Saat aku sadar dari koma, aku dapatkan fakta bahwa suamiku ternyata sudah menikah lagi dengan mantan kekasihnya saat dia kuliah dulu. Wanita yang telah membuat aku koma berbulan-bulan lamanya.
Apa yang harus aku lakukan saat aku tahu bahwa ternyata kecelakaan fatal dua bulan lalu adalah rencana selingkuh dari suamiku? Dia yang ingin menyingkirkanku dan menguasai semua hartaku?
"Aku bukan wanita lemah, Mas! Aku akan membalas semua kejahatan kalian berkali lipat!" janji Elsa penuh geram dan amarah.
Elsa sengaja pura-pura amnesia dan lupa identitas dirinya sendiri. Hidup dalam penyamaran demi memecahkan kasus kecelakaan dirinya.
Apakah Elsa akan berhasil membalas dendam ataukah gagal dan akhirnya kalah atas nama cinta kepada suami sampahnya?
Jangan lupa dukungan reader semua ya dengan like, komentar positif, vote, favorit dan gift semampu kalian di karya author yang ke 24 di noveltoon ini, thanks you.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
"Sungguh keji sekali wanita jahat itu! Papa dan Mama benar-benar tidak menyangka kalau dia begitu tega terhadapmu. Padahal selama ini keluarga kita telah memberikan begitu banyak kebaikan untuk keluarga kita." ucap ibunya Elsa yang tentu saja sedih dan marah mendengar semua cerita dari dokter Abian tentang apa yang sudah terjadi kepada Elsa selama ini.
Mereka bertiga kemudian saling berpelukan dan melepas rasa rindu setelah berpisah cukup lama.
"Untung saja Andien sekarang sudah meninggal. Kalau tidak, kami pasti akan memasukkan dia ke dalam penjara untuk membayar semua kejahatannya yang begitu keji kepada kamu." ayahnya Elsa juga terlihat begitu geram dan murka.
Setelah melepas rasa rindu, Elsa kemudian mengajak kedua orang tuanya untuk pergi ke rumah sakit untuk menjemput anaknya bersama Heru.
"Syukurlah kalau cucu kita selamat. Ya Allah! Anakku kami tidak bisa membayangkan derita apa yang sudah kau lewati karena perbuatan Andien. Maafkan kami yang selama ini tidak mengetahui semua kejahatan wanita keji itu terhadap dirimu. Maafkan kami!" mereka kemudian saling berpelukan dan menangis satu sama lain.
Elsa merasa bahagia atas penerimaan ibunya dan juga ayahnya yang mempercayai semua cerita yang tadi di sampaikan oleh Dokter Abian dan Gani.
Padahal ketika Elsa menuju perjalanan ke kediaman kedua orang tuanya, dia merasa pesimis dan sangat takut akan di usir ayahnya yang tegas dan galak.
Akan tetapi Elsa bersyukur dengan kenyataan yang sekarang terjadi. "Kau sudah menceraikan Heru bukan? Mama benar-benar tidak rela. Kalau kamu masih menikahi dia." Elsa menatap sendu ke arah ibunya yang sejak tadi terus saja memeluk dan menggenggam telapak tangannya seakan tidak ingin melepaskannya lagi.
Sementara ayahnya Elsa saat ini sedang sibuk untuk menggendong dan menciumi cucu yang sama ini sudah lama dia rindukan. Hati pria paruh baya itu amat bahagia karena cita-citanya punya cucu lelaki akhirnya terwujud juga.
Selama ini mereka sudah sangat lelah dengan cemoohan dan hinaan dari besan mereka yang mengatakan bahwa Elsa wanita mandul.
"Sebaiknya kalian pulang ke rumah mama saja. Mama tidak mau kamu kembali ke rumah terkutuk itu yang pastinya sudah memberikan begitu banyak luka untukmu." Elsa menatap kepada Gani yang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan semua hal yang terjadi di tempat itu.
Dokter Abian juga diam saja. Dokter Abian sedang berpikir Bagaimana nasibnya ketika Elsa akhirnya memutuskan untuk meninggalkan rumah mereka dan kembali kepada kedua orang tuanya.
Seketika hati Dokter Abian mencelos. Dokter Abian masih belum rela untuk berpisah dengan Elsa yang sekarang telah menemukan kembali keluarga aslinya yang ternyata sangat kaya dan menyayangi Elsa dengan tulus.
Walaupun ada kelegaan di hati dokter Abian melihat wanita yang dia cintai kini bisa hidup dengan tenang dan bahagia bersama keluarga nya.
"Aku akan mengirimkan barang-barangmu ke rumah kedua orang tuamu. Kalian tidak usah khawatir. Elsa, kalian berhak untuk kehidupan bahagia." suara Dokter Abian bergetar saat dia melihat ke arah Elsa.
Elsa merasa sedih melihat air mata yang mulai menetes di kelopak mata Dokter Abian dan Gani. Elsa tahu bagaimana perasaan dua pemuda itu terhadap dirinya. Tapi Elsa merasa ragu. Apakah cinta itu karena dirinya sekarang memiliki wajah Amanda atau karena dirinya sendiri. Elsa sudah tidak ingin lagi hidup dalam bayang-bayang Amanda. Elsa ingin hidup atas nama dirinya sendiri.
Elsa bahkan melarang Gani dan dokter Abian untuk memanggilnya Amanda lagi. Elsa menegaskan kepada mereka bahwa dirinya adalah Elsa bukan Amanda yang kini sudah di pastikan meninggal.
"Baiklah kami permisi dulu. Elsa, Nikmatilah waktu kebersamaan kalian. Aku ada operasi sekarang. Aku pergi dulu!" Dokter Abian berpamitan kepada Elsa yang sejak tadi sibuk bercengkrama dengan keluarganya yang dia rindukan.
Gani juga berpamitan kepada Elsa karena dia juga harus kembali ke kantornya. "Hati-hati di jalan!" pesan Elsa pada Gani.
Hati Gani menghangat saat melihat tatapan sendu Elsa. Gani sangat tahu bahwa Elsa bukanlah adiknya. Walaupun wanita itu telah menggunakan wajah dan identitas Amanda atas kehendak dirinya.
Gani benar-benar tidak menyangka kalau ternyata ibunya yang berada di balik semua kemalangan yang menimpa Adiknya sendiri hanya karena rasa cemburu terhadap ayah tirinya yang selama ini dia kira pria yang baik dan sempurna.
Gani amat shock setelah mengetahui kenyataan yang terjadi di dalam keluarga mereka. Gani juga tidak percaya soal Amanda yang ternyata menjadi sugar baby ayah tiri mereka.
Pantas saja Amanda selalu mendapatkan fasilitas nomor 1 dari ayah tirinya dari pada dirinya maupun Dokter Abian yang merupakan anak kandungan.
"Terima kasih. Kamu juga harus berhati-hati. Aku sangat takut kalau mantan suami kamu akan datang dan mengganggu kehidupanmu bersama anakmu. Elsa, Kamu tahu kan kalau kamu bisa mengandalkan aku dalam setiap masalahmu?" tanya Gani dengan suara gemetar.
Elsa bisa merasakan ketulusan dari suara Gani yang tersekat di tenggorokan. Elsa benar-benar sangat berterima kasih kepada Gani yang sudah menolongnya tanpa pamrih.
"Tanpamu aku pasti sekarang sudah menjadi mayat dan tidak akan pernah bisa berhasil melahirkan Putraku. Terima kasih sekali lagi, Gani. Kebaikanmu kepada kami yang malang. Semoga Tuhan yang akan membalasnya suatu saat nanti." Gani tiba-tiba saja memeluk Elsa.
Kedua orang tua Elsa kemudian memilih untuk meninggalkan mereka berdua agar memiliki waktu bersama tanpa merasa terganggu dengan kehadiran mereka. "Kami akan mengurus kepulanganmu di ruang administrasi." setelah mengatakan itu kedua orang tua Elsa kemudian pergi dan membiarkan Putri mereka untuk berbicara dengan Gani.
Feeling mereka sebagai orang tua tahu bahwa Gani menyimpan perasaan untuk Putri mereka. Mereka benar-benar berharap untuk kebahagiaan Elsa yang sudah banyak menderita ketika berstatus sebagai istri dari Heru yang ternyata begitu jahat.
Hati mereka sampai saat ini masih belum bisa menerima perbuatan Andien yang sudah mengirimkan ilmu hitam kepada mereka sehingga menurut apapun kata Andien.
"Elsa, ketika kau menemukan masalah apapun di rumah kedua orang tua kamu, aku harap kamu jangan ragu untuk meminta pertolongan padaku. Aku akan merindukanmu dan juga anakmu setelah kau tinggal bersama mereka." Gani menggengam telapak tangan Elsa yang terasa begitu dingin.
Sejujurnya Elsa pun tidak tahu bagaimana perasaannya pada Gani. Karena selama ini Elsa hanya sibuk memikirkan tentang luka hatinya gara-gara perbuatan Andien dan Heru. Elsa terlalu sibuk memikirkan cara untuk balas dendam pada orang jahat yang sudah menghancurkan seluruh kehidupannya. Elsa selama ini tidak pernah peka dengan apapun yang ditunjukkan oleh Gani padanya yang secara berterang mencintai dirinya sebagai seorang wanita, alih-alih menganggap Elsa sebagai adiknya sendiri.
lanjut thor