NovelToon NovelToon
Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Semua orang menganggap Gunung Sumber Abadi hanyalah tempat wisata gagal yang dikutuk, tetapi bagi Rizky Santoso, warisan yang dibuang oleh seluruh keluarganya ini adalah awal dari segalanya. Tepat saat ia menerima beban hutang dan kawasan wisata yang hancur itu, sebuah sistem misterius bangkit dan memberinya kekuatan untuk mengubah gunung tandus menjadi destinasi kelas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Malam menunjukkan pukul dua belas tepat saat Rizky berdiri sendirian di balkon lantai dua.

Angin malam berhembus cukup kencang membuat jaket tebalnya berkibar pelan.

Wushhh.

Ding!

[Waktu yang ditentukan telah tiba.]

[Memulai proses pembukaan lahan dan pengaspalan gaib untuk Cetak Biru Jalan Aspal Instan Level 1.]

Rizky memicingkan matanya menatap ke arah hutan pinus lebat di sisi timur gunung.

Sebuah gelombang cahaya biru tipis menyapu area hutan itu dari puncak gunung hingga tembus ke jalan raya provinsi di bawah sana.

Sringgg.

Pohon-pohon pinus yang menghalangi jalur itu secara ajaib bergeser ke samping dengan sendirinya tanpa tumbang sama sekali.

Tanah bergelombang dan berbatu di area itu seketika menjadi rata dan padat dalam hitungan detik.

Suara mendesis seperti air panas yang mengenai besi menyala terdengar sangat pelan dari kejauhan.

Sssss.

Cairan aspal hitam pekat muncul dari udara kosong dan melapisi tanah datar tersebut dengan sangat mulus.

Garis-garis putih pembatas jalan juga tergambar otomatis di atas aspal yang masih mengepulkan asap panas itu.

"Ini benar-benar keajaiban yang tidak bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan apa pun," gumam Rizky menggelengkan kepalanya takjub.

"Sistemku memang mesin pencetak uang paling mengerikan di dunia ini."

Keesokan paginya, matahari bersinar cerah menyinari kawasan Gunung Sumber Abadi.

Siska melangkah masuk ke ruang kontrol dengan membawa secangkir teh hangat dan sepiring pisang goreng.

Tap tap tap.

"Selamat pagi Bos, apa Bos tidak tidur semalaman lagi?" sapa Siska meletakkan sarapan itu di atas meja kerja.

"Aku tidur sangat nyenyak Siska, ayo lihat hasil karya gaib semalam dari layar monitor ini," ajak Rizky menunjuk layar televisi besar di dinding.

Siska menoleh ke arah layar yang menampilkan rekaman CCTV dari arah timur gunung.

Matanya langsung melotot lebar hingga nyaris keluar dari kelopaknya melihat jalan tol aspal mulus membelah hutan pinus.

"Bos, sejak kapan kita punya jalan raya selebar empat lajur ini?" jerit Siska tidak percaya.

"Itu adalah jalan tol eksklusif kita yang baru saja selesai dibangun semalam Siska," jawab Rizky sambil menyeruput tehnya santai.

Sruput.

"Tuan Richard dan Kepala Desa Karyo pasti sedang terkena serangan jantung berjamaah di bawah sana sekarang," tawa Rizky pelan.

Tiba-tiba, suara ketukan pintu terdengar keras dari luar ruangan.

Tok tok tok.

"Masuk saja Bagas, pintunya tidak dikunci," panggil Rizky dari tempat duduknya.

Bagas masuk dengan napas terengah-engah namun wajahnya memancarkan kegembiraan yang luar biasa.

"Mas Rizky, Mas harus lihat sendiri kejadian lucu di bawah sana tadi!" lapor Bagas tertawa terbahak-bahak.

Hahaha.

"Ada kejadian apa Bagas, coba ceritakan pelan-pelan," pinta Rizky menyuruh mantan preman itu duduk.

"Kepala Desa Karyo tadi pagi berdiri sombong di depan portal betonnya menunggu bus wisata kita putar balik," cerita Bagas semangat.

"Tapi sepuluh bus pariwisata dari luar kota malah berbelok mulus ke jalan aspal baru di hutan timur kita Mas!"

Siska ikut tertawa mendengarkan cerita itu hingga memegangi perutnya.

"Lalu bagaimana reaksi si Karyo yang rakus itu Bagas?" tanya Siska sangat penasaran.

"Wajahnya langsung pucat pasi seperti melihat hantu di siang bolong Mbak Siska," jawab Bagas memperagakan wajah kaget.

"Dia bahkan menjatuhkan gelas kopinya sampai pecah dan langsung lari terbirit-birit menelepon seseorang."

"Dia pasti menelepon Tuan Richard untuk melaporkan kegagalannya mencekik jalur kita," tebak Rizky tersenyum miring.

"Uang suap lima ratus juta itu benar-benar terbuang sia-sia masuk ke kantong desa."

Bagas mengangguk setuju dan mengacungkan kedua jempolnya kepada bosnya.

"Mas Rizky memang bos paling jenius, bisa membuat jalan tol dalam semalam tanpa ketahuan warga desa sama sekali," puji Bagas tulus.

"Sekarang tidak ada satu orang pun yang bisa menghalangi rezeki kita masuk ke gunung ini."

Rizky memakan pisang gorengnya dengan santai dan menatap Bagas serius.

Nyam nyam.

"Bagas, tugaskan lima orang petugas keamanan untuk berjaga di gerbang masuk jalan tol baru kita," perintah Rizky membagi tugas.

"Pastikan tidak ada warga desa iseng atau orang suruhan Karyo yang berani merusak fasilitas aspal kita itu."

"Siap laksanakan Mas Direktur, saya sendiri yang akan memimpin penjagaan di sana!" hormat Bagas dan langsung undur diri berlari keluar.

Setelah Bagas pergi, Rizky menoleh ke arah Siska yang sedang merapikan kertas laporan.

"Siska, apakah pelamar kerja untuk posisi pemandu wisata sejarah sudah datang hari ini?" tanya Rizky mengingat jadwal hariannya.

Siska mengangguk cepat dan membuka tablet pintarnya.

"Sudah Bos, dia sedang menunggu di ruang tamu bawah sejak jam delapan tadi," jawab Siska profesional.

"Namanya Arya, sarjana ilmu sejarah dari universitas negeri ternama yang sedang menganggur dua tahun."

"Bawa dia naik ke ruanganku sekarang Siska, kita butuh orang berpendidikan untuk meyakinkan pengunjung nanti," perintah Rizky.

Beberapa menit kemudian, Siska kembali masuk ke ruangan membawa seorang pemuda berkacamata tebal dan berpakaian sangat rapi.

Pemuda itu terlihat sangat gugup dan meremas ujung kemejanya sendiri.

"Selamat pagi Pak Rizky, nama saya Arya, saya melamar untuk posisi pemandu wisata edukasi," sapa Arya dengan suara sedikit bergetar.

Rizky tersenyum ramah dan mempersilakan pemuda itu duduk di kursi seberang mejanya.

"Santai saja Arya, aku bukan bos yang galak kok," ucap Rizky mencairkan suasana.

"Siska bilang kamu ini sarjana sejarah, tapi kenapa lama menganggur?" tanya Rizky langsung pada intinya.

Arya menelan ludahnya gugup dan menundukkan kepalanya.

Glek.

"Lapangan kerja untuk sejarawan di negara ini sangat sempit Pak, kebanyakan museum sudah penuh stafnya," keluh Arya jujur.

"Makanya saat saya melihat lowongan kerja aneh dari Gunung Sumber Abadi, saya langsung nekat melamar ke sini."

"Lowongan kerja aneh bagaimana maksudmu Arya?" tanya Siska ikut penasaran.

"Di poster itu tertulis butuh pemandu untuk membedah kota kuno purbakala, padahal di gunung ini tidak pernah ada catatan sejarah penemuan candi," jelas Arya dengan nada skeptis.

Rizky dan Siska saling berpandangan dan tersenyum penuh arti.

"Kamu sangat teliti Arya, wajar saja seorang sejarawan meragukan hal yang belum pernah dicatat dalam buku manapun," puji Rizky berdiri dari kursinya.

"Ikut aku sekarang, aku akan menunjukkan kepadamu sesuatu yang akan membuat buku sejarah negeri ini harus ditulis ulang."

Rizky berjalan mendahului mereka keluar ruangan dan menuruni tangga menuju area belakang gunung.

Tap tap tap.

Arya mengikuti dari belakang dengan langkah ragu sementara Siska tersenyum membayangkan reaksi pemuda itu nanti.

Mereka berjalan hingga tiba di tepi kolam Air Terjun Pelangi yang bersinar indah.

Byurrr byurrr.

"Pak Rizky, kita mau ke mana, tidak ada apa-apa di sini selain air terjun," ucap Arya mulai curiga ini adalah penipuan berkedok lowongan kerja.

"Ikuti saja langkah bosku Arya, kamu tidak akan menyesal," sahut Siska menyemangati.

Rizky melompati bebatuan dan masuk ke balik tirai air terjun dengan sangat lincah.

Arya terpaksa ikut melompat meskipun sepatunya basah terkena cipratan air.

Begitu sampai di depan dinding tebing rahasia, Rizky langsung memasukkan kunci perunggu burung elangnya.

Klik.

Suara gemuruh roda gigi purba berbunyi sangat nyaring membelah keheningan gua.

Krak krak krak.

Pintu batu seberat puluhan ton itu terbuka lebar menyambut mereka bertiga dengan angin hangat yang wangi.

Wushhh.

Mata Arya di balik kacamata tebalnya itu seketika terbelalak sempurna menatap lembah bawah tanah yang terang benderang.

Dia melihat bangunan rumah batu berukir, lantai pualam putih, dan menara kristal raksasa di tengah alun-alun.

Lutut pemuda sarjana itu mendadak lemas dan dia langsung jatuh berlutut di atas lantai batu dengan mulut terbuka lebar.

Bruk.

"Ya Tuhan yang Maha Esa, ini tidak mungkin, ini secara akademis sangat tidak mungkin!" jerit Arya menangis histeris mencengkeram kepalanya sendiri.

"Ini adalah arsitektur campuran era megalitikum dan teknologi masa depan yang tidak pernah ditemukan di belahan bumi mana pun!"

Rizky berjongkok di sebelah Arya dan menepuk bahu pemuda yang sedang guncang mentalnya itu.

"Bagaimana Arya, apakah tempat ini cukup layak untuk dibedah oleh seorang sarjana sejarah sepertimu?" tawa Rizky pelan.

Arya langsung menoleh dan meraih kedua tangan Rizky dengan tatapan mata yang memuja seperti melihat nabi.

"Pak Rizky, tolong izinkan saya bekerja di sini, saya rela tidak dibayar sepeser pun asalkan boleh meneliti tempat suci ini setiap hari!" mohon Arya dengan air mata bercucuran.

Siska langsung menyela dengan nada ketus mengingatkan.

"Hei Arya, jangan merusak harga pasaran karyawan di sini ya, bos kami ini orangnya sangat dermawan tahu," tegur Siska berkacak pinggang.

"Kamu akan digaji penuh asalkan bisa merangkai cerita sejarah yang epik untuk memukau pengunjung kita nanti."

Arya mengangguk sangat cepat dan menghapus air matanya dengan lengan kemeja.

"Saya berjanji Pak, saya akan menyusun naskah tur wisata sejarah yang paling spektakuler dan masuk akal untuk tempat ini," janji Arya menggebu-gebu.

"Saya sudah bisa melihat nilai jual yang sangat tinggi dari pola ukiran di dinding rumah batu itu."

Rizky tersenyum puas melihat semangat kerja yang menyala-nyala dari karyawan barunya tersebut.

"Bagus, Siska akan membuatkan kontrak kerjamu siang ini juga Arya," putus Rizky menyetujui.

"Sekarang berdirilah, aku mau mengajakmu mencoba wahana transportasi baru yang ada di ujung sana."

Rizky menunjuk ke arah stasiun kayu tempat kereta tambang anti gravitasi berada.

Arya kembali dibuat syok hingga nyaris pingsan saat melihat gerbong perak melayang tanpa roda di atas rel bercahaya itu.

"Pak Rizky ini sebenarnya pengusaha wisata atau penjelajah waktu dari masa depan sih," gumam Arya merinding ketakutan campur takjub.

Rencana peluncuran zona kota kuno bawah tanah kini berjalan semakin sempurna dengan kehadiran Arya.

Rizky sudah memiliki infrastruktur transportasi dan pemandu wisata yang mumpuni untuk menyambut ribuan orang.

Tuan Richard boleh saja menghamburkan uang ratusan miliar di atas tanah, namun Rizky siap menghancurkan kesombongan taipan itu dari bawah tanah.

1
Eka Yudha
Bagus sih meskipun fiksi tapi ceritanya hidup
Rifqy Channel
kak nissa segera update ini gue suka pokoknya sampe 100 Bab pun gak apa-apa karena suka bangett
Nissa Safira: terima kasih kak atas dukungannya🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!