuk, voting, kalian lebih suka aku upload di jam brp?

Yang setia ikutin, pencet " ikuti" + kasih 💫 bintangmu ya.

Hamba butuh dukungan kalian
Alia Chans
suka.... like + bunga😉
semangat thor nulisnya nya🤭




kalo berkenan mampir thor😉
Amber Mist: 😍👍 siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!