Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.
Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.
Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.
Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter — 13.
Sore itu latihan di akademi akhirnya selesai, beberapa trainee keluar dari ruang simulator dengan wajah lelah. Ada yang langsung menuju ruang istirahat, ada yang masih berdiri di koridor membahas latihan tadi.
Namun memang suasana di akademi terasa berbeda sejak pagi. Kehadiran Arkana sebagai instruktur baru membuat banyak trainee tegang. Apalagi cara Arkana yang terus menekan Leya di simulator tadi cukup terlihat jelas.
Di dekat pintu hanggar, Rafi dan Viola berdiri sambil melihat ke arah Leya.
“Sejak dia datang, akademi jadi terasa aneh. Sekarang ditambah sikap Kapten Arkana padanya yang juga terasa ganjil.“ Rafi mendengus.
“Kau benar, begitupun Kaisar. Sejak awal aku suka padanya... setelah dia dekat dengan Kataleya, dia malah terlihat berbeda.“ Viola menimpali.
Viola dan Rafi menatap ke arah Leya dan Kaisar yang berjalan keluar dari ruang simulator bersama.
“Dua orang itu, selalu merasa paling hebat.“ Rafi menggertakkan giginya.
Rasa iri karena tak mampu mengungguli Leya perlahan berubah menjadi kebencian di hati Rafi.
Leya melewati mereka tanpa berkata apapun, tatapannya bahkan tak berhenti sedikitpun pada keduanya. Baginya, mereka hanya pesaing dalam perebutan kursi kapten pilot, jadi tak ada kebencian dalam hatinya. Sejak menjadi pilot, Leya sudah terbiasa dengan persaingan seperti itu. Di setiap akademi, selalu saja ada orang yang ingin saling mengalahkan.
Kaisar pun hanya melirik Rafi dan Viola, tapi tak berkata apa-apa.
Begitu keluar dari hanggar, Leya berhenti di dekat parkiran. “Aku pulang dulu.“
“Kau memang terlihat lelah, istirahat yang cukup.“ Kaisar begitu perhatian.
“Latihan hari ini memang melelahkan,“ Leya menghela nafasnya.
“Karena Arkana?“
“Bukan.“ Jawab Leya.
“Lalu?“
“Karena aku harus membuktikan sesuatu, bahwa aku pantas berada disini.“
Kaisar tersenyum. “Leya, percayalah. Kau tak perlu membuktikan dirimu pada siapapun.“
“Kenyataannya tidak sesederhana itu,“ Leya membuka pintu mobil murah yang ia beli beberapa hari lalu, kemudian masuk ke dalamnya. “Kaisar, jangan cari masalah dengan Arkana hanya gara-gara aku. Jangan biarkan... aku merasa bersalah padamu nantinya.“
Kaisar malah tertawa kecil, “Tenang saja, hati-hati di jalan.“
“Aku pergi,“ pamit Leya.
Kaisar berdiri dia samping mobilnya sendiri, dia memperhatikan mobil Leya yang perlahan keluar dari area parkir. Tatapannya mengikuti mobil wanita itu sampai benar-benar menghilang di tikungan jalan depan akademi.
“Sepertinya kau benar-benar memperhatikan istriku.“ Seseorang berbicara dari belakang.
Kaisar menoleh, Arkana berdiri beberapa meter di belakangnya. Pria itu masih mengenakan seragam Instruktur, tangannya bersedekap. Wajah Arkana datar, tapi tatapannya jelas-jelas tidak ramah.
Kaisar memasukkan kedua tangannya ke saku celana, “Dia adalah rekan latihanku di akademi, wajar saja kalau aku perhatian padanya. Hubungan kami harus dekat agar bisa berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik.“
Arkana tersenyum tipis, senyuman yang lebih mirip sindiran. “Perhatianmu terlalu jauh untuk sekedar rekan latihan. Bukankah aku sudah bilang, kau hanya dijadikan alat oleh Leya untuk membuatku cemburu.“
Kaisar terkekeh geli. “Astaga, aku heran. Bagaimana Leya bisa menikah dengan pria sepertimu? Bodoh dan terlalu percaya diri. Bahkan wajahmu tebal sekali, sudah mengkhianati Leya tapi masih berani menampakkan dirimu di depannya seolah tak terjadi apa-apa.“
Kaisar menyandarkan tubuhnya di mobil, “Padahal wanita yang kau khianati itu lah... yang dulu berkorban demi kariermu. Leya sampai rela memberikan posisi kapten itu untukmu.“
“Kau—“ Arkana melangkah maju, wajahnya menegang.
“Jaga macam-macam pada Leya!“ Kaisar memotong.
Arkana menatap tajam Kaisar. “Dia masih istriku, jaga jarakmu!“
Kaisar kembali tertawa, kali ini tawa mengejek. “Kapten Arkana, kau sudah tidak punya hak itu. Sebentar lagi, hubungan kalian berakhir.“
“Kau pikir... kau tau apa yang terjadi di dalam rumah tanggaku?!“ Arkana menggeram.
Kaisar mengangkat bahu, “Aku tidak perlu tahu, karena kejadian di restoran sudah membuktikan segalanya. Kau pengkhianatnya, dan Leya adalah korbannya.“
Lalu Kaisar membuka pintu mobilnya, “Aku peringatkan, kalau kau terus menekan Leya di akademi, aku tidak akan tinggal diam."
“Kau mengancamku?“ Arkana mendengus.
Kaisar menatap dalam-dalam, tatapannya berubah dingin. “Bukan ancaman, tapi peringatan! Rekaman pilot senior bermesraan dengan pramugari di area parkiran...“
Arkana langsung menbeku.
Kaisar melihat reaksi Arkana, lalu tersenyum menyeringai. “Dan juga... rekaman di restoran saat wanita selingkuhanmu membuat keributan. Kalau rekaman-rekaman itu muncul di internet atau sampai di pusat maskapai, menurutmu... reputasi siapa yang akan hancur?“
Kedua pria itu saling menatap tajam, angin sore berhembus di area parkir hanggar yang mulai sepi.
“Kau ingin bermain kotor?!“ Arkana akhirnya bicara.
“Jangan berpura-pura, mengenai bermain kotor... kau lebih dulu yang melakukannya.“ Kaisar masuk ke dalam mobilnya.
Mesin mobil menyala, Kaisar menutup pintu mobilnya. Sebelum mobilnya bergerak, kaca jendelanya turun sedikit.
“Jadi mulai besok, Kapten. Latih semua trainee dengan cara yang sama, jangan berani-beraninya menekan Leya seperti tadi.“ Suara Kaisar terdengar dingin.
Mobil Kaisar kemudian melaju keluar dari parkiran, sementara Arkana masih berdiri terpaku di tempatnya.
tapi awas bikin gosip yg gak bener tentang Leya atau Kaisar, Bu wa bahaya untuk mu sendiri itu
kak author gx sxan di basmi aj si rafi ini ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁
krn di balik suami yg sukses pasti ad istri hebat yg berkorban ,,
bukan pelakor yg berkibar oleh angin sesaat ,,
saat angin berhenti ia akan mencoba trap berkibar dg cara apa aja Sekali pun dg cara yg kotor/Smile//Smile//Smile/