Alesha sudah menabung untuk pernikahannya bersama dengan Kekasihnya, Devano, tapi semua itu harus batal saat kekasihnya, Devano malah menikahi wanita lain yang merupakan sahabat Alesha.
Sakit hati, Alesha bertemu dengan Bossnya, Ion, yang ternyata merupakan Ayah dari Sahabat Alesha sekaligus Mertua Devano.
Ion memiliki masalah pernikahan yang sama dengan istrinya yang membuat hubungan diantara keduanya semakin dekat dan dimanfaatkan Alesha, untuk balas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Orang Yang Menjadi Alasan
"Makasih, Mas, akhirnya kamu gajadi ceraiin, aku," ujar Vina masih memeluk Darion, tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama karena Darion langsung melepaskan pelukan tersebut.
"Jangan, sentuh saya," jawab Darion yang membuat Vina mendelik.
"Kenapa Mas? Kamu udah maafin aku kan?"
Darion membuang wajah, dia menghela napas sejenak kemudian kembali menatap Vina. "Kata siapa? Saya tidak jadi menceraikan kamu, karena kamu tengah hamil, saya tidak tahu anak siapa yang ada didalam kandungan kamu, bisa jadi anak Devano kan, mengingat perselingkuhan kalian berdua, saya akan menunggu sampai anak itu lahir, dan kita akan Tes DNA jikapun itu anak saya, saya tetap akan menceraikan kamu, dan hak asuhnya akan saya rebut, hati saya memang pernah ada nama kamu, tapi kamu sendiri yang menghapusnya."
Vina membulatkan mata sempurna kemudian berusaha meraih tangan Darion, tapi Darion menolak. "Kamu kenapa sih Mas, kamu gak mau ngakuin anak ini?"
"Heh! Kamu yang kenapa, saya tidak bilang kalau saya tidak mengakui anak itu, saya hanya berkata jika itu anak saya, yasudah saya akan memperjuangkan hak asuhnya, tapi anak dalam kandungan kamu tidak bisa kamu gunakan sebagai benteng untuk merubah pikiran saya untuk menceraikan kamu."
"Kenapa Mas! Apa karena pelakor itu, Alesha!" teriak Vina yang membuat Darion tersenyum kecut.
"Ini, karena kamu Vina, perselingkuhan kamu dengan Devano tidak akan pernah saya toleransi."
Percakapan itu berjalan alot, sebelum akhirnya, Nisa yang melihat orang tuanya itu datang dan menghampiri mereka berdua.
"Perselingkuhan, maksudnya apa Ma? Pa? Kok aku denger ada nama Mas Devano?" tanya Nisa yang membuat Darion membuang wajah.
"Gapapa, kamu siap-siap sana, udah harus berangkat ke kantor," jawab Darion berjalan meninggalkanku Vina dan Nisa disana.
Darion berjalan melewati ruangan rumahnya, menuju kamarnya dan Alesha, didalam kamar dia mendapati Alesha tengah duduk sembari memainkan ponselnya.
"Kamu sudah siap-siap?"
"Hm."
Darion mendelik, ia melepaskan kaos polosnya yang dia pakai sehabis mandi sehingga memperlihatkan dadanya yang bidang, sebelum akhirnya dia berjalan ke arah Alesha.
"Kamu kenapa? Ada masalah."
"Gapapa, udah Mas sana siap-siap, udah jam berapa nanti kita telat ke kantornya," jawab Alesha sedikit mendorong tubuh Darion menjauh darinya, jelas ini membuat Darion bertanya-tanya.
"Sha, beneran gapapa?"
"Gapapa!"
"Oh, Okey."
Darion memilih bangkit, kemudian segera berganti baju, walaupun dia masih bertanya-tanya apakah ada perasaan yang membuat Alesha merasa risih.
Setelah selesai berganti baju, Alesha dan Darion kemudian berjalan keluar dari rumah dan menuju mobil, mereka harus cepat berada di kantor karena ini ada investor dari kota sebelah yang akan menyalurkan dana untuk penyaluran produk baru dari perusahaan Darion.
Tapi sebelum itu, disaat mereka berada di perjalanan, Andrew menelepon ke ponsel Alesha yang membuat Alesha mengangkatnya.
[Assalamualaikum, Ndrew kenapa?]
[Waalakumsalam, Gawat Sha! Kamu tahu gak Investor kita hari ini siapa?]
[Belum, aku Belum buka File Profilnya sih, Bentar aku Buka yah]
Alesha meraih laptop didalam tasnya kemudian membuka file profile dari investor baru mereka, hal ini benar-benar membuat Alesha terkejut.
[Kok bisa?]
[Yah aku gatau, gini deh, kamu bisa bicara sama dia gak sebelum dia ketemu Darion, aku takutnya akan ada masalah di kantor]
[Hm, Oke, nanti aku usahakan yah]
Andrew memutuskan sambungan telepon itu secara sepihak yang membuat Darion melirik Alesha.
"Kenapa, Kok panik gitu?"
"Gapapa, Mas, bisa cepetan dikit gak?" jawab Alesha yang membuat Darion tidak bertanya lagi.
Tak lama kemudian, mobil mereka sudah sampai di halaman kantor milik Darion, setelah memarkirkan mobil Darion dan Alesha keluar dan berjalan masuk ke dalam.
"Katanya Investor kita ada ruangan khusus Tamu, kamu kesana duluan yah, saya kayaknya mau ngambil berkas di ruangan saya," jawab Darion yang membuat Alesha mengangguk.
Mereka akhirnya berpisah di pertigaan Lorong, ini menjadi kesempatan untuk Alesha menemui Investor itu terlebih dahulu.
Saat sampai di depan ruangan investor itu menunggu, Alesha langsung masuk, dan sesuai dugaan, orang yang menjadi alasan Alesha kabur dari keluarganya ada dihadapannya.
"Daniel?"
"Alesha!"
•
•
•
Ywywuwywy
Assalamualaikum
Ayok komen yang banyak biar double up wakaka
bc judul crita karyamu yg opo to judule sih thor. ..mpe bingung.
kyk gk asing nama iki lhoo
tp krn mungkin yg nm nya folos ma bego tuh beda tipis x yeee...😄😄😄