NovelToon NovelToon
Istri Cadangan Sang Mayor

Istri Cadangan Sang Mayor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Ibu Tiri
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Tante Kei, mau nggak jadi mamanya Rafka?"
"What!! Berarti jadi Ibu Persit dong? Dan jadi bini Mayor kaku kayak kanebo?"

Mayor Satria Pramudya, 33 tahun, sudah lima tahun menduda, keluarganya sudah mendesaknya untuk menikah lagi. Sementara, Rafka, anaknya sejak lahir sudah dekat dengan adik istrinya–Keisa Azzura, 21 tahun.

"Dek, kamu yakin Kakak boleh nikah lagi?"
"Ya, boleh lah, masa dilarang. Nanti ularnya bisa karatan loh ... lama-lama menduda. Lagian, Rafka juga butuh sosok ibu."
"Kalau begitu Kakak boleh melamar Adek?"
"Eh, Apa! Maksud Kak Satria gimana?

Keisa tak menyangka kakak iparnya meminang, sedangkan ia sudah punya cowok incaran. Apalagi Satria tidak pernah mengucapkan kata cinta dan ada sesuatu...

Bagaimanakah rumah tangga Satria yang kaku menghadapi Keisha yang barbar? Belum lagi ada rahasia Satria yang tiba-tiba...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Cokelat di Meja Kuliah dan Patroli Status

Langkah kaki Keisha terdengar tergesa-gesa menyusuri koridor lantai dua gedung fakultas. Setelah menghabiskan sepanjang pagi dengan pikiran yang semrawut, atmosfer kampus setidaknya memberikan sedikit ruang bagi Keisha untuk menghirup udara bebas, jauh dari kepungan hawa mencekam di meja makan rumahnya tadi.

"Keishaaa!"

Sebuah lambaian tangan heboh dari depan pintu ruang kelas menghentikan langkah Keisha. Yeyen dan Hilma sudah berdiri di sana, langsung menyambut sahabat mereka itu dengan senyuman ceria yang merekah.

"Aduh, anak perawan baru kelihatan batangnya. Gimana kaki lu? Udah beneran aman buat jalan kan?" tanya Yeyen sembari menyenggol bahu Keisha gemas saat mereka bertiga mulai melangkah masuk ke dalam ruang kelas yang ber-AC sejuk.

"Aman, Yen. Udah spek pabrikan lagi, bisa dipakai buat tendangan bebas," sahut Keisha asal, mencoba mengembalikan mode ceria barbarnya yang sempat terkikis habis sejak subuh.

"Bagus deh. Yuk, buruan duduk di barisan tengah aja, mumpung belum penuh. Lusa kan kita udah mau libur semester, jangan sampai nilai metopen kita anjlok gara-gara salah posisi duduk," timpal Hilma sembari menarik kursi kayu untuk mereka bertiga.

Baru saja Keisha meletakkan tas ransel kecilnya di atas meja, sebuah bayangan tubuh tinggi kurus mendekat dari arah pintu masuk. Itu Rendra. Pemuda dengan jaket denim andalannya itu berjalan terburu-buru, lalu dengan sengaja mengambil posisi duduk di kursi kosong tepat di sebelah kiri Keisha, memisahkan gadis itu dari Yeyen dan Hilma yang duduk di sebelah kanan.

"Pagi, Kei. Untung enggak telat," sapa Rendra dengan napas yang sedikit memburu. Ia meletakkan draf makalah mereka yang sudah terjilid rapi di atas meja. "Nih, pesanan kelompok kita. Udah aman, tinggal nunggu dosen masuk."

"Wah, mantap! Makasih banyak ya, Ren. Lu emang penyelamat nyawa kelompok," puji Keisha tulus.

Rendra tersenyum manis, matanya menatap wajah Keisha dengan binar yang berbeda dari biasanya. Sebelum dosen killer yang terkenal hobi memotong nilai mahasiswa itu masuk ke dalam ruangan, Rendra diam-diam merogoh kantong jaket denimnya. Ia mengeluarkan sebuah batang cokelat berukuran cukup besar dengan merek premium—varian cokelat isi kacang almon yang sangat Keisha sukai.

"Nih, buat lu, Kei. Tanda terima kasih karena kemarin udah dibolehin mampir ke rumah," ucap Rendra sembari menggeser cokelat itu ke atas meja Keisha.

Mata Keisha langsung berbinar cerah. Sifat barbarnya yang sangat lemah terhadap makanan manis langsung bereaksi. "Wah! Seriusan nih buat gue? Demi apa? Makasih banyak ya, Rendra! Lu emang paling tahu apa yang bisa menenangkan otak gue yang lagi korslet!"

Tanpa menunggu aba-aba dua kali, Keisha dengan cekatan langsung merobek bungkus kertas cokelat tersebut. Ia mematahkan satu kotak besar, lalu memasukkannya ke dalam mulut dengan perasaan puas. Rasa manis cokelat dan gurihnya kacang almond langsung menyebar di indra pengecapnya.

Namun, tepat di saat kunyahan kedua, gerakan rahang Keisha mendadak melambat.

Pikiran gadis dua puluh tahun itu tiba-tiba melesat mundur ke kejadian beberapa jam yang lalu di meja makan. Bayangan wajah kaku, tatapan pekat, dan aura sedingin es dari Mayor Satria saat mendengar ia berbohong ... mendadak terproyeksi dengan sangat jelas di dalam kepalanya.

'Keisha ... suka Rendra. Jadi sebaiknya, Kak Satria cari calon istri yang lain saja.'

Kata-kata bohong yang meluncur dari mulutnya sendiri tadi pagi demi menolak pinangan Satria kini justru berbalik menghantam dadanya sendiri. Entah mengapa, hati Keisha mendadak terasa tidak enak. Ada rasa bersalah, canggung, sekaligus sesak yang aneh yang tiba-tiba bergejolak di dalam hatinya, merusak kenikmatan rasa cokelat di lidahnya.

Duh, kenapa hati gue jadi berasa ganjal begini sih? Kan emang bener Rendra temen gue, tapi kenapa pas makan cokelat dari dia, muka si Kanebo Kering itu yang malah nongol? batin Keisha merutuk frustrasi.

Melihat Keisha yang mendadak melamun dengan pipi menggembung, Rendra mengerutkan keningnya bingung. "Kenapa, Kei? Cokelatnya enggak enak, ya? Atau kemanisan?"

"Eh? Enggak, enggak kok! Enak banget, beneran," jawab Keisha kikuk dengan tawa yang dipaksakan.

Dengan gerakan cepat, Keisha langsung membungkus kembali sisa cokelat yang baru ia makan satu kotak kecil itu, lalu memasukkannya ke dalam bagian paling dalam tas ranselnya. Hatinya mendadak ngedumel sendiri, merutuki nasibnya yang bahkan di kampus pun tidak bisa lepas dari bayang-bayang ucapan serius kakak iparnya. Kalimat Satria semalam di dapur benar-benar telah menanam teka-teki yang merusak fokus belajarnya, membuat Keisha kesal pada dirinya sendiri yang mendadak menjadi begitu sensitif.

***

Sementara itu, beberapa kilometer dari lingkungan kampus, suasana di markas dinas militer terasa sangat kontras. Satria baru saja tiba di ruang kerjanya yang bernuansa hijau militer dan rapi tanpa ada satu pun dokumen yang berserakan. Setelah meletakkan baret hijaunya di atas meja kerja, ia mendudukkan diri di kursi kulit yang tegap.

Napasnya diembuskan perlahan, namun tatapan matanya masih menyiratkan sisa-sisa ketegangan dari meja makan rumah mertuanya tadi pagi. Pengakuan Keisha yang mengatakan bahwa gadis itu menyukai Rendra masih terasa seperti duri yang menusuk harga dirinya sebagai seorang pria dan seorang perwira.

Satria meraih ponsel pintarnya dari atas meja, berniat memeriksa apakah ada laporan atau pesan mendesak dari ajudannya. Namun, jemarinya secara tidak sadar bergerak membuka aplikasi WhatsApp, lalu menggulir barisan daftar Story atau status kontak.

Di barisan paling atas, terdapat pembaruan status dari nomor Keisha yang baru saja diunggah beberapa menit lalu. Satria menekan lingkaran status tersebut.

Sebuah foto muncul di layar ponselnya. Foto sebungkus cokelat premium dengan latar belakang meja kuliah kayu yang samar, lengkap dengan ketikan tulisan absurd khas Keisha di bagian bawah gambar: 'Mood booster pagi-pagi dari cowok penyelamat kelompok! Makasih Rendra ganteng! 🍫✨'

Detik itu juga, sepasang mata hitam pekat milik Satria langsung memicing tajam. Aura dingin dan mencekam seketika menguar dari tubuh tegap berseragam Mayornya, seolah-olah ia siap memberikan perintah tembak di tempat pada musuh. Rahang tegasnya mengetat sangat kuat hingga urat di pelipisnya menonjol samar. Dada bidangnya naik turun mengatur napas yang mendadak terasa panas akibat letupan cemburu kaku yang membakar seluruh egonya.

Satria menarik napas dalam-dalam melalui hidung, menahan diri agar tidak meremas ponsel di tangannya hingga hancur. Ia tidak sudi membiarkan laki-laki seperti Rendra mengambil alih perhatian gadis yang sudah ia tetapkan sebagai tujuan pulangnya.

Tanpa membuang waktu, jemari kokoh Satria bergerak cepat di atas layar, membalas status WhatsApp adik iparnya itu secara langsung dengan barisan kalimat teks yang pendek, padat, kaku, namun memancarkan dominasi protektif yang mutlak.

Kak Satria: Kakak bisa belikan cokelat buat kamu, Dek. Mau yang merek apa? Bilang sekarang, nanti sore Kakak antarkan ke rumah.

Setelah menekan tombol kirim dan memastikan tanda centang dua tertera, Satria meletakkan ponselnya kembali ke atas meja dengan ketukan keras. Ia bersandar pada kursi kerjanya, menatap keluar jendela kaca dengan tatapan sedingin es batu yang dipenuhi teka-teki intens, siap memenangkan pertempuran hati yang sesungguhnya tanpa peduli seberapa keras penolakan yang akan dilayangkan oleh si gadis barbar.

Bersambung...

Assalamu'alaikum Kakak semuanya, mau infonya sejenak ada karya terbaru nih dari Mommy Ghina, mau cek ombak dulu ... siapa tahu rame. Mampir ya, udah rilis kok di sini.

1
Wiek Soen
kayaknya Satria mw bilang klo sdh melamar Keisha
Wiek Soen
ternyata oh ternyata ada niat terselubung Ingrid,semoga Satria konsisten dg Keisha
Naufal Affiq
ngomong aja satria,kalau kau sudah punya pilihan calon istri,biar orang tua mu tau
Fa Yun
totalitas sekali carmuk mu Astrid
Teh Euis Tea
wahh bibit ulat bulu nih si inggrit
Mutaharotin Rotin
laaannjjuut mak ghin 🥰🥰🥰
Mutaharotin Rotin
🤣🤣🤣Ingrid caper niiih
Mutaharotin Rotin
makasih 🥰🥰🥰🥰maj ghin 🙏🙏
Ruwi Yah
Ingrid tebar pesona nih,, jangan harap satria tergoda ya
Ruwi Yah
jelas banget kalau Ingrid terpesona secara satria paket komplit
iqha_24
ulat bulu carmuk
Nar Sih
jgn bersandiwara sok rajin ingrid ,hnya untuk cari perhatiaan satria ,ngk mempan
merry yuliana
beuhhh nongol dah si ulet keket ayo key libas semua
Dcy Sukma
Mo mondar-mandir kayak setrikaan ya gkan ngaruh ke pak mayor,lawong mata hatinya udah nancep ke hati Keisha seorang🤭..
🌷Vnyjkb🌷
niat mu welekkkkkk tenan cah 🤮🤮😜😜
Nar Sih
pasti ingrid tergoda dgn satria dan pasti punya rencana yg aneh,,
Nunung Elasari
spek perempuan idaman mayor adalah neng kei 🤭
Titik Subekti
wah klihatan nich uler keket mulai aksinya
murni ali
Lanjut up nya mbak penulis makin pinisirin nihhh para emak" berdaster.
Gimana yaaa sikap ayah ibunya satria 🤭

Semangat terus author sehat selalu 💪💪🙏🙏🌹🌹
Rarik Srihastuty
ternyata inggrid datang membawa misi untuk menggaet pak duda kaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!