NovelToon NovelToon
Penyesalan Sang CEO

Penyesalan Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Denara

Selama tiga tahun Keyra berkorban demi mendukung karier Arkan dari nol hingga sukses menjadi CEO. Namun setelah berada di puncak, Arkan justru mencampakkannya demi wanita kaya. Di tengah keterpurukannya, Keyra dipertemukan dengan Devan, konglomerat papan atas yang mengubahnya menjadi wanita bersinar tak tergapai. Saat Arkan menyadari berlian yang telah dibuangnya kini milik pria yang paling ditakutinya, penyesalan pun tiba. Apakah pintu maaf Keyra masih terbuka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Denara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggung Sang Ratu

Kilatan lampu kilat dari puluhan kamera jurnalis memenuhi ruangan aula utama Alister Tower. Hari ini adalah konferensi pers akbar untuk peluncuran lini kosmetik mewah terbaru buatan Alister Group. Semua media nasional hadir, bukan hanya karena nilai bisnis dari proyek ini, tetapi juga karena rumor hangat tentang siapa sosok yang ditunjuk langsung oleh Devan Alister sebagai wajah utama dari produk tersebut.

Di barisan kursi media, beberapa jurnalis berbisik-bisik.

"Kudengar Brand Ambassador-nya bukan artis papan atas atau model internasional," bisik seorang wartawan senior.

"Lalu siapa? Tidak mungkin Tuan Devan memilih sembarang orang untuk proyek sebesar ini," sahut yang lain penasaran.

Tepat jam sepuluh pagi, pintu samping panggung terbuka. Devan Alister melangkah masuk dengan setelan jas abu-abu gelap yang melekat sempurna di tubuh tegapnya. Di sampingnya, berjalan seorang wanita yang langsung membuat seluruh ruangan menahan napas serentak.

Keyra. Ia berjalan dengan anggun mengenakan gaun formal modern berwarna putih gading dengan potongan asimetris yang sangat elegan. Rambutnya disanggul rapi menyisakan beberapa helai yang membingkai wajahnya dengan cantik. Riasannya yang natural namun berkelas menonjolkan kecantikan alaminya yang memikat. Di tangannya, sepasang sarung tangan renda putih menambah kesan misterius sekaligus eksklusif.

Cret, cret, cret!

Suara jepretan kamera langsung bertalu-talu tanpa henti seperti senapan mesin. Sorot lampu blitz menerangi setiap jengkal langkah Keyra menuju deretan kursi utama di atas panggung konferensi pers.

Di tempat lain, di sebuah kedai kopi kecil di seberang kantornya, Arkan duduk sendirian di pojok ruangan dengan pakaian yang tampak kusut. Di hadapannya, sebuah layar televisi besar yang terpasang di dinding kedai sedang menyiarkan secara langsung jalannya konferensi pers Alister Group.

Tangan Arkan yang memegang cangkir kopi bergetar hebat saat melihat wajah Keyra memenuhi layar kaca.

"Keyra..." bisik Arkan dengan suara parau.

Dulu, wanita itu selalu menyambutnya dengan senyuman hangat di depan pintu kontrakan, mengenakan celemek masak yang sudah pudar warnanya. Sekarang, wanita yang sama sedang duduk di samping pria terkaya di negara ini, tersenyum dengan sangat berkelas di hadapan seluruh sorot kamera media nasional.

Rasa sesak dan penyesalan yang mendalam kembali menghantam dada Arkan hingga ia sulit bernapas. Ia telah membuang sebutir berlian demi mengejar batu kerikil yang kini justru menenggelamkannya ke dasar jurang.

"Nona Keyra," seorang jurnalis di barisan depan berdiri dan mengarahkan mikrofonnya. "Bisa Anda ceritakan bagaimana rasanya ditunjuk langsung oleh Tuan Devan Alister sebagai wajah utama dari lini kosmetik paling eksklusif tahun ini? Banyak rumor mengatakan bahwa Anda memiliki hubungan khusus dengan beliau."

Keyra tersenyum dengan sangat tenang, gestur tubuhnya tampak begitu santai dan terlatih. Ia mendekatkan mikrofon ke bibirnya yang dipoles lipstik merah segar.

"Alister Group selalu mengedepankan kualitas dan transformasi," jawab Keyra dengan suara yang terdengar jernih dan penuh percaya diri melalui pengeras suara. "Bagi saya, proyek ini bukan hanya tentang kecantikan luar, tetapi tentang bagaimana seorang wanita bisa bangkit, bertransformasi, dan menemukan kekuatannya kembali setelah melewati masa-masa tersulit dalam hidupnya. Mengenai hubungan kami..." Keyra melirik sedikit ke arah Devan yang sedang menatapnya dengan binar bangga yang jarang ia tunjukkan pada publik. "...Tuan Devan adalah sosok yang membuka mata saya bahwa tidak ada tempat bagi orang-hari yang meremehkan potensi kita."

Jawaban yang sangat diplomatis dan cerdas itu langsung disambut tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin di dalam aula. Para jurnalis tampak mengangguk kagum, terpesona oleh karisma Keyra yang kuat.

Arkan yang menyaksikan hal itu dari layar televisi hanya bisa mengepalkan tangannya di atas meja kedai kopi. Air matanya hampir saja menetes karena rasa frustrasi yang memuncak. "Kenapa, Keyra? Kenapa kamu harus membalas dendam padaku lewat cara setinggi ini? Kamu menghancurkan seluruh hidupku..."

Tiba-tiba, ponsel Arkan di atas meja berdering nyaring. Layar ponsel menampilkan nama sekretaris utamanya di kantor. Dengan sisa kekuatan yang ia miliki, Arkan mengangkat panggilan tersebut.

"Halo?"

"P-Pak Arkan!" suara sekretarisnya terdengar sangat panik dari seberang telepon. "Bapak harus segera kembali ke kantor sekarang juga! Dewan komisaris baru saja menyelesaikan rapat darurat, dan... surat keputusan pencopotan jabatan Anda sebagai CEO telah resmi dikeluarkan! Anda diminta untuk segera mengosongkan ruangan Anda sebelum jam dua siang ini!"

Brak!

Ponsel di tangan Arkan terlepas begitu saja, menghantam lantai kedai kopi hingga layarnya retak seribu. Pandangan Arkan mendadak kosong, dan seluruh dunianya terasa runtuh seketika. Jabatan CEO yang ia dambakan, status sosial yang ia kejar dengan mengorbankan ketulusan cinta Keyra selama tiga tahun, kini benar-benar hilang tanpa sisa.

Sementara itu, di layar televisi, konferensi pers baru saja selesai. Devan Alister berdiri dari kursinya, lalu dengan gestur yang sangat protektif dan penuh kasih, ia menggandeng tangan Keyra untuk menuntunnya turun dari panggung di bawah kawalan ketat para pengawal. Keyra berjalan tanpa menoleh ke belakang, melangkah mantap menuju masa depannya yang berkilau, meninggalkan Arkan yang kini meratapi nasibnya di sudut kedai yang sepi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!