NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Duapuluh Enam

"Baik, Yang Mulia!" sahut Mei’er dan Lian’er serentak, menunduk dalam dengan penuh kepatuhan.

Lian’er segera mengisyaratkan dua prajurit setia klan Shen yang bersiap di balik pilar untuk menyeret Qiao’er. Pelayan pribadi Chu Xinyue itu sudah tidak berdaya; lututnya lemas, matanya kosong menatap lantai pualam yang kini berbayang warna keemasan mentari pagi. Ia tahu, di bawah cengkeraman Permaisuri Shen Ran yang baru, tidak ada ruang untuk kebohongan atau intrik murah.

"Sesuai perintah Anda, hamba dan Mei'er sendiri yang akan menjaga pintu ruang bawah tanah. Tidak akan ada setetes air atau selembar kertas pun yang keluar-masuk tanpa pengawasan langsung dari kami," tegas Lian’er, suaranya kini mantap tanpa rasa takut yang sebelumnya sempat menghantuinya.

Mei’er melangkah mendekati Qiao'er, memastikan ikatan kain di pergelangan tangan pelayan itu cukup kuat, lalu menoleh ke arah Clara. "Yang Mulia, intelijen bayangan Pangeran Sembilan juga sudah bersiap di perimeter luar ruang bawah tanah untuk mengantisipasi jika faksi sayap kanan nekat mengirim pembunuh bayaran demi membungkam Qiao'er."

Clara mengangguk puas. Pengamanan berlapis ini adalah standar prosedur dalam mengamankan saksi mahkota. Ia berjalan perlahan menuju ambang pintu Istana Phoenix, membiarkan terpaan angin pagi menyapu jubah sutra emas bersulam burung Phoenix yang dikenakannya. Di kejauhan, gema gembong dan lonceng istana mulai bersahut-sahutan, menandakan babak baru telah dimulai di Aula Agung, tempat Long Tianqi kini harus bertatap muka langsung dengan para menteri yang haus kekuasaan.

"Bagus," ucap Clara tenang, memutar cawan porselen di tangannya sebelum menyerahkannya pada seorang pelayan senior. "Kalian berdua laksanakan tugas kalian. Amankan Qiao'er, buat dia merasa cukup tertekan hingga siap membocorkan seluruh alur dana klan Chu, tapi pastikan tubuhnya tidak disentuh bahaya."

Clara memiringkan kepalanya sedikit, menatap langit timur yang kini sepenuhnya terang. "Panggung di Istana Dalam sudah bersih. Sekarang, mari kita lihat bagaimana para menteri sayap kanan saling mencabik saat mereka menyadari bahwa perlindungan dari Istana Barat telah runtuh sepenuhnya"

"Hamba mengerti, Yang Mulia," sahut Mei’er dan Lian’er serentak.

Dengan sigap, Mei’er mencekeram kedua lengan Qiao’er yang tak berdaya, sementara Lian’er memimpin jalan menuju pintu rahasia di balik rak buku paviliun samping. Qiao’er sama sekali tidak mampu bersuara; seluruh keberaniannya telah hancur lebur di hadapan tatapan dingin Shen Ran dan kemurkaan Kaisar.

Langkah kaki mereka memudar di balik lorong bawah tanah, meninggalkan keheningan yang tenang di dalam aula utama. Shen Ran melangkah perlahan menuju jendela besar yang menghadap langsung ke arah Aula Agung. Angin pagi berembus cukup kencang, membawa aroma embun dan bau samar minyak tembaga dari senjata para pengawal kekaisaran yang berbaris di luar.

Shen Ran menyilangkan kedua tangannya di balik jubah emas, menatap siluet bangunan istana luar yang kini mulai riuh oleh kedatangan para pejabat kekaisaran.

"Satu bidak jatuh, dan seluruh barisan pertahanan mereka bergetar," gumam Shen Ran dengan senyuman tipis yang sarat akan kalkulasi matang.

Tidak sampai setengah jam kemudian, suara derap langkah kaki tergesa-gesa kembali mendekati pintu Istana Phoenix. Mei’er menyelinap masuk melalui tirai samping, wajahnya memancarkan hasil kerja yang cepat dan efisien.

"Yang Mulia," bisik Mei’er sambil berlutut di sebelah Shen Ran. "Qiao’er telah menghentikan ratapannya. Begitu kami menaruh kertas dan tinta di hadapannya, ditambah janji bahwa Anda akan menjamin keselamatan keluarganya di desa dari amukan klan Chu, dia meruntuhkan seluruh kebohongannya."

Mei’er menyerahkan gulungan kertas pualam yang masih basah oleh tinta hitam. "Ini adalah pengakuan tertulis lengkap dengan cap jempol darahnya. Tidak hanya mengakui niat meracuni Anda dengan ramuan Hehuan, tetapi dia juga membeberkan nama menteri faksi sayap kanan yang mendanai pembelian obat terlarang tersebut serta stempel rahasia Istana Barat yang digunakan untuk memalsukan dokumen logistik perbatasan."

Shen Ran menerima gulungan kertas itu, membukanya perlahan, dan membaca baris demi baris nama dan angka yang tertera di sana. Setiap detailnya tercatat dengan presisi, bukti otentik yang tidak akan bisa dibantah bahkan oleh pengacara terhebat sekalipun di persidangan mana pun.

"Sempurna," bisik Shen Ran, matanya berkilat dingin. "Ini bukan lagi sekadar bukti kejahatan istana dalam, tapi dokumen eksekusi mati bagi sayap kanan."

"Sangat sempurna Yang mulia Permaisuri," kata Lin'er.

Shen Ran menggulung kembali kertas tersebut dan menyimpannya di balik lipatan jubah kebesarannya. "Kita simpan bukti penting ini. Saatnya fokus pada perampasan aset Kaisar. Aku ingin tahu kabar Feng Muye di sana."

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Murni Dewita
seharusnya shen ran memiliki ruang dimensi thor
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!