Irina, gadis cantik yang hidup di panti asuhan.
Ia tidak tahu siapa orang tua kandungnya. Terkadang Irina selalu berpikir, apakah ia anak yang tidak di inginkan sehingga ia di buang begitu saja ke panti ini? Namun, setelah Irina beranjak remaja, ia mengenyahkan pikiran itu. Yang ada di pikirannya saat ini adalah membantu ibu panti mencari uang, untuk kehidupan anak-anak panti lainnya.
Dan sekarang Irina sudah menjadi penulis novel, banyak Novel-novel yang telah ia terbitkan. Hari itu Irina akan memberikan naskah Novelnya ke tempat orang yang meminang ceritanya. Namun ketika menyebrang ia malah tertabrak oleh sebuah motor yang sedang melaju kencang ke arah nya.
Irina pikir ia mungkin sudah pergi ke surga tau pun neraka. Namun, ia malah terbangun dengan tubuh yang menjadi kecil. Ia jadi bayi lagi!
Dan yang paling mengejutkan adalah ia hidup kembali bukan di zaman nya tapi malah di zaman kuno atau dunia lain?
__________________❖_________________
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cusipa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelah
Hari ini Yun Ling dan kedua saudaranya kembali melanjutkan latihan mereka. Sedangkan Jun Tian, tengah menemani Zhuan Long yang belum sembuh sepenuhnya.
Pelajaran kali ini adalah membuat sebuah array menggunakan sebuah kertas jimat.
"Guru, kenapa kita tidak langsung belajar menciptakan array dari Qi spiritual saja?" Tanya Yun Ling.
"Karena ini pertama kalinya kalian membuat array. Jadi, guru akan mengajari kalian dari yang paling dasar." Jelas Du Shi sambil mengeluarkan empat lembar kertas jimat dari cincin ruangnya.
"Masing-masing pegang satu kertas, lalu ikuti Guru." Du Shi memberi arahan.
Pertama-tama, Yun Yi menciptakan pola rumit menggunakan sedikit qi spiritual.
Ketiganya memperhatikan Du Shi secara seksama, apalagi Yun Lian yang nampak begitu antusias.
"Apakah kalian mengerti?" Tanya Du Shi setelah selesai menciptakan jimat itu.
Yun Li dan Yun Lian mengangguk dengan semangat, tapi Yun Ling masih asik menopang dagunya dengan tangan.
Yun Li menoleh ke arah Yun Ling, lalu bertanya. "Apakah kamu belum mengerti?" Tanyanya.
Yun Ling mengangguk, dia mengangkat kertas jimat yang masih kosong. "Bagaimana cara menuliskannya, lalu menggunakan apa?" Tanya Yun Ling.
Sebelum Yun Li berbicara, Yun Lian lebih dulu menghampiri Kakak perempuan keduanya itu. Dengan telaten Yun Lian mengajari dari awal sampai akhir.
Yun Ling tersenyum senang ketika dirinya telah mengerti. "Terima kasih."
Du Shi ternyum, untungnya dia selalu merekam semua kegiatan ketiga putri kembar itu. Selain untuk membuat Suyin tidak merasa khawatir lagi, jika dirinya menunjukan rekaman ini pada Kaisar, ada kemungkinan pria itu akan sedikit melonggarkan kekangan yang di tanam padanya.
"Baiklah, kalau begitu coba kembali alirkan sedikit qi spiritual pada titik ini." Ujar Du Shi sambil menunjuk sebuah titik yang cukup besar yang ada di tengah-tengah pola rumit itu.
Wush
Wush
Wush
Secara berturut-turut, ketiganya berhasil menciptakan array pelindung tahap pertama.
Jika tiga saudara itu tengah tersenyum senang, beda halnya dengan Du Shi yang terbengong. Du Shi cukup kaget ketika tiga saudara itu berhasil menciptakan array pelindung dalam percobaan pertama mereka.
Walau ini adalah array tahap pertama, tapi kebanyakan orang tidak akan langsung bisa menciptakannya begitu saja.
'Ah aku lupa, mereka kan cucu dari pria itu.' Gumam Du Shi dalam hati, ketika mengingat Kaisar Wu.
Apalagi dirinya teringat akan Jun Tian yang langsung menciptakan array pelindung tahap menengah dalam latihan pertama mereka.
"Karena kalian sudah berhasil, Guru akan menjelaskan tingkatan-tingkatannya dulu."
Du Shi memunculkan sebuah kertas besar dan menuliskan satu persatu tingkatan array.
Tahap Pertama
Tahap penyatuan
Tahap menengah
Hijau
Biru
Hitam
Putih
Suci
Kuno
Legenda
"Namun, array di tingkat legenda sampai saat ini hanya ada satu orang yang dapat menciptakannya. Yaitu tetua pertama Kekaisaran Es di Utara. Dia bernama Xu Di, di katakan sampai saat ini Xu Di masih hidup, tapi tidak di ketahui di mana keberadaannya."
Du Shi menceritakan semua hal mengenai array, dan jenis-jenis array. Seperti array pelindung, array pembatas, array pembalik, dan masih banyak lagi.
Setelahnya, Du Shi menjelaskan tenang portal. Yang pertama Du Shi jelaskan adalah portal menuju dunia lain, lalu portal menuju wilayah kekosongan, portal kepemilikan dan lainnya.
Wilayah kekosongan juga di sebut sebagai wilayah reruntuhan sisa-sisa era kuno, atau bahkan era purba.
Portal kepemilikan adalah portal yang sengaja di ciptakan untuk membuat suatu wilayah tempat tinggal. Seperti untuk mendirikan Klan, atau sebuah perguruan.
Du Shi juga menunjukan cara membuat portal kepemilikan, dan itu membutuhkan qi spiritual yang tidak sedikit.
Latihan terjeda karena makan siang. Namun, tak lama setelah makan siang Du Shi kembali mengajari ketiganya.
Kali ini Du Shi mengajari berbagai teknik serangan, seperti membuat panah dari berbagai elemen, pukulan yang di penuhi dengan qi spiritual dan sebagainya.
Sore menjelang, Du Shi akhirnya menyudahi pembelajaran.
Yun Ling merebahkanirinya di atas rerumputan lembut yang tumbuh tak jauh dari perkemahan, di ikuti kedua saudaranya.
"Entah kenapa, hari ini Guru begitu keras. Sampai mengajari kita tiga pelajaran sekaligus." Ujar Yun Ling.
Yun Lian mengetuk dagunya, lalu berkata. "Mungkin karena kemarin JiěJiě pergi begitu saja setelah tertangkap Lang Juo?"
"Atau mungkin karena pelajaran akhir-akhir ini terganggu karena berbagai masalah?" Sambung Yun Li.
"Keduanya masuk akal." Gumam Yun Ling dan Yun Lian, bersamaan.
Mungkin karena lelah, dan juga hutan yang sejuk. Tanpa sadar ketiganya tertidur begitu saja di sana.
Jun Tian yang sedari tadi mencari mereka, tersentak kaget ketika melihat ketiga adiknya tengah tertidur di atas rerumputan dengan wajah lelah.
Karena khawatir kalau mereka masuk angin, Jun Tian memanggil prajurit untuk membantunya membawa ketiga adiknya ke tenda.
Tiga saudara itu terbangun ketika hidung mereka mencium sesuatu yang begitu harum. Setelah mencuci muka, ketiganya berjalan menghampiri Jun Tian yang tengah asik memasak, di bantu beberapa pelayan.
"Ternyata kalian sudah bangun." Jun Tian menyerahkan sisa pekerjaannya pada pelayan, menghampiri adik-adiknya yang masih terlihat linglung karena baru saja bangun tidur.
"Kalian duduk di sini saja dulu, biar Gēgē ambilkan makanan untuk kalian."
Pertama-tama, seperti biasa Jun Tian memberi mereka sup sarang burung walet terlebih dahulu. Lalu setelahnya, baru membawakan mereka hidangan utama.
Setelah makan malam, Jun Tian mengajak ketiganya untuk jalan-jalan.
"Kemarin Gēgē menemukan tempat yang indah, dan Gēgē harap, kalian menyukainya." Ujar Jun Tian di tengah perjalanan.
Jun Tian membawa mereka ke tebing yang penuh dengan bunga Sekar bulan biru. Seperti namany, bunga berwarna biru itu akan nampak lebih cantik ketika bulan menyinarinya.
Dari tebing ini, mereka juga dapat melihat langit yang membentang yang di penuhi bintang.
Yun Ling merasa senang. Ini adalah pertama kalinya dia bisa melihat bintang sebanyak ini. Mungkin karena tidak ada bangunan tinggi, jadi mereka dapat melihat bintang lebih leluasa.
Jun Tian merasa senang, ketika ketiga adiknya menyukai tempat ini. Dia bersyukur karena sempat tersesat kemarin. Kalau dirinya tidak tersesat, mungkin dirinya tidak dapat menemukan tempat yang seindah ini.
"Dari pada berdiri terus, lebih baik kita duduk di rerumputan, bagaimana?" Usul Jun Tian.
Yun Ling, Yun Lian dan Yun Li serempak mengangguk.
Entah dari mana, Jun Tian mengeluarkan sebungkus besar yang berisi camilan. Dia meletakannya di tengah, supaya bisa terjangkau oleh yang lainnya.
"Menikmati indahnya malam akan lebih menyenangkan dengan cemilan, benar bukan?" Tanya Jun Tian sambil menarik turunkan alisnya.
Ungkapan ini berhasil mengundang tawa ketiganya, dan akhirnya Jun Tian pun ikut tertawa.
...🔹To Be Continued🔹...