Li mingyue seorang agen mata-mata negara yang jenisu, ia sangat berbakat dalam bidang seni beladiri juga bidang kedokteran. Ia menguasai ilmu kedokteran modern maupun ilmu dokter tradisional.
Li Mingyue terbunuh karena penghiatan temannya sendiri, saat menjalankan misi bersama. Bukannya pergi keneraka atau surga dia berinkarnasi kezaman kultivator, dimana yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah di injak seperti semut.
Dia menjadi seorang putri lemah yang tidak dianggap di kerajaan Xuanxi, bahkan ia juga akan di nikahkan dengan seorang Jendral lumpuh, dingin dan galak.
°
°
°
☆ Cerita ini hanya fiktif belaka tidak sesuai dengan sejarah maupun kehidupan nyata, ini murni karangan Author. ☆
🎈 Mohon Dukungannya ya Teman-teman!... 😍😍😍🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Keluar dari latihan tertutup
Tidak terasa satu minggu berlalu, Li Mingyue menyelesaikan latihannya, ia keluar dari kamarnya yang selama seminggu ini tertutup. Nenek tua tidak berani mengusik kamar itu selama Li Mingyue latihan.
Selama latihan tertutup banyak pengganggu yang datang ke istana Bulan, tetapi semuanya di usir oleh nenek tua tanpa kecurigaan sama sekali. Mereka sama sekali tidak curiga bahwa musibah dan kegagalan yang mereka dapatkan semuanya dari nenek tua.
Karena mereka hanya menganggap penghuni istana bulan semuanya sampah tidak memiliki kultivasi. Jadi tidak mungkin nenek tua yang menggagalkan rencana mereka.
****
"Putri!." Nenek tua melihat Li Mingyue keluar dengan pancaran Aura yang berbeda dia sangat yakin bahwa Li Mingyue sudah membuka segel nya.
Dia mendekati Li Mingyue dengan mata berbinar ia sangat bahagia dengan kesuksesan majikannya, kebahagiaan itu terlihat sekali di wajahnya.
"Selamat putri anda berhasil!." Ucapya dengan tulus, ia benar-benar senang dengan keberhasilan Li Mingyue.
Li Mingyue membalas senyuman nenek tua dengan tulus, Li Mingyue juga melihat Kultivasi nenek tua berhasil melakukan terobosan naik tingkat lagi.
"Selamat juga untukmu nek! Kekuatanmu juga telah menelami terobosan, mulai sekarang kamu bisa menemaniku selamanya di dunia ini, mari kita berjuang bersama-sama." Ucap Li Mingyue dengan sopan.
"Terimakasih putri, ini semua berkat bantuan anda, saya berjanji kedepannya saya yang akan melindungi anda putri! Tidak akan lagi berani yang menindas anda!." Ucapnya lagi dengan hormat, dan juga penuh tekad.
"kita sama-sama saling menjaga karena kita keluarga, di dunia ini hanya nenek yang aku percayai dan hanya nenek satu-satunya keluargaku." Ucap Li Mingyue denga sungguh-sungguh, ia tidak akan mudah mempercayai orang lagi setelah di khianati oleh sahabatnya.
Nenek sangat terharu mendengar ucapannya putri Li Mingyue, ia sangat senang mendapatkan majikan sebaik Li Mingyue.
"Terimakasih putri sudah menerima saya sebagai keluarga anda, saya berjanji tidak akan mengecewakan anda." Ucapnya lagi.
Li Mingyue hanya mengangguk sambil melihat nenek tua dengan teliti, ia melihat banyak perubahan pada nenek tua terutama pada wajahnya, dan rambutnya.
"Nenek aku perhatikan sepertinya nenek terlihat muda, tidak cocok lagi di panggil nenek." Ucap Li Mingyue, dengan sedikit menggoda.
"Putri anda bisa nakal juga bisa bisa nya anda menggoda nenek tua ini." Ucap nenek tua lalu ia berbicara lagi.
"Perubahan ini hal yang biasa di dunia kultivasi semakin tinggi tingkat ranah kultivasi seorang maka usia kehidupan mereka diperpanjang."
"Begitulah yang terjadi pada saya putri kaena naik tingkat dan juga dari air spiritual yang anda berikan, umurku tambah panjang di dunia ini." Ucap Nenek tua itu ia menjelaskan kepada Li Mingyue.
"Putri meski saya terlihat muda tetap panggil saya nenek karena, dari awal nama saya hanya nenek tua, saya sudah terbiasa dengan panggilan itu!." Ucap nenek tua itu.
"Baiklah, aku juga sudah terbiasa memanggil nenek!" Ucapnya lagi karena dia juga suka dengan panggilan nenek dari pada panggilan yang lain.
"Tetapi nenek, jangan panggil aku putri." Ucapnya lagi mengingat nenek tua dari tadi ia selalu mendengar panggilan putri.
"Itu tidak bisa anda adalah junjungan saya dan amanah dari nyonya saya harus melindungi anda putri, jadi saya tidak bisa mengganti panggilan terhadap anda." Ucapnya nenek tua dengan sungguh-sungguh.
Li Mingyue hanya pasrah saja " hah, pangil saja yang menurun nenek nyaman." Ucapnya sambil berjalan keluar ke halaman istananya.
"Apakah ada yang datang ke istana jelek kita ini, selama aku latihan." Ucap Li Mingyue sambil berjalan-jalan di sekitarnya ia sudah merasakan ada formasi yang terpasang ia sudah tahu siapa yang memasang formasi itu.
"Banyak sekali putri tapi semuanya sudah saya bereskan." Balas nenek tua itu dengan jujur.
"Bukalah formasi yang menghalangi istana ini, jika di biarkan lama bisa geger istana ini, dengan kehilangan istana bulan." Ucap Li Mingyue santai.
"Tapi putri jika di buka, pasti banyak lagi yang mengganggu anda, terutama pelayan dari putri kedua." Ucap nenek tua dia agak enggan melepaskan formasi yang telah ia pasang di istana Bulan.
"Jika mereka datang kita layani dengan baik." Ucap Li Mingyue sambil menyeringai, ia melihat nenek tua. "Nenek tahukan maksudku, sudah saatnya kita melangkah, jangan bersembunyi lagi.!." Ucapnya lagi.
Nenek tua juga tersenyum tentu dia tahu maksud Li Mingyue, ." Saya paham putri! Mulai sekarang saya juga tidak menahan diri lagi,." Ucap nenek tua dia juga membalas senyuman putri Li Mingyue
"oh ya putri boleh saya tahu anda sudah di ranah mana." Tanya nenek tua ia penasaran dengan kekuatan Li Mingyue, sejak keluar dari latihan tertutup ia tidak bisa melihat Kultivasi Li Mingyue, meski ia merasakan aura yang berbeda dari tubuh Li Mingyue.
"Ranah Transformasi Dewa Tingkat tinggi." Ucap Li Mingyue dengan santai lalu ia mengeluarkan kekuatan internalnya.
Nenek tua sangat terkejut tetapi dia juga bahagia ." Selamat putri, anda sangat berbakat, hanya waktu seminggu anda sudah berada di Ranah Transformasi Dewa." Ucapnya dengan bangga.
Li Mingyue hanya tersenyum, hanya dia yang tahu berapa lama dia latihan di ruang dimensinya, waktu disana sangat berbeda dengan waktu di luar.
"Putri kekuatan anda sudah melampau raja Xuanxi ayah anda yang mulia raja." Ucap nenek tua dengan sedikit sombong sekarang majikannya yang memiliki kultivasi tertinggi. Tidak ada lagi yang berani mengusik majikannya.
"Dengan kekuatan ini aku bisa meratakan istana ini, tapi aku tidak melakukannya karena di dalam istana ini masih ada orang baik." Ucap Li Mingyue lalu ia melanjutkannya.
"Aku hanya mengambil hakku saja." Ucapnya dengan santai, lalu ia tersenyum menyeringai hanya dia yang tahu apa yang dia pikirkan.
Nenek tua hanya memperhatikan Li Mingyue dia belum pernah melihat senyuman Li Mingyue seperti itu, kalau di lihat masih cantik tapi sedikit berbeda.
Tetapi dia tidak bertanya ia hanya fokus untuk membuka kembali formasi di istana Bulan. Tidak lama setelah itu ia menyelesaikan tugasnya dengan rapi.
"Putri formasinya sudah terputus, mulai sekarang istana Bulan akan terlihat lagi." Ucap nenek tua.
"Oh ya putri hampir saja saya lupa, selama anda latihan ada seseorang yang mencurigakan yang mengawasi istana Bulan, saya belum bertindak karena dia hanya mengawasi tidak ada niat jahat." Ucap nenek tua.
"Dan juga menunggu perintah dari anda apa yang harus kita lakukan padanya." Ucap nenek tua lagi.
°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
mau kasian TPI mereka sendiri yg memulai jahat pada mingyue🤣
lanjut up lagi thor