NovelToon NovelToon
Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Keluarga & Kasih Sayang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:354.1k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

Sepuluh tahun Solehudin 35 tahun membina rumah tangga dengan Amelia 30 tahun, namun tak kunjung diberi kepercayaan seorang anak oleh Allah SWT.

Mariana dan Anta, kedua orang tua Soleh yang memang tidak menyukai Amelia karena menantunya itu adalah orang susah, menjodohkan putra sulungnya itu dengan anak juragan kaya raya di kampung sebelah yang masih gadis tetapi sudah melahirkan. Siti Juriah namanya, usia 22 tahun.

Niatan mereka memang kurang baik dari awal. Semua karena harta dan tahta.

Dengan penuh drama, perdebatan panjang serta berbagai kisah, akhirnya Soleh kembali menikah dengan Juriah atas persetujuan Amelia.

Inilah kisah poligami yang menguras emosi, antara Solehudin, Amelia dan Siti Juriah dalam novel "Istri Muda Untuk Suamiku"

Please please 🙏🙏🙏yok bantu dukung dengan like, subscribe dan komentarnya para reader sejati yang baik hati 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 Berhasil Mendua

Treeet treeet treeet...

Soleh terperanjat.

Pukul sepuluh malam, ponselnya berdering.

Ternyata Amelia yang menelponnya.

"Hallo? Assalamualaikum, Amel? Ada apa?"

Juriah yang ikut terbangun karena suara dering telepon seluler Soleh seketika membatu.

Mbak Amel telepon? Malam-malam begini?

"Apa? Oh, iya. Iya, Yang. Aku akan ke sana sekarang juga. Apa? Tapi..., ya sudah. Besok saja selepas sholat Subuh Aku ke sana. Ta'ziah ke rumah pakde mu. Iya. Maaf Mel, ini aku sama Juriah sudah tidur. Iya. InshaAllah kusampaikan salammu pada Juriah! Oke, assalamualaikum..."

Klik.

"Siapa, Mas?" tanya Juriah pura-pura baru terbangun.

"Amelia. Katanya Bu'Denya meninggal dunia tadi pukul sembilan malam."

"Innalilahi wa innailaihi rojiuun."

Soleh menghela nafas sembari menatap wajah Juriah.

"Mas mau kesana sekarang?"

"Tadinya iya. Tapi dilarang Amel. Katanya kasihan kamu ditinggal malam-malam sendirian. Jadi paling Aku besok habis subuhan ke sananya."

Hm. Ternyata ucapan Mbak Amel sangat didengar oleh Mas Soleh. Apakah sebucin itu dirimu padanya, Mas? Apakah Aku tidak bisa membuatmu jauh lebih bucin lagi nantinya? Kenapa... rasanya dada ini sakit mendengar kamu begitu menuruti perkataan Mbak Amel, Mas?!

Juriah menekan-nekan d+d+nya.

"Ke_kenapa, Yang?" tanya Soleh tergagap melihat Juriah terlihat memukul pelan bagian tubuh yang menggiurkan naluri kelelakiannya.

"Entah, Mas... Seperti, sepertinya agak sedikit nyeri."

"Kamu masuk angin sepertinya. Kemarin kita pulang kesorean. Naik motor tanpa baju tebal, jadinya..."

"Agak sakit sebelah sini."

Juriah pura-pura mengelus-elus d+d+ sebelah kirinya dengan gerakan memutar pelan.

Seketika jakun Soleh mulai tak terkendali.

"Yang ini?" tanya Soleh tergagap dengan telunjuk mengarah ke bagian jantung Juriah.

"Rasanya seperti apa? Panaskah?" tanya Soleh lagi dengan penuh perhatian.

Juriah menatap Soleh. Tatapan yang penuh pengharapan.

Ayolah mas... ayo bergerak. Aku sudah memberimu kode.

Soleh hanya berani menatap saja. Ia takut untuk menyentuh bagian sens+t+f milik Juriah. Khawatir kalau Juriah akan marah dan menjauh lagi darinya.

Soleh bangkit tinggalkan kamar dengan langkah tergesa-gesa. Ternyata, Ia ingin mengambilkan segelas air putih hangat untuk Juriah.

Juriah yang terlihat bingung karena suaminya justru pergi tinggalkan dia sendirian di kamar, kini tersenyum mengerti.

"Minum dulu, Sayang!"

"Terima kasih, Mas!"

Glek glek glek

Soleh memperhatikan Juriah yang tengah meneguk air yang dibawakan dari ruang dapur.

Bibir Juriah terlihat basah dan menggoda.

Soleh juga melirik kembali ke bagian d+d+ sebelah kiri milik Juriah. Lalu beralih ke sebelahnya.

Sama besarnya. Pasti ranum dan nikmat karena usia yang masih muda!

Soleh menggelengkan kepala.

Ia tersadar telah berfikir kotor dan berusaha menghilangkan sifat m+s+mnya yang seringkali muncul jika bersama Juriah.

"Ah..."

Juriah menoleh ke arah Soleh.

"Kenapa, Mas?" tanya Juriah dengan suara lembut bergetar.

"A aku, ish.. dahlah, mau ke kamar mandi dulu. Mau pipis!"

Juriah tersipu. Soleh tergopoh-gopoh keluar lagi dari kamar. Diam-diam Juriah mulai menyadari kalau jun+or adik kecil Soleh telah terbangun dari tidurnya.

Soleh kembali ke kamar, dan Juriah masih dengan senyuman tersungging di bibir.

"Mas..."

"Ya Sayang?"

"Maas..."

Soleh merasa suara Juriah seperti seorang gadis Jepang yang imut sekali ketika Ia menonton f+lm d+w+sa.

Soleh mulai berani meraih bahu Juriah. Namun sangat pelan dan diusahakan selembut mungkin.

"Sayang..."

"Mas..."

"Sayang..."

Soleh membelai rambut Juriah yang hitam lurus menjuntai se-atas pinggang.

Tangannya menjelajah pelan. Naik ke atas kepala, lalu menyelusup ke bagian belakang leher Juriah.

Kini wajah cantik itu hanyalah beberapa sentimeter saja dari wajahnya.

Juriah tidak berontak. Juga tidak mendorong tubuh Soleh. Seketika membuat Soleh berfikir untuk memulai manuver.

Dik+c+pnya bibir Juriah. Dan gadis itu hanya mengg+liat menahan h+sr+t dengan mata terpejam.

"Sayang..., bukalah matamu. Lihatlah wajahku, yang mencintaimu setulus hati. Juriah Sayang..., lihat Aku. Terima Aku apa adanya. Aku... suamimu, yang akan bertanggung jawab sepenuhnya kepada dirimu..."

Juriah menurut.

Bola matanya yang indah berwarna hitam pekat kini menatap netra Soleh yang agak kecoklatan.

"Mas..."

"Ya Sayang..."

"Mas... Ahh..."

Soleh menc++m pipi Juriah perlahan. Lalu turun ke bibir dan hanya meng+c+p ujungnya saja. Soleh lanjutkan dengan lembut sekali menurun ke ceruk leher Juriah.

Gadis itu menggeliat dan sesekali memejamkan mata menahan des+h+nnya yang terdengar keras di telinga Soleh.

"Jangan berisik, Sayang! Nanti Abi Umimu dengar. Hehehe..." bisik Soleh membuat Juriah memukul Soleh pelan namun tepat di ujung gagang lato-latonya.

"Aihhh."

Soleh menahan pekik.

Kini Ia lebih gesit menc++mi kembali bagian wajah Juriah. Mencoba memberikan sentuhan yang ternyaman mungkin agar Sang istri menikmatinya.

Seperti yang Soleh harapkan, Juriah melepaskan semua benteng pertahanannya. Pasrah menerima k+c+pan lembut nan manis dari sang suami bertubi-tubi naik turun dari wajah ke area l+h+rnya.

D+d+nya turun naik menahan gejolak rasa yang baru pertama kali Ia rasa dalam hidup.

Rasa nikmat berg+lenjar di sekujur tubuh.

Juriah mer+g+ng ketika jemari tangan Soleh perlahan membuka kancing blus pakaian tidurnya. Dan tersingkap pelan belahan d+d+ yang tertutup cup cawan pengaman.

Ditariknya nafas panjang.

Jiwa penasaran Juriah semakin bergelora. Tubuhnya mengg+liat penuh g+irah ketika satu jemari telunjuk Soleh bermanuver menyusup kedalam cup dan menemukan salah satu gundukan kecil imut papilla yang dikelilingi oleh areola.

Juriah kian ter+ngs+ng.

"Sayang...! Perlu kamu tahu, mengh+s+pnya akan membuatmu jadi awet muda," bisik Soleh tepat di daun telinga Juriah yang tersipu malu.

Kini Juriah semakin pasrah. Soleh berhasil membuka pengait cupnya tanpa Juriah sadari hingga kini pelan-pelan bergeser penutupnya memperlihatkan isi cawan yang sedari awal membuat Soleh penasaran.

Prang...

Amelia menoleh pada bingkai foto yang jatuh dari dinding ruangan rumah pakde nya. Ia juga melihat sepintas jam di dinding. Pukul dua belas kurang.

Amelia sedang mengaji yasinan bersama beberapa kerabat dari keluarga Emaknya. Bude-nya wafat pukul sembilan malam, dan kini Keluarga mereka berada di rumah pakde yang hanya berjarak beberapa ratus meter saja untuk bantu-bantu karena adik dari maknya baru saja meninggal dunia.

"Ada angin kah!?"

Yang lain menggeleng. Mereka tidak abaikan bingkai foto yang jatuh. Karena bingkai itu terbuat dari bahan plastik, jadi tidak pecah berserakan butiran kacanya.

Putri almarhumah bu'de mengambilnya dan menyimpan di atas meja.

"Mak..., semoga Allah memberikan tempat yang layak di surga-Nya bersama orang-orang terbaik."

"Aamiin..."

Amelia pun kembali lanjutkan mengaji.

Entah mengapa, Ia merasakan ada satu ruangan hatinya yang kosong tiba-tiba. Mungkinkah karena kepergian bude yang memang sudah sakit gula sejak setahun yang lalu, Amelia tidak bisa menerka.

Padahal di tempat yang berbeda, suaminya sedang asyik bermasyuk ria bercinta dengan istri mudanya. Dan berhasil menanamkan benih dengan hati mendua.

BERSAMBUNG

1
Yuni Ngsih
Thooooor ceritramu greget sekali ....cuma sayang kebahagian Inayah dlm ceritramu hanya sebentar......tapi ngga pa" trskan Thor dengan ceritra yg lain yg lebih seru...ok👍👍👍💪💪💪
Yuni Ngsih
sholeh"udah dapat karma dari Allah masih emosi aja sadaaaaaar dong......
Yuni Ngsih
betul inayah belajarlah dengan tekun ,spy kamu bisa berhasil dengan nilai yg sempurna ,klw jodoh Tuhan sudah memberikan pasangan masing ,Thooooor novel kamu memang yg terbaik bikin greget ....ok semangat
Yuni Ngsih
baguuuuus Inayah....itulah anak sholehah ...🤲🤲🤲
Vira Playstore
hm,,, semakin seru lanjut thor
Hastia Tia
lanjutkan
Baek chanhun
thanks mbak, sudah menghibur
kami selama ini.
semoga mbak selalu mendapatkan
keberkahan dari Allah SWT.
kami tunggu karya selanjutnya.
💪🥰🙏🏻😭
Embun Kesiangan: huaaaa terharu kak doanya🙏🤧 doa yg sama buat kakak. moga kita selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berkah berlimpah. aamiin ya Allah ya robbal'alamiin 🤲😇🥰
total 1 replies
Hana Roichati
Makasih thor, bagus ceritanya 👍👍
Embun Kesiangan: terima kasih banyak Kaka 🙏 mendukung novel picisan ini sampai akhir 😊🫰🥰
total 1 replies
Baek chanhun
Thor, thanks banyak2, hari ini
banyak banget up untuk menghibur kami kaum rebahan ini.
Embun Kesiangan: sehat2 selalu semangat Kak 💪
total 1 replies
Baek chanhun
Alfatihah, untuk almarhumah
O'connor, semoga surga yang
kau tempati.
Embun Kesiangan: aamiin Allahumma aamiin. walaupun sempat ada kontroversi ketika putranya meninggal dunia gandir dan Shuhada sempat menanggalkan jilbabnya menguburkan secara Budha 🤧 dia salah satu penyanyi legendaris yang InshaAllah husnul khotimah wafatnya
total 1 replies
Baek chanhun
💪🫰
Embun Kesiangan: tararengkyu syayank 🫰😘
total 1 replies
Baek chanhun
semangat mbak, tidak ada
usaha menghianati hasi.🥰💪
Baek chanhun
next Mbak 💪😘
Embun Kesiangan: berangkaat 🤭🫰🥰
total 1 replies
Baek chanhun
lanjutkan mbak 💪
Baek chanhun
lanjutkan mbak AMY💪😍👍
Embun Kesiangan: sehat2 selalu kita semuanya kak🤲😇🥰
total 1 replies
Baek chanhun
mbak AMY, aku minta maaf, karena
komentar aku waktu itu begitu
pedas, tapi mbak Ng marah mbak is the best, jalan ceritan novel begitu
bagus jadi aku sebagai pembaca
ikut emosi. kembali ke komenan
banyak pengarang marah, emosi,
akhirnya kami Ng apa2 hanya baca doang, Ada yang ngasih bintang satu,ada yang stop baca novel tersebut. tapi mbak ini pengecualian
berlapang dada menerima kritikan.
thanks mbak 💪😍👍🙏🏻
Embun Kesiangan: novelku sepi kak😅berkat kakak yg selalu update cerita novel ini, lope2 banget kakak🙏🙏🙏
total 2 replies
Baek chanhun
Amelia, begitu ceroboh, Ng dewasa
padahal begitu banyak ujian dalam
hidupnya, apa ng belajar kepahitan hidup yang pernah dia jalani.
selidiki dulu apa benar Arthur macam2, sekarang rasain adek Lo yg menderita, apa yang Lo lakuin.
Embun Kesiangan: 🤧 terkadang kesenangan masa kini melupakan kepahitan di masa lalu 😥
total 1 replies
Baek chanhun
senang gue visualnya artis Indonesia, kebanyakan visualnya orang Korea
Embun Kesiangan: lope2 Mbak, makasih 😍🥰
total 1 replies
Sumi afiz
selamat belah duren arthur
Embun Kesiangan: wkwkwk 👍🥰 makasih kakak dukungannya 😍🫰💜
total 1 replies
Baek chanhun
bagus inaya, biarlah Arthur berpikir,
dia harus belajar dewasa, dan mengambil keputusannya.
thanks mbak 💪👍🙏🏻
Embun Kesiangan: lope2 Kakak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!