NovelToon NovelToon
Takdir Sang Pembantai Abadi

Takdir Sang Pembantai Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Action
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Restu Agung Nirwana

Lin Tian lahir dengan seluruh meridian tertutup rapat. Di mata dunia kultivasi, ia tak lebih dari sampah—mustahil menyerap qi, mustahil berdiri sejajar dengan siapa pun. Namun di balik tubuh "cacat" itu, tersimpan sebuah segel kuno yang justru menjadi alasan keluarganya dibantai hingga tak bersisa.

Ketika seorang pengembara tua bernama Mo Cang membuka segel tersebut, Lin Tian akhirnya mengenal qi untuk pertama kali. Sayang, kebahagiaannya hanya bertahan sebentar. Musuh lama sang guru datang, dan Mo Cang tewas di hadapannya.

Kehilangan keluarga. Kehilangan harga diri. Kini kehilangan satu-satunya orang yang menganggapnya anak.

Dari abu tragedi itu, bangkitlah seorang kultivator yang tak kenal ampun. Ia tidak membunuh demi kesenangan—tapi siapa pun yang menghalangi jalannya, tak akan pernah melihat matahari esok hari.

Istana Langit Hitam telah memilih mangsa yang salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restu Agung Nirwana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Topeng Ular dan Kunci Formasi

Belati tipis berkilau hijau melesat membelah udara lembap gua. Wanita bertato ular perak itu bergerak tanpa suara, meninggalkan jejak kabut racun di belakangnya. Jarak sepuluh meter ditempuh dalam satu kedipan mata, ujung bilah beracun itu menyasar langsung ke bola mata Lin Tian.

Lin Tian tidak mundur. Ia bahkan tidak mengangkat pedang hijaunya untuk menangkis serangan mematikan tersebut. Ia hanya memiringkan kepalanya sedikit, membiarkan belati itu menggores pipinya dan menancap dalam di tulang selangkanya. Darah segar merembes keluar, namun tidak ada rasa sakit yang berarti.

Kulit dan daging Lin Tian yang telah ditempa oleh darah jantung naga purba kini sekeras baja hitam. Racun hijau yang mematikan itu mendesis saat menyentuh darahnya, lalu menguap menjadi asap busuk yang tidak berguna. Mata wanita itu membelalak lebar, tatapan dinginnya pecah oleh kejutan murni.

Tidak ada kultivator di tahap Pengumpulan Qi yang bisa menahan racun saraf Faksi Ular Berbisa dengan tubuh telanjang. Terlebih lagi, bilah belatinya yang ditempa dari besi meteor tidak seharusnya gagal memotong tulang. "Kau..." wanita itu baru saja membuka mulutnya untuk berbicara, mencoba menciptakan jarak.

Kabut racun yang ia lepaskan sebelumnya mulai memenuhi ruangan, mengubah udara menjadi berwarna hijau pucat yang mematikan. Wanita itu mundur tiga langkah, mengaktifkan jimat pelindung di pinggangnya sambil menatap Lin Tian dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Ia menyadari bahwa serangan jarak dekat adalah bunuh diri.

Tangan kiri Lin Tian sudah mencengkeram pergelangan tangannya dengan kekuatan yang meremukkan. Suara tulang retak bergema nyaring di dalam gua yang sempit, diikuti oleh jeritan tertahan dari bibir wanita tersebut. Belati kedua di tangan kirinya jatuh berdenting ke lantai batu yang basah.

Lin Tian tidak memberinya kesempatan untuk menggunakan teknik rahasia atau merapal mantra. Tinju kanannya yang diselimuti qi hitam berurat emas menghantam perut wanita itu tanpa ampun. Hentakan dahsyat itu merobek otot perut dan menghancurkan beberapa meridian utamanya secara paksa.

Wanita itu memuntahkan darah kental bercampur cairan empedu, tubuhnya terlipat dua seperti udang rebus. Ia terhempas keras ke meja batu, menghancurkan botol-botol pil dan menyebarkan batu roh ke segala arah. Napasnya tersenggal, matanya menatap Lin Tian dengan ketakutan yang mulai merayap.

Meja batu padat itu retak menjadi dua di bawah berat tubuh wanita tersebut. Botol-botol pil penyembuh dan peledak qi bercampur aduk, beberapa di antaranya pecah dan mengeluarkan asap berwarna-warni yang pedih. Lin Tian melangkah maju, sepatunya menginjak pecahan giok dan batu roh tanpa peduli.

"Faksi Ular Berbisa," suara Lin Tian terdengar datar, tanpa gelombang emosi sedikit pun. Ia menarik paksa wanita itu dari atas meja, mencekik lehernya dan mengangkatnya hingga kaki wanita itu menggantung di udara. "Kalian adalah anjing peliharaan Tetua Emas yang bertugas membersihkan kotoran."

Wajah wanita itu mulai membiru, namun tatapannya masih memancarkan kebencian yang keras kepala. Ia mencoba mengalirkan sisa qi racunnya ke tangan Lin Tian, mencoba melumpuhkan monster yang sedang mencekiknya ini dari dalam. Racun itu masuk ke pori-pori Lin Tian, namun langsung lenyap tak bersisa.

Usaha itu sia-sia. Qi hitam di tubuh Lin Tian langsung menelan energi racun tersebut, mengubahnya menjadi nutrisi murni untuk dantiannya. Lin Tian tersenyum tipis, sebuah senyuman yang jauh lebih menakutkan daripada amarah. Ia mengalirkan qi hitamnya masuk ke dalam leher wanita itu.

Energi iblis pemakan qi langsung menyebar ke seluruh pembuluh darah wanitanya. Rasanya seperti ribuan semut api yang menggerogoti sumsum tulang dari dalam. Wanita itu menjerit histeris, suara yang memekakkan telinga dan memantulkan gema di dinding gua yang pengap. Darah merembes dari pori-pori wajahnya.

"Aku tidak punya waktu untuk bermain tebak-tebakan dengan pengkhianat," bisik Lin Tian, mendekatkan wajahnya. "Katakan padaku di mana ruang rahasia Tetua Emas di puncak gunung, dan apa tujuan sebenarnya pembantaian keluarga Lin di Kota Qingshui. Jawab dengan jujur, atau jiwamu akan kumakan selamanya."

Jeritan wanita itu perlahan berubah menjadi isak tangis yang menyedihkan. Pertahanan mentalnya hancur lebur di bawah siksaan qi iblis yang merobek jiwanya. Ia tahu jika ia tidak berbicara, pria di hadapannya akan menyedot jiwanya hingga tidak tersisa untuk bereinkarnasi. Rasa sakit itu melampaui batas kewarasan.

"R-ruang rahasia Tetua... ada di bawah Paviliun Pedang Suci..." wanita itu terengah-engah, air mata bercampur darah mengalir dari sudut matanya. "Keluarga Lin... mereka bukan pedagang biasa. Leluhur kalian... adalah penjaga kunci formasi darah kuno yang tersegel di bawah gunung ini..."

Lin Tian menyipitkan matanya, mencengkeram leher wanita itu sedikit lebih erat. Jari-jarinya menekan urat nadi, memaksa wanita itu tetap sadar dari ambang pingsan. "Kunci formasi? Formasi apa yang membutuhkan darah seluruh keluargaku sebagai tumbal? Siapa yang memberi perintah pembantaian itu?"

"Formasi Pemanggilan Darah Naga..." suara wanita itu semakin lemah, nyawanya perlahan melayang pergi. "Tetua Emas... menggunakan darah keluarga kalian... untuk memberi makan telur naga iblis... di bawah paviliun... agar dia bisa menembus ranah Inti Emas... dan menjadi Patriark baru..."

Lin Tian teringat pada malam ketika Zhao Yan mengubah Kota Qingshui menjadi altar pengorbanan darah. Mo Cang pernah berkata bahwa formasi semacam itu membutuhkan jangkar darah dari keturunan khusus. Kini ia mengerti, keluarga Lin bukanlah korban acak dari keserakahan Istana Langit Hitam. Mereka adalah bahan baku yang dipilih dengan sengaja.

Potongan teka-teki di kepala Lin Tian akhirnya tersusun dengan sempurna. Lempengan giok utang darah, pembantaian tanpa ampun, dan markas pengkhianat ini. Semua ini bukan sekadar keserakahan biasa, melainkan sebuah ritual pengorbanan massal yang direncanakan selama puluhan tahun oleh orang yang paling dipercaya sekte.

Tetua Emas tidak hanya membunuh keluarganya. Ia menggunakan jiwa dan darah keluarga Lin sebagai pupuk untuk monster pribadinya. Kemarahan yang dingin dan membekukan memenuhi dada Lin Tian, membunuh sisa-sisa kemanusiaan yang masih tersisa di dalam hatinya. Sumpah darahnya kini memiliki target yang jelas.

"Terima kasih atas informasinya," ucap Lin Tian pelan. Qi hitam di tangannya berputar kencang, langsung menyedot sisa qi dan esensi kehidupan dari tubuh wanita tersebut. Tubuh wanita itu mengering dengan cepat, berubah menjadi mumi keriput sebelum akhirnya hancur menjadi debu abu-abu yang berhamburan.

Lin Tian menjatuhkan abu tersebut ke lantai batu, lalu menoleh ke arah meja yang berantakan. Di balik tumpukan peta yang berserakan, ia menemukan sebuah laci rahasia yang terbuka akibat benturan tadi. Di dalamnya terdapat sebuah topeng besi polos dan jubah hitam bersulam benang perak.

Ini adalah seragam standar anggota Faksi Ular Berbisa yang bertugas menyelinap ke area internal sekte. Topeng itu dilengkapi dengan formasi penyamaran sederhana yang bisa mengubah aura pemakainya. Lin Tian segera mengenakan jubah hitam tersebut dan memasang topeng besi ke wajahnya yang penuh luka.

Topeng besi itu terasa dingin dan berat di wajahnya. Saat qi Lin Tian mengalir ke dalamnya, ukiran rune tersembunyi di bagian dalam topeng menyala redup, secara paksa menekan aura iblisnya dan menggantinya dengan aura pedang yang dingin dan khas milik murid Sekte Pedang Perak.

Ia juga mengambil token giok milik Wang Chen dari dalam sakunya. Dengan topeng Faksi Ular Berbisa dan token akses murid inti, ia kini memiliki dua kunci untuk menyusup masuk ke sarang musuh. Paviliun Pedang Suci di puncak gunung kini menjadi target utamanya malam ini.

Suara ledakan dahsyat tiba-tiba terdengar dari arah terowongan air terjun. Getaran hebat mengguncang dinding gua, meruntuhkan stalaktit raksasa dari langit-langit. Tetua Emas akhirnya kehilangan kesabaran dan mulai menghancurkan seluruh struktur lembah dari luar untuk mengubur Lin Tian hidup-hidup di dalamnya.

Lin Tian menatap peta rute menuju Paviliun Pedang Suci untuk terakhir kalinya, menghafal setiap titik buta formasi pelindung. Ia membakar gulungan kulit itu dengan api qi, membiarkan abunya jatuh ke lantai. Ia melangkah masuk ke dalam kegelapan lorong sempit di ujung gua.

Di luar sana, Tetua Emas mungkin berpikir ia sedang mengubur seekor tikus yang terluka. Namun pria tua itu tidak tahu, bahwa ia baru saja mengurung dirinya di dalam gunung bersama dengan iblis yang siap menelan seluruh sekte-nya. Perburuan sesungguhnya baru saja dimulai.

1
Alia Chans
semangat thor nulisnya💪
Restu Agung Nirwana: hehe.. iya.. makasih dukungannya 👍
total 1 replies
B. Toon
Wah, seru. Suka MC nya, sadis, kejam, tanpa ampun, tapi masih punya batasan. Cuma musuh-musuhnya saja yang di bantai habis, orang yang tidak bersalah aman. Yang baik sama MC di balas 10x lipat kebaikannya, yang jahat sama MC di balas 100x lipat kejahatannya. Lanjut Thor 🔥🔥🔥
Restu Agung Nirwana: Hehehe... makasih bro. Ikuti trs ceritanya, jgn loncat-loncat bab. Biar gak bingung sama alurnya, slmt membaca 🙂🙂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!