NovelToon NovelToon
Dahaga Sang Tuan

Dahaga Sang Tuan

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cerai / CEO / Duda / Pengasuh / Ibu susu / Tamat
Popularitas:13.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: your grace

Demi melunasi hutang keluarga, Amara (19) nekat merantau ke Jakarta dengan rahasia tubuh yang tak lazim: ia mampu menghasilkan ASI meski masih perawan. Keajaiban itu membawanya menjadi pengasuh bayi milik Arlan, pengusaha dingin yang dikhianati istrinya.

Saat bayi Arlan menolak segala jenis susu formula, hanya "anugerah" dari tubuh Amara yang mampu menenangkannya. Namun, rahasia itu terbongkar. Bukannya marah, Arlan justru terobsesi. Di balik pintu kamar yang tertutup, Arlan menyadari bahwa bukan hanya putranya yang haus akan kehangatan Amara—ia pun menginginkan "jatah" yang sama.

Antara pengabdian dan gairah terlarang, Amara terjebak dalam jerat cinta sang tuan yang posesif. Apakah ini jalan keluar bagi kemiskinannya, atau justru awal dari perbudakan nafsu yang manis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Penyatuan Sang Tuan (Revisi)

Udara di dalam kamar mewah itu terasa begitu berat dan penuh dengan aroma minyak cendana yang memabukkan. Arlan kini berada tepat di atas tubuh Amara, menumpu berat badannya dengan kedua lengan yang kekar. Di bawahnya, Amara terbaring pasrah dengan kulit yang berkilau karena minyak, napasnya tersengal-sengal, dan matanya berkaca-kaca menatap pria yang kini memegang kendali penuh atas dirinya.

Arlan meraih kedua pergelangan tangan Amara, menguncinya di atas kepala gadis itu dengan satu tangan. Tangan lainnya bergerak menuntun tubuh mereka untuk menyatu, bersiap membawa Amara ke dalam keintiman yang belum pernah gadis itu bayangkan sebelumnya.

"Buka kakimu lebih lebar, Amara. Jangan dilawan," bisik Arlan dengan suara serak yang penuh perintah.

"T-Tuan... kumohon... saya takut..." isak Amara. Air mata mulai mengalir melewati pelipisnya saat ia merasakan desakan kuat yang mulai menuntut jalan masuk di batas pertahanannya yang masih sangat sempit.

"Aku akan melakukannya perlahan, sayang. Percayalah padaku," gumam Arlan.

Arlan mulai mendorong masuk secara perlahan. Baru sedikit saja, wajah Amara langsung berkerut kesakitan. Ia merasakan sensasi seperti tubuhnya sedang diregangkan hingga batas maksimal, seolah ia tidak akan sanggup menahannya.

"AAAKHH! Sakit, Tuan! Berhenti... hiks... hiks... sakiiittt!" jerit Amara tertahan. Tubuhnya menegang kaku, mencoba menjauh dari desakan Arlan.

Melihat Amara yang mulai histeris karena rasa sakit, Arlan segera merunduk. Ia tidak berhenti, namun ia mencoba mengalihkan rasa sakit itu. Arlan menyatukan bibir mereka, mencium Amara dengan sangat dalam dan intens, sementara tangannya yang bebas bergerak membelai dan meremas lembut tubuh Amara untuk membangkitkan gairahnya.

"Mmphhh... hhh... dengarkan aku, Amara... fokus padaku," ucap Arlan di sela-sela kecupannya yang berpindah ke leher dan dada Amara. "Jangan tegang... biarkan aku masuk..."

Arlan kembali mendorong, inci demi inci, menembus pertahanan terakhir Amara. Sentuhan intens di tubuhnya menciptakan sensasi panas yang aneh, mencoba beradu dengan rasa perih yang luar biasa di bawah sana.

"Hiks... hiks... hhh... T-tuan, rasanya terlalu penuh... ahhh!" Amara meracau dengan suara serak. Ia menggigit bahu Arlan untuk menahan teriakannya saat Arlan memberikan satu dorongan yang lebih dalam, menyatukan tubuh mereka seutuhnya dan menandai kepemilikannya atas gadis itu.

Arlan mengerang tertahan saat merasakan jepitan yang luar biasa ketat dan hangat yang mengungkung dirinya dari dalam. "Sial... kau begitu erat, Amara... ahhh, rasanya luar biasa!"

Arlan berhenti sejenak, membiarkan tubuh Amara beradaptasi dengan kehadirannya yang masif. Ia terus menjilati air mata Amara dan kembali memberikan kecupan-kecupan menuntut di dada gadis itu, mengirimkan gelombang rangsangan agar tubuh Amara semakin melunak dan siap menerima gerakannya.

"Apa masih sakit, hm?" tanya Arlan, suaranya kini terdengar lebih lembut namun tetap dominan.

"Hhh... hhh... m-masih perih, Tuan... tapi... tapi ada yang aneh..." jawab Amara dengan suara bergetar. Rasa sakit itu perlahan mulai bercampur dengan denyutan nikmat yang baru pertama kali ia rasakan.

"Itu artinya kau menikmatinya, Amara," Arlan menyeringai. Ia mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan ritme yang sangat lambat. "Sekarang, peluk aku... dan rasakan bagaimana tuanmu ini memilikimu seutuhnya."

Amara melingkarkan kakinya di pinggang Arlan, mengikuti setiap dorongan yang semakin lama semakin dalam dan cepat. Isakan tangisnya perlahan berubah menjadi desahan pasrah yang memanggil-manggil nama Arlan di tengah malam yang membara itu.

Arlan mengerang rendah saat merasakan kehangatan batin Amara yang begitu menjepit miliknya dengan sangat ketat. Rasa nikmat itu hampir membuatnya kehilangan kendali, namun ia ingin melihat kepatuhan Amara lebih jauh lagi.

Dengan gerakan yang mendominasi, Arlan tiba-tiba membalikkan keadaan. Ia berbaring telentang di tengah ranjang dan menarik tubuh Amara untuk berada di atasnya. Kebersamaan mereka tetap tertanam jauh di dalam, membuat gadis itu memekik saat merasakan pergeseran posisi yang sangat intim tersebut.

"Sekarang, kau yang memegang kendali, Amara," bisik Arlan. Tangannya mencengkeram pinggul Amara yang berminyak, membantunya untuk duduk tegak di atas tubuhnya.

"T-Tuan... saya tidak tahu harus bagaimana... ini masih sangat penuh di dalam," rintih Amara. Ia merasa sangat terekspos; rambutnya terurai berantakan, dan tubuh indahnya menggantung tepat di depan wajah Arlan, berkilat karena sisa minyak dan keringat.

"Gerakkan pinggulmu naik dan turun... perlahan saja. Rasakan bagaimana aku mengisi setiap inci di dalam dirimu," perintah Arlan. Matanya menggelap melihat pemandangan indah di depannya—seorang gadis desa polos yang kini bergerak di atas tubuhnya yang perkasa.

Amara menelan ludah, ia mencoba mengangkat pinggulnya sedikit demi sedikit. "A-akhh..." Ia mendesah saat merasakan gesekan itu kembali memicu rasa sensitif yang hebat.

"Terus, Amara... lebih cepat sedikit," geram Arlan.

Tangan Arlan tidak tinggal diam; ia meraih dan meremas dada Amara dengan kuat, membakar gairah gadis itu. Sentuhan pada tubuhnya seolah memberikan kekuatan pada Amara untuk bergerak lebih berani. Amara mulai menemukan ritmenya, ia mulai bergerak naik dan turun dengan lebih liar, membuat lonceng di lehernya berdenting-denting dengan cepat, beradu dengan suara kecipak intim dari penyatuan mereka.

"Nngghhh... Tuan... ahhh! Enak... rasanya sangat penuh... hhh!" Amara meracau, kepalanya terdongak ke belakang, memperlihatkan leher jenjangnya yang kini dihiasi bercak merah akibat ulah Arlan.

"Ya, sayang... kau begitu ketat... seolah kau diciptakan hanya untukku," Arlan menarik kepala Amara ke bawah, memaksanya untuk menunduk hingga ia bisa kembali mencium dan menyesap dada Amara yang sudah basah oleh keringat.

Amara semakin memacu gerakannya. Ia merasa seperti sedang menunggangi badai. Setiap kali pinggulnya menghujam ke bawah, ia bisa merasakan Arlan menyentuh bagian terdalamnya, menciptakan sensasi yang membuat matanya memutar ke atas karena kenikmatan yang meluap.

"Tuan... saya... saya mau meledak... ahhh!" Amara mencengkeram bahu Arlan, kuku-kukunya tanpa sadar menggores kulit punggung pria itu.

"Tumpahkan di depanku, Amara! Tunjukkan betapa kau menyukai milik tuanmu!" Arlan memberikan dorongan pinggul yang kuat dari bawah, membantu Amara mencapai puncak pelepasan.

Dapur, wastafel, dan minyak—semua berujung pada penyatuan yang menggila di atas ranjang ini. Amara berteriak kencang saat tubuhnya mengejang hebat dilanda orgasme, sementara Arlan menyambut setiap jepitan itu dengan geraman liar, siap untuk menumpahkan seluruh benih gairahnya ke dalam diri gadis yang kini telah ia taklukkan sepenuhnya.

1
Ca
terus ibu dan adik2 nya gimana ? ntar mlh disandera mertua luknut lho
Safira Oksi
Alur ceritanya membuat pembaca tertegun sqlut dengan karakter Arlan yang nyaris sempurna. Kasar, emosi, kejam, lembut, bijaksana, bertanggung jawab. semua menyatu dalam balutan kasih sayang. Bukan lagi cinta nafsu.
KarTika Sahupala
kadang suka heran sama noveltoon ini, kalau ada cerita yang banyak dilihat malah di revisi ... pdhl orang² sudh ikuutin dan menunggu penulis keluarkan karyanya dr awal ...
Badkill 99
hanya berisi konten aataau ceritaa dewaasaa
Iniakun Ke2
di wc cuman digesek doang
Iniakun Ke2
disini banyak cewe yang basah baca nyaa, seruuuu
rahasia
setiap bab,gitu² an terus ya thor😭😭
sambua
arlan mau pamer crta nya ke Amara ya😂😂
sambua
arlan kalo kamu mau harus nya coba ngomong sama Amara ijin gtu🤣🤣🤣
sambua
mampir thoor crta nya bagus
Een Hasanah
kenapa gak di nikahin siri aja...dari pada zina terus, gak pakai pengaman lama2 Hamidun deh
Ndari Wsb
ceritanya membosankan
Ndari Wsb
lama lama ceritanya nggak menarik, membosankan
Visitor9021
Harusnya nikahi sj biar ngak zina
Rahma diana
namanya jg crt
Niluhminia Wati
dari awal saja kalian pindah, ibunya arlan gk bisa memperbudak amara
Niluhminia Wati
Moga saja arlan melihat cctv di ruang tengah rumahnya dan amara kalau ibunya membuat istrinya amara biar mentalnya hancur, moga dapat karma Sofia
Niluhminia Wati
Moga ada yang beritahu arlan kalau ibunya sofia memperlakukan istrinya dengan mempermalukan amara di depan umum🥺🥺🥺
Niluhminia Wati
kapan Amara mengandung keturunan aditama ya
Jamayah Tambi
orang lain hamil juga tak ada la dikontrol sangat kayak gitu.Orang di desa siap pergi ke sawah angkat padi,jerami,menugal kandungan merekacelok2 saja.Anak yg lahir sihat walafiat.Ibu pun sihat.Tak ada yg bentan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!