NovelToon NovelToon
Setelah Taksi Itu Berlalu

Setelah Taksi Itu Berlalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Selie Noris

Diabaikan oleh Arka—suaminya yang dingin—Kirana terbiasa menelan rasa sakit sendirian. Namun, sebuah kecelakaan tragis yang merenggut janinnya mengubah segalanya. Kirana yang manja dan cengeng mati di hari itu, berganti menjadi sosok wanita dingin dan mandiri yang membangun usahanya sendiri dari nol.

Saat Kirana mengembalikan fasilitas rumah tangga dan mengajukan perceraian, Arka baru tersadar dari kesalahannya. Pria yang dulu acuh kini harus meruntuhkan egonya dan mempertaruhkan segalanya demi mendapatkan kembali maaf serta cinta dari sang istri.




#NikahPaksa
#Penyesalansuami
#WanitaMandiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selie Noris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 : Belajar Memotong Sayur

Suara bising pisau yang beradu dengan talenan kayu terdengar berulang-ulang di sebuah sudut ruangan dapur komersial berukuran sedang di sebuah lembaga kursus kuliner tersembunyi di kawasan pinggiran kota.

Di hadapan sebuah meja stainless steel, Kirana berdiri dengan fokus penuh. Mengenakan apron putih sederhana dan rambut yang diikat asal-asalan ke belakang, ia memegang sebutir wortel di tangan kiri sementara tangan kanannya menggenggam pisau *chef* tajam. Dengan gerakan yang masih kaku dan penuh kehati-hatian, ia mencoba mengiris wortel tersebut menjadi potongan dadu kecil yang presisi.

*Silet!*

Gerakan pisaunya sedikit meleset. Pisau tajam itu menggores permukaan kulit jari telunjuknya dengan cepat.

"Aduh!" desis Kirana pelan, menarik tangannya sambil meringis menahan perih.

Ia meletakkan pisau di atas meja. Darah segar langsung merembes keluar dari luka tipis di jari telunjuknya. Tanpa panik berlebihan, Kirana mengambil selembar tisu untuk menekan lukanya sejenak, lalu melilitkan plester luka berwarna kulit yang sudah ia siapkan di dalam tas kecilnya.

Di jari-jari tangan Kirana yang lain—ibu jari, jari tengah, hingga jari manis—sudah berbaris rapi plester-plester serupa. Semuanya adalah bukti nyata dari perjuangan kerasnya selama dua minggu terakhir.

Semenjak ia memutuskan untuk membangun kemandirian dan berhenti bergantung pada orang lain, Kirana menyadari satu hal mendasar: ia bukan lagi nona manja yang hidupnya dilayani koki profesional. Ia ingin bisa mengurus rumah tangganya sendiri, menyiapkan makanan dengan tangannya sendiri, dan membuktikan kepada dirinya—serta diam-diam kepada suaminya—bahwa ia mampu melakukan hal-hal remeh yang selama ini direguknya sebagai kelemahan. Karena itulah, secara diam-diam, Kirana mendaftarkan diri ke kelas memasak dasar khusus pemula dengan menggunakan sisa tabungan pribadinya, memanfaatkan jam-jam saat Arka sibuk bekerja di kantor.

Di kelas itu, tidak ada yang mengenalnya sebagai Nyonya Pratama sang istri CEO. Di sana, ia hanyalah Kirana—seorang wanita muda yang sedang belajar mengenali dunia dapur dari titik nol.

---

Menjelang sore hari, Kirana kembali ke rumah besar keluarga Pratama. Ia sengaja masuk lewat pintu belakang area dapur agar tidak menarik perhatian siapa pun.

Begitu ia melangkah masuk ke dalam dapur besar rumah tersebut, Bi Inah yang sedang menyiapkan bahan-bahan makan malam langsung menoleh. Mata wanita paruh baya itu menangkap pemandangan yang membuat hatinya mencelus seketika.

Bi Inah meletakkan mangkuk di tangannya, lalu bergegas mendekati Kirana dengan langkah cemas.

"Ya Allah, Nyonya..." ucap Bi Inah lirih, matanya menatap lekat ke arah tangan kiri Kirana yang terangkat. Jari-jemari wanita muda itu dipenuhi oleh lilitan plester luka di sana-sini. "Tangan Nyonya kenapa bisa sampai penuh luka begini? Astaga, apa yang terjadi di luar sana?"

Kirana refleks menyembunyikan tangannya ke belakang punggung, lalu tersenyum tipis untuk menenangkan wanita tua yang sudah dianggapnya seperti ibu sendiri itu.

"Ah, tidak apa-apa, Bi. Cuma luka kecil waktu masak tadi," jawab Kirana santai, berusaha menyembunyikan rasa perih yang masih berdenyut di ujung jarinya.

Bi Inah menggelengkan kepalanya perlahan. Air mata tipis tampak menggenang di sudut mata wanita paruh baya itu, dipenuhi rasa iba yang amat sangat. Sebagai orang yang lama bekerja di rumah itu, Bi Inah tahu persis betapa tertekannya kehidupan Kirana sejak menikah dengan Arka. Ia tahu bagaimana majikannya memperlakukan sang istri dengan dingin dan tidak peduli. Melihat nona mudanya yang terbiasa hidup mewah kini harus menyembunyikan luka di tangan akibat belajar memasak sendiri, dada Bi Inah terasa sesak oleh rasa kasihan.

"Nyonya... kalau mau makan atau butuh masakan apa pun, bilang saja sama saya," ujar Bi Inah dengan suara bergetar tulus. "Kenapa Nyonya harus repot-repot belajar memasak sampai melukai diri sendiri seperti ini? Tuan Arka... Tuan Arka bahkan tidak akan menghargainya..."

Kalimat terakhir Bi Inah menggantung di udara. Wanita tua itu langsung menutup mulutnya, menyesal telah mengucapkan hal yang terlalu lancang. Namun, kata-kata itu sudah terlanjur lepas.

Kirana terdiam sejenak. Senyuman tipis di bibirnya perlahan memudar, digantikan oleh tatapan yang sangat tenang. Ia tahu persis apa yang dimaksud oleh Bi Inah. Di rumah ini, semua orang tahu bahwa Arka tidak pernah peduli padanya.

Namun, Kirana menggelengkan kepalanya pelan, menatap Bi Inah dengan sorot mata yang memancarkan keteguhan baru.

"Bi, aku tidak melakukan ini demi Tuan Arka," kata Kirana pelan, setiap kata diucapkannya dengan penuh kesadaran dan ketenangan mutlak. "Aku belajar memasak, aku melukai tanganku, dan aku melakukan semua ini bukan untuk mencari pujian atau pengakuan dari suamiku. Aku melakukannya untuk diriku sendiri."

Bi Inah menatap wanita di hadapannya dengan takjub. Ada aura kedewasaan dan ketangguhan yang luar biasa kuat terpancar dari diri Kirana—sesuatu yang sama sekali tidak tampak pada gadis manja yang datang ke rumah ini beberapa bulan lalu.

"Dulu, aku adalah orang yang paling tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, Bi," lanjut Kirana sambil mengangkat tangannya yang berplester, menatapnya tanpa rasa malu. "Tapi sekarang, aku sadar bahwa hidup tidak bisa disandarkan pada belas kasihan orang lain, bahkan pada suami sendiri. Luka-luka di jariku ini... ini adalah tanda bahwa aku sedang bertumbuh. Bahwa aku sedang belajar menjadi wanita yang mandiri."

Bi Inah tidak mampu berkata apa-apa lagi. Ia hanya bisa mengangguk pelan, sementara rasa hormat yang mendalam kini tumbuh memenuhi hatinya terhadap sang nyonya muda.

Malam harinya, ketika Arka kembali ke rumah lewat pukul sembilan malam dalam keadaan lelah akibat setumpuk rapat bisnis, suasana rumah tampak gelap dan sunyi. Pria itu melangkah masuk ke ruang makan untuk mengambil segelas air dingin. Di atas meja dapur yang bersih, tergeletak rapi sebuah kotak makan kecil transparan berisi potongan buah segar yang dikupas dan dipotong dengan bentuk yang rapi, disertai secarik kertas kecil bertuliskan tangan: *Untuk persediaan vitamin.*

Arka mengernyitkan dahi. Ia melirik kotak itu sekilas, lalu mendengus dingin. Tanpa menyentuh atau memakannya, Arka membiarkan kotak itu tetap di tempatnya, menganggapnya sebagai hal sepele yang ditinggalkan oleh pelayan. Ia sama sekali tidak tahu—dan malam itu tidak sedikit pun peduli—bahwa potongan buah di dalam kotak itu disiapkan dengan penuh ketekunan oleh tangan-tangan mungil Kirana, tangan yang hari ini kembali terluka demi merajut kemandiriannya di dunia yang asing.

1
putmelyana
semangat thor 💪
Selie Noris: Kak, terima kasih ya.... ♥️
total 1 replies
Selie Noris
♥️♥️♥️
Sulicungliieee
ડɑ𝗍υ ƙɑ𝗍ɑ υ𐓣𝗍υƙოυ ɑ𝗋ƙɑ.......ડυ𝗈𝗈ƙ𝗈𝗋𝗋𝗋𝗋𝗋.....
Selie Noris: Kak, makasih sudah mampir....
total 1 replies
Yusria Mumba
seorang wanita kalau sudah sakit hatiny, susah d, obati,
Selie Noris: Kak, terima kasih sudah mampir. ♥️
total 1 replies
Yusria Mumba
nyesalkan sudah terlambat,
Selie Noris: Kak, terima kasih sudah mampir. ♥️
total 1 replies
Yusria Mumba
ti galon ajasumi kaya gitu,
Selie Noris: Kak, terima kasih sudah mampir. ♥️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!