NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:29.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22 Lelaki Simpanan?

Lima belas menit kemudian, sebuah mobil hitam berhenti dengan mulus di depan lobi sebuah restoran. Seorang pria bertubuh tinggi tegap keluar dari kursi penumpang.

Ia mengenakan setelan jas abu-abu arang yang dijahit pas menempel di tubuh atletisnya. Wajahnya yang rahangnya tegas tampak sangat tampan, pembawaannya tenang namun mematikan. Auranya begitu berkelas, hingga beberapa pengunjung wanita di lobi tanpa sadar menoleh dan berbisik kagum.

Pria itu adalah Tristan.

Ia melangkah masuk ke dalam restoran. Begitu waiters menyapanya, Tristan langsung meminta meja di area outdoor yang terlindung kanopi kaca, tepat di dekat batas jalan, tempat yang sangat terekspos.

Tak lama kemudian, Kirana datang.

"Maaf membuatmu menunggu lama," sapa Kirana lembut.

"Tidak apa-apa, Nona. Saya baru saja tiba," jawab Tristan kaku.

Kirana berdecak pelan, lalu menggelengkan kepalanya.

"Tristan, ingat kesepakatan kita di telepon tadi. Mulai detik ini, dan selama kita berada di tempat umum, jangan panggil aku Nona."

Tristan terdiam sejenak, jakunnya naik turun sebelum ia mengangguk mengerti.

"Baiklah Kirana."

Baru saja Kirana hendak duduk, ekor matanya menangkap sebuah pantulan dari kaca jendela di sebelahnya. Di seberang jalan, tersamar oleh bayangan pohon rindang, motor sport hitam itu masih terparkir. Pengendaranya tampak sibuk mengawasi dari balik helm yang kacanya sedikit terbuka.

"Anjing pelacak itu ternyata masih setia mengikuti," gumam Kirana pelan, memastikan hanya Tristan yang bisa mendengarnya. "Lakukan tugasmu sekarang."

Tristan menatap wajah Kirana lekat-lekat, lalu menghela napas panjang yang terdengar pasrah.

"Benarkah harus sampai seperti ini? Maksud saya, apakah adegan fisik benar-benar diperlukan?"

"Kamu sudah berjanji akan membantuku, Tristan," pancing Kirana. "Atau bawahan terbaikku ini ternyata payah dalam berakting?"

"Baiklah. Jika itu yang anda inginkan."

Tristan menegakkan tubuhnya. Pria dingin itu mengambil langkah maju, mengikis jarak di antara mereka. Tiba-tiba saja, lengannya yang kokoh merangkul pinggang Kirana dengan luwes. Kemudian, ia menunduk dan mengecup pelan kedua pipi Kirana secara bergantian.

Di seberang jalan, pria yang diutus oleh Ardy nyaris terjungkal dari jok motornya.

"Astaga, nona Kirana selingkuh?" gumamnya dengan mata membelalak lebar.

Tanpa membuang waktu, pria itu buru-buru merogoh saku jaketnya, menarik keluar ponselnya, dan langsung mengaktifkan kamera dengan lensa zoom maksimal.

Momen ciuman pipi yang tampak sangat mesra itu berhasil ia abadikan.

Setelah adegan pembuka yang sempurna itu, Tristan dengan sengaja memegang punggung kursi, menariknya mundur, dan mempersilakan Kirana duduk layaknya seorang gentleman sejati yang sangat memuja pasangannya.

Meski dari luar mereka tampak seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara dalam sebuah kencan romantis siang bolong, kenyataan dari obrolan mereka sungguh berbanding terbalik.

"Jadi, bagaimana perkembangan perusahaan itu?" tanya Kirana.

"Semuanya berjalan dengan sangat baik. Tangan kanan saya sudah menyuap dua dewan direksi. Kapan anda akan kembali ke perusahaan utama dan mengambil alih secara terang-terangan?"

"Tidak untuk sekarang," jawab Kirana, tertawa kecil sambil menyelipkan anak rambut ke belakang telinga.

"Aku mau bermain-main dulu. Aku mau merebut semua proyek tender milik suamiku dari belakang, membuatnya bertekuk lutut, lalu membuatnya jatuh miskin tak tersisa!"

Mendengar rencana kejam yang dibalut senyuman malaikat itu, Tristan hanya bisa menggeleng pelan.

"Sepertinya kita sedang diperhatikan dengan sangat intens dari luar. Kilatan lensa kameranya bahkan sampai kemari."

Kirana meraih gelas air putihnya, tersenyum tanpa menoleh sedikit pun ke arah jalanan.

"Biarkan saja dia memotret sampai memori ponselnya penuh. Itu memang tujuanku hari ini."

Tak lama kemudian, makanan pesanan mereka pun datang.

Tristan tidak langsung memakan bagiannya. Pria itu menarik piring Kirana ke hadapannya. Dengan pisau dan garpu, ia memotong daging steak itu menjadi bagian-bagian kecil yang seukuran gigitan. Setelah selesai, ia menusuk satu potongan daging yang paling empuk lalu menyodorkan garpu itu tepat ke depan bibir Kirana.

"Silakan," ucap Tristan.

Kirana sedikit mengernyit, menatap garpu itu dan wajah Tristan bergantian.

"Harus sejauh ini, Tristan? Memotongkan daging dan menyuapiku di tempat umum?"

"Anda yang meminta aku berakting menjadi simpanan idaman, bukan?" balas Tristan santai, alisnya terangkat sebelah. "Kalau ingin terlihat meyakinkan di depan kamera mata-mata itu, ya memang harus begini. Buka mulutmu."

Kirana akhirnya mengalah karena logika pria itu benar. Sambil terkekeh pelan, ia membuka mulut dan menerima suapan daging itu.

Belum cukup sampai di situ, saat Kirana tersedak kecil dan hendak mengambil segelas air, Tristan dengan sigap menyentuh dan menggenggam lembut punggung tangan wanita itu di atas meja.

"Pelan-pelan," tegur Tristan, menatap langsung ke dalam mata Kirana.

Di luar sana, pria suruhan Ardy hampir melompat kegirangan di atas motornya.

"Bagus! Ini dia jackpotnya!" serunya.

Foto demi foto terus memenuhi galeri ponselnya. Mulai dari adegan cium pipi, Tristan memotongkan makanan, menyuapi Kirana, hingga momen di mana tangan besar Tristan menggenggam erat tangan kecil Kirana sambil saling bertatapan dalam. Sayangnya, karena jarak yang terlalu jauh dan terhalang kaca, ia hanya bisa melihat gerak-gerik mereka tanpa mampu mendengar satu patah kata pun isi pembicaraannya.

Yang tampak di matanya hanyalah kenyataan pahit bagi majikannya, seorang pria mapan, berkelas, dan luar biasa tampan yang memperlakukan Kirana layaknya seorang ratu.

Tanpa basa-basi lagi, pria itu segera menyortir lima foto terbaik dan paling mesra, lalu mengirimkannya langsung ke nomor pribadi Ardy.

[Pak Ardy, laporan dari lapangan. Saya menemukan istri Bapak sedang makan siang berdua dengan seorang pria di sebuah restoran mewah. Mereka terlihat sangat mesra dan intim. Pria itu mencium pipi istri anda, memotongkan daging dan menyuapinya makan, bahkan beberapa kali menggenggam tangannya di atas meja. Maaf, saya tidak bisa mendengar pembicaraan mereka karena posisi saya terlalu jauh dan harus bersembunyi. Instruksi selanjutnya, Pak?]

Di kursi kebesaran, Ardy duduk dengan wajah ditekuk seraya memutar-mutar pena mahalnya dengan perasaan jengkel karena pikirannya sedari tadi terus melayang memikirkan Kirana yang keluar rumah pagi tadi.

Ponsel Ardy yang tergeletak di atas meja kaca bergetar.

Melihat nama anak buah yang ia tugaskan untuk membuntuti istrinya tertera di layar, Ardy langsung meraih benda pipih itu tanpa curiga. Ia membuka kunci layar, bersiap membaca laporan bahwa istrinya paling hanya pergi ke salon atau arisan bersama teman-teman wanitanya.

Namun, sesaat setelah ia membaca pesan teks itu dan menggeser layar untuk melihat unduhan foto pertama, jantung Ardy seolah berhenti berdetak.

Wajahnya yang sedingin es seketika berubah kaku.

Foto pertama, terlihat jelas seorang pria bertubuh tegap dalam balutan jas abu-abu sedang merangkul pinggang istrinya dan mengecup pipi Kirana.

Ardy menggeser layarnya dengan jemari gemetar.

Foto kedua, pria itu menyuapi istrinya. Foto ketiga, istrinya tersenyum lebar menatap pria itu. Senyum tulus yang sudah tidak pernah Kirana berikan padanya!

Tangan Ardy yang memegang ponsel mengepal begitu erat hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol. Rahangnya mengeras, menahan amarah yang seolah akan meledak. Tatapannya terpaku tajam bak laser pada wajah pria asing yang berani-beraninya menyentuh miliknya.

"Apa dia lelaki simpanan Kirana?"

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cakep jgn lm x satu bln
Nice1808
tuh Ardy krna kau mulaimencintai kirana tp kau gk mengakui perasaanmu🤣🤣🤣
Sri Rahayu
apa mungkin Siska hanya pura2 hamil agar Ardi selekasnya menikahinya 😇😇😇.... semoga Tristan mendpt kan bukti2 kejahatan dan kebohongan Siska...lanjut Thorr😘😘😘
stela aza
jangan lama2 donk Thor bikin Ardi jadi gembel ,,, q udh g sabar liatnya 🤭
Senja: Hehehe sabar y kak🤣
total 1 replies
Esther
Nanti kalau sakit beneran, gak akan ada orang yang percaya Siska, terlalu banyak berbohong sih.
Heni Fitoria
g sabar lihat kehancuran nya Ardy, perusahaan bangkrut, tahu kenyataan klu anak yg dikandung Siska BKN anaknya 🤭🤭🤭
Heni Fitoria
doa mu tak aamiin kan Kirana
Deasy Suryandari
lanjoooot
mau lihat gimana si siska setelah ardy bangkrut dan pasti itu bukan anaknya ardy
Nice1808
tuh org diam di ganggu dia akn melebihi singa ngamuk🤣🤣kirana akan bertindak dan kalian akn jd gembel ardy, sarah dan kau siska🤭🤣
Nice1808
gak sadar kau ardy, kau yg berkhianat malah nuduh kirana selingkuh, bagus kirana lawan aja tuh ardy yg sok berkuasa🤣
Sri Rahayu
ayo cepet bantu Kirana bikin Ardi bangkrut, kahilangan segalanya Tristan... dan buka kedok sprt apa Siska sebenarnya...lanjut Thorr😘😘😘
sunaryati jarum
Ah emak tidak sabar melihat kemiskinan Ardy dan runtuhnya kesombongannya ibunya dan Siska.Emak juga ingin tahu reaksi Ardy jika terbongkar anak yang dikandung Siska bukan anaknya.
sunaryati jarum
Benar balikan tuduhan padamu ke Ardy yang tidak berkaca pada dirinya sendiri, semoga dalang terjadinya kecelakaan padamu segera terungkap dan pelakunya ditangkap bersama bukti yang tidak bisa dibantah
stela aza
ceritanya keren, karakter toko utama perempuan nya hebat ,,, g cengeng kaya di novel lain ,,, yg bisanya cuma nangis,,, pokoknya best bgt ceritanya ❤️❤️❤️❤️
stela aza
good job Kirana ,, q suka gayamu ❤️❤️❤️
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yes😀
Elina thea
benar Kirana buat si Ardy bangkrut...dgn dia bangkrut maka selingkuhannya juga pergi karna gak tahan hidup miskin
Margaretha Indrayani
ardy tidak berkaca dirinya lebih parah karena malah membawa pulang siska
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bntr lg jd suami tan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!