Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 15
Keesokan harinya, dia kembali bertemu dengan anak itu.
Lihat betapa menggemaskan-nya dia, membuat senyuman Rendra merekah.
"Om?" panggil Neil saat kembali bertemu dengan laki-laki yang telah menolongnya kemarin.
Rendra hanya tersenyum saja. Tapi dia tidak menolak panggilan dari anak laki-laki itu.
"Kenapa kamu selalu main sendirian. Dimana ibumu?" tanya Rendra penasaran karena dia melihat anak laki-laki ini selalu sendiri, dan hanya ditemani neneknya saja.
"Mami kerja di luar kota, Om." jawab Neil jujur.
Rendra mengangguk saja. Dia mulai merasa nyaman berteman dengan anak ini. Bahkan tujuannya untuk melihat bahan bangunan yang akan datang hari ini pun diabaikan begitu saja setelah bertemu dengan Neil.
"Lalu, di mana papi kamu? apa papi kamu juga bekerja di luar kota bersama mami kamu?" tanya Rendra lagi yang masih penasaran.
Neil langsung menunduk lesu ketika mendengar laki-laki itu menyebut tentang papi. Dia juga ingin seperti teman-temannya, yang bisa bermain dengan papinya.
"Kenapa?" tanya Rendra ketika melihat anak itu bersedih.
"Kata mami, papi itu nggak akan pernah datang. Papi nggak di nemuin kita berdua. Karena papi itu udah punya keluarga sendiri." jelas Neil yang berusaha menjelaskan tentang apa yang terjadi pada keluarganya.
Tapi, setelah itu dia sadar. Kenapa dia bisa menceritakan tentang hal ini pada orang lain? bukankah maminya sudah mengatakan jika dia tidak boleh mengatakan apapun tentang kehidupan mereka.
Merasa bersalah dengan hal itu membuat Neil langsung berlari meninggalkan Rendra. Tapi Rendra malah menyusulnya, dia melihat anak itu yang tiba-tiba ketakutan. Membuat rasa penasarannya semakin besar.
"Neil, kenapa kamu lari?" tanya Rendra setelah berhasil mengejarnya.
"Hey, kenapa kamu menangis?" tanya Rendra saat melihat Neil tiba-tiba saja menangis.
"Neil, kamu kenapa?" tanya Rendra lagi, saat melihat anak itu yang sudah.
"Aku mau ketemu papi, Om. Aku pengen di peluk papi. Aku pengen punya papi kayak temen-temen yang lain. Aku pengen kasih tau mereka, kalau aku juga punya papi. Tapi, kata mami papi nggak akan pernah datang. Papi-hiis ..hiks...hiks..." Neil menangis, membuat Rendra merasa tidak tega melihatnya.
Tanpa pikir panjang lagi, dia langsung membawa anak itu ke dalam pelukannya. Berada di dalam pelukannya membuat Neil semakin menangis sejadi-jadinya.
Dia memeluk Rendra dengan sangat erat. Menumpahkan tangisnya di dalam dekapan laki-laki yang baru 2 hari ini dia temuin.
"Hey, anak jagoan tidak boleh menangis oke."
"Emang kalau mau jadi anak hebat nggak boleh nangis ya Om? soalnya mami selalu bilang, Kalau Mami cuman punya aku doang." ucapnya lagi membuat Rendra ikut merasakan kesedihan anak ini.
Kasihan. Nasib anak ini menyedihkan sekali, pikirnya lagi.
"Udah, jangan nangis lagi. Sekarang kita beli jajan mau?" tawarnya pada Neil membuat anak itu langsung tersenyum.
Melihat senyuman Neil yang begitu terus membuat hatinya kembali menghangat. Rendra kembali berpikir, andai saja saat itu Alice tidak menggugurkan kandungannya, mungkin saja dia juga sudah memiliki anak saat ini.
"Tapi Neil gak punya uang, Om." ujarnya lucu, dengan wajah emang menggemaskan.
"Uang om banyak. Kamu boleh beli apa aja." jawab Rendra membuat Neil benar-benar terlihat bahagia.
Dia bahkan langsung menarik tangan laki-laki itu untuk pergi ke warung terdekat. Dia melihat box ice cream disana.
"Om, boleh beli ice cream gak?" tanya Neil.
"Boleh, kamu boleh beli apa saja yang kamu inginkan." jawab Rendra yang kembali membuat senyuman itu terlihat begitu bahagia.
"Boleh beli dua kan? Eh 3 deh untuk besok juga. Boleh kan om?" anggukan dari kepala Rendra membuat Neil langsung bersemangat.
Dia melihat anak laki-laki itu yang sibuk memilih ice cream yang dia inginkan.
"Ini sepertinya ini juga enak." tawar Rendra menunjukkan ice cream rasa coklat pada Neil.
"Gak ah, itu coklat. Nanti aku demam, terus muntah-muntah deh." jawabnya dengan begitu polos membuat Rendra semakin tidak mengerti maksud anak laki-laki itu.
"Maksud kamu?" tanya Rendra mencoba mengetahuinya.
"Kata mami aku alergi coklat. Kayak bulan lalu, sebelum pindah ke sini sama Oni, Oma Neni aku masuk rumah sakit karena pengen makan coklat yang di kasih temen baru pulang dari liburan. Jadi aku makan deh. Tapi apa aku makan, jadinya masuk rumah sakit." ujarnya panjang lebar yang membuat Rendra terdiam di tempatnya.
Apa katanya tadi? Anak ini alergi coklat juga?
****
Jangan lupa, like, Komen dan kasih rate bintang 5 ya 🫶🏼