NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu Adel

Aku Mencintaimu Adel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatapan Pertama

Adel Emanuella Sanjaya dinyatakan lulus dengan nilai terbaik. Satu jam Adel berada di ruang ujian itu. Penuh dengan ketakutan karena dia di uji bukan hanya oleh dosen penguji, namun petingi kampus juga ikut mengujinya.

Mba Dian orang pertama yang menyambut dia. Karena Dian sudah menganggap Adel sebagai adiknya. Kelegaan dirasakan oleh Adel waktu bisa keluar dari ruangan ujian. Rekan satu tingkat dia sudah menanti dengan selempang bertuliskan nama lengkapnya dengan gelas yang baru saja dia peroleh Adel Emanuella Sanjaya, S. Ked. Juga hadiah kecil berupa coklat dan bunga.

Sukacita Adel bersama teman - temannya dibagikan lewat media sosialnya. Reza yang sedang bertugas di Bali bersama Karel tidak sengaja melihat postingan itu lewat berandanya.

"Bro, gebetan kamu si Adel sudah selesai ujian. Sarjana kedokteran bro."

Karel menatap postingan itu dengan senyuman terus dia menyentuh lukanya yang sudah sembuh itu. Iptu Karel Imanuel Barnabas sedang bertugas di pulau Bali mengejar bandar narkoba di pulau ini. Dan semalam mereka sudah menggerebek markas mereka, namun pelaku utama melarikan diri. Malam ini rencana mereka akan kembali ke Jakarta bersama dengan pelaku yang di tangkap dengan pesawat khusus. Karena informasi yang mereka dapat bandar utamanya ada di Jakarta.

Karena mau wisuda, oleh mamanya Adel di minta untuk mencari kain untuk di buat kebaya baginya dan mamanya. Maka yang menjadi tempat yang akan dia kunjungi di pagi ini adalah pasar tanah abang. Disana banyak sekali penjual kain, baik lokal maupun import.

Adel akan keluar menggunakan baju casualnya. Dia akan menggunakan transportasi umum agar sampai di tempat tujuan. Agar dia tidak berdesakan di transportasi umum itu, dia memilih pagi sekali agar tidak berdesakan dengan orang kantor.

Sedang asiknya memilih kain. Ternyata didalan toko itu ada segerombolan orang menggunakan senjata lengkap masuk kedalam toko itu yang bersebelahan dengan toko mas. Semua pengunjung yang berada di kedua toko itu disandera. Adel ada bersama beberapa orang yang di sandera. Dan sialnya Adel Emanuella Sanjaya yang terpilih memakai rompi yang ternyata adalah bom. Pasukan khusus polri sudah tiba di tempat kejadian.

"Bro, kamu lihat perempuan yang menggunakan baju kaos berwarna putih yang sedang berjongkok."

"Bro itu Adel."

Setelah sebulan lamanya tidak bertemu akhirnya Karel dan Adel dipertemukan dengan cara seperti ini. Aksi tembak menembak pun terjadi. Adel tidak bisa bergerak, karena jika tangannya berpindah dari rompi itu maka alat pemicu bom bejalan, dan sewaktu - waktu bisa meledak. Adel tahu itu. Karena hobinya menonton filem action. Karel sudah berada disamping Adel. Tatapan mata Karel, memberi ketenangan buat Adel, karena dia yakin bahwa dia mau diselamatkan. Orang - orang yang mau merampok toko itu sudah tertangkap. Tetapi melewati aksi tembak menembak. Dan sekarang Adel sedang berada dalam genggaman tangan Karel. Mereka sedang berusaha menjinakan bom. Tatapan karel tidak berpindah dari tatapan Adel. Sambil tim penjinak bom melakukan tugasnya.

"Tidak bisa disini komandan. Ini tempat padat orang kita harus membawanya ke kesatuan."

"Dia ketakutan Reza."

"Tugas kamu menenangkannya."

"Hai lihat aku. Kita akan keluar dari tempat ini. Untuk menjinakan bomnya. Kamu paham kan."

Adel hanya bisa menganggukan kepalanya. sambil terus menangis. Dia tahu bahwa ada banyak orang disini. Karel yang melihat Adel merasa kasihan.

"Jangan kamu takut. Kamu tidak sendiri ada aku bersama kamu."

Adel dibawa keluar dari pasar itu, namun tetap dalam pantauan Karel. Sementara tim penjinak bom, Reza dan kawan - kawan sedang berusaha untuk mempelajari bom apa yang di pasang di badan seorang calon dokter. Reza membicarakan semua rencana atau strategi mereka kepada Karel. Dan dia mengerti bahwa dia yang bergerak lebih cepat seratus kali dari pada Adel.

Saat ini mereka sudah berada di lapangan kompleks polri. Ditengah lapangan sedang berdiri Adel dan Karel. Adel tidak mengetahui bahwa yang bersama dia adalah Iptu Karel. Karena wajah Karel di tutupi. Langkah - langkah apa yang akan dilakukan oleh tim sudah disampaikan oleh Reza.

"Jadi, bapak ini yang mengantikan posisi saya."

"Iya nona."

"Berarti nanti dia mati dong. Kasihan keluarganya. Pak polisi tidak ada yang cara lain??"

"Hanya ini cara satu - satunya. Rompi di tubuh ada sudah terbuka. Ingat hitungan ketiga kamu menunduk dan berlari. Mengerti!!!"

"Iya menunduk dan berlari. Baru bagaimana dengan bapak polisi ini."

"Dia yang mengantikan posisi kamu." Kembali Adel menangis.

"Hai, jangan menangis. Kami sudah terlatih. Aku akan lebih kuat dari kamu. Mohon kerjasamanya. Apa yang harus nona lakukan?"

"Menunduk dan berlari."

"Oke konsentrasi. Saya akan mengantikan posisi tangan kamu. Jika tangan saya tepat maka bom ini tidak aktif. Tetapi jika meleset seper sekian detik, bomnya aktif. Ingat menunduk dan lari."

"Oke tim siap??"

"Kamu harus percaya kamu pasti selamat. Kita mulai. Satu .... Dua.... Tiga."

Perpindahan tangan terjadi, namun itu meleset. Maka bom aktif. Karel dengan cepat membuang rompi bom itu kedalam wadah baja yang sudah dia siapkan. Langsung dengan cepat menyusul Adel menarik tangannya bersama Reza dan bom itu meledak. Adel berada dibawa tubuh Karel. Percikan serpihan bom itu luas karena bunyi dan getaran yang sangat besar. Adel pingsan dan dibawa oleh tim medis ke rumah sakit polri bersama Karel dan Reza juga dua rekan lainnya. Mereka bisa bernafas namun ada luka akibat kena percikan ampas bos itu.

Dokter Wibowo yang menolong mereka semua. Hanya luka - luka ringan bagi anggota polisi. sedangkan Adel hanya mengalami syok, tidak ada luka karena tubuhnya di lindungi oleh Karel.

"Hallo, Adel. Kamu sudah sadar??" adel masih mengumpulkan nyawanya.

"Dokter??"

"Iya Adel. Bagaimana keadaan polisi - polisi yang menolong saya??"

"Iptu Karel dan rekan - rekan hanya luka ringan."

"Iptu Karel???"

"Iya dia yang melindungi tubuh kamu dengan tubunya."

"Dokter, maksud iptu Karel yang perna dokter operasi??"

"Iya Adel."

Adel senang dia selamat. Artinya Tuhan masih mempercayainya agar bisa menjadi dokter. Namun disisi lain, dia takut Iptu Karel akan menuntut tanggung jawab double.

"Masih ingat saya??" Adel kaget karena orang yang baru saja dia cerita dalam hati sudah berada di ruangannya dengan luka ringan di tubuhnya. Mukanya kembali pucat.

"Kamu takut???"

"Sedikit."

"Kamu selamatkan. Tidak ada luka, aku yang banyak lukanya. Jadi....."

"Kamu bertanggung jawab atas luka saya." Adel melanjutkan perkataan Karel. Dan Iptu Karel hanya tersenyum.

"Kamu pintar."

"Kenapa masih sakit sudah jalan ke tempat saya."

"Saya takut kamu melarikan diri."

"Saya akan bertanggung jawab. Tetapi saya kan tidak salah. Saya kebetulan ada di tempat itu."

"Lalu saya yang salah?? Karena mengantikan posisi kamu."

"Bukan maksud saya begitu. Iya saya janji mas akan mengobati mas."

"Bagus."

Adel sudah diperbolehkan pulang. Namun sebelum pulang, Karel membawa dia ke kamarnya. Karena barang belanjaan Adel dan barang lainnya ada dikamar Adel.

"Kamu hanya bisa membawa barang yang penting yang lainnya saya tahan. Takut kamu tidak bertanggung jawab."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!