NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Duapuluh Lima

Chu Xinyue tertegun sesaat, tubuhnya menegang di antara cengkeraman para pengawal. Kalimat tajam yang dilontarkan oleh Shen Ran bukan sekadar tuduhan, melainkan sebuah pisau bermata dua yang langsung memotong jalur pelariannya. Jika ia mengakui Qiao'er bertindak atas instruksinya, ia mengakui kejahatannya sendiri; namun jika ia bersikeras Qiao'er bertindak atas inisiatif sendiri karena setia dan peduli, maka ia sedang mengakui bahwa dirinya memelihara pelayan durhaka yang berani merencanakan pembunuhan dan penjebakan terhadap seorang Permaisuri.

"Hamba... hamba tidak bermaksud..." Chu Xinyue terbata-bata, wajah pucatnya kehilangan seluruh sisa kecantikan yang biasa ia gunakan untuk memikat sang Kaisar. Shen Ran tidak memberinya celah untuk bernapas. Ia melangkah maju, posturnya yang anggun menonjolkan dominasi penuh.

"Mendidik bawahan?" Shen Ran mendengus pelan, suaranya menggema di setiap sudut aula yang sunyi. "Seorang pelayan yang berani menyelundupkan ramuan terlarang dan memalsukan stempel istana bukanlah bentuk kesetiaan, Selir Chu. Itu adalah cerminan dari ambisi busuk yang dipelihara di dalam Istana Barat. Dan hari ini, kebusukan itu telah mencuat ke permukaan."

Long Tianqi, yang berdiri di samping mereka dengan raut wajah murka bercampur malu, sama sekali tidak berniat membela wanita itu lagi. Cengkeraman tangannya pada gagang pedangnya mengendur, digantikan oleh rasa jijik yang teramat sangat terhadap kelicikan yang baru saja nyaris menghancurkan legitimasi takhtanya.

"Bawa dia pergi!" perintah Long Tianqi dengan suara parau yang dingin, membuang muka enggan menatap Chu Xinyue sekilas pun.

"Tidak! Yang Mulia! Hamba mohon... ampunilah hamba!" rintihan dan tangisan Qioa'er semakin melemah seiring tubuhnya diseret paksa keluar dari Aula Istana Phoenix.

"Tunggu!" Shen Ran, menghentikan pengawal Istana yang mencengkram Qioa'er. "Karena Selir Chu tidak bisa mendidik bawahannya dengan benar, maka hamba saja yang mendidiknya, Yamg mulia Kaisar. Hamba akan mengurus kekacauan di Istana dalam. Setelah ini, Yang mulia Kaisar fokus saja dengan urusan politik. Hamba yakin Feng Muyue sekarang memerlukan bantuan Yang mulia."

Pergerakan para pengawal mendadak terhenti. Qiao'er yang sudah bersimbuh pasrah kini mendongak dengan tatapan penuh horor, sementara Long Tianqi menatap Shen Ran dengan sepasang mata yang menyipit curiga.

"Kau... ingin menginterogasi Qiao'er sendiri, Shen Ran?" tanya Long Tianqi, suaranya sarat akan nada kewaspadaan. Paranoianya kembali bergejolak ketika mendengar Shen Ran sekali lagi menyebut nama Feng Muye dengan begitu lugas.

Shen Ran memutar tubuhnya anggun, membiarkan jubah emas bersulam Phoenix berkibar pelan. Senyuman tipis namun sangat tajam terukir di wajah cantiknya, sebuah ekspresi dingin khas seorang ahli hukum yang siap membedah mangsanya hingga ke tulang.

"Mengapa tidak, Yang Mulia?" sahut Shen Ran penuh percaya diri. "Menurut hukum kedaulatan Kekaisaran Yan, Permaisuri adalah penguasa tertinggi di Istana Dalam. Ketika seorang pelayan berani mencoba meracuni dan merencanakan kehormatan Permaisuri, itu bukan lagi sekadar pelanggaran disiplin domestik, melainkan kejahatan makar terhadap takhta."

Shen Ran melangkah mendekati Qiao'er, menunduk sedikit untuk menatap pelayan yang gemetar hebat itu. "Jika diserahkan ke ruang interogasi istana luar, para menteri faksi sayap kanan yang membekingi Istana Barat bisa saja menyusupkan racun pembungkam untuk menghabisi Qiao'er. Di bawah pengawasanku di Istana Phoenix, aku menjamin dia akan tetap hidup... sampai seluruh nama dalang terungkap. Hamba akan memberikan hukuman pada Qioa'er sesuai peraturan Kekaisaran Yan."

Long Tianqi mengepalkan tangannya rapat-rapat. Logika Shen Ran begitu rapat dan presisi hingga tak menyisakan celah baginya untuk menolak tanpa terlihat seperti mencoba melindungi klan Chu.

"Lagipula..." Shen Ran memiringkan kepalanya sedikit, menatap Long Tianqi dengan sorot mata yang menghakimi, "...Bukankah Yang Mulia harus segera menuju ke Aula Agung? Sidang Agung akan dimulai dalam hitungan menit, dan para menteri faksi sayap kanan sudah bersiap menggunakan krisis logistik Selatan untuk menekan posisi Anda. Sangat tidak elok jika seorang Kaisar terlambat hanya karena mengurusi hukuman seorang pelayan."

Long Tianqi menggeram pelan di balik tenggorokannya. Ia merasa sepenuhnya dikendalikan dan dipojokkan, namun akal sehatnya tahu ia harus menyelamatkan mukanya di hadapan para menteri.

"Baik!" bentak Long Tianqi akhirnya, mengibaskan lengan jubah kebesarannya dengan gusar. "Aku serahkan pelayan sialan ini padamu, Permaisuri. Seret dia ke kediamanmu dan peras seluruh informasi darinya! Aku akan segera berangkat menyusul pangeran sembilan."

"Hamba menerima perintah, Yang Mulia," Shen Ran membungkuk sedikit dengan kesopanan yang sempurna namun penuh ironi.

"Tidak... Hamba bisa mengajari Qioa'er sendiri, Yang mulia Permaisuri. Tolong maafkan pelayan pribadi Hamba kali ini," mohon Selir Chu.

Shen Ran membalikkan tubuhnya perlahan, tatapan matanya mengunci Chu Xinyue yang masih bersimpuh dengan sisa-sisa keangkuhan yang menyedihkan. Senyuman tipis nan dingin terukir di bibir sang Permaisuri, memancarkan dominasi yang sama sekali tak teroyahkan.

"Mengajarinya sendiri, Selir Chu?" Shen Ran terkekeh pelan, tawa sinis yang bergaung anggun di seluruh aula pualam. "Kau baru saja membuktikan di hadapan Yang Mulia Kaisar bahwa kau bahkan tidak mampu mengendalikan tindakan pelayan pribadimu. Apakah mengajari yang kau maksud adalah memberinya ramuan terlarang berikutnya?"

Wajah Chu Xinyue kian memucat bagai kain kafan. Ia membuka mulutnya hendak membalas, namun Shen Ran memotongnya tanpa memberi jeda seperseratus detik pun.

"Dalam hukum Kekaisaran Yan, seorang selir tidak memiliki yurisdiksi atas kasus kejahatan tingkat tinggi yang mengancam keselamatan Permaisuri. Membiarkanmu 'mengajari' saksi kunci ini sama saja dengan membiarkan terdakwa memimpin jalannya persidangan," desis Shen Ran tajam.

Long Tianqi yang mendengarkan pertukaran tersebut merasakan puncak kejenuhannya telah terlampaui. Rasa malu dan kelelahan atas manipulasi Chu Xinyue membuat kesabarannya habis sepenuhnya.

"Cukup! Bawa pelayan ini, Permaisuri. Prajurit! Ikut aku ke Aula Agung sekarang!" seru Long Tianqi dengan suara menggelegar, berbalik dan melangkah lebar meninggalkan Istana Phoenix dengan kemarahan yang meluap-luap. Rombongan pengawal kekaisaran berderap tergesa-gesa mengikutinya dari belakang.

Begitu derap langkah rombongan Kaisar memudar di sepanjang koridor luar, keheningan yang megah kembali menguasai Aula Istana Phoenix. Shen Ran melirik Lian’er dan Mei’er yang berdiri sigap di sampingnya. Senyum kemenangan yang mutlak mengembang di bibirnya.

"Bawa Qiao'er ke ruang tanah Istana Phoenix," perintah Shen Ran datar, suaranya berubah menjadi nada komando yang dingin. "Jangan biarkan dia lolos atau bergerak bebas sebelum aku perintahkan. Aku ingin kalian berdua mengawasi Qioa'er dengan ketat. Jangan sampai dia kemana-mana sendirian.

1
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!