"Akhh.. bagaimana bisa aku seceroboh ini. Dua kali sudah aku menggangu ketenangan pria itu dan pria itu adalah bos ku sendiri." Ucap Stela frustasi.
Stela (22 Tahun), baru lulus kuliah dan yatim piatu.
"Dasar perempuan ceroboh. Apa dia tidak mengenali wajahku?" Batin Daniel.
Daniel (28 tahun) satu-satunya anak dari Darren maxwel dan Isabelle Morgan Maxwel. Siapa yang tidak mengenal nya. Wajah tampan, jenius, disiplin, tegas dan punya beberapa perusahaan dan sudah mendunia. Namun wajahnya selalu dingin, hampir tidak pernah tersenyum.
||||••••|||||||
Simon (28 thn) merupakan tangan kanan Daniel. Wajahnya tak kalah jauh dari Daniel. Namun dia memiliki sifat kejam, bahkan tidak segan-segan akan menghabisi nyawa yang membuat kesalahan yang fatal. Dia dipertemukan dengan Chathy (22 thn) yang memiliki sangkut paut dengan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3. Pingsan
Seketika semua orang saling melihat satu sama lain mencari siapa orang yang disebut tadi. Semua mata tertuju pada Stella. Beberapa karyawan ada yang kesal dan tidak suka melihat apa yang dilakukan Stella saat ini.
Mereka sering mendengar rumor Daniel si direktur baru ini tidak akan segan-segan memecat karyawannya jika membuat mood nya buruk dan berimbas kepada karyawan lainnya.
Daniel melangkahkan kakinya menuju posisi Stella. "Mengapa kamu dari tadi menundukkan kepalamu, apa kamu tidak suka dengan saya yang menjadi Direktur di perusahaan ini. Saya tidak suka dengan sifat karyawan saya yang seperti ini. Saat seseorang berbicara kamu harus menatapnya".
Siapa dulu yang menerimamu di perusahaan ini HAHHH...? Suara Daniel meninggi. Semua mata orang tertuju kearah mereka. Daniel melihat kaki Stella mengeluarkan darah dan seketika dia merasa bersalah membentak Stella.
"Ma..a....f.kann.. saya Pak" ucap Stella terbata, mengangkat kepalanya dan menatap wajah Daniel. Mata Stella memancarkan ketakutan saat melihat kemarahan Bos nya. Tanpa disadari air matanya keluar begitu saja. Stella melihat semua mata tertuju padanya, dia semakin menciut. Stella merasakan keseimbangan badannya mulai goyah.
Bughhh...Stella terjatuh di dekapan Daniel. Untung saja Daniel segera menangkapnya. Daniel panik dan langsung mengangkat tubuh Stella ala bridal style keruangan nya dan menyuruh Simon membubarkan karyawan.
Daniel merebahkan tubuh Stella di kamar ruangan pribadinya. Sebelum Daniel menjadi Direktur di perusahaan ayahnya, Daniel menyuru ayahnya agar membuat ruangan khusus di kantornya supaya dia bisa beristirahat disana saat dia lelah dan saat lembur.
"Halo Paman, bisakah paman datang ke kantor ku saat ini? Aku butuh bantuan paman, jika bisa secepatnya Paman"
"Ok, Paman akan segera kesana" jawab dokter David yang merupakan dokter pribadi keluarga Maxwel.
Sambil menunggu dokter datang, Daniel membersihkan luka jari kaki Stella.
(Daniel POV)
Hari ini aku akan menggantikan ayahku di perusahaannya, sebenarnya aku sudah menolaknya, tapi bagaimana tidak, aku selalu luluh ketika ibuku sudah memohon.
Baru masuk perusahaan ini saja aku bertemu dengan perempuan ceroboh, aku sangat kesal dibuatnya. pergi begitu saja tanpa minta maaf.
Baru kali ini aku menemukan perempuan seperti itu. Biasanya para perempuan ada yang sengaja menabrakkan badannya agar bisa menggoda ku, atau bahkan tersenyum saat melihatku untuk mencoba mencari perhatian ku. Bahkan sampai melemparkan tubuhnya kepadaku.
Untung saja ada satu pasang lagi pakaian ganti yang sengaja aku bawa sebelumnya.
Dia menabrak ku lagi saat menuju ruangan Simon.
Spontan aku menariknya agar dia tidak terjatuh, mata kami bertemu dan ingin rasanya aku mencium bibirnya yang sedari tadi menarik perhatian ku.
Aku lihat dia memejamkan matanya seakan siap menerima ciuman ku, namun aku segera melepaskan tangan ku dari pinggangnya dan dia terjatuh. ku urungkan niat ku untuk mecium nya karna aku tidak ingin dilihat oleh karyawan lain ketika hendak melewati ruangan itu.
Dan saat itu aku masih mendengar sumpah serapahnya yang ditujukan padaku, entah mengapa aku tersenyum mendengar kata-katanya dan merasa terhibur karena bisa membalasnya. Aku masuk keruangan Simon dan meminta data-data karyawan dibagian pemasaran, karena gadis itu pasti di bagian pemasaran melihat dia baru keluar dari ruangan Simon. Saat aku melihat semua data dirinya aku tertarik dibuatnya.
bahasnya pemeran utama dlu napa thor.