Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.
Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!
kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Ratusan botol pil pemulih
Kelopak mata Nova bergerak perlahan. Kesadarannya yang semula tenggelam di dalam lautan jiwa sedikit demi sedikit kembali menyatu dengan tubuh fisiknya. Hal pertama yang ia rasakan adalah hembusan angin sejuk yang beraroma dedaunan spiritual, disusul aliran energi hangat yang mengalir perlahan di sepanjang meridiannya.
Pil Pemulih Jiwa yang diberikan Yun Xi masih bekerja, sementara rune emas di dalam dantiannya tetap berputar tanpa henti, menyerap energi langit dan bumi dengan ritme yang stabil. Meskipun tubuhnya masih terasa berat, rasa nyeri yang sebelumnya hampir merobek setiap meridian kini telah berkurang jauh. Perlahan Nova menarik napas panjang sebelum akhirnya membuka kedua matanya.
Hamparan dedaunan hijau kebiruan dari pohon spiritual raksasa memenuhi pandangannya. Cahaya matahari menembus sela-sela daun, menciptakan bayangan yang bergoyang lembut di atas tanah. Ia memandang beberapa saat tanpa bergerak, mengingat kembali seluruh kejadian yang baru saja dialaminya di dalam lautan jiwa. Wajah Zira, Gerbang Abadi yang retak, hingga peringatan misterius yang masih menggema di dalam benaknya.
"Mereka sudah mengetahui keberadaanmu..."
Kalimat itu terus terulang di dalam pikirannya.
Namun Nova segera mengusir kegelisahan tersebut. Apa pun arti peringatan itu, sekarang bukan saatnya memikirkannya. Masih ada ribuan orang yang membutuhkan pertolongan.
"Dia sudah terbangun!"
Suara Yan Mei langsung memecahkan keheningan.
Beberapa orang yang sejak tadi sibuk di sekitar pohon spontan menoleh. Yun Xi yang sedang membantu seorang wanita tua menyalurkan energi spiritual segera berlari menghampiri Nova, diikuti Lin Xue, Gu Shen, dan Qin Yu.
Yun Xi berlutut di samping Nova tanpa berkata apa-apa. Dua jarinya langsung menyentuh pergelangan tangan pemuda itu, memeriksa denyut nadi dan aliran energi di dalam tubuhnya dengan ekspresi yang jauh lebih serius dibanding sebelumnya.
Nova hanya tersenyum tipis. "Aku baru sadar, kau selalu menyambutku dengan memeriksa denyut nadiku."
Yun Xi meliriknya sekilas. "Itu karena kau selalu membuat dirimu sendiri pingsan."
Jawaban datarnya membuat Yan Mei langsung menutup mulut sambil menahan tawa.
Gu Shen ikut terkekeh. "Itu benar juga."
Nova hanya bisa menggeleng pelan.
Beberapa saat kemudian Yun Xi menarik tangannya. Wajahnya yang semula tegang akhirnya sedikit mengendur.
"Meridianmu sudah jauh lebih stabil."
"Tapi jangan gunakan Teknik Array lagi dalam waktu dekat."
"Kalau tidak..."
"Aku tahu."
Nova mengangguk sebelum perlahan duduk bersila. Ia menutup kedua mata dan mulai menjalankan teknik pernapasan warisan Batara Agung.
Rune emas di dalam dantiannya segera berputar lebih cepat. Energi spiritual dari langit dan bumi berkumpul membentuk pusaran kecil di atas kepalanya, kemudian mengalir masuk ke dalam tubuh melalui setiap pori-porinya.
Pemandangan tersebut langsung menarik perhatian beberapa pengembara yang sedang membantu para penduduk.
"Apa kecepatan penyerapan Qi seperti itu normal?"
"Tidak mungkin..."
"Aku belum pernah melihat teknik pernapasan seefisien itu."
Bisikan-bisikan kecil mulai terdengar, tetapi Nova sama sekali tidak mempedulikannya. Selama hampir satu jam penuh ia terus memulihkan dirinya. Energi spiritual yang semula hampir habis kini perlahan memenuhi kembali dantiannya. Meskipun belum mencapai kondisi puncak, setidaknya ia telah memiliki tenaga yang cukup untuk bergerak tanpa merasa tubuhnya akan roboh setiap saat.
Ketika akhirnya membuka mata, pemandangan di sekeliling Kota Tujuh Bintang telah jauh berbeda.
Puluhan ribu penduduk yang sebelumnya terbaring tidak sadarkan diri mulai satu per satu membuka mata. Tangisan, suara panggilan keluarga, dan ucapan syukur terdengar dari berbagai penjuru kota. Para pengembara yang kebetulan berada di Kota Tujuh Bintang bekerja sama membantu mereka yang mengalami luka, sementara Yun Xi bersama beberapa tabib lain sibuk memeriksa kondisi para korban yang meridian dan lautan jiwanya mengalami kerusakan paling parah.
Melihat semua itu, Nova perlahan berdiri.
"Aku juga harus membantu."
Lin Xue menatapnya.
"Kau baru saja pulih."
"Aku tidak akan bertarung."
Nova tersenyum kecil. "Aku hanya akan melakukan sesuatu yang lebih mudah."
Ia mengangkat tangan kanannya, kilatan cahaya melintas. Sebuah gelang penyimpanan berwarna hitam keemasan muncul di pergelangan tangannya.
Tanpa banyak bicara, Nova mengirimkan kesadarannya ke dalam gelang tersebut.
Sesaat kemudian...
Satu botol giok muncul, lalu dua hingga ratusan botol.
Botol-botol giok berwarna putih perlahan memenuhi tanah di bawah pohon spiritual hingga membentuk tumpukan kecil yang memancarkan aroma obat sangat pekat.
Semua orang yang berada di sekitar mereka langsung terdiam.
Gu Shen mengedipkan mata beberapa kali.
"Itu..."
Qin Yu menutup kipasnya. "Banyak sekali."
Nova masih belum berhenti. Botol demi botol terus bermunculan dari dalam gelang penyimpanan seolah tidak ada habisnya. Dalam waktu singkat jumlahnya telah mencapai ratusan lebih.
Yan Mei membuka salah satu tutup botol dengan rasa penasaran. Aroma obat yang murni langsung menyebar ke udara.
Mata gadis itu membelalak. "Pil Pemulih Meridian Tingkat Menengah!"
Lin Xue segera mengambil satu botol lainnya.
Pil berwarna hijau kebiruan di dalamnya memancarkan energi spiritual yang padat dan nyaris tanpa kotoran.
"Ini juga..."
"Pil Pemulih Qi Tingkat Menengah."
Qin Yu memeriksa botol berikutnya. "Pil Penstabil Jiwa."
"Masih tingkat menengah."
Semakin banyak botol yang mereka buka, semakin sulit mereka menyembunyikan keterkejutan.
Pil tingkat menengah bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh. Bahkan di sekte mereka sendiri, pil seperti itu biasanya hanya dibagikan kepada murid inti atau disimpan sebagai persediaan penting. Nilainya sangat tinggi, dan kebanyakan kultivator seusia Nova akan menganggap satu atau dua butir pil sebagai harta berharga yang harus digunakan pada saat-saat genting.
Namun sekarang... Nova mengeluarkannya seperti sedang membagikan permen.
Gu Shen menelan ludah. "Nova..."
"Kau merampok gudang sebuah sekte besar?"
Nova tertawa kecil. "Tidak."
"Lalu dari mana semua pil ini?"
Nova hanya mengangkat bahu. "Kebetulan aku memilikinya cukup banyak."
"Cukup banyak?"
Yan Mei hampir tersedak. "Ini bukan cukup banyak!"
"Ini ratusan botol!"
Nova tidak menjelaskan lebih jauh, di dalam hatinya justru muncul sedikit rasa geli.
Ratusan?
Jumlah itu bahkan belum ada apa-apanya.
Di dalam gelang penyimpanan peninggalan Batara Agung masih tersimpan jutaan pil dari berbagai tingkatan. Pil tingkat menengah yang baru saja ia keluarkan hanyalah sebagian sangat kecil dari persediaan yang ada. Bahkan jika ia membagikannya kepada seluruh penduduk Kota Tujuh Bintang, jumlahnya hampir tidak akan terlihat berkurang.
Tentu saja Nova tidak berniat mengatakan hal itu.
Jika orang lain mengetahui isi sebenarnya dari gelang penyimpanannya, bukan hanya Lembah Iblis Hitam, hampir seluruh kekuatan besar di Planet Galastos mungkin akan memburunya tanpa henti.
Ia mengambil beberapa botol dan menyerahkannya kepada Yun Xi.
"Kau paling memahami pengobatan."
"Tolong bagikan sesuai kondisi mereka."
Yun Xi menerima botol-botol tersebut sambil menatap Nova cukup lama.
"Kau benar-benar mempercayakan semuanya kepadaku?"
Nova tersenyum. "Kalau bukan tabib sepertimu, siapa lagi?"
Untuk sesaat Yun Xi tidak berkata apa-apa.
Kemudian sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk senyum tipis yang nyaris tidak terlihat.
"Baiklah."
"Aku akan memastikan tidak ada satu pil pun yang terbuang sia-sia."
Tak lama kemudian, seluruh rombongan ikut bergerak membantu. Lin Xue, Gu Shen, Qin Yu, Yan Mei, para pengembara, dan para tabib membagikan pil-pil tersebut kepada para korban yang membutuhkan. Dengan bantuan pil tingkat menengah, kondisi banyak penduduk mulai pulih jauh lebih cepat daripada perkiraan semula.