NovelToon NovelToon
Menikahi Ayah Mantanku

Menikahi Ayah Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia_halusinasi

Diana Ayuningtyas, Berniat memberikan kejutan. dengan sengaja mendatangi Apartemen Gilang Wijaya - sang kekasih, untuk merayakan ulang tahunnya.

Tetapi malah mendapatkan kenyataan bahwa kekasihnya ternyata tinggal bersama wanita lain.

"Kamu siapa ?"

"Aku? Aku tunangan pemilik Apartemen ini!"

Duarrr...

Diana langsung terdiam mematung, tidak ingin percaya.

"Sayang ! Siapa yang datang ?"

Tapi suara Gilang dari dalam, yang memanggil wanita di depannya ini dengan panggilan mesra, membuatnya tidak bisa menahan nya lagi.

Sebelum Gilang datang, Diana segera pergi dengan air mata yang perlahan mengalir.

Lift perlahan tertutup, matanya menatap lurus ke depan, hatinya bergemuruh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia_halusinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Bab 14: Panggilan baru pengantin baru

Mendengar kata-kata Arga yang menyebut soal kontrak pernikahan itu,

jantung Diana seakan berhenti berdetak sejenak.

Rasa bahagia yang baru saja ia rasakan seketika hilang.

Dan digantikan oleh rasa sesak dan cemas yang menyelimuti dadanya.

Pandangannya menjadi kabur, dan air mata tanpa sadar sudah menggenang di pelupuk matanya.

Arga masih membelakanginya, membuat Diana semakin sedih.

"Diana, sepertinya aku... Aku..." Arga gugup dan sulit berbicara.

Diana menunduk dalam, suaranya terdengar lirih dan bergetar saat bertanya,

“Mas… apa Mas menyesal sudah menikah denganku?

Apa Mas ingin mengakhiri perjanjian ini lebih cepat dari waktu yang disepakati?

Apa karena hari ini banyak omongan orang yang tidak enak, jadi Mas merasa terbebani memiliki istri sepertiku?”

Pertanyaan itu membuat Arga terkejut.

Ia segera menyadari bahwa kata-katanya tadi disalahartikan oleh istrinya.

Dengan cepat Arga berbalik badan,

lalu memegang kedua bahu Diana dengan lembut, memaksanya untuk menatap wajahnya.

“Diana, apa maksudmu ? dengarkan aku baik-baik.

Jangan berpikiran yang aneh-aneh.

aku sama sekali tidak pernah berpikir seperti itu,” ujar Arga dengan nada lembut dan penuh ketegasan, berusaha menenangkan gadis itu.

Diana mengangkat wajahnya, air matanya sudah menetes membasahi pipi.

“Lalu kenapa Mas menyebut soal kontrak itu? Aku pikir… aku pikir perasaan kita sudah berubah, dan kita bisa melupakan kontrak itu.”

Arga menghela napas panjang,

lalu mengusap air mata di pipi Diana dengan lembut menggunakan ibu jarinya.

Matanya menatap lurus ke dalam mata Diana, penuh ketulusan yang tak bisa disembunyikan lagi.

“Itu yang ingin aku sampaikan, Awalnya memang semuanya hanya kesepakatan,

kita membuat perjanjian satu tahun untuk kepentingan kita berdua.

Tapi seiring berjalannya waktu, sejak hari-hari yang kita lewati bersama,

aku melihat ketulusan hatimu, dan kamu berbeda dari yang lain, dan mulai saat itu... perasaanku berubah.

Aku tidak tahu kapan pastinya, tapi aku sadar, aku jatuh cinta padamu, Diana. bukan lagi sekedar perjanjian, tapi aku benar-benar mencintaimu.”

Diana mendengar setiap kata yang keluar dari mulut suaminya,

Suasana di dalam kamar menjadi hening sejenak.

Hanya terdengar suara detak jantung mereka yang berpacu kencang.

Mata Diana terbuka lebar, seolah tidak percaya mendengar pengakuan itu.

“Mas… jatuh cinta… padaku?” tanyanya terbata-bata,

suaranya masih terasa bergetar namun kali ini bukan karena takut, melainkan karena terkejut dan haru.

Arga mengangguk mantap,

lalu menarik tubuh Diana perlahan masuk ke dalam pelukannya.

“Iya, aku jatuh cinta padamu. Lebih dari yang aku duga sebelumnya.

Kontrak itu hanya tulisan di atas kertas, tapi hatiku sudah memilihmu, Diana.

Aku tidak ingin pernikahan ini berakhir setelah satu tahun.

Aku ingin terus bersamamu, selamanya jika Tuhan mengizinkan.”

Apa ini mimpi? . Hati Diana berbunga-bunga

Mendengar itu, air mata Diana justru mengalir lebih deras,

namun kali ini adalah air mata kebahagiaan.

Ia membalas pelukan Arga erat-erat,

menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya itu,

mendengarkan detak jantungnya yang terasa begitu menenangkan.

“Aku juga, Mas. Aku juga cinta sama kamu.

Awalnya aku takut, aku merasa tidak pantas, dan masih terbayang rasa sakit masa lalu.

Tapi perlahan, kehadiran kamu membuatku merasa aman, dihargai, dan dicintai.

Aku tidak mau kehilanganmu juga,” ucap Diana dengan suara parau karena terharu.

"Benarkah itu ?" Tanya Arga tidak percaya

Dia mengusap punggung Diana dengan lembut, menikmati kehangatan tubuh istrinya.

Beberapa saat kemudian,

ia melepaskan pelukan itu sedikit agar bisa menatap wajah gadisnya kembali.

Jari-jarinya menyentuh lembut pipi dan rambut Diana.

“Tapi Diana,” panggilnya pelan, nadanya sedikit serius namun tetap lembut.

“Apa kamu tidak menyesal? Menikah dengan pria yang jauh lebih tua darimu.

Seperti yang terjadi tadi sore, akan selalu ada mata yang melihat dan mulut yang berbicara.

Akan ada saja orang yang menilai buruk,

mempertanyakan alasan kita bersatu,

atau berpikir bahwa kamu hanya mencari harta atau statusku.

Apakah hatimu cukup kuat menghadapi semua itu?”

Diana tersenyum tulus, lalu mengangkat tangannya untuk memegang wajah Arga.

“Kenapa aku harus menyesal? Usia hanyalah angka, Mas.

Yang terpenting itu hatimu, bagaimana cara kamu memperlakukan aku, dan rasa aman yang kau berikan.

Pandangan orang lain tidak akan pernah bisa menentukan kebahagiaanku sendiri.

Selama aku tahu apa yang aku rasakan dan apa yang kita miliki, omongan orang tidak akan menyakiti hatiku lagi.”

Jawaban itu membuat hati Arga terasa hangat dan bahagia.

Ia tidak bisa menahan senyum bahagia yang mengembang di bibirnya.

Perlahan, ia mendekatkan wajahnya, lalu mencium dahi Diana dengan lembut.

“Terima kasih, Diana. Terima kasih sudah memilihku,” bisiknya tepat di atas dahi gadis itu.

Diana kaget,

Ini pertama kalinya,

Ada pria yang mencium keningnya selain ayahnya.

Bersama Gilang pun, Diana belum pernah melakukannya.

Mereka hanya pernah bergandengan tangan,

Sudah.

Hanya sebatas itu.

Dan sekarang, Arga menciumnya.

Semburat merah memenuhi pipi Diana,

Arga yang melihatnya semakin gemas, dan semakin gencar menggoda.

Dia menurunkan sedikit posisi kepalanya,

menatap bibir Diana yang terlihat lembut dan kemerahan.

"Bolehkah ?" Tanya Arga pelan.

Suaranya serak, wajahnya merah menahan gair*h.

"A... Apa ?" Diana bertanya tidak mengerti.

Arga tersenyum penuh arti, matanya terus tertuju pada bibir merah jambu milik istrinya.

Diana, yang melihatnya. Barulah paham dan mengangguk malu-malu.

Aduhhhh.... Author juga jadi malu tau.

Tapi Arga ini gak tau malu.

Dengan perlahan dan penuh kelembutan,

ia mencium bibir istrinya itu sekilas, sebuah ciuman yang penuh cinta dan nafs*.

“Sayangku…” panggil Arga dengan suara yang lebih rendah dan lembut,

menggunakan panggilan yang baru saja ia ucapkan.

"Hah.. !"

Mendengar panggilan itu, wajah Diana seketika semakin memerah merona,

sampai ke telinganya yang terasa panas.

Ia menunduk malu, namun tidak berusaha menjauh.

“Mas… panggil apa tadi…” gumamnya pelan.

Arga tertawa kecil melihat tingkah istrinya yang terlihat semakin menggemaskan.

"Sayang... Sayangku.. istriku !"

Alamakkkkk ... Diana rasanya pengen guling-guling sambil kayang.

“Apa boleh aku memanggilmu begitu? Mulai sekarang, bukan hanya istri, tapi juga sayangku, satu-satunya wanita yang aku cintai.”

Ihhhh Arga gombal banget gak sihhhh...

Diana hanya bisa mengangguk malu-malu,

matanya terpejam saat Arga kembali mendekatkan wajahnya.

Kali ini ciuman itu terasa lebih dalam,

lebih hangat,

dan penuh gairah yang mulai muncul secara alami.

Rasa cinta yang selama ini terpendam meluap begitu saja,

membuat setiap sentuhan terasa semakin menyatu.

Diana yang baru merasakan sensasi baru, mulai membalas dengan naluri nya.

Tangan Arga melingkar erat di pinggang Diana,

menarik tubuh gadis itu semakin dekat menempel pada tubuhnya,

sementara tangan Diana perlahan melingkar di leher Arga,

membalas cium*n itu dengan mesra.

"Boleh.. Aku meminta hak - ku ?" Tanya Arga pelan,

"Aku milikmu sepenuhnya sampai kapanpun" Balas Diana

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Arga kembali melancarkan aksinya.

Di bawah cahaya lampu temaram,

malam itu menjadi saksi bahwa ikatan mereka bukan lagi sebuah perjanjian,

melainkan sebuah cinta yang tumbuh dan siap melewati segala rintangan bersama.

Duhhh... Ternyata Arga tenaganya masih oke yah bund....🤭

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!