NovelToon NovelToon
Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Slice of Life
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.

Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.

Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 — Permintaan yang Tidak Berani Diucapkan

Suasana di bawah pohon persik menjadi hening.

Kalimat Xu Ming masih terngiang di telinga Tetua Mu, Tetua Liu, dan Li Qingxue.

"Kalau kalian suka, nanti aku bisa buatkan."

Bagi Xu Ming...

Itu hanyalah tawaran sederhana.

Jika tamunya menyukai kerajinan tangannya, membuat satu lagi bukanlah masalah.

Namun bagi tiga orang dari Sekte Awan Hijau...

Kalimat itu memiliki arti yang berbeda.

Sebuah benda buatan tangan Xu Ming.

Sesuatu yang bahkan tidak bisa mereka ukur nilainya.

Dan sekarang...

Xu Ming menawarkan untuk membuatkannya sendiri.

Tetua Liu menatap pedang kayu yang berada di samping meja.

Pedang itu sederhana.

Tidak memiliki ukiran indah.

Tidak dihiasi permata.

Bahkan terlihat seperti mainan anak-anak.

Namun...

Setelah melihatnya lebih dekat, Tetua Liu bisa merasakan sesuatu yang membuat jiwanya bergetar.

Niat pedang.

Bukan niat pedang yang ganas.

Bukan niat pedang yang ingin membunuh.

Melainkan...

Niat pedang yang tenang.

Seperti seseorang yang telah memahami arti sebenarnya dari pedang.

Tetua Liu pernah melihat banyak ahli pedang.

Ada yang menghabiskan ratusan tahun untuk mengejar kecepatan.

Ada yang mengejar kekuatan.

Ada yang mengejar teknik tertinggi.

Namun...

Tidak pernah ada yang membuatnya merasakan kedamaian dari sebuah pedang.

"Senior..."

Tetua Liu akhirnya membuka mulut.

Xu Ming menoleh.

"Ada apa?"

Tetua Liu ragu sejenak.

Ia ingin meminta pedang kayu itu.

Namun ia merasa tidak pantas.

Bagaimana mungkin seorang kultivator meminta benda berharga kepada seorang ahli?

Akhirnya ia berkata,

"Apakah Senior memang sering membuat benda seperti ini?"

Xu Ming mengangguk.

"Dulu sering."

"Saat itu aku belum tahu harus melakukan apa."

"Jadi aku belajar banyak hal."

Belajar.

Satu kata itu kembali membuat mereka terdiam.

Tetua Mu bertanya pelan.

"Senior..."

"Berapa lama Senior mempelajarinya?"

Xu Ming berpikir.

"Kalau dihitung..."

"Kurang lebih sepuluh tahun."

Sepuluh tahun.

Mata Li Qingxue membesar.

Tetua Liu menahan napas.

Sepuluh tahun untuk mencapai tingkat seperti ini?

Tidak mungkin.

Bahkan seorang jenius yang lahir dengan bakat luar biasa pun membutuhkan puluhan tahun untuk memahami satu bidang.

Namun Xu Ming...

Menguasai begitu banyak hal.

Kaligrafi.

Lukisan.

Ukiran.

Pedang.

Masakan.

Formasi.

Dan berbagai keterampilan lainnya.

Hanya dalam sepuluh tahun.

Xu Ming melihat mereka diam.

"Kalian kenapa?"

"Apakah sepuluh tahun terlalu lama?"

Tetua Mu hampir tersenyum pahit.

Terlalu lama?

Bagi mereka...

Sepuluh tahun adalah waktu yang sangat singkat.

Namun Xu Ming benar-benar berpikir demikian.

Ia merasa sepuluh tahun yang ia habiskan bersama sistem hanyalah masa belajar dasar.

Ia bahkan merasa masih banyak kekurangan.

Li Qingxue melihat buku yang berada di meja.

"Senior..."

"Apakah itu buku tentang kultivasi?"

Xu Ming mengikuti pandangannya.

"Oh, bukan."

"Ini buku memasak."

Li Qingxue terdiam.

Buku memasak?

Tetua Liu melihat sekilas.

Di sampulnya tertulis:

Seratus Cara Membuat Sup.

Ia tidak tahu harus bereaksi bagaimana.

Karena ia pernah merasakan masakan Xu Ming.

Bahkan masakan sederhana itu mampu memperbaiki tubuh seorang kultivator.

Dan sekarang...

Xu Ming masih belajar memasak?

Xu Ming mengambil buku itu.

"Aku masih banyak yang harus dipelajari."

"Rasa masakanku belum sempurna."

Tetua Mu hampir tersedak teh.

Belum sempurna?

Jika masakan seperti itu belum sempurna...

Maka masakan terbaik Xu Ming mungkin sudah mencapai tingkat yang tidak bisa mereka bayangkan.

Tiba-tiba...

Suara langkah kaki terdengar dari luar pagar.

"Senior Xu."

"Apakah aku boleh masuk?"

Suara itu terdengar familiar.

Xu Ming menoleh.

"Oh?"

"Sepertinya ada tamu lagi."

Ia berjalan membuka pagar.

Di luar berdiri seorang lelaki tua dengan pakaian sederhana.

Tetua Mu langsung mengenalinya.

Matanya sedikit berubah.

"Ini..."

Tetua Liu juga terkejut.

Karena orang yang berdiri di depan mereka adalah salah satu tokoh terkenal di Kota Qingyun.

Orang yang kemarin membeli kaligrafi Xu Ming.

Tetua Agung Wen.

Ia datang membawa gulungan kaligrafi dengan kedua tangan.

Lalu membungkuk hormat.

"Senior Xu."

"Aku datang untuk berterima kasih."

Xu Ming terlihat bingung.

"Berterima kasih?"

Tetua Agung Wen mengangguk.

"Karena satu kaligrafi dari Senior..."

"Telah membuatku menemukan jalan yang selama ini kucari."

Xu Ming menggaruk kepala.

"Ah..."

"Kaligrafi itu?"

"Itu hanya tulisan biasa."

Semua orang di halaman langsung terdiam.

Bahkan Tetua Agung Wen yang sudah terbiasa dengan sikap Xu Ming...

Tetap tidak bisa menahan kekagumannya.

Karena sekali lagi...

Senior Xu tidak berpura-pura rendah hati.

Beliau benar-benar menganggapnya biasa.

Bersambung...

1
Ilham Yono
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Ilham Yono
engga nyadar tapi kondisi sadar 🤭
Ilham Yono
good👍
Ilham Yono
sulit berkata2
Ilham Yono
angel boss
Ilham Yono
WIS angel angel
Ilham Yono
kebaikan akan kembali kekita lagi
Ilham Yono
hihi untung gak mata duitan 🤭
Ilham Yono
😍🤭
Ilham Yono
WIS. nambha delem inimah
Ilham Yono
🤭🤭🤭engga nyadar
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
😍😍😍😍
Ilham Yono
love😍
Ilham Yono
good
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
🤣🤣🤣
Ilham Yono
/Determined//Hammer//Hammer//Hammer//Determined/
Ilham Yono
/Facepalm//Slight//Slight//Slight/
Ilham Yono
🤣🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!