NovelToon NovelToon
Mahar 1 Miliar: Menikahi Pria Tuli

Mahar 1 Miliar: Menikahi Pria Tuli

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Orang Disabilitas
Popularitas:158.1k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dara Calya Sania, seorang gadis pincang yang hidupnya penuh dengan penderitaan. Dara dijual pamannya untuk menikahi Gavin Mahardika Abyakta, pria tuli cucu dari pemilik perkebunan teh, Juragan Darmawan, dengan mahar satu miliar rupiah.

Dara yang sejak kecil sudah yatim-piatu, tidak bisa menolak. Terlebih lagi uang mahar itu untuk bayar biaya hidupnya selama tinggal bersama Rama dan Tina.

Bagaimana reaksi Dara ketika tahu Gavin adalah orang yang pernah ditolongnya dahulu dan membuat kakinya pincang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

"Aa..."

Suara Dara memecah keheningan kamar.

Gavin yang sejak tadi merapikan beberapa berkas di meja kerja perlahan mengangkat kepalanya. Tatapannya langsung tertuju kepada Dara yang masih duduk di dekat rak buku sambil memangku album foto keluarga.

"Iya?" sahutnya pelan.

Dara tidak langsung menjawab. Jemarinya justru berhenti di sebuah foto lama. Ia mengusap perlahan permukaan plastik bening yang melindungi foto itu.

Di sana terlihat seorang remaja laki-laki berusia sekitar tujuh belas tahun. Ia mengenakan kaus putih kemeja biru bergaris putih, celana pajang kopi susu, dan topi putih Senyumnya tipis, jauh berbeda dengan Gavin yang sekarang.

Entah mengapa, pakaian itu terasa begitu akrab. Dada Dara mulai berdebar. Seolah ada kenangan lama yang sedang berusaha keluar dari sudut ingatannya.

"Aa ...," panggil Dara sekali lagi. Suaranya terdengar lebih pelan dari sebelumnya. "Foto ini diambil waktu Aa umur berapa?"

Gavin melangkah mendekat. Ia melirik foto yang sedang diperhatikan Dara.

"Itu waktu aku kelas dua SMA," jawabnya tenang. "Usiaku sekitar tujuh belas tahun."

Jantung Dara berdetak semakin cepat. Itu mengingatkan kepada pemuda yang pernah ia selamatkan tiga belas tahun lalu. Tanpa sadar, ia menggenggam erat sisi album foto itu.

"Aa, apa setelah kecelakaan yang membuat pendengaran Aa rusak, Aa pernah mengalami kecelakaan lagi?" tanya Dara ragu-ragu.

Pertanyaan itu membuat Gavin terdiam. Sorot matanya perlahan berubah. Wajahnya yang semula tenang mendadak dipenuhi kenangan lama yang sudah bertahun-tahun terkubur.

Beberapa saat kemudian, ia menganggukkan kepala pelan.

"Iya."

Jawaban singkat itu membuat napas Dara tercekat.

"Dulu..." lanjut Gavin lirih, "...aku memang pernah mengalami kecelakaan lagi."

Dara menatapnya tanpa berkedip.

"Di mana?"

"Di kaki bukit jalan menuju kawasan wisata."

Mendengar jawaban itu, kepala Dara mendadak terasa berdenyut. Potongan-potongan kenangan yang selama ini samar tiba-tiba muncul begitu jelas.

Dara memejamkan mata. Ingatan yang selama bertahun-tahun terkubur perlahan muncul kembali.

Hari itu langit sangat cerah. Ia baru pulang berziarah dari makam kakeknya.

Dari kejauhan, ia melihat seorang remaja laki-laki berjalan sendirian di pinggir jalan. Remaja itu terus menundukkan kepala, seolah sedang memikirkan sesuatu.

Saat itulah sebuah mobil berwarna gelap melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan. Entah mengapa, mobil itu tidak melambat sedikit pun. Justru arahnya perlahan berbelok lurus menuju remaja tersebut.

Dalam hitungan detik, Dara kecil menyadari sesuatu yang membuat jantungnya serasa berhenti berdetak. Mobil itu bukan kehilangan kendali. Mobil itu sengaja mengarah ke pemuda itu.

"Aa, awas ada mobil!"

Tanpa sempat berpikir panjang, Dara berlari sekencang mungkin. Dengan seluruh tenaga yang dimilikinya, ia mendorong tubuh remaja itu hingga terlempar ke tepi jalan.

Detik berikutnya tubuh kecil Dara justru menjadi sasaran tabrakan itu. Benturan keras membuat tubuhnya terpental beberapa meter sebelum akhirnya terhempas ke aspal.

Pandangannya mulai kabur. Rasa nyeri menjalar ke seluruh tubuh, terutama kaki kirinya.

Hal terakhir yang sempat ia lihat adalah mobil itu terus melaju meninggalkan lokasi tanpa sedikit pun mengurangi kecepatan.

Dara spontan memejamkan mata. Napasnya memburu. Beberapa detik kemudian ia membuka mata kembali dan menatap Gavin dengan wajah yang mulai memucat.

"Jangan-jangan orang yang dulu aku tolong adalah Aa?" Suaranya bergetar. Ia menelan ludah.

Ruangan mendadak sunyi. Tak terdengar suara apa pun selain embusan napas mereka yang mulai tidak beraturan.

Gavin memandang wajah Dara cukup lama. Jantungnya berdetak sangat keras. Selama bertahun-tahun ia selalu bertanya-tanya tentang gadis kecil yang telah menyelamatkan nyawanya.

Ia bahkan pernah meminta orang mencarinya. Tak pernah terlintas sedikit pun dalam pikirannya bahwa gadis kecil itu kini duduk tepat di hadapannya. Bahkan menjadi istrinya.

Gavin mengembuskan napas panjang. Tatapannya perlahan kosong, seolah kembali ke hari yang tidak pernah bisa ia lupakan.

Gavin akhirnya duduk di hadapan Dara. "Aku memang mengalami kecelakaan dua kali," katanya pelan.

Dara menggenggam kedua tangannya di atas pangkuan. "Boleh cerita bagaimana kejadiannya?"

Gavin mengangguk pelan.

"Waktu itu aku sedang bertengkar dengan Ibu dan Kakek," katanya pelan. "Aku keluar rumah sendirian. Aku berjalan tanpa tujuan karena pikiranku sedang kacau."

Gabin terdiam sejenak sebelum melanjutkan. "Sejak kecelakaan yang merenggut Papa, aku selalu memakai alat bantu dengar. Hari itu karena tidak mau dengar omelan Mama dan Kakek, aku melepaskannya. Dan lupa memakainya lagi karena keluar rumah terburu-buru."

Gavin mengepalkan kedua tangannya. "Waktu itu aku sedang bertengkar dengan Ibu dan Kakek."

Dara mendengarkan dengan saksama.

"Aku ingin kuliah seni rupa di luar negeri. Aku ingin menjadi pelukis. Tapi mereka ingin aku mengambil jurusan bisnis supaya bisa meneruskan perusahaan keluarga."

Senyum pahit menghiasi wajah Gavin. "Aku merasa tidak ada yang mau mendengarkan mimpiku."

Karena kesal, Gavin keluar rumah tanpa tujuan. Ia berjalan sendirian di pinggir jalan dengan pikiran yang kacau.

"Aku terlalu sibuk memikirkan pertengkaran itu. Sampai tidak sadar ada mobil yang melaju ke arahku."

Tatapan Gavin berubah kosong.

"Yang kuingat ada seseorang yang mendorongku dengan sangat kuat. Kepalaku membentur gundukkan tanah. Setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi."

1
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🙏🙏🙏 makasih
Mutaharotin Rotin
🌹🌹🌹
Sugiharti Rusli
di jaman sekarang memang yah kalo salah mengajarkan nilai" kehidupan ke anak, bisa jadi petaka di masa depan yah🙏🙏🙏
Sugiharti Rusli
bahkan Gavin membebaskan anak" nya mengejar cita" yang sesuai minat mereka dan tidak berpatokan seperti dirinya yang jadi pengusaha,,,
Sugiharti Rusli
baik Gavin dan Dara tidak pernah mencontohkan kepada anak" nya tentang status mereka yang memiliki perkebunan dan usaha yang semakin besar,,,
Sugiharti Rusli
benar sih, kalo di tangan orang tua yang paham menanamkan nilai" baik, seorang anak bisa banyak mencontoh dari kedua ortunya yah,,,
Sugiharti Rusli
ternyata kesederhanaan berpikir Dara dulu bisa berpengaruh pada kehidupan mereka sekarang yah
Sugiharti Rusli
wah senang deh ada ekstra part meski hanya satu saja yah😁😁😁
Rahmat
Kirim kopi ah biar thourx smangat ngetikx awal cerita sampai next tammat semuax aku suka bukan cuman cerita novelx sj tapi ilmux banyak,wejangan"juga👍🫡🫡🫡
Aditya hp/ bunda Lia
makasih extra nya Thor bahagiaaaaa ... Gavin dara
dyah EkaPratiwi
terimakasih cerinya kak😍
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
waduh
Ita rahmawati
suka bab bonus yg bener bener bonus,,kata katanya bagus bgt bisa jd contoh utk kita pelajari 🤗🤗
Ummee
Terimakasih kembali kak... 🙏
sukses selalu utk kak author 🤗
Ummee
ya Allah... ada lagi kembar😍😍😍
Ummee
eehh... uda punya bocil ternyata Dara+Gavin, selamat ya...
Nar Sih
masyaalloh kak ,bnr,,kata,,yg bagus yg bisa jdi motifasi kita para pebaca semagat kak santi dan terus lah berkarya dgn tulisan dan cerita mu ,👍👍🥰🥰
Risma Hye Chan
indah banget kalimat extra part-nya
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah sudah tertangkap
Ayuk Witanto
ternyata yang nabrak juga sudah bergerak duluan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!