NovelToon NovelToon
Kuli Bangunan Terpaksa Kaya

Kuli Bangunan Terpaksa Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Komedi / Romansa Fantasi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Riyan Sadewa, seorang kuli bangunan di Bandung, hidup pas-pasan hingga sebuah kecelakaan di lokasi kerja mengubah segalanya. Sebuah sistem misterius muncul, memaksanya menghabiskan uang dengan syarat tidak boleh mendapatkan keuntungan sedikit pun. Jika ia untung, nominal uang yang harus dibuang justru berlipat ganda. Riyan terjebak dalam permainan ekonomi yang absurd, membeli aset besar hanya untuk merusak harganya demi memuaskan sistem. Di tengah tekanan ini, ia harus belajar bahwa membuang uang ternyata jauh lebih sulit daripada mencari nafkah, dan ia harus menemukan cara untuk menghentikan siklus ini sebelum hidupnya hancur.

"Sistem gila. Bukannya berkurang, duit gua sekarang malah bertambah."

"Gua cuma mau miskin, Ya Tuhan! Kenapa susah banget buat bangkrut di dunia ini?!"

Bagaimana kelanjutannya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

Setelah berhasil kabur dari area kompleks rumah sakit tanpa memedulikan teriakan panggilan dari para perawat yang heran melihat pasien cedera kepala berlari kencang, Riyan berjalan dengan langkah kaki cepat menyusuri trotoar jalanan wilayah Dago yang ramai oleh lalu lalang kendaraan.

Pikirannya saat ini berputar sangat keras seperti baling-baling helikopter tempur. Dia harus segera mencari objek atau barang yang bisa membuatnya rugi, dan kerugian itu harus terjadi dalam jumlah yang masif, instan, serta tidak meninggalkan jejak aset produktif.

Langkah kaki Riyan mendadak terhenti total di dekat sebuah area pangkalan angkutan umum yang terletak tak jauh dari lampu merah terminal.

Mata tajamnya langsung tertuju pada sebuah mobil angkot berwarna hijau tua jalur tembusan kota yang kondisinya benar-benar sudah berada di ambang batas akhir kelayakan hidup sebuah kendaraan bermotor.

Knalpot di bagian belakang mobil itu terus-menerus mengepulkan asap hitam pekat bercampur abu yang membuat batuk siapa saja orang yang kebetulan lewat di belakangnya.

Bodi samping mobil itu penuh dengan guratan karat cokelat yang mengelupas, bemper depannya yang hampir lepas diikat menggunakan untaian tali rafia warna-warni, dan pintu penumpang di bagian tengah bahkan harus ditahan memakai potongan karet ban dalam bekas sepeda motor agar tidak terlepas terpelanting saat mobil berjalan melewati polisi tidur.

Di samping ban mobil bagian depan yang kondisinya sudah sangat gundul licin tanpa ada kembangan lagi, seorang pria paruh baya yang mengenakan topi lusuh robek sedang duduk termenung di atas beton pembatas jalan sambil menghisap sebatang rokok kreteknya dengan wajah yang tampak sangat muram, lesu, dan penuh beban pikiran keluarga.

Riyan seketika tersenyum lebar hingga deretan giginya terlihat jelas. Matanya berbinar penuh harap. Ini dia! Ini adalah kesempatan emas yang sejak tadi dia cari-cari di sepanjang jalan!

Riyan dengan langkah tergesa-gesa segera berjalan mendekati pria paruh baya tersebut sebelum si sopir pergi menarik penumpang.

"Mang! Punten, ini mobil angkotnya punya Mamang sendiri atau punya juragan angkot di terminal?" tanya Riyan langsung tanpa basa-basi basi basi yang tidak penting.

Mang Sopir itu menolehkan kepalanya secara perlahan ke arah Riyan, memandang pemuda di depannya itu dari ujung rambut yang acak-acakan sampai ujung sandal jepitnya dengan tatapan penuh selidik dan rasa curiga yang mendalam.

Maklum saja, penampilan fisik Riyan saat ini memang masih hancur-hancuran dengan baju kaus kuli proyek yang kotor penuh noda semen dan celana jins belel yang robek besar di bagian lutut kirinya.

"Iya, Dek. Ini angkot punya mamang pribadi, bukan punya juragan. Kenapa emangnya? Ade mau carter angkot buat rombongan? Tapi aduh maaf pisan, ini mobilnya lagi agak mogok bagian akinya, gak bakal kuat kalau diajak jalan jauh atau naik tanjakan Lembang mah."

"Saya gak mau carter angkot buat liburan, Mang. Saya datang ke sini mau beli ini mobil. Angkot butut ini dijual gak ke saya?" tanya Riyan tegas.

Mang Sopir itu seketika terkekeh geli, mengira anak muda dengan baju kotor di depannya ini sedang kurang hiburan siang hari atau sedang mengalami stres berat akibat cuaca Bandung yang panas menyengat.

"Kagak dijual, Dek. Lagian mana ada orang waras yang mau beli mobil rongsok penyakitan kayak begini? Ditawar sepuluh juta rupiah aja sama tukang loak besi tua kemarin di terminal, mamang udah mikir-mikir keras mau lepas apa kagak."

"Ini mah kalau dijual ke orang lain paling cuma laku buat dipotong-potong jadi lembaran besi kiloan."

"Saya bayar angkot butut ini seharga lima ratus juta rupiah. Tunai. Ditransfer sekarang juga ke rekening Mamang."

"Gak pakai nunda, gak pakai nego, dan gak pakai surat-surat ribet," kata Riyan dengan nada suara yang sengaja dibuat seangkuh dan semutlak mungkin mirip karakter bos muda di dalam novel-novel fantasi.

Batang rokok kretek yang baru saja mau dihisap oleh Mang Sopir itu langsung terlepas dari sela-sela jarinya, jatuh begitu saja ke atas tanah yang berdebu kering di dekat kakinya. Kedua matanya terbelalak lebar dengan sempurna, mulutnya menganga lebar membentuk huruf O besar tanpa bisa berkata-kata selama beberapa detik.

"Hah?! Kamu... kamu jangan main-main ya, Dek! Mamang ini udah tua, punya penyakit kurap sama darah tinggi, jangan diajak bercanda yang aneh-aneh kayak gini, bisa jantungan mamang di sini!" seru pria tua itu dengan suara bergetar.

"Saya gak ada waktu buat bercanda sama orang tua, Mang. Nih, mana nomor rekening bank Mamang? Cepetan ketik di dalam aplikasi HP saya ini, waktu saya berjalan terus dan gak bisa nunggu!" desak Riyan dengan wajah serius sambil menyodorkan ponsel pintarnya yang layarnya retak seribu itu ke depan wajah si sopir.

Dengan tangan yang gemetar hebat karena kombinasi rasa antara setengah tidak percaya dan setengah ketakutan kalau ini adalah modus penipuan baru, Mang Sopir itu akhirnya menyebutkan deretan nomor rekening bank lokal miliknya dengan terbata-bata.

Riyan dengan gerakan kilat langsung membuka aplikasi Mobile Banking di ponselnya, mengetik nominal angka lima ratus juta rupiah tanpa ada keraguan atau penyesalan sedikit pun di wajahnya, lalu dengan mantap menekan tombol kirim konfirmasi.

Tring!

Hanya butuh waktu kurang dari lima detik sampai ponsel pintar jadul milik Mang Sopir di dalam kantong kemejanya yang robek berbunyi nyaring, menampilkan sebuah notifikasi pesan SMS banking resmi yang menyatakan bahwa ada dana segar masuk ke dalam saldo tabungannya sebesar setengah miliar rupiah secara utuh.

Pria tua itu seketika langsung terduduk lemas di atas paving blok trotoar jalan, wajahnya berubah menjadi pucat karena syok berat. Dia menatap layar HP-nya yang retak dan menatap wajah Riyan secara bergantian seperti sedang melihat sesosok malaikat kekayaan yang sedang menyamar jadi kuli bangunan.

"Ini... ini beneran uang asli, Dek? Uangnya udah masuk... Gusti Nu Agung, lima ratus juta rupiah kontan!" ratap Mang Sopir itu dengan mata berkaca-kaca sambil hampir bersujud di atas kaki Riyan yang memakai sandal jepit swallow.

Riyan dengan cepat segera menahan pundak pria tua itu agar tidak bertindak berlebihan di pinggir jalan. Dia mengambil kunci kontak angkot yang menggantung longgar di bawah setir mobil, lalu tersenyum sangat puas di dalam hatinya.

Mampus lo sekarang, Sistem sialan! Mobil rongsok yang harga pasarannya kagak nyampe sepuluh juta rupiah kalau dijual ke tukang rongsokan, sengaja gua bayar mahal seharga lima ratus juta rupiah! Ini namanya kerugian mutlak tingkat tinggi yang gak bisa dibantah lagi oleh hukum ekonomi mana pun. Gua pasti bakal bebas dari kutukan ini sekarang juga!

Namun, sayangnya kegembiraan dan rasa kemenangan Riyan hanya mampu bertahan selama kurang dari tiga detik saja. Sebuah suara mekanis yang sudah sangat dia hafal nadanya kembali berdering nyaring langsung di dalam pusat kepalanya, kali ini diiringi dengan nada suara peringatan warna merah yang jauh lebih intens dan mendesak daripada sebelumnya.

[Deteksi Tindakan Ekonomi dari Inang: Pembelian aset moda transportasi massal perkotaan dengan harga 5000% di atas rata-rata harga pasar normal secara tidak wajar.]

[Analisis Algoritma Sistem: Tindakan absurd yang dilakukan Inang secara tidak sengaja memicu spekulasi liar di pasar otomotif lokal.

Media berita online daerah Dago mendeteksi adanya pergerakan dari perwakilan kolektor barang antik internasional yang sengaja mengumpulkan mobil angkutan umum klasik Indonesia untuk keperluan syuting pameran film retro Hollywood tahun depan.

Nilai jual kembali mobil angkot karatan ini diperkirakan akan langsung melonjak tajam menjadi delapan ratus juta rupiah dalam waktu dua hari.]

[Kesimpulan Analisis: Inang dinilai berhasil dan terdeteksi berpotensi mendapatkan keuntungan investasi modal bersih sebesar tiga ratus juta rupiah.

Atas pelanggaran ini, saldo penalti hukuman sebesar tiga triliun rupiah sedang secara otomatis ditambahkan ke dalam rekening tabungan utama Inang karena melanggar aturan larangan mendapatkan keuntungan!]

"Hah?! Kok bisa jadi barang antik sih?! Mobil rongsok bau asap knalpot begini dibilang klasik retro Hollywood?! Woi, Sistem sarap! Otak kalkulator lo ditaruh di mana, hah?!"

Riyan berteriak histeris berang di dalam hatinya, hampir saja dia membenturkan kepalanya sendiri ke arah kaca depan angkot yang sudah retak-retak itu karena saking frustrasinya.

Bukannya berkurang drastis menuju angka nol, uang di dalam rekening banknya justru malah terancam bertambah semakin menggila akibat sistem hukuman penalti yang menganggap semua tindakan bodohnya sebagai sebuah strategi investasi jenius tingkat dewa.

Riyan benar-benar merasa ingin menangis sejadi-jadinya di bawah terik matahari Dago siang itu, meratapi nasib sialnya yang terpaksa harus menjadi orang kaya baru.

1
adib
oke. alur awal terlalu cepat.. jadi nggak berasa .. tp udah cukup unik jalur ceritanya
Bang Haji
Kalo bikin cerita pake otak dong ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!