NovelToon NovelToon
SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Ponny Sagita

10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUMAH SOLID

(Ben : saya level 4.)

Chat senyap sesaat

(Z : njrit udah ada yang nyampe level 4? Berapa orang?)

(Ben : selain saya, ada kekasih saya.)

(Aku : yups. Gwe.)

(Ben : sangat disayangkan jika dari 1500 penyintas negara pusaka, baru kami yang mencapai level 4. Di masa perlindungan dan bantuan ini, kita semua di kasi booster oleh system untuk terus upgrade, bukan sekedar dapet bantuan aja. Karena begitu masa ini habis, kita bakal lebih mati matian untuk upgrade. Manfaatkan sebaik mungkin.)

(X : gimana kalian tau kalo baru kalian yg level 4 dari pusaka? Siapa tau ada yang lain.)

(Ben : system kalian akan memberi informasi saat kalian mencapai level 4. Data dalam layar kalian lebih detail. Berapa jumlah yang masih hidup, statistik harian kalian berupa grafik, statistik kemajuan global setiap negara diberikan. Bahkan saat berhadapan dengan mahluk hidup apapun, kita bisa melihat seberapa besar tingkatnya, jadi kalian bisa memilih menghindar atau melawan. System tidak main main melindungi kalian. Tinggal bagaimana kalian mengatur strateginya.)

(Aku : kami bersedia memberikan saran bagaimana cara meng upgrade level kalian lebih cepat. Waktu kita makin menipis. Dalam statistik, sudah terdeteksi prediksi berapa penyintas yang bakal bertahan dan berapa yang bakal mati dalam 3 bulan kedepan. Kami tidak menggurui, tidak menakut nakuti. Ini berdasarkan system semesta. Jangan ragu gunakan poin system dipakai untuk level up, jangan pelit pada diri sendiri, jangan hanya fokus ngumpulin 1 juta poin system. Yang kalian hadapi adalah saat ini, kita masih lama tinggal di sini. Gunakan sebaik mungkin poin system kalian. Itu akan sangat membantu.)

(Z : kalian berdua gak cheating kan? Kok kayaknya gampang banget naiknya. Baru hari ke enam loh.)

(Aku : cheating sebelah mana? Ketemu aja gak bisa. Jangan asbun. Sepinter pinternya programmer, gw tanya nih, bisa gak cheating system semesta?)

(Y : gak bisa sih. Gw programmer. Tapi emang gada celah buat itu.)

(Aku : itu lah kenapa yang terpilih harus punya kecerdasan, fisik diatas rata rata, mental kuat, daya adaptasi besar. Udah jelas kaan.. tujuannya. Biar semua punya bekal buat survive. Bukannya stuck pinter barter barang doang. Kalian kalo udah punya skill khusus dan tambahan, naikin semua. Jangan cuma ngarep dengan tukaran barang, apalagi ngarep dikasi senjata tanpa ada usaha. Tempa diri kalian sendiri.)

(Ben : cek ulang bawaan kalian dari bumi. Mana yang bisa kalian manfaatkan dengan baik. Di chat global, yang notabene sudah level 3 ke atas, ada 1 juta orang dari 10 juta penyintas. Yang sudah level 4 ada 20% dari 1 juta orang itu. Dan semuanya tetap siaga untuk menghadapi masa transisi besok lusa. Pertahanan gak cuma dengan fisik kalian, tapi parameter tempat tinggal kalian juga. Sekali rumah kalian dibobol, kalian berpotensi gagal. Kalau kalian gak bisa tempur tangan kosong, minimal kalian bisa menggunakan senjata. Bahkan pisau kecil bisa mematikan jika kalian tau cara pakainya.)

...----------------...

Setelah woro woro kami di chat regional, chat personalku dan mas ben penuh dengan berbagai penyintas yang bertanya ini itu.

Terutama yang level 3 hendak ke level 4. Ada juga yang level 2.

Sangat disayangkan beberapa orang masih di level 1. Entah apa yang mereka lakukan selama ini.

Kami agak kewalahan memang.

Tapi demi saling mendukung, kami relakan waktu latihan kami untuk memberikan masukan.

Bagusnya, dalam beberapa jam, 30 penyintas regional berhasil naik ke level 4.

55 penyintas gagal level up, tidak kuat dengan tekanannya. Dan harus mengulang.

Aku, mas ben dan 30 penyintas regional lainnya memiliki akses melihat progres level masing-masing penyintas, bukan progres skill. Meringankan beban kami untuk menjadi konsultan dadakan.

Saran hanya bisa diberikan jika penyintas bersedia memberitahukan skill mereka, dengan begitu kami bisa memberikan masukan pola yang harus mereka kembangkan untuk skill up.

Chat regional tidak lagi ribut dengan keluhan dan tawar menawar items.

Sekarang sebagian besar mulai bicara tentang level up, skill up, cara penggunaan berbagai macam senjata, cara membuat pengaman tempat tinggal.

Tidak ada lagi omong kosong.

...----------------...

Aku baru memasak sore menjelang malam.

Berupa sup wortel, gurita, cumi dan ikan. Juga nasi.

Membaginya dengan mas ben.

Sebelumnya mas ben sudah mengirimkan banyak seafood yang bisa kuolah. Jadi ya aku agak gila gilaan memanfaatkannya.

(Ben : kamu gak rugi apa nay, tiap hari masak enak banget begini?)

(Aku : rugi apanya sih mas.Kan mas ngasi lauk melimpah, tinggal kuolah. Aku punya dapur loh, jadi enak kan masaknya.)

(Ben : oya? Rumahmu udah up belum nay?)

(Aku : mau ku up ke solid. Tar lagi. Kata system ku, kalo up ke solid, udah termasuk bangunan lainnya. Gak misah misah lagi.)

(Ben : iya sayang. Rumah kamu harus solid, lebih kuat, tahan lama dan bisa pasang pengaman kan ya.)

(Aku : iya, bener. Aku juga punya bengkel loh mas. Bisa buat bikin apapun. Tar kalo mas butuh apa bilang aja, bisa kubikinin.)

(Ben : bikin kapal juga butuh bengkel sih yang.)

(Aku : mas mau bengkel? Tinggal taro aja. Udah jadi.)

(Ben : hah!! Beneran yang? Kok punya?)

(Aku : hehehe... Ada deh... Rahasia negara.)

(Naya mengirim kan 1bangunan bengkel)

(Ben : sayang, mas gak tau harus ngomong apa lagi. Tanpa kamu, mas mati langkah.)

(Aku : tau gak sih mas, kenapa bengkel paling susah di dapet dari semua bangunan? Selain mata air loh ya.)

(Ben : kenapa sayang?)

(Aku : karena bengkel bisa jadi media transaksi terkuat. Selain sumber air dan makanan. Bayangin ada yang butuh senjata, mas tinggal kasi syarat bayar pake apa, tinggal bikin, gada batesan. Beres. Bengkel bisa jadi sumber kemajuan atau kehancuran.)

(Ben : selain bengkel, kamu punya apa sayang?)

(Aku : another rare source.)

(Ben : apa? Sumpah penasaran.)

(Aku : sumur 20lt air per hari.)

(Ben : tau gak sih yang. Kayaknya saat ini kamu penyintas terkaya level regional. Kan gak tau kalo global, ada saingan gak.)

(Aku : hahaha.. I have my own lucky charm.)

(Ben : really?)

(Aku : yups. Its called mas ben.)

(Ben : no no baby.. Its u my lucky charm. Semua jadi lebih baik setelah kita bisa komunikasi.)

...----------------...

Malamnya, aku upgrade rumahku menjadi rumah solid menggunakan 1 metode tehnik. Semua syarat jelas terpenuhi.

Jika ada material yang kurang, system ku menginformasikan ketersediaan nya di market system. Enak kaaan...

Aku juga menerapkan perlindungan parameter tempat tinggalku yang sudah kutandai.

Bahkan kebun tanpa pagar tetap aman dari serangan, selama yang menyerang levelnya tidak lebih tinggi dariku.

Rumahku sudah bukan lagi bangunan satu ruang.

Ada kamar dengan dipan, diatas nya tergelar sleeping bag. Aku belum punya kasur. Gak apa. Santai aja. Bukan prioritas.

Kamar mandi dan toilet sudah menjadi satu, terhubung langsung dengan rumah.

Bak air berbentuk guci besar dapat menampung hingga 50 lt air. Namun tidak selalu penuh karena jatah air harian dari sumur yang sebelumnya 20lt baru mencapai 30lt.

Jadi kuakali dengan skill airku untuk memenuhinya.

Ruang utama rumahku, terdapat meja dan kursi yang bisa kugunakan untuk menulis.

Tak masalah. Aku lebih suka ruang yang lapang.

Di atas meja, terletak bunga batu hadiah cinta mas ben.

Aku mendekat, duduk di kursi, lalu meraihnya, memberikan energi agar tetap segar.

Ruang utama juga menyambung ke dapurku. Ada pintu akses dari rumah.

Dapurku lebih luas dari sebelumnya, bahkan ada tambah 2 kursi dan meja makan.

Pada meja kabinet ada kitchen sink! Air ditampung pada kendi seukuran galon 6lt di sebelahnya, yang otomatis terisi hingga penuh setelah dipakai.

Tampilan tungku lebih modern, terbuat dari material batu dan logam, terdapat pintu pada kolom pembakaran, dan terdapat cerobong asap ke luar rumah.

Dari dapur ada pintu ke belakang rumah, menuju bengkel. Bahkan terdapat pavling block sampai ke bengkel. Karena aku sengaja menempatkan bengkel terpisah dari rumah.

Tapi bengkel ku tetap ter upgrade mengikuti rumah.

...----------------...

Di bumi.

Kolonel hamdi menyimak apa yang disampaikan salah satu anak buahnya yang terpilih ke planet subiru.

Sudah pasti apapun yang dia ucapkan pasti dapat diketahui para manusia di bumi.

Tapi dia tak ambil pusing. Yang penting informasi tersampaikan.

Anak buahnya itu, akhirnya mencapai level 4. Yang dia yakini dengan bimbingan ben atau naya.

Karena sebelumnya, dia sudah melihat sepasang sejoli itu dalam kondisi statis dan ekstrim selama beberapa jam, sama dengan yang akhirnya di alami anak buahnya.

"Jadi ben dan naya penyintas negara pusaka yang pertama kali mencapai level 4.

Sekarang disusul 30 orang, yang mana 20 diantaranya adalah dari kesatuan. Sedangkan 20 anggota kesatuan lainnya gagal, maka harus mengulangi proses yang sama." Ujarnya kepada anggota timnya di basis.

"Berarti sekarang, tinggal bagaimana kerjasama mereka membantu penyintas lainnya untuk menghadapi kondisi setelah masa perlindungan dan bantuan berakhir. Karena dari data system semesta, potensi kita kehilangan nyawa penyintas sampai 40%, itu angka yang sangat tinggi. Hampir separuhnya." Dia menghela nafas panjang sambil mengurut keningnya.

...----------------...

1
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak😍
PonsParadiso: tiap hari update, makasih ya udah mau respon.. seneng akuh 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!