NovelToon NovelToon
Cinta Anak SMA

Cinta Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: dinda.glow

Bagaimana jika dua orang remaja yang tidak saling dekat, namun dipaksakan berdua karena perjodohan?

Akankah mereka menerima nya? atau sebaliknya?

____

"Di sekolah, Arthan itu terkenal sangat ketus, kaku, dan dingin. Kami bahkan sempat bermusuhan karena insiden bumper mobil! Bagaimana bisa Ibu berpikir untuk menjodohkan aku dengan cowok seperti dia?"

"Aku juga tidak tertarik dipasangkan dengan gadis yang ceroboh dan selalu membawa masalah di setiap langkahnya."

_____

"Oh iya... yang pintar mah beda." ucap Lyra menyindir cowo dihadapannya itu.

"Makanya belajar! Bukan baca novel!" sarkas cowo itu, yang membuat Lyra ingin mencabik-cabik cowo yang dihadapannya ini.

-- Dua orang Sikap berbeda yang terpaksa bersama --

Follow akun ini(@dinda.glow), like & komen disetiap cerita yaw! di upload setiap hari Jam 09:00 WIB & 21:00 WIB

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dinda.glow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Suasana Heboh Di kelas Lyra

Suasana kelas XI-3 yang semula bising oleh keluhan pasca-ujian matematika mendadak senyap selama satu detik, sebelum akhirnya meledak oleh sorakan riuh.

Detik ketika Arka mendaratkan cup Matcha Boba dingin ke pipi Lyra, ratusan pasang mata yang awalnya tenggelam dalam tumpukan buku langsung beralih fokus.

Kejadian itu terlalu manis untuk dilewatkan begitu saja oleh penghuni kelas yang haus akan hiburan.

Rian, teman sebangku Lyra yang sejak tadi pura-pura sibuk meratapi dan memikirkan bagaimana cara ia belajar lebih cepat menghafal untuk ujiannya nanti agar mendapatkan nilai yang bagus, menjadi orang pertama yang bereaksi.

Ia langsung menegakkan badan, bersedekap, dan memasang senyum jahil yang sangat lebar.

Matanya melirik bergantian antara boba di tangan Lyra dan wajah Arka yang mendadak salah tingkah.

"Aduh, aduh, aduh! Tolong dong, kipas mana kipas? Kelas kita mendadak panas banget ya, atau cuma perasaan gue aja?" celetuk Rian dengan suara yang sengaja dikeraskan.

Ia mengibaskan tangannya ke wajah, berpura-pura gerah.

Lyra yang baru saja menyedot boba langsung tersedak pelan.

Wajahnya yang semula pucat karena pusing memikirkan rumus kalkulus, kini berubah merah padam mengalahkan warna stroberi. "Ganggu saja ni orang, Rian tidak lihat kah? orang sedang menikmati minuman boba yang manis dan gratis ini, malah berubah menjadi asam," batin Lyra mengomel.

"Rian! Apaan sih, berisik banget!" bisik Lyra setengah menjerit, mencoba menyembunyikan wajahnya di balik cup boba.

Namun, usaha Lyra sia-sia. Celetukan Rian bagaikan aba-aba bagi seluruh isi kelas untuk ikut bergabung.

Dari barisan belakang, dwi-tunggal biang kerok kelas, Doni dan Kevin, langsung berdiri di atas kursi mereka.

Doni menangkupkan kedua tangan di depan mulutnya, meniru suara trompet pelatnas.

"Priiitttt! Pelanggaran! Ada yang curang nih, bawa amunisi ilegal demi memikat hati sang dewi!" teriak Doni.

"Bukan main emang si Arka," timpal Kevin dari kursi sebelah, menggeleng-gelengkan kepala dengan dramatis.

"Kita di sini semua pusing mikirin ujian mendadak, lah dia malah sibuk jadi ksatria penyelamat pembawa boba. Perhatiannya itu lho, spesifik banget! Less sugar, kan? Hafal betul ya, Bos?"

Arka yang biasanya tenang dan penuh percaya diri di lapangan basket, kini hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Iya, Arka teman kenalan Lyra saat mereka bertemu tidak sengaja di Perpustakaan saat mereka membaca buku. Arka yang baru masuk dan siswa pindahan, tiba-tiba menjadi siswa populer di SMA bangsa. Selain ketampanannya, kepintaran dan hobi membaca buku, Arka juga anggota pemain basket.

Jadi, tidak heran namanya lebih populer di SMA bangsa bahkan guru pun mengetahui namanya. Dan jangan lupa, Siswi di SMA bangsa hampir semua menyukai Arka yang ramah dan hebat ini.

"Bukankah itu normal? memberikan boba kepada teman setia yang sama-sama menyukai buku," pikir Arka.

Senyum kikuk terukir di wajahnya. Ia tidak menyangka bahwa aksi sederhananya membelikan minuman akan memicu sidang paripurna dari teman-teman sekelas Lyra.

"Kebetulan lewat kantin aja tadi, sekalian beli," kilah Arka, mencoba membela diri dengan suara setenang mungkin.

Namun, telinganya yang memerah tidak bisa berbohong.

"Halah, kebetulan katanya!" Rian menyenggol lengan Lyra dengan sikunya, membuat Lyra hampir menumpahkan bobanya.

"Gue tadi liat lo lari-lari dari koridor ujung ya, Ka. Demi boba pesanan sang putri, rela membelah lautan manusia di kantin yang kayak pasar malam. Jangan bilang kebetulan!"

"Rian, diam gak!" ancam Lyra, melotot ke arah teman sebangkunya itu.

Bukannya takut, Rian justru semakin menjadi-jadi. Ia mengambil buku tulisnya, menggulungnya seperti mikrofon, lalu mengarahkannya ke wajah Lyra.

"Bagaimana tanggapan Anda, Saudari Lyra, setelah mendapatkan asupan energi cinta di tengah gempuran ujian matematika yang mematikan ini? Apakah rasa pusingnya langsung hilang, atau malah digantikan oleh rasa deg-degan?" tanya Rian dengan nada bicara mirip presenter gosip di televisi.

Teman-teman perempuan yang duduk di barisan depan, dipimpin oleh Cika dan mita, ikut berbalik badan.

Mereka menopang dagu sambil menatap Lyra dengan pandangan menggoda yang penuh binar.

"Duh Lyra, beruntung banget sih lo. Gue juga mau dong punya pawang yang peka begini. Gak usah muluk-muluk nanya 'kamu udah makan belum', langsung dateng bawa minuman kesukaan," ujar Cika sambil mendesah iri yang dibuat-buat.

"Iya nih," sahut Mita. "Gue dari tadi kode-kode ke pacar gue lewat chat kalau gue pusing, balesannya cuma 'semangat ya'. Lah ini, Arka gak pake banyak omong langsung eksekusi. Teman tapi hanya teman emang beda level ya?"

"Hahaha, ciyee..."

Sorakan dan tawa kembali bergemuruh di dalam kelas.

Beberapa siswa dari kelas lain yang kebetulan lewat di koridor bahkan sampai menengok ke dalam, penasaran dengan apa yang sedang terjadi.

Ruangan kelas XI-3 yang biasanya tegang pasca-ujian kini berubah menjadi panggung komedi romantis berkat Arka dan Lyra.

Deg.. deg.. deg.. deg...

Lyra merasa jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Ia menatap Arka yang masih berdiri di samping mejanya.

Laki-laki itu bukannya pergi melarikan diri dari godaan, malah kini ikut tersenyum tipis melihat tingkah heboh teman-temannya.

Tatapan mata Arka yang hangat terkunci pada Lyra, seolah mengabaikan seluruh kebisingan yang ada di sekitar mereka.

"Udah, jangan dengerin mereka," ucap Arka lembut, mengabaikan teriakan "Cieeee!" yang kembali menggema dari sudut kelas akibat kalimatnya.

Arka mengulurkan tangan, mengacak puncak kepala Lyra dengan pelan sebelum akhirnya melangkah mundur.

"Gue balik ke tempat duduk dulu ya. Habisin bobanya."

"Cieee! Balik ke tempat duduk dulu katanya! Jangan lupa napas ya Lyra!" teriak Rian lagi saat Arka berjalan keluar pintu kelas, diikuti sorakan perpisahan yang heboh dari Doni dan Kevin yang membungkuk hormat layaknya mengantar seorang komandan.

Tap.. tap.. tap...

Setelah punggung Arka benar-benar menghilang karena Arka sudah kembali ke tempat duduknya yang sedikit berjauhan dari tempat duduk Lyra dan Rian berada, Lyra langsung memukul lengan Rian dengan buku paket matematikanya yang tebal.

"Aduh! Sakit, Ly!" keluh Rian sambil memegangi lengannya, tapi tawanya masih belum berhenti.

"Lagian lo berdua gemesin banget sih. Satu kelas langsung dapet asupan gula gratis nih, gak cuma lo doang yang minum boba."

Lyra tidak membalas lagi. Ia menunduk, memandangi cup Matcha Boba di tangannya yang mulai berembun.

Perlahan, senyuman yang sejak tadi ia tahan akhirnya mekar juga di wajahnya.

Meskipun harus menahan malu karena digoda habis-habisan oleh seisi kelas—terutama oleh Rian yang super menjengkelkan—Lyra harus mengakui bahwa hari ini, perhatian kecil dari Arka adalah hal terbaik yang menyelamatkan suasana hatinya.

Bersambung~~~

Hallo gess!! semoga suka cerita nya ya!! 🤗

Jangan lupa follow akunnya, like, komen dan share cerita nya ya!! 😉

Instagram: @dinndaayu_64

Wattpad: @dinda.glow

See you~~

1
Edi Seprianto
cocok untuk anak remaja dan genre nya juga ada manis manis nya
Zea Amanda487
Cerita anak remaja yang ku suka ><
Dinnda Ayu Pratiwi
Bagus ceritanya, suka deh 🤩
ig:_ilfaraksara
Yuhuuuuuuuuuu
dinda.glow: maaci akk dah mampir... ntar adk mampir kok ehehe
total 1 replies
ig:_ilfaraksara
Lanjut, Kak Dinda.
dinda.glow: siapsss
total 1 replies
Dinnda Ayu Lonia
Ceritanya bagus.... sangat suka!!! 🤩🤩 Tidak hanya menceritakan tentang anak remaja, namun tentang kebersamaan keluarga juga ada ehehe
Rafifa Clemira Karima
Keren banget ceritanya, sangat suka.

cocok untuk remaja, ceritanya tentang anak SMA /Good//Good//Good/
Protocetus
Novel Teenlit yang fresh
dinda.glow: makasih >< aamiin
total 3 replies
Protocetus
gk pp sesekali bolos. Urus rumah
dinda.glow: ehehehe... itu bukan bolos si.. tapi salah kostum. karna Lyra nya semangat nak sekolah, tpi blm sklh ehehe
total 1 replies
Protocetus
Stay halal 💪
Maysa
Semangat terus berkarya ya🤗
dinda.glow: avvv maaci support nya 🤩🤩😻

aamiin
total 1 replies
ig:_ilfaraksara
Keren sih Dinda ini konsisten banget nulisnya. Semoga nular ke aku, aamiin. 🤲🫶
dinda.glow: aamiin.. maaci akk support nya ✨
total 1 replies
Jum😊
aku udah mampir kak semangat yaa💪🤭
dinda.glow: wah... maaci udah mampir 🤩🤩🤩✨
total 1 replies
Bubun123
semangat kak makasih tadi udah mampir
dinda.glow: makasi juga udah beri support!! ✨🥳
total 1 replies
Waaaaaa_
Aku mampir jugaaa
dinda.glow: makasi sudah mampir ihihi
total 1 replies
Sandhyaruntala
Semangat kecilll🫶
dinda.glow: maaci akk 😍
total 1 replies
Firmahadi
izin mampir kak
dinda.glow: hay... makasi sudah mampir ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!