NovelToon NovelToon
Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:74.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Baca dulu "CALLIE SI BOCAH GENIUS"

Pergerakannya tidak bisa ditebak. Tingkahnya sangat random seperti remaja lainnya. Namun otaknya hampir 24 jam bekerja untuk membuat senjata dan sistem, meretas, dan melakukan eksperimen. Dunia bawah dan laboratorium khusus yang diwariskan padanya dari sang Opa, membuat gadis remaja itu tumbuh menjadi sosok yang cerdik. Dia adalah Callie Noura Eleanor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penguntit

"Ada 8 investor yang akan bergabung dalam robot cicak milik Nona Callie. Apakah kita cukup jadi investor tunggal atau menggandeng mereka sekalian, Tuan Ricko? Ini berarti kita harus membuat surat perjanjian tentang pembagian laba sesuai dengan jumlah investasi mereka jika akan menggandeng mereka," tanya Ben pada Ricko yang sedang makan.

"Jadi investor tunggal aja. Lagian biar Nona Callie bertemu denganku terus, tanpa ada gangguan pihak lain." jawab Ricko membuat Ben sedikit terkejut.

Maksudnya bagaimana, Tuan Ricko?

Ben lebih memilih mengonfirmasi tentang jawaban Ricko daripada otaknya berspekulasi hal yang aneh-aneh. Namun Ricko sepertinya tidak mau menjelaskan lebih lagi karena malah asyik dengan makanannya. Ben pun memilih ikut makan dibandingkan membahas tentang pekerjaan yang tidak ada habisnya. Keduanya saat ini sedang berada di dalam restorant mall. Tadi mereka sempat bertemu dengan client sebentar kemudian pergi makan.

"Tuan Ricko, itu Nona Callie kan?" seru Ben saat melihat Callie sedang menggandeng seorang perempuan sambil berlari kecil. Ricko pun segera mengalihkan perhatiannya ke arah yang ditunjuk oleh Ben.

"Ngap..."

"Lho... Tuan Ricko mau kemana?" seru Ben saat melihat Ricko sudah berdiri dan pergi mengejar Callie. Padahal dia belum sempat menyelesaikan ucapannya.

"Kak, makanannya belum dibayar. Tolong selesaikan dulu pembayaran makanannya," seru seorang pelayan saat melihat Ben juga akan keluar dari area restorant.

"Astaga... Maaf, Kak." Ben langsung saja membayar makanan yang tadi dipesannya kemudian pergi.

Rasanya Ben sangat malu dilihat oleh banyak pengunjung restorant. Apalagi seruan dari pelayan yang mengatakan dia belum membayar makanan. Ini semua gara-gara Ricko yang asal pergi saja, sehingga dia lupa belum membayar. Ben pun segera mencari keberadaan Ricko yang sudah menghilang dari pandangannya. Entah apa yang akan dilakukan oleh Ricko saat ini yang tiba-tiba saja pergi menyusul Callie.

***

"Nona Callie..." panggil Ricko pada Callie yang sedang asyik berbincang bersama Rose.

Eh...

"Tuan Ricko..." Callie terkejut mendengar seseorang memanggilnya. Apalagi yang memanggil adalah Ricko. Bahkan saat ini Ricko langsung menghentikan langkahnya di depan Callie. Seketika itu juga Ricko sadar dengan tindakannya yang mengejar Callie. Dia malah bingung sendiri harus apa saat Callie sudah ada di depannya.

"Sedang apa di sini, Tuan Ricko? Makan atau meeting sama client?" tanya Callie pada Ricko saat melihat Ben berlari ke arah mereka.

"Tadi habis meeting, terus lihat Nona Callie. Hanya ingin menyapa saja," Alasan yang tidak masuk akal bagi Callie. Pasalnya jika hanya menyapa, tidak mungkin sampai mengejar begini.

Rose sedari tadi memilih diam karena tidak mengenal dua sosok laki-laki di depannya ini. Bahkan saat Ben datang, laki-laki itu sampai nafasnya terengah-engah karena seperti mengejar sesuatu. Ricko pun merasakan ada hal yang aneh pada dirinya. Buat apa dia sampai mengejar Callie hanya untuk menyapanya. Bukankah lebih baik jika dia tetap melanjutkan makannya dan tidak peduli dengan Callie?

"Bukan hanya ingin menyapa saja kan, Tuan Ricko? Pasti ada hal lain yang mau dibicarakan. Atau mau traktir kami belanja?" tanya Callie sambil menaikturunkan alisnya.

"Tidak, Nona Callie. Kami murni hanya ingin menya..."

"Tidak masalah kalau anda ingin belanja dan saya yang bayar, Nona Callie." Ucapan dari Ben sampai tak dilanjutkan karena mendengar omongan Ricko. Padahal Ricko selama ini tak pernah yang namanya mau mengeluarkan uang untuk perempuan kecuali keluarganya.

Kesambet apaan nih Tuan Ricko? Ada yang tidak beres,

Tidak perlu, Tuan Ricko. Uang saya masih cukup untuk membayar belanjaan sendiri,

Callie langsung mengibaskan rambut panjangnya kemudian pergi dari hadapan Ricko dan Ben. Sebenarnya dia senang kalau ada yang mentraktirnya belanja. Namun Callie tidak mau dianggap matre karena meminta dibayari belanja oleh orang yang baru dikenalnya. Jika itu keluarganya, mungkin dia akan senang hati langsung mengambil barang sesuka hatinya. Lain hal jika makanan, Callie mungkin akan menerima traktiran dari laki-laki itu. Ricko yang melihat Callie pergi pun langsung mengikutinya.

"Tuan Ricko, ngapain ngikutin Nona Callie?" seru Ben yang tampak kuwalahan mengikuti Ricko.

"Nggak tahu, penasaran aja. Kaya ada sesuatu yang menarik hingga membuat aku harus mengikutinya saat ini," ucap Ricko dengan santainya.

"Astaga... Jangan-jangan Tuan Ricko jatuh cinta sama Nona Callie," Ben pun segera mengikuti Ricko yang sudah berjalan di samping Callie. Sedangkan Ben menarik tangan Rose untuk berjalan di sampingnya.

Eh...

"Nggak usah dekat-dekat," usir Callie pada Ricko sambil mengerucutkan bibirnya sebal.

"Aku belikan sesuatu untukmu," Ricko menggenggam tangan Callie kemudian dibawa menuju sebuah toko perhiasan.

Ke sana aja,

Tak disangka oleh Ricko, Callie malah menarik tangan laki-laki itu ke sebuah toko elektronik. Padahal Ricko tadi ingin membelikan Callie sebuah perhiasan. Namun Ricko akhirnya mengikuti tarikan tangan dari Callie. Apalagi melihat tatapan Callie tampak berbinar cerah melihat laptop dengan spek tinggi.

"Mbak, mau laptop ini tiga ya. Terus CCTV yang itu sepuluh," seru Callie meminta penjaga toko menyiapkan barang permintaannya.

"CCTV sepuluh untuk apa, Nona Callie? Perusahaanmu saja itu bisa lho memproduksi CCTV sendiri," tanya Ricko dengan tatapan anehnya.

"Apa sih? Suka-suka Callie dong mau beli apa. Kan juga ini pakai uangnya Callie," ucap Callie dengan raut wajah kesalnya.

"Iya tahu kamu mampu dan bisa membeli semua itu, tapi kan..."

"Jangan berisik, Tuan Ricko. Callie tendang biar nyangkut di pohon mangga nanti kalau ngomong terus," sela Callie yang tak ingin Ricko ikut campur.

Ben menahan tawanya melihat Ricko diomeli oleh Callie. Baru kali ini ada perempuan yang berani mengomeli Ricko. Bahkan Ricko sampai tak bisa berkata apapun lagi. Padahal biasanya Ricko akan langsung membentak dan mengusir perempuan yang mengganggunya. Namun sekarang kebalikannya, Callie yang mengusir Ricko. Laki-laki itu tak bisa marah pada Callie, entah apa penyebabnya. Sedangkan Rose sedari tadi diam karena takut melihat wajah Ricko dan Ben yang tidak pernah tersenyum.

"Tuan, jangan sakiti Callie. Dia baik lho walaupun ceplas-ceplos," ucap Rose dengan pelan pada Ben yang berdiri di sampingnya.

"Tenang saja, Tuan Ricko tidak akan menyakiti Nona Callie. Orang Tuan Ricko jatuh cinta sama Nona Callie kok," ceplos Ben dengan pemikirannya.

"Apa? Tuan Ricko jatuh cinta sama..."

Hmph...

"Tuan Ricko lagi jatuh cinta sama siapa, Rose?" tanya Callie yang ternyata mendengar teriakan Rose sebelum bibirnya dibungkam oleh telapak tangan Ben. Sedangkan Ricko sudah menatap tajam pada Ben yang seenaknya berbicara.

Jatuh cinta sama kodok, Nona Callie.

Ha?

Sialan...

Mampus... Gajiku sepertinya bakalan dipotong sama si Bos,

*******************

Hari ini 2 dulu ya, soalnya aku ada nikahan saudara 🙏

1
Tang Bin
jos kali mambu
Sani Srimulyani
gapapa kai, dulu juga onty mu pernah ikut mamamu ke sekolah.
Atik Kiswati
gk ada lawan...🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Kena mental ama Kai🤣
Ita Xiaomi
Jd baby sitter Pak Satpam🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Fania ngapa pula kepo ama org yg lg di rumah sakit. Kan jd dpt masalah. Mending pulang bobok di rmh.
Novita Sari
kau titisan callie kecil
ririen handayani
gooodddd👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tang Bin
gantinya kali mambu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 emang onty mu stressss
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 menurun
Ita Xiaomi: Benar Kk🤣
total 1 replies
tia
🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
pantas anaknya somplak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 enaknya jg somplak
Dewiendahsetiowati
darah mafia opa dolar begitu kuat di kali mambu
Sani Srimulyani
ya ampun dalangnya aja belum ketemu, ini malah mereka koma......cepet sadar dong, kasian KAI.....
Novita Sari
penasaran siapa orang jahat sama plastik mika...
tia
thor keluarga mika tidak ada yang tau
Rai Gojess
siapa biang masalah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!