Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.
Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.
Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.
Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.
Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Lin Xiao merogoh kembali ke dalam bajunya dan mengeluarkan sebuah benda yang bersinar terang.
Wush.
Sebuah kristal seukuran telur ayam yang memancarkan cahaya keemasan redup muncul di telapak tangannya.
Energi murni yang sangat kuat langsung memenuhi ruangan kecil itu, membuat udara terasa jauh lebih segar.
Napas Lin Tianhai tertahan seketika melihat benda tersebut.
Sebagai mantan tetua agung yang berwawasan luas, dia langsung mengenali harta karun di depan matanya.
"Inti Logam Bumi?" seru Lin Tianhai dengan suara bergetar.
"Xiao'er, dari mana kau mendapatkan harta karun tingkat menengah ini?"
"Ini sangatlah berharga." lanjut sang ayah dengan mata tidak berkedip.
"Satu buah Inti Logam Bumi bisa dijual seharga puluhan ribu koin emas di rumah pelelangan ibu kota."
"Aku menemukannya di bawah genangan air tempat Rumput Tulang Besi itu tumbuh." jawab Lin Xiao dengan tenang.
"Kristal ini yang memberikan nutrisi pada rumput-rumput itu."
"Tuan Muda, dengan uang sebanyak itu, kita bisa mempekerjakan tabib tingkat tinggi untuk Tuan Besar!" ucap Paman Zhou dengan mata berkaca-kaca karena gembira.
"Kita tidak perlu menjualnya, Paman Zhou." tolak Lin Xiao dengan halus.
"Tabib tingkat tinggi pun belum tentu bisa menyembuhkan luka dalam ayah secara menyeluruh."
Lin Xiao menatap mata ayahnya dengan pandangan yang sangat serius dan penuh keyakinan.
"Aku yang akan menyembuhkan Ayah hari ini, menggunakan kristal ini."
Lin Tianhai tertegun mendengar ucapan putranya yang terdengar sangat berani itu.
"Xiao'er, luka ayah bukan luka biasa." ucap Lin Tianhai dengan senyum getir.
"Meridian jantung ayah sudah hancur dan dipenuhi oleh racun dingin dari serangan musuh tiga tahun lalu." jelas sang ayah.
"Energi dari Inti Logam Bumi memang kuat, tapi tubuh ayah yang rapuh ini tidak akan kuat menahan proses penyerapannya."
'Ayahmu benar.' suara Kaisar Pedang Haus Darah mendadak muncul di kepala Lin Xiao.
'Tubuhnya terlalu lemah, energi logam murni hanya akan merobek sisa meridiannya yang sudah rusak parah.'
"Lalu apa gunanya kau menyuruhku mengambil kristal ini jika tidak bisa digunakan untuk menyembuhkannya?" protes Lin Xiao di dalam hati.
'Jangan bodoh.' balas Kaisar Pedang Haus Darah dengan nada mengejek.
'Kemarin memang tidak bisa, tapi hari ini kau sudah memiliki kekuatan dari Tua Bangka Racun itu.'
'Gunakan energi korosif dari Kaisar Racun untuk melarutkan racun dingin di jantung ayahmu.' jelas sang kaisar memandu.
'Setelah salurannya bersih, gunakan energi Penguasa Darahmu sebagai perantara untuk mengalirkan energi logam itu secara perlahan.'
Lin Xiao mendengarkan penjelasan itu dengan sangat saksama, matanya mulai berbinar memahami logikanya.
"Ayah tidak perlu khawatir tentang tubuh Ayah yang rapuh." ucap Lin Xiao kembali menatap ayahnya.
"Aku memiliki teknik khusus yang bisa menyaring energi kristal ini agar aman untuk tubuh Ayah."
Lin Tianhai menatap mata putranya mencari keraguan, namun yang dia lihat hanyalah keteguhan seperti gunung batu.
Pria paruh baya itu akhirnya menghela napas panjang dan mengangguk pelan.
"Baiklah, ayah percaya padamu." ucap Lin Tianhai pasrah.
"Lagi pula, kondisi ayah sudah tidak bisa lebih buruk dari ini."
"Paman Zhou, tolong berjaga di luar pintu." perintah Lin Xiao dengan nada tegas.
"Jangan biarkan siapa pun masuk atau mengganggu selama proses penyembuhan ini berlangsung."
"Baik, Tuan Muda. Saya akan mempertaruhkan nyawa saya untuk menjaga pintu ini." jawab Paman Zhou sambil bergegas keluar dan menutup pintu rapat-rapat.
Kriet.
Ruangan itu kini hanya menyisakan ayah dan anak tersebut.
Lin Xiao meminta ayahnya untuk duduk bersila dengan punggung menghadap ke arahnya.
"Proses ini akan terasa sangat menyakitkan pada awalnya, Ayah." peringat Lin Xiao sambil mengatur posisi duduknya sendiri di belakang Lin Tianhai.
"Ayah harus menahan rasa sakitnya dan jangan melawan aliran energiku."
"Lakukan saja, Xiao'er." jawab Lin Tianhai dengan suara mantap.
"Ayah sudah menahan rasa sakit selama tiga tahun, ayah tidak akan mati hanya karena sedikit rasa perih."
Lin Xiao menarik napas panjang dan memejamkan matanya, memusatkan pikirannya sepenuhnya ke dalam Dantiannya.
Wush.
Dia mengaktifkan Inti Racun Surgawi yang telah bersemayam di dalam tubuhnya.
Cahaya hijau zamrud yang sangat tipis dan halus mengalir dari perutnya naik menuju ke telapak tangan kanannya.
Tap.
Lin Xiao menempelkan telapak tangan kanannya tepat di punggung ayahnya, sejajar dengan posisi jantung.
"Ugh."
Lin Tianhai langsung mengerang pelan saat merasakan hawa panas yang sangat tidak wajar menembus kulit punggungnya.
Rasanya seperti ada ribuan semut api yang sedang menggigit dan merayap masuk ke dalam tulang rusuknya.
'Kendalikan racunmu dengan sangat hati-hati, Nak.' peringat Kaisar Racun Tanpa Wujud yang ikut mengawasi proses tersebut.
'Ubah sifat korosifnya menjadi pelarut murni, fokuskan hanya pada gumpalan racun dingin yang menyumbat meridiannya.'
Lin Xiao mengertakkan giginya, keringat dingin mulai bermunculan di dahinya karena butuh konsentrasi tingkat tinggi.
Energi hijau itu perlahan-lahan merayap mendekati jantung Lin Tianhai yang berdetak lemah.
Di sana, sebuah gumpalan energi berwarna biru es terlihat membeku, menyumbat semua aliran darah dan energi spiritual.
Itulah akar dari segala penyakit dan penderitaan Lin Tianhai selama tiga tahun terakhir.
Sss.
Energi hijau milik Lin Xiao mulai membungkus gumpalan es tersebut.
Suara mendesis pelan terdengar dari dalam tubuh Lin Tianhai seiring dengan mencairnya racun dingin itu.
Rasa sakit yang dirasakan Lin Tianhai berlipat ganda, urat-urat di lehernya menonjol dan wajahnya menjadi sangat merah.
Namun pria paruh baya itu tetap menutup mulutnya rapat-rapat, tidak ingin mengganggu konsentrasi putranya.
"Sedikit lagi, Ayah." bisik Lin Xiao dengan suara tegang.
"Semua kotorannya sudah mulai terlepas."
Setelah sepuluh menit yang terasa seperti berjam-jam, gumpalan racun dingin itu akhirnya hancur sepenuhnya.
Sisa-sisa racun jahat itu bercampur dengan darah kotor di sekitar jantung Lin Tianhai.
"Sekarang, keluarkan racun itu, Ayah!" teriak Lin Xiao sambil memberikan dorongan energi dari telapak tangannya.
Uhuk. Uhuk.
Lin Tianhai terbatuk dengan sangat hebat, tubuhnya membungkuk ke depan menahan kontraksi di dadanya.
Dia memuntahkan segumpal darah berwarna hitam pekat yang berbau sangat busuk ke atas lantai kayu kamarnya.
Bruk.
Darah kotor itu langsung membuat lantai kayu mendesis dan berlubang kecil, membuktikan betapa berbahayanya racun yang selama ini bersarang di tubuhnya.
Lin Tianhai terengah-engah mencari udara, namun matanya membelalak takjub.
"D-dadaku..." gumam Lin Tianhai dengan suara bergetar karena terkejut.
"Rasa sesak yang selama tiga tahun menyiksaku... tiba-tiba menghilang sepenuhnya."
"Kita belum selesai, Ayah." potong Lin Xiao dengan cepat, tidak membiarkan ayahnya lengah.
"Meridian Ayah sudah bersih, tapi masih sangat rapuh dan bisa hancur kapan saja."
Lin Xiao memindahkan Inti Logam Bumi ke telapak tangan kirinya dan menggenggamnya erat-erat.
Wush.
Dia memutar Teknik Penguasa Darah, mengubah energi buas miliknya menjadi sangat lembut dan menenangkan.
Energi keemasan dari kristal itu diserap masuk ke dalam lengan Lin Xiao, dicampur dengan energi darahnya, lalu disalurkan ke punggung ayahnya.
Sensasi hangat dan sangat nyaman langsung menyelimuti tubuh Lin Tianhai, menggantikan rasa sakit yang membakar sebelumnya.
Energi logam yang murni itu bekerja seperti semen ajaib, melapisi dan memperkuat dinding meridian Lin Tianhai yang sempat robek.
Krak. Krak.
Suara tulang yang menguat dan kembali pada posisi sempurnanya terdengar dari dalam tubuh pria paruh baya itu.
Wajah Lin Tianhai yang pucat perlahan-lahan mulai mendapatkan kembali rona merah kemerahan layaknya orang sehat.
'Perkembangan yang sangat bagus.' puji Kaisar Pedang Haus Darah di dalam pikiran Lin Xiao.
'Kau benar-benar memiliki bakat yang langka, mampu mengendalikan dua energi ekstrem yang berlawanan dalam waktu bersamaan.'