NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Suasana di halaman kantor Airlangga Group seketika berubah menjadi lautan kepanikan. Jeritan histeris dari para staf wanita terdengar bersahut-sautan. Puluhan karyawan yang menyaksikan kejadian mengerikan itu langsung berlarian keluar dari lobi. Beberapa dari mereka dengan tangan gemetar segera merogoh ponsel, menghubungi ambulans dan polisi dengan suara yang panik dan terbata-bata.

​Namun, di tengah keriuhan dan hiruk-pikuk itu, waktu seolah berhenti bagi Zergan.

​Pria yang biasanya selalu tampil berwibawa, tegas, dan tak tersentuh itu kini terduduk bersimpuh di atas aspal yang panas. Kedua lututnya yang berbalut celana kain mahal kini kotor terkena noda debu dan cipratan darah. Dengan tangan yang bergetar hebat, Zergan mengangkat perlahan kepala Kinara, membawanya ke dalam pangkuannya.

​Aroma parfum maskulin mahal milik Zergan kini sepenuhnya lenyap, digantikan oleh bau anyir darah yang menyengat indra penciumannya. Telapak tangan Zergan yang menahan tengkuk Kinara terasa basah dan hangat oleh cairan merah pekat yang terus mengalir tanpa henti dari kepala sang istri. Tubuh mungil Kinara terasa begitu dingin dan rapuh di dalam dekapannya.

​"Ki... Kinara... dengarkan aku. Tetap buka matamu! Jangan berani-berani menutup matamu!" suara Zergan akhirnya keluar, namun terdengar sangat serak, pecah, dan dipenuhi keputusasaan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

​Di ambang kesadarannya yang kian menipis, Kinara merasakan kehangatan yang selama enam tahun ini selalu ia dambakan dari suaminya. Untuk pertama kalinya, Zergan memeluknya seerat ini. Untuk pertama kalinya, ada guratan rasa cemas yang teramat sangat di wajah tampan pria itu—dan itu semua karena dirinya.

​Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, Kinara perlahan membuka kelopak matanya yang terasa teramat berat, seolah ditimpa sebongkah batu besar. Pandangannya sudah mulai kabur dan memutih, namun ia tetap memaksakan manik matanya untuk menatap wajah Zergan untuk yang terakhir kali.

​Kinara mencoba menggerakkan bibirnya yang sudah memucat pasi. Suaranya sudah hampir hilang, hanya berupa bisikan yang terputus-putus dan teramat lirih di antara deru napasnya yang pendek.

​"Mas... Zer... gan..." bisik Kinara, terbata-bata.

​Zergan langsung mendekatkan telinganya ke bibir Kinara, air matanya—yang selama ini tidak pernah luruh untuk siapa pun sejak kepergian masa lalunya—kini menetes jatuh mengenai pipi Kinara yang mulai mendingin. "Iya, aku di sini. Jangan banyak bicara dulu, ambulans akan segera datang!"

​Kinara membentuk sebuah senyuman kecil yang teramat getir di sudut bibirnya. "Se... lamat... u... lang tahun, Mas..." ucapnya dengan satu-satu kata yang keluar dengan susah payah. "Ma... af... selama... enam tahun ini... aku selalu... mengganggu... hidupmu..."

​Uhuk!

​Kinara terbatuk kecil, dan setitik darah kembali keluar dari sudut bibirnya, membuat dada Zergan seperti dihantam godam yang luar biasa hancur.

​Di dalam hatinya yang paling dalam, bersamaan dengan pandangannya yang kian menggelap, Kinara berbisik pada dirinya sendiri, 'Jika ada kehidupan selanjutnya... aku berjanji akan mengalah untuk kebahagiaanmu, Mas. Aku tidak akan muncul di hidupmu lagi, agar kamu tidak perlu merasa tersiksa...'

​Senyuman lembut itu menjadi gurat terakhir di wajah cantiknya. Kinara menghela napas panjang untuk yang terakhir kali, sebelum akhirnya seluruh tubuhnya melemas. Kelopak matanya perlahan tertutup rapat, dan genggaman tangan mungilnya yang sempat mencengkeram kemeja Zergan kini terkulai jatuh di atas aspal. Kinara telah mengembuskan napas terakhirnya tepat di pelukan pria yang teramat dicintainya.

​Melihat hal itu, pertahanan Zergan runtuh sepenuhnya. Jiwanya seolah ikut tercerabut dari raga. Kondisi Zergan benar-benar hancur dan mengerikan; ia memeluk erat jasad istrinya yang sudah tak bernyawa ke dadanya, membiarkan kemeja putih mahalnya sepenuhnya ternoda oleh darah Kinara.

​"Kinara? Tidak... KINARA!!! BANGUN!!!" teriak Zergan histeris. Suaranya yang menggelegar dipenuhi penyesalan mendalam, menggema di antara dinding-dinding gedung tinggi, meratapi kepergian wanita tulus yang terlambat ia hargai cintanya.

Byurrrrr!

​Air es yang teramat dingin tiba-tiba menyiram seluruh wajah dan kepala Kinara. Sensasi dingin yang menusuk itu seketika merenggutnya dari kegelapan yang pekat.

​"Hahahahaha!"

"Liat tuh, basah kuyup kayak ayam kecemplung got!"

"Makanya, kalau malam itu tidur, jangan begadang mulu!"

​Suara gelak tawa yang riuh dan menggelegar langsung memenuhi seisi ruangan. Kinara tersentak hebat, tubuhnya menegak seketika. Jantungnya bertalu-talu dengan sangat cepat, dan napasnya tersenggal-senggal seolah ia baru saja keluar dari dasar air yang menenggelamkannya. Di kepalanya, bayangan aspal yang dingin, bau anyir darah, dan wajah histeris Zergan masih terpatri dengan sangat jelas. Rasa sakit saat mobil itu menghantam tubuhnya bahkan masih terasa nyata.

​Namun, rasa sakit itu perlahan memudar, digantikan oleh rasa bingung yang luar biasa.

​Kinara mengerjukan matanya berkali-kali untuk menghalau air yang menetes dari bulu matanya. Ia menatap sekeliling dengan pandangan linglung. Ruangan ini... bukan halaman kantor Zergan yang megah. Ini adalah sebuah ruang kelas dengan deretan meja kayu, papan tulis putih besar, dan puluhan pasang mata yang sedang menertawakannya.

​’Ini... kelas waktu kuliah dulu?!’ batin Kinara, lumpuh dalam kebingungan. ’Tapi... bagaimana bisa?’

​Belum sempat otaknya mencerna situasi, sebuah suara lantang dan melengking membuyarkan lamunannya.

​"KINARA!"

​Seorang wanita paruh baya dengan kacamata yang bertengger di hidungnya berdiri tepat di samping meja Kinara, memegang sebuah botol air mineral yang sudah kosong. Itu adalah Dosen Killer yang sangat ditakuti di kampusnya dulu.

​"Kamu ini niat kuliah atau tidak?! Ini sudah jam berapa? Setiap mata kuliah saya, kamu selalu saja tidur di kelas! Kalau kamu masih mau tidur, silakan angkat kaki dari kelas saya sekarang juga!" omel sang dosen dengan berkacak pinggang, napasnya memburu menahan geram melihat mahasiswinya yang tampak linglung.

​Kinara tidak mendengarkan omelan itu dengan jelas. Pikirannya mendadak menjadi sangat lemot dan tumpul. ’Tidur? Aku tidur? Bukannya tadi aku... mati ditabrak mobil?’

​Dengan tangan yang gemetar dan masih basah oleh sisa air siraman tadi, Kinara refleks meraih tas kainnya yang tergeletak di atas meja. Ia meraba-raba ke dalam, mencari benda persegi pipih miliknya. Begitu jemarinya menyentuh ponsel, ia segera mengeluarkannya dan menyalakan layar utama.

​Matanya membelalak sempurna. Napasnya seolah berhenti berputar di paru-paru saat melihat angka digital yang tertera di pojok atas layarnya.

​Jumat, 5 Juni 2026.

​’2026?!’ Kinara menjerit histeris di dalam hatinya. ’Bukan 2032?!’

​Seingatnya, kecelakaan tragis itu terjadi di tahun 2032, tepat setelah ia melewati enam tahun pernikahan yang dingin dan menyiksa bersama Zergan. Namun sekarang, layar ponselnya dengan sangat jelas menunjukkan tahun 2026. Tahun di mana ia masih menjadi seorang mahasiswi tingkat akhir. Tahun di mana ia bahkan... belum menikah dengan Zergan Airlangga!

​’Apa yang sebenarnya terjadi?! Apa aku... kembali ke masa lalu?!’

​Kinara berteriak frustrasi di dalam hatinya, mencengkeram ponselnya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. Jika ini semua nyata, jika ia benar-benar kembali ke enam tahun sebelum kematiannya, maka takdir baru saja memberinya kesempatan kedua. Kesempatan untuk menepati janji terakhirnya: mengalah, menjauh, dan tidak akan pernah masuk ke dalam kehidupan Zergan Airlangga lagi.

1
si mesteri
semoga kau hidup bahagia kedepan nya kinara oh iya thor ini yg terbagus dalam ending sad bikin haru dan mau aku baca berkali-kali tapi radak nyesek sama endingnya semoga thor nya juga sehat selalu dadah /Smile//Sob/
Uthie
Lagiiii dong 😍
heyyykau
crazy up kak🫰
Dwi Agustina
Allah pasti trlah menyiapkan takdir yg lbh indah utkmu Nara😥💪
heyyykau
crazy up kak, gk sabar liat kinara menghilang dri kehidupan zergan trs kinara jadi sukses sm ada seseorang mencintai kinara dengan tulus dan juga sebaliknyaa🫰😭
Dedi Dahlia
nanti setelah kinara pergi,zergan ingat kembali massa lalu kehidupan pertama, dan menyadari sipat Haura tak seperti yang diharapkan,baru lah sadar hanya kinara gadis yang tulus dan mengerti tapi,sayang terlambat baru menyadarinya,sip di tunggu momennya thorr itu terjadi🙂🙂
Uthie
Saya sihhh paling gak sabar nunggu pas moment Kinara pergi dari Zergan, dan ia baru menyadari siapa yg paling tulus pada nya nanti 😏😏

kayanya Haura ada main di belakangnya, dengan Arsen pula!
Dwi Agustina
Sesakit ini y Nara nyampe kesini😥🤣😂😂
putmelyana
bodoh bukannya menjauh malah masuk kedalam masalahnya bodoh bnget lu kinara
Devi..
harusnya Kinara memastikan dulu gmna hub Haura dg Arsen.. terlalu buru" klo lngsung menghadap Oma..😌
heyyykau
crazy upp kak gk sabar kinara pergi jauh, sukses dan punya pasangan yang menerima dia apa adanya dan yg terpenting mencintai diaa🫰
aku
kenapa nara smpe segitunya sih. bukannya udh ckup smpe haura batal diculik ja? kesannya jd ikut campur bgt. agk kurang respect 🙏 mf cm berpendapat 🙏
Uthie
Sepertinya Kinara malah membuat masalah baru nantinya untuk Zergan... bahwa Haura sebenarnya tidak sebaik yg terlihat!!
ada pengkhianatan sebenarnya...
Uthie
Kalau menurut aku, berubah nya Takdir ini adalah saat Haura batal di culik, dan tidak jadi meninggal tragis...
Namun sesudahnya sebenarnya terkuak hubungan rahasia Haura dan Arsen....
dan itu belum di ketahui oleh Ze 👍

dan...bisa jadi di takdir kedua ini, sebenarnya menghubungkan antara 2 tokoh utamanya 👍😁
Dwi Agustina
Nyesek bngt jd Kinara😥
Uthie
Lagiiii dongggg 😍🙏🙏
Lippe
Kinara malah bikin Zergan jadi tambah beban pikiran 🤣
Uthie
Bagussss... keren tuhhhh pembalasan nya 👍👍😍😍😍
aku
🌹 ayo tor biar semangat 🙏
Yuyun Suprapti
masih kurang kk...
besok² crazy up dong kk thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!