NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

Di sudut kantin yang lain, Raven bersandar santai di kursinya, namun matanya yang tajam tak sekalipun beralih dari sosok Sara. Di sekelilingnya, Arga, Andra, Alden dan anggota inti Geng Phoenix terus saja berbisik‑bisik sambil melirik ke arah murid baru itu.

“Raven! Jangan lupa kedip dong!” goda Andra sambil menyenggol bahu Raven pelan dengan senyum jahil terukir di bibirnya.

“Iya nih! Biasanya Si Bos paling malas noleh jika ada gadis‑gadis yang berebut mendekat.” timpal Alden yang juga merasa ada yang aneh dengan Raven hari ini.

Arga di sebelahnya ikut menimpali sambil mengunyah roti bakarnya. “Gadis itu memang menarik. Bukan sekadar cantik biasa… ada wibawa yang terasa meski hanya duduk santai begitu. Seolah dia bukan orang yang bisa dianggap remeh.”

Raven hanya mendegus pelan tanpa menimpali ocehan teman-temannya, jari‑jarinya mengetuk pelan permukaan meja. Di dalam benaknya, ribuan pertanyaan terus berputar tak kunjung reda. Siapa sebenarnya murid baru itu? Mengapa sikapnya begitu tenang, seolah ia sudah terbiasa menghadapi dunia yang jauh lebih keras dibandingkan sekadar hiruk‑pikuk kehidupan sekolah? Dan yang paling aneh… setiap kali tatapan mereka tak sengaja bertemu sekilas, ada kilatan tajam di sana, kilatan yang sangat ia kenal… kilatan milik seseorang di masa lalunya.

Belum sempat Raven membalas ocehan teman‑temannya, suasana riuh di kantin tiba‑tiba sedikit berubah. Dari arah pintu masuk, Chelsea berjalan melenggang dengan langkah sengaja dibuat berisik, diikuti oleh dua orang pengikut setianya yang selalu siap mendukung segala kemauannya. Wajahnya yang biasanya tampil cantik kini terlihat masam dan penuh kerut halus di dahi, karena sejak tadi ia sudah melihat jelas ke mana arah pandangan Raven tertuju.

Dengan sengaja, Chelsea berjalan lurus membelah kerumunan siswa, menuju tepat ke meja tempat Sara, Bima, dan Dewi sedang duduk santai menikmati makanan mereka.

Di belakangnya, dua siswi yang merupakan antek setianya, Rina dan Yuli, tersenyum sinis sambil saling melirik penuh arti.

"Jadi Kau anak baru yang sok cantik itu!” ucap Chelsea dengan suara yang cukup keras hingga terdengar oleh beberapa siswa di sekitarnya. Ia berdiri tegak tepat di sisi meja Sara, menatap ke bawah dengan tatapan merendahkan dan penuh keangkuhan. "Wah, hebat sekali ya baru hari pertama sudah menarik perhatian semua orang.”

Dewi yang duduk di sebelah Sara langsung menegakkan punggungnya, wajahnya berubah tegang dan cemas. Ia tahu betul betapa kejam dan liciknya sang “Ratu Bully” sekolah ini. Bima pun ikut berhenti mengunyah, tangannya mengepal pelan di bawah meja, bersiap membela teman barunya jika diperlukan.

Namun Sara? Gadis itu hanya mengangkat wajahnya perlahan, menatap Chelsea dengan tatapan tenangnya seperti biasa, tanpa sedikitpun rasa takut, marah, bahkan tanpa terganggu sedikit pun. Ia masih memegang sendoknya dengan santai, seolah gadis yang berdiri di hadapannya itu hanyalah angin yang lewat saja.

"Sorry! Tapi aku memang cantik dari lahir! Dan terima kasih untuk pengakuannya!” jawab Sara santai.

“Apakah masih ada keperluan penting lainnya yang membuat kamu harus berdiri di sini dan menghalangi cahaya matahari yang masuk?”

Orang‑orang di sekitar seketika membelalakkan mata tak percaya. Belum pernah ada yang berani menantang sang Ratu Sekolah secara terang‑terangan begitu.

Tak terkecuali Chelsea sendiri. Ia tertegun diam, sama sekali tak menyangka gadis baru itu berani menjawab balik dengan tegas. Ia sudah bersiap menghadapi ketakutan, air mata, atau setidaknya wajah pucat Sara namun yang didapatnya justru ketenangan yang membuat keangkuhannya runtuh seketika.

“Kau! Beraninya berbicara seperti itu sama Chelsea!” desis Rina tak terima.

“Kau belum tahu siapa Chelsea di sini, ya?” tambah Yuli sambil menyeringai sinis. “Dia Chelsea Amanda Wijaya! Semua orang tahu… siapa saja yang berani menyinggung atau bersaing dengannya pasti akan mendapat pelajaran pahit yang takkan terlupakan seumur hidupnya! Bahkan ada yang hilang begitu saja tanpa kabar!”

Sara hanya tersenyum tipis, senyum yang bahkan tak sampai ke matanya. Perlahan ia meletakkan sendoknya ke piring, lalu menatap lurus tepat ke manik mata Chelsea.

“Menjadi berharga atau dihormati tidak dibuktikan dengan menghalangi orang lain atau mengancam yang baru datang,” ucap Sara tenang namun berisi tekanan kuat, suaranya cukup terdengar oleh mereka dan siapa saja yang mulai berhenti bergerak mengamati kejadian itu. “Dan percayalah… aku bukan tipe yang suka bersaing demi hal yang tak berarti, apalagi berusaha merebut sesuatu yang bukan milikku atau yang tidak aku inginkan sama sekali."

Kalimat terakhir itu terasa seperti tusukan halus namun tepat sasaran. Wajah Chelsea memerah padam menahan amarah yang meluap. Ia merasa dipermalukan di depan umum oleh gadis pendatang baru di hari pertama sekolah.

Tangannya terangkat hendak memberi pelajaran pada Sara… namun gerakannya tiba‑tiba terhenti di udara.

Saat sebuah bayangan tinggi dan tegap tiba‑tiba berdiri di samping meja itu. Kehadirannya seketika membuat udara di sekitar terasa lebih berat dan dingin.

“Cukup, Chelsea.”

Suara itu rendah, berat, dan penuh tekanan dingin yang membuat darah Chelsea seolah membeku seketika. Ia menoleh perlahan, dan tepat di sana berdiri Raven Krishnawardhana. Matanya yang biasanya dingin namun tenang kini menyala tajam dan penuh ketidakpuasan, menatap lurus tepat ke arah gadis yang berdiri mengancam itu.

Di belakangnya, Arga dan Andra juga ikut berdiri dengan sikap waspada, menunjukkan bahwa sang pemimpin Geng Phoenix berdiri di sisi yang berbeda kali ini.

“R‑Raven…?” gumam Chelsea tergagap, tangannya yang tadi terangkat kini perlahan jatuh lemas ke sisi tubuhnya. Wajahnya yang tadi penuh kemarahan berubah seketika menjadi pucat dan panik. “Aku… aku hanya… ingin mengingatkan gadis baru ini saja… supaya tahu tata krama dan tidak sembarangan…”

“Mengingatkan tidak perlu dengan cara mengancam dan membuat keributan di kantin sekolah,” potong Raven singkat dan tegas, tanpa memberi ruang untuk pembelaan. Ia melirik sekilas ke arah Sara yang masih duduk tenang di sana, tak bergoyang sedikit pun seolah kejadian ini hanyalah hal biasa yang tak berarti. Sekali lagi rasa kagum dan rasa ingin tahu itu tumbuh makin kuat di hatinya. Gadis ini benar‑benar menarik.

“Kembalilah ke tempatmu, Chelsea,” lanjut Raven kembali dengan nada yang tak bisa dibantah. “Dan ingatlah baik‑baik: mulai saat ini, di SMA Bina Bangsa tidak ada lagi yang namanya penindasan.”

"Raven! Kamu bela murid baru ini!" Teriak Chelsea tak terima.

“Aku tidak membela siapa‑siapa. Aku hanya ingin bisa makan dengan tenang di sini!” jawabnya tegas.

Dengan hati hancur karena dipermalukan tepat di depan orang yang paling ia cintai dan dambakan, Chelsea tak punya pilihan lain selain menggigit bibirnya menahan tangis dan kemarahan yang tertahan. Dengan langkah berat dan penuh dendam yang makin membara, ia berbalik pergi diikuti oleh kedua pengikutnya yang juga menunduk takut. Namun sebelum benar‑benar menjauh, tatapan tajam tertuju ke arah Sara, seolah berkata: Ini belum selesai, anak baru!

Setelah kepergian si ratu bully dan dayang-dayangnya pergi, suasana perlahan kembali tenang dan siswa‑siswa kembali melanjutkan aktivitasnya meski masih ada bisikan‑bisikan samar, yang masih terdengar.

Raven perlahan mengalihkan pandangannya kembali kepada Sara. Ia berdiri tegak di sisi meja itu sejenak, jantungnya entah mengapa berdebar sedikit lebih cepat dari biasanya.

“Kau tidak apa‑apa?” tanyanya akhirnya, suaranya sedikit melembut dibandingkan saat berbicara dengan Chelsea tadi.

Sara mengangkat wajahnya kembali, menatap pemuda tampan itu dengan tatapan jernih dan tenang. Di sudut matanya, ada kilatan kecil yang seolah menyimpan pesan rahasia yang belum bisa Raven pahami sepenuhnya.

“Terima kasih atas bantuanmu, meskipun sebenarnya itu tak perlu!” jawabnya pelan namun tulus. “Hal seperti ini bukanlah sesuatu yang cukup kuat untuk membuatku goyah.”

Raven tertegun sejenak mendengarnya. Keyakinan diri yang terpancar dari setiap ucapannya sungguh luar biasa. Di dalam hatinya ia makin yakin satu hal yang tak terbantahkan: kedatangan gadis ini telah mengubah segala hal di sekolah ini… dan mungkin juga akan mengubah jalan hidupnya sendiri selamanya.

Di kejauhan, dari ambang pintu kaca kantin yang agak tersembunyi, Leon berdiri bersandar santai sambil memegang botol minumannya. Matanya yang tajam mengamati segala hal dengan teliti, mulai dari sikap Chelsea yang penuh niat jahat, hingga interaksi antara Sara dan pemuda bernama Raven itu. Di sudut bibirnya terukir senyum tipis yang penuh arti.

“Permainan baru saja dimulai…” gumamnya pelan hanya untuk dirinya sendiri. “Dan tampaknya… jalan yang akan dilalui Nona Sara di sini akan jauh lebih berwarna dan penuh kejutan dari yang aku duga sebelumnya.

 

Bersambung…

1
Munas Tuti
jangan2 Sara dan Chelse ada hubungannya...
Munas Tuti
lanjuuut mbak'e...
Munas Tuti
cepet jelasin Reven ...
riniandara: Raven gensinya masih setinggi langit/Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
laaah gimana tuh...ternyata unit mereka behadapan, apa emang sengaja yaa ortu mereka, yg sebenernya sdh tauu
riniandara: masih /Casual/ kak/Facepalm/
total 1 replies
arsyila putri
wah keren banget si sara
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raven akan segera jatuh cinta duluan deh/Chuckle/, gimana ya nanti setelah kakeknya Sara tau klau Sara ternyata sudah menikah🙀🙀
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: pastinya kak, selalu ditunggu up nya/Proud/
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah revan bisa mengerti
azela
nanti Revan Pasti suka sama sara
abcd
plisss up yg bnyk
riniandara: baik Kak akan author usahakan ya
total 1 replies
Munas Tuti
gimana yaa klo kakek tau yg sebenarnya...
riniandara: lanjut nonton aja Kak he he
total 1 replies
Munas Tuti
keknya bakalan seru ni cerita..
riniandara: Terima kasih kak dah meluangkan waktunya, bantu review juga ya kak jika kakak suka
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lanjut kak, seru cerita nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sungguh tak beruntung sekali harimu Sara, udah disiram air kotor, terjebak hujan, dan sekarang harus menikah dadakan dengan Raven/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sungguh hari yang siap bagi Sara 🤣
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, apakah dengan Sara? 🙀
Lupa Nama
kak namanya yg bener Raven, Revan atau Reven,,,.???! tapi q seneng kak sara Sekarang manggilnya sudah kak Leon,, sudah cantik,, kaya, pinter dan menghormati yg lebih tua, paket komplit... tetap semangat dalam berkarya ya kak,! ku tunggu bab2 selanjutnya 🙏🙏🙏💪💪💪👍👍
riniandara: Raven kak/Facepalm/ maaf ya author lagi juta g fokus ini, jangan lupa likom ya kak biar tambah semangat up-nya he he.
total 1 replies
azela
Raven gak tahu aja dia jika yang di hadapannya itu, sang ratu perang! kalau cuman Chelsea mah gak ada apa-apanya sama Sara.
azela
Lanjut kak awalnya udah menarik alurnya.
azela
luar biasa semangat kak ceritanya keren.
azela
Karya baru lagi ya, semangat kakak aku suka/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!