Ini adalah cerita tentang seorang remaja yang dianggap sebagai generasi muda terkuat saat ini. Ia tidak hanya kuat, ia juga kaya. Semua ia dapatkan berkat campur tangan gurunya.
Takdir mempertemukannya pada seorang pendekar misterius. Pendekar itu sangatlah kuat, walaupun tingkahnya agak sembrono.
Di kemudian hari ia akan mengetahui identitas dari pria itu. Petualangan mereka berdua akan sangat seru dan penuh intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Musuh atau Teman?
Whoossh!
Hampir bersamaan dengan suara Lan Suya yang memanggil namanya, Yuang Dao langsung bergerak. Tubuhnya melesat secepat kilat.
Tap!
Dalam sekejap, ia telah berdiri tepat di depan Lan Suya dan Rou Xi. Pedang di tangannya masih terangkat, mengarah lurus ke Sha Nuo.
"Nyonya, mundur!"
Nada suaranya terdengar tegas.
"Pria di depan kita ini sangat kuat."
Tatapannya tidak pernah lepas dari Sha Nuo.
"Bahkan lebih kuat daripada yang pernah kubayangkan."
Ia mengepalkan gagang pedangnya semakin erat.
"Orang seperti ini... sangat berbahaya. Biarkan aku menahannya."
Lan Suya memandang punggung Yuang Dao beberapa saat. Kemudian senyum tipis perlahan muncul di wajahnya.
"Senior."
Yuang Dao sedikit menoleh. Lan Suya berkata dengan tenang,
"Turunkan senjatamu."
"..."
Yuang Dao membeku.
"Nyonya?"
Wajahnya dipenuhi kebingungan. Lan Suya tetap tersenyum lembut.
"Aku sudah mengetahui identitasnya."
Ia melirik sekilas ke arah Sha Nuo.
"Sepertinya... kita semua hanya mengalami sedikit kesalahpahaman."
Yuang Dao terdiam. Tatapannya berpindah dari Lan Suya kepada Sha Nuo, lalu kembali lagi. Beberapa saat kemudian, ia mengembuskan napas panjang.
Swush...
Pedang di tangannya perlahan diturunkan. Elemen petir yang sebelumnya menyelimuti tubuhnya juga mulai menghilang sedikit demi sedikit. Langit yang semula dipenuhi tekanan perlahan menjadi lebih tenang.
Melihat itu, Lan Suya melangkah melewati Yuang Dao. Ia berjalan perlahan menuju Sha Nuo. Semakin dekat hingga akhirnya berhenti beberapa langkah di hadapan pria bertubuh besar tersebut.
Lan Suya lalu menangkupkan kedua tangannya dengan anggun.
"Perkenalkan namaku Lan Suya."
"Aku adalah pemimpin Kelompok Harta Langit."
Ia sedikit menundukkan kepala.
"Senior Sha Nuo... Aku meminta maaf karena tidak mengenali identitas Senior sejak awal."
"Akibat kelalaianku, kesalahpahaman seperti ini sampai terjadi."
"..."
Sha Nuo tidak langsung menjawab. Tatapannya hanya tertuju kepada wanita yang berdiri di hadapannya.
Napasnya yang semula stabil akibat pertarungan kini sedikit berubah tidak teratur. Bukan karena kelelahan. Melainkan karena wajah wanita itu, bahkan senyum lembutnya. Semuanya mengingatkannya pada seseorang yang pernah sangat berarti di masa lalunya.
Sorot mata Sha Nuo perlahan berubah kosong. Untuk sesaat, ia seolah melihat bayangan orang lain berdiri di depan dirinya.
"..."
Beberapa tarikan napas kemudian, ia akhirnya kembali mendapatkan ketenangannya. Tatapannya kembali fokus kepada Lan Suya.
"Kau... mengenalku?"
Lan Suya tersenyum hangat.
"Tentu saja."
Ia menjawab tanpa ragu.
"Senior adalah Hantu Pedang, Sha Nuo. Tangan kanan Senior Boqin Changing."
Mendengar itu, kedua mata Sha Nuo sedikit membelalak.
"Eh kau... mengenal Tuan Muda?"
Nada suaranya dipenuhi keterkejutan. Lan Suya tertawa kecil.
"Hehe..."
Tanpa sadar, ia menutup senyumnya dengan punggung tangan. Gerakannya terlihat begitu anggun dan berwibawa.
"Tentu saja. Bagaimana mungkin aku tidak mengenal Senior Chang?"
Ia tersenyum sambil melanjutkan,
“Ia salah satu pemilik Kelompok Harta Langit. Sebagaimana diriku."
"Usaha ini kami bangun melalui kerja sama."
Mendengar penjelasan itu, Yuang Dao yang berdiri beberapa langkah di belakang langsung membeku.
"..."
Pikirannya seolah disambar petir. Pria yang sejak tadi ia anggap berniat buruk kepada Gao Rui, ternyata, adalah tangan kanan dari guru Gao Rui sendiri. Bahkan orang kepercayaan Boqin Changing.
Tubuh Yuang Dao perlahan menegang. Wajahnya dipenuhi rasa malu.
"..."
Tanpa sadar, ia menundukkan kepalanya. Di dalam hati, ia hanya bisa menghela napas panjang.
"Aku... benar-benar telah salah paham."
Lan Suya kembali menangkupkan kedua tangannya.
"Senior Sha Nuo."
Ekspresinya dipenuhi rasa sungkan.
"Sekali lagi, aku memohon maaf atas kesalahpahaman yang telah terjadi."
"Kelompok Harta Langit telah bersikap lancang kepada Senior. Ini benar-benar memalukan."
Sha Nuo hanya terdiam sesaat. Kemudian...
"Hahaha..."
Tawa rendah keluar dari mulutnya.
Ia melambaikan sebelah tangannya dengan santai.
"Tidak masalah. Itu hanya sebuah kesalahpahaman."
"Tidak perlu dipikirkan terlalu jauh."
Mendengar jawaban itu, beban di hati Lan Suya akhirnya sedikit berkurang. Ia kemudian berkata dengan tulus,
"Kalau begitu, izinkan Kelompok Harta Langit memberikan kompensasi yang layak kepada Senior. Anggap saja sebagai bentuk permintaan maaf kami."
Namun, baru saja kalimat itu selesai, Sha Nuo buru-buru menggeleng.
"Tidak usah."
Penolakannya terdengar begitu cepat hingga membuat Lan Suya sedikit terkejut.
"Aku tidak bisa menerimanya."
Lan Suya tersenyum tipis.
"Senior tidak perlu sungkan. Bagaimanapun juga, kelompokku telah memperlakukan Senior dengan tidak semestinya."
"Kalau kami tidak melakukan sesuatu, aku sendiri akan terus merasa bersalah."
Namun, Sha Nuo kembali menggeleng lebih keras.
"Tidak. Benar-benar tidak boleh.
Ia bahkan terlihat sedikit tegang.
"Kalau aku sampai menerima kompensasi darimu..."
Sha Nuo mengusap tengkuknya sambil tertawa canggung.
"...Tuan Muda Boqin Changing mungkin akan menghajarku."
"..."
Untuk sesaat, suasana menjadi hening. Kemudian...
"Hahaha..."
Lan Suya tidak mampu lagi menahan tawanya. Ia kembali menutup bibirnya dengan punggung tangan. Tawanya terdengar lembut, namun sangat tulus.
"Senior Nuo benar-benar suka bercanda."
Melihat tawa Lan Suya, wajah Sha Nuo juga perlahan kembali dipenuhi senyum.
Ia menggangguk sambil tertawa.
"...aku benar-benar takut dihajarnya."
Tawa keduanya segera menghapus suasana tegang yang sebelumnya memenuhi perbukitan.
Di belakang mereka Yuang Dao akhirnya melangkah maju. Rou Xi juga mengikuti dari samping Lan Suya. Keduanya berhenti beberapa langkah di depan Sha Nuo.
Lalu, hampir bersamaan, mereka menangkupkan kedua tangan.
"Senior Sha Nuo."
Yuang Dao menarik napas pelan.
"Aku meminta maaf. Aku terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan."
Rou Xi juga segera menundukkan kepala.
"Aku juga meminta maaf. Aku juga tidak mengenali Senior.”
Sha Nuo kembali tertawa lebar.
"Hahaha... Tidak masalah."
"Kalian hanya menjalankan tugas masing-masing."
"Kalau berada di posisi kalian, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama."
Mendengar jawaban itu, Yuang Dao dan Rou Xi akhirnya mengembuskan napas lega.
Namun belum lama suasana menjadi tenang, alis Sha Nuo tiba-tiba bergerak.
"..."
Tatapannya perlahan terangkat ke langit. Di saat yang sama, Lan Suya, Yuang Dao, dan Rou Xi juga merasakan sesuatu.
Whoossh...
Whoossh...
Dua gelombang aura yang kuat sedang bergerak cepat mendekati perbukitan itu dari arah Kota Weiyang. Dalam hitungan napas, jaraknya telah berkurang drastis.
Semua orang secara refleks mendongakkan kepala. Dua sosok tampak melesat di udara. Mereka terbang lurus menuju lokasi tempat keempat orang itu berdiri.
Whoossh!!
Whoossh!!
Beberapa saat kemudian, kedua sosok itu mendarat dengan ringan di hadapan mereka.
"..."
Untuk sesaat, tidak seorang pun membuka suara.
Sha Nuo menyipitkan matanya. Tatapannya bergerak perlahan dari ujung kepala hingga kaki kedua orang tersebut, berusaha memastikan apakah ia pernah melihat mereka sebelumnya. Namun, ia sama sekali tidak mengenali keduanya.
Sha Nuo lalu melirik sekilas ke arah Lan Suya. Kemudian kepada Yuang Dao. Dengan nada tenang, ia bertanya,
"Siapa mereka?"
Tatapannya kembali tertuju kepada dua pendatang itu.
"Musuh..."
Ia berhenti sejenak.
"...atau teman?"
"..."