NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:260.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Annisa rela meninggalkan statusnya sebagai putri tunggal keluarga terpandang demi menikahi Haikal, pria yang ia cintai. Bahkan, ia menolak perjodohan dengan Emran Richard, pria sukses yang sejak lama berjanji akan membahagiakannya.

Namun, setelah menikah, hidup Annisa berubah menjadi penderitaan. Dihina ibu mertua, divonis mandul, hingga akhirnya ditalak tiga oleh Haikal di malam hujan saat suaminya berada di puncak karier. Haikal merasa semua keberhasilannya hasil kerja kerasnya sendiri. Padahal, tanpa ia sadari, karier dan hidup mewahnya berdiri di atas satu nama, Annisa Wijaya.

Saat kebenaran terungkap dan penyesalan datang, Annisa sudah berubah. Akankah, Annisa kembali pada suaminya, atau justru menghancurkan suaminya tanpa ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Pintu ruang pemeriksaan perlahan terbuka. Begitu masuk, Annisa dan Emran Richard langsung disambut oleh seorang pria paruh baya berjas dokter putih elegan.

Dokter Mario tersenyum ramah saat melihat Emran.

“Akhirnya datang juga.”

Emran mengangguk kecil.

“Maaf membuat Anda repot.”

Dokter Mario tertawa pelan.

“Kalau untuk kamu, saya pasti bantu.”

Lalu, tatapan dokter itu beralih pada Annisa dengan lebih lembut.

“Jangan terlalu tegang, Nona.”

Annisa membalas dengan senyum kecil canggung. Tak lama kemudian, seorang dokter kandungan wanita masuk ke ruangan sambil membawa beberapa berkas pemeriksaan.

Dokter Mario langsung memperkenalkan mereka.

“Ini dokter spesialis terbaik di sini.”

Dokter wanita itu tersenyum profesional pada Annisa.

“Baik, Nona Annisa. Kita mulai pemeriksaannya sekarang.”

Jantung Annisa kembali berdegup tidak tenang. Namun, wanita itu tetap mengangguk pelan. Beberapa menit kemudian, Annisa diminta masuk ke area pemeriksaan khusus yang dipisahkan tirai.

“Anda bisa berbaring di sana.” Suara dokter wanita itu terdengar lembut.

Annisa perlahan naik ke ranjang pemeriksaan dengan wajah mulai memanas. Ada rasa malu dan canggung yang sulit dijelaskan. Apalagi dirinya sadar, Emran Richard masih berada di dalam ruangan itu bersama Dokter Mario.

Melihat kegugupan Annisa, dokter wanita itu tersenyum kecil.

“Kalau Anda gugup...” katanya santai sambil menyiapkan alat pemeriksaan, “boleh minta suami Anda untuk menemani.”

Ruangan mendadak hening. Annisa langsung membeku.

Dokter Mario refleks berdeham kecil sambil melirik Emran sekilas. Dokter Mario tahu Emran bukan suami Annisa. Namun, suasana justru semakin canggung karena Emran sama sekali tidak membantah. Tatapannya tetap tenang mengarah pada Annisa. Wajah wanita itu mulai memerah malu.

Beberapa detik kemudian, Annisa buru-buru menjawab, “S-saya bisa sendiri.”

Dokter wanita itu langsung mengangguk santai tanpa menyadari suasana aneh di ruangan itu.

“Baik, kalau begitu kita mulai.”

Suasana ruang pemeriksaan terasa sunyi selama proses berlangsung. Annisa beberapa kali menggenggam ujung ranjang karena gugup.

Sementara, dokter kandungan itu fokus melakukan pemeriksaan dengan wajah serius. Melakukan USG untuk memastikan rahim juga baik-baik saja.

Di sisi lain ruangan, di balik tirai, Emran Richard berdiri dekat jendela bersama Dokter Mario. Meski terlihat tenang, sorot mata Emran tak pernah benar-benar lepas dari tirai yang menutupi Annisa.

Beberapa menit kemudian, Dokter wanita itu akhirnya melepas sarung tangannya pelan.

“Baik,”

Jantung Annisa langsung berdetak lebih cepat. Wanita itu perlahan bangkit duduk dengan wajah tegang.

“Bagaimana hasilnya, Dok?”

Ruangan mendadak terasa lebih hening. Dokter itu membuka beberapa hasil pemeriksaan di layar monitor lalu mengernyit kecil.

Ekspresinya berubah bingung. Hal itu membuat napas Annisa mulai tercekat. Namun, beberapa detik kemudian Dokter wanita itu justru menatap Annisa cukup lama sebelum berkata,

“Siapa yang bilang Anda mandul?”

Annisa langsung membeku. Sementara Emran yang sedari tadi diam perlahan mengangkat pandangan tajam.

Dokter itu terlihat benar-benar heran.

“Rahim Anda baik ... tidak ada masalah serius.”

“Dan...” dokter itu kembali melihat hasil pemeriksaan, “secara medis, Anda masih punya kemungkinan besar untuk hamil.”

Dunia Annisa seperti berhenti sesaat.

“A-apa?”

Matanya langsung memerah, tangannya gemetar kecil.

“Saya ... tidak mandul?”

Dokter itu menggeleng tegas.

“Sama sekali tidak.”

Kursi di dekat jendela bergeser pelan saat Emran berdiri tegak. Tatapan pria itu langsung berubah dingin. Dokter Mario mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres di balik kasus ini.

Sementara di dalam ruangan, suasana berubah sangat tegang.

“A-aku...” suara Annisa serak menahan sesak di dada, “selama ini diperiksa oleh Dokter Emeli...”

Dokter Mario langsung mengernyit. Sedangkan, dokter kandungan senior yang memeriksa Annisa perlahan melepas kacamatanya.

Tatapannya berubah tajam.

“Dokter Emeli?”

Annisa mengangguk pelan sambil menghapus air matanya.

“Dia yang memvonisku mandul.”

Detik berikutnya, wajah dokter wanita itu langsung berubah tidak percaya.

“Tidak mungkin.”

Nada suaranya tegas.

“Secara hasil pemeriksaan, kondisi Anda sangat jauh dari kata mandul.”

Annisa langsung menunduk. Emran Richard berdiri diam dengan sorot mata yang semakin dingin. Dokter senior itu lalu menarik napas panjang penuh emosi tertahan.

“Saya Erika.” Dokter Erika menatap Annisa serius.

“Dan Dokter Emeli adalah bawahan saya.”

Ruangan mendadak terasa semakin berat. Dokter Erika langsung membuka beberapa data medis di komputer dengan wajah mulai kesal.

“Kalau memang dia melakukan diagnosis palsu...” rahangnya mengeras, “itu pelanggaran etik yang sangat serius.” Tatapannya berubah penuh kemarahan profesional.

“Bagaimana bisa dia melakukan prosedur memalukan seperti itu terhadap pasien?”

Annisa menggigit bibirnya pelan.

“Dia bilang...” suara wanita itu kembali bergetar, “aku sulit punya anak ... lalu semakin lama dia mengatakan aku tidak mungkin hamil.”

Wajah Dokter Erika langsung mengeras.

“Itu bukan kesalahan kecil.”

“Kalau terbukti disengaja...” tatapannya tajam ke layar komputer, “izin praktiknya bisa dicabut.”

Di sisi lain ruangan, tatapan Emran perlahan berubah semakin gelap mendengar semuanya.

1
mimief
rumahmu Anissa
ambil lagi..
enak amet mereka bisa tinggal gratis 😒
Nadja 🎀
makanya Dido terlalu meremehkan emran.. udah sadar lum? emran itu gak butuh warisan toh dia udh kaya jg memiliki kekuasaan lbh tinggi daripada kmu si bocah!
Jaya Fandi
seruuu,, lanjuuut ka
mimief
semangat say
mimief
semangat say
Dini Anggraini
Sebaiknya USB itu di buat salinannya dan yang asli tetap di tanganmu emran takutnya suatu saat salinannya hilang ataupun musnah yang asli tetap ada. Dido sifatmu persis ortumu demi harta rela menghilangkan nyawa orang lain tanpa mikirkan bagaimana perasaannya anak dan istrinya bila di tinggal meninggal tulang punggung keluarga miris sekali padahal harta itu meskipun di berikan semuanya ke rudi dan keluarganya jangka waktu 3 tahun langsung bangkrut dan jatuh miskin bagaimana nasib kakek luxio nanti. 🥰🥰🥰🥰🥰😡😡
Oma Gavin
anaknya paman emran ternyata dalang nya
Teh Euis Tea
oh ternyata si dido ta kira adrian yg musuh dlm selimut, duh maafkan sku ya pak adrian nuduh km yg jahat🤭
dyah EkaPratiwi
wah ternyata dido kirain adrian
Jaya Fandi
tambah seruu,, lanjuuut ka
Teh Euis Tea
ya ampun othor bisa bgt dah bikin orang penasaran, ini sebenarnya si adrian terlibat x ya, makin penasaran aku
Yeni Astriani
akhirnya pelaku sebenarnya terungkap☺☺
yuuk lanjut lagi Author
Fia Ayu
Aku masih bingung, gimana Caranya itu USB ngerem semuanya ok lah klo suara, bisa masuk akal klo gambar, kan itu rekamann di masukkan ke dalam tempat pen,
Atau itu USB dah di program nyambung ke cctv utama🤔
Aisyah Alfatih: maaf typo kamera tersembunyi
total 2 replies
mimief
tak ada dan tak pernah ada seorang orang tua yg bener bener benci sama anknya
🥹🥹 km
mimief
tak ada dan tak pernah ada seorang orang tua yg bener bener benci sama anknya
🥹🥹
mimief
yah.. begitu laki laki kalau udah enak
suka ga tau diri
mama
ealaa dido
mimief
aku datang thor🥹🥹
Abisatya
lahdalaaaah digantung meneh kayak jemuran Ra garing,,,lanjutlah kk💪
Raisha
nunggu lagi bsk😔...knp sekarang up'nya sehari cuma 1× Thor? biasanya minimal 2 / 3...lagi seru²nya baca,lha kok dah ada tulisan bersambung,bacanya gak sampai 5 menit🤭😂
Raisha: Alhamdulillah... Makaciii kak othor🙏🫂😂... semangat terus nulisnya & sehat² ya kak🤲🫂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!