NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva

Status: tamat
Genre:Angst / Lari Saat Hamil / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:420k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Ghina Fithri

Tanpa diketahuinya seseorang telah menanam benih di rahim Adeeva.

Dia tak mengetahui kapan dan siapa yang telah merenggut kehormatannya.

Adeeva menyadari bahwa dirinya tak lagi seorang gadis saat mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung.

Untuk menutupi rasa malu, ayah Adeeva memaksa putrinya menikah dengan putra sahabatnya yang selama ini sangat mencintai Adeeva.

Axel menerima Adeeva dengan senang hati lalu menikahi wanita yang dicintainya itu tanpa mengetahui kondisi Adeeva yang tengah mengandung.

Akankah Axel mau menerima kondisi Adeeva?

Apakah Adeeva akan bertemu dengan pria yang telah menghamilinya?

Yuk lanjut baca di karya ku...🙂🙂🙂🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Adeeva mengambil tas ransel miliknya, dia memasukkan beberapa pakaian miliknya, setelah itu dia pun melangkah keluar dari kamar tanpa sepengetahuan siapa pun di rumah itu termasuk Axel yang kini berada di ruang kerjanya.

Dia meninggalkan secarik kertas yang bertuliskan kata 'maaf'.

Adeeva melangkah meninggalkan rumah suaminya dengan menyandang sebuah tas ransel.

Saat dia sampai di penghujung jalan, Adeeva menatap rumah megah milik keluarga sang suami.

Wanita itu mengusap air mata yang membasahi pipinya.

"Maafkan aku, Axel. Semoga kamu menemukan wanita yang lebih baik dariku," lirih Adeeva.

Adeeva terus melangkah hingga dia melihat sebuah taksi melintas di hadapannya.

Adeeva melambaikan tangannya untuk menghambat taksi tersebut.

Si sopir taksi menghenytaksinya tepat di hadapan Adeeva, tak menunggu lama Adeeva pun langsung masuk ke dalam taksi tersebut.

"Mau ke mana, Nona?" tanya sopir taksi pada Adeeva setelah Adeeva duduk di dalam taksi tersebut.

"Jalan saja, Pak. Nanti aku beritahu," jawab Adeeva yang saat ini dia masih bingung harus ke mana karena belum ada tujuan yang direncanakannya.

Sang sopir pun melajukan mobilnya, dia terus berjalan mengikuti lurusnya jalan yang dilewatinya.

"Ya Allah, aku harus ke mana?" gumam Adeeva di dalam hati.

Adeeva terus berpikir ke mana dirinya akan pergi,. saat ini tak mungkin dia pulang ke rumahnya karena dia yakin kedua orang tuanya akan memarahi dirinya.

****

Di tempat lain seorang wanita kini tengah lintang Lantung mencari penghidupan untuk kehidupannya.

Seja Ririn dipecat dari swalayan, dia sama sekali tidak memiliki penghasilan apa pun.

Ririn melangkah menelusuri trotoar jalanan kota, dia tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk menghasilkan uang.

"Ke mana gue harus cari uang? Setiap lamaran pekerjaan yang gue ajukan selalu ditolak," lirih Ririn di setiap langkahnya.

Ririn membuka dompetnya yang kini hanya berisi selembar uang 5 ribu. Dengan uang itu dia tidak akan bisa mengisi perutnya yang sejak tadi pagi sama sekali belum diisi apapun.

Ririn terduduk di sebuah kursi panjang yang ada di trotoar itu, dia memandangi beberapa pejalan kaki yang melintas di hadapannya.

"Gue mau ngapain sekarang, ya? Gimana cara gue bisa dapetin uang buat makan?" gumam Ririn terus berpikir.

Tak berapa lama dia duduk di bangku pinggir jalan itu, tiba-tiba sepasang kekasih ikut duduk di kursi panjang itu.

Awalnya Ririn tak mengacuhkan keberadaan mereka, tapi setelah beberapa menit mereka duduk di sana, Ririn tak sengaja melihat tas si cewek terbuka, di sana dia melihat sebuah dompet berwarna merah.

"Apakah ini jalan yang harus gue jalani," gumam Ririn.

Gadis itu mulai memikirkan bagaimana cara mengambil dompet yang ada di dalam tas itu.

Sembari berpikir, Ririn masih memperhatikan gerak-gerik kedua insan yang kini hanyut dalam asmara, tanpa mereka sadari Saat ini Ririn juga duduk di kursi panjang itu.

Sepasang kekasih itu asyik mengobrol sembari saling colek. Perlahan Ririn mendekat ke arah tas si cewek yang diletakkannya di atas kursi panjang itu.

Ririn terus memantau keadaan di sekitarnya memastikan tidak ada orang yang melihat dirinya mengambil dompet si cewek itu.

"Yes, berhasil" pekik Ririn di dalam hati riang.

Dia pun berdiri lalu melangkah lebih cepat, dia berusaha kabur secepat kilat sebelum si cewek menyadari kehilangan dompetnya.

"Dek, dek. Itu, dompet kamu dibawa wanita itu!" ujar seseorang datang menghampiri sepasang kekasih yang masih asyik mengobrol dengan mesra.

"Hah? Apa?" tanya si cewek meminta orang itu mengulangi ucapannya.

"Itu, wanita itu mengambil dompet adeknya," ujar si pria yang datang menghampiri mereka.

Si cewek langsung memeriksa tasnya untuk memastikan apa yang dikatakan si pria benar.

"Iya, Sayang. Dompetku enggak ada di dalam tas." Si cewek mengadu pada kekasihnya.

"Itu, tadi saya lihat wanita yang mengenakan baju biru itu membuka tas adeknya," cerita si pria sambil menunjuk ke arah Ririn yang mulai menjauh.

"Ayo kejar, Sayang," rengek si cewek pada kekasihnya.

"Maling! Maling!" teriak si cewek sembari menunjuk ke arah Ririn yang melangkah dengan cepat.

Ririn bergegas mempercepat langkahnya saat mendengar teriakan cewek tersebut.

"Mampus, gue ketauan, gue harus gimana dong?" lirih Ririn mulai panik.

Dia terus mempercepat langkahnya, jantungnya kini mulai berdetak kencang, rasa takut mulai menghampirinya.

Ririn tidak pernah sama sekali mencuri, makanya dia benar-benar takut ketahuan aksi yang pertama kali dilakukannya itu.

"Hei, Maling!" teriak si cewek semakin keras.

Ririn semakin gugup, dia terus mempercepat langkahnya, dia pun memilih untuk menyebrangi jalan. Saking gugupnya, dia tak sempat melihat kiri dan kanan hingga hampir saja tubuhnya ditabrak oleh sebuah mobil.

Ririn terjatuh, dia terbaring di aspal jalan.

"Hei, maling! kembalikan dompetku!" bentak si cewek pada Ririn yang masih terbaring di aspal itu.

"Hei, pencuri. Balikin dompet yang kamu curi!" ujar si pria yang melihat aksi Ririn tadi.

"Ti-tidak, sa-sa-ya ti-tidak mencuri," ujar Ririn gugup.

Beberapa orang yang berada di sana mulai ikut berkerumun melihat apa yang terjadi.

Si cewek dan cowok, pasangan kekasih itu hendak memukuli Ririn saat si pria mendapatkan dompet milik si wanita di dalam tas Ririn.

"Dasar pencuri! Ayo, kita bawa ke kantor polisi," ujar si cewek kesal.

"Ada apa, Pak?" tanya Adeeva heran saat mobil taksi yang ditumpanginya berhenti.

"Tidak tahu, Nona. Ada ribut-ribut di depan sana," jawab si sopir taksi sambil menunjuk ke arah kerumunan yang tidak jauh dari posisi mereka.

Adeeva memanjangkan lehernya melihat keramaian itu, dia penasaran ingin tahu apa yang tengah terjadi.

"Tunggu sebentar ya, Pak. Saya ingin melihat apa yang terjadi," ujar Adeeva pada sopir taksi yang membawanya.

"Iya, Nona." Adeeva turun dari taksi.

Dia sengaja meninggalkan tas ranselnya di dalam taksi itu agar sopir taksi itu tidak meninggalkan dirinya.

Adeeva melangkah menuju kerumunan orang-orang yang ada di sana.

Dia melihat seorang wanita yang hendak dipukuli oleh beberapa orang.

"Sepertinya aku mengenali wanita itu," gumam Adeeva.

Dia pun berusaha untuk bisa melihat si wanita yang hendak dipukuli itu lebih dekat agar jelas.

"Hentikan!" pekik Adeeva menghentikan aksi beberapa orang yang hendak memukuli Ririn.

Semua orang yang ada di sana menoleh ke arah Adeeva.

"Wanita ini sudah mencuri, dia harus dibawa ke kantor polisi," teriak si cewek yang menjadi korban.

"Apa? Mencuri?" lirih Adeeva tak percaya.

"Iya," jawab si pria yang menjadi saksi mata.

"Siapa korbannya? Apa yang dicurinya?" tanya Adeeva pada si cewek.

"Saya, dia sudah mencuri dompet saya," ujar si cewek.

"Berapa yang uang anda yang telah hilang?" tanya Adeeva pada si cewek.

"Mhm." Si cewek pun membuka dompetnya.

Uang yang ada di dompet itu masih utuh, tak selembar pun uang si cewek dipakai oleh Ririn.

"Uang saya masih utuh, tapi,--"

"Sudah, saya pikir kalian tidak bisa berbuat semena-mena pada wanita ini. Toh, uang korban pun belum diapa-apakannya," ujar Adeeva.

"A-dee-va," lirih Ririn mengingat siapa wanita yang telah menyelamatkan dirinya.

"Ya sudah, bubar semuanya!" teriak Adeeva dengan berani.

Adeeva menarik tangan Ririn.

"Ayo, ikut aku," ajak Adeeva.

Bersambung...

1
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
p
Sugiharti Rusli
oh sudah tamat yah, iya aih agak gantung endingnya,,,syafakillah deh tuk author semoga dimudahkan,,,aamiin🤲🤲🤲
@haerani-d
semoga kembali pulih seperti sedia kala, sabar dan terus berdo'a ya kak.
terimakasih atas karya nya yang telah menghibur emak, tetap semangat dan terus berkarya 🤗😘
Ghiie-nae: terima kasih, Kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Ghiie-nae
terima kasih, Kak🙏🙏🙏
Tira Khafi jihan
semoga lekas sembuh agar bisa berkarya lagi
Sugiharti Rusli
semoga masing" bisa move on dan melanjutkan hidup dengan pasangan masing" dan tetap bersahabat baik
Sugiharti Rusli
semoga Alex bisa nolongin Ainun keluar dari pekerjaannya di tempat Frans
@haerani-d
langsung bawa ke dokter bang ax, junior otw mau launching 🤗
Devina Nafisah
semoga Alex jadi alesan Ainun buat bebas dr Frans kasian soalnya
Siti Maryam
iya bener klw bukan peran utama kg resep baca nya
Siti Maryam
ayah sambung kg ada ahlak kasihan adeeva
Devina Nafisah
sabar ya adeeva karna author Masienunda kebahagiaan kamu🤭🤭
untuk author cepet sembuh ya biar bisa Doble Doble up ny😁
@haerani-d
cepat sembuh ya kak biar semangat up lagi 🤗
Sugiharti Rusli
masih tertunda yah urusan sama Adeeva, semoga sang cepat pulih ya Fa,,,
Siti Maryam
aku suka novelton tidak berrtele tele cerita nya i like
Siti Maryam
iya lah harus terungkap kasian deeva
Sugiharti Rusli
aduh ada berita apa yah, jadi khawatir euy
Sugiharti Rusli
semoga Axel dengan legowo mau melepas Adeeva ya, kasihan nasibnya kalo dia masih kekeuh
Sugiharti Rusli
semoga Daffa bisa ngecek ulang tes DNA nya di tempat lain, ini human error atau apa yah
Sugiharti Rusli
semoga kamu benar" tobat ya Ainun dan bersyukur punya sahabat baik seperti Adeeva, dia pasti nolong kamu dan adik kamu nanti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!