NovelToon NovelToon
Nenekku Pahlawanku

Nenekku Pahlawanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Mirage Ink

Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.

Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.

Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Bola hitam di tangan Kaisar Dewa Kegelapan terus melayang ke arah retakan ruang. Di dalamnya...

Jutaan wajah yang meraung dipenuhi keputusasaan.

Tangisan mereka menggema di seluruh langit.

Shen Yu menggenggam pedangnya semakin erat.

"Apa yang ingin kau lakukan?"

Kaisar menjawab dengan tenang.

"Mengembalikan dunia ini kepada pemiliknya."

Tak!

Ia menjentikkan jarinya.

Bola hitam itu menabrak retakan ruang.

BOOOOOOOM!!

Ledakan yang jauh melampaui seluruh pertarungan sebelumnya mengguncang Benua Tianxia. Retakan ruang membesar dengan kecepatan yang mengerikan.

Puluhan kilometer.

Seratus kilometer.

Lima ratus kilometer.

Seluruh langit utara seolah terbelah menjadi dua. Dari balik retakan...

Hembusan angin asing menyapu dunia. Aura yang dibawanya sama sekali berbeda dari energi spiritual Benua Tianxia.

Lebih murni dan lebih berat.

Qin Feng yang melihat pemandangan itu langsung kehilangan warna wajah.

"Itu bukan... energi dunia kita."

Lin Xue memandang langit tanpa berkedip.

"Gerbang itu benar-benar terbuka..."

Di balik kehampaan. Perlahan muncul sebuah daratan yang mengambang. Hanya sebagian kecil yang terlihat. Namun ukurannya sudah berkali-kali lipat lebih besar daripada Kota Qinghe.

Di atas daratan itu berdiri reruntuhan istana-istana raksasa. Patung-patung naga setinggi gunung berjajar di sepanjang jalan. Sementara di langit...

Puluhan matahari kecil mengelilingi dunia tersebut. Semua orang yang melihatnya membeku.

Shen Yu teringat ucapan pria berjubah putih dalam penglihatannya.

"Benua Tianxia hanyalah sebuah pulau kecil."

Ternyata...

Semua itu bukan kebohongan. Kaisar Dewa Kegelapan membuka kedua tangannya.

"Wahai dunia yang telah lama tertidur lihatlah...Gerbangmu telah terbuka."

BOOOM!!

Gelombang energi hitam memasuki retakan.

Namun...

Belum sempat Kaisar melangkah.

Sebuah cahaya putih tiba-tiba turun dari dalam kehampaan.

Sreet!

Cahaya itu menghantam tepat di depan Gerbang Langit. Ledakannya memaksa Kaisar mundur tiga langkah.

Untuk pertama kalinya...

Ekspresi Kaisar berubah.

"Siapa?"

Kabut putih perlahan menghilang.nSesosok pria tua berjubah putih berdiri di depan gerbang.

Rambutnya memutih hingga pinggang. Di tangannya terdapat tombak batu yang dipenuhi ukiran kuno.

Tatapannya tenang.

Namun auranya...

Tidak kalah dari Kaisar Dewa Kegelapan.

Lima Raja Kegelapan membelalakkan mata.

"Dia..."

"Siapa orang tua itu?"

Pria tua itu memandang Kaisar.

"Kau terlambat."

Kaisar menyipitkan mata.

"Penjaga Gerbang..."

Pria tua itu mengangguk.

"Sudah ribuan tahun aku menunggumu."

Shen Yu ikut mengamati orang tua itu. Esensi Naga Purba tiba-tiba berbicara dengan suara penuh keterkejutan.

"Aku mengenalnya. Dia adalah salah satu Penjaga Gerbang terakhir. Dulu ia bertarung bersama Bangsa Naga."

Jantung Shen Yu berdetak lebih cepat.

Berarti...

Masih ada orang yang hidup sejak zaman itu.

Kaisar tertawa pelan.

"Aku kira kalian semua telah punah."

Pria tua itu tersenyum tipis.

"Sebagian besar memang sudah mati. Tetapi satu orang cukup untuk menghentikanmu."

Kaisar menggeleng.

"Tidak. Kau tidak lagi sekuat dahulu."

Pria tua itu tidak membantah.

"Benar."

"Lalu?"

Ia justru menancapkan tombaknya ke udara.

Tok!

Lingkaran cahaya putih menyebar ke seluruh langit. Retakan ruang yang terus melebar...

Mendadak berhenti.

Seluruh orang di bawah langsung bersorak.

"Gerbangnya berhenti terbuka!"

Namun...

Wajah Qin Feng justru semakin pucat.

"Tidak itu hanya menghentikan sementara."

Kaisar Dewa Kegelapan mengangkat Pedang Pemusnah.

"Aku menghormatimu sebagai lawan lama. Karena itu aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri."

BOOOM!!

Keduanya menghilang bersamaan. Tak ada yang mampu mengikuti gerakan mereka.

Yang terdengar hanya suara benturan.

CLAAANG!!

CLAAANG!!

Setiap benturan membuat retakan baru muncul di langit. Bahkan Shen Yu hanya mampu menangkap bayangan mereka.

"Secepat itu..."

Esensi Naga Purba berkata pelan,

"Pertarungan mereka berada di tingkat yang lebih tinggi. Kalau kau ikut sekarang Kau hanya akan menjadi beban."

Shen Yu mengepalkan tangan.

Ia tidak menyukai kenyataan itu.

Namun ia tahu...

Esensi Naga Purba benar.

Tiba-tiba...

Raja Kegelapan Pertama melesat ke arah Shen Yu.

"Jangan mengalihkan perhatian!"

BOOOM!!

Pedangnya menghantam.

Namun Shen Yu telah menangkisnya. Ledakan kembali memenuhi langit.

Di saat yang sama...

Empat Raja Kegelapan lainnya ikut bergerak.

"Kepung dia!"

Dalam sekejap...

Lima Raja Kegelapan membentuk formasi berbentuk bintang. Mereka mengelilingi Shen Yu dari lima arah.

Pria bertopeng merah tersenyum dingin.

"Yang Mulia Kaisar cukup menghadapi Penjaga Gerbang sedangkan tugas kami adalah membunuh pewaris naga."

Kelima Raja Kegelapan serentak mengangkat senjata mereka. Lima jenis aura berbeda menyatu menjadi satu formasi raksasa.

Langit kembali menggelap.

Di bawah...

Han Tian hendak membantu.bNamun Raja Kegelapan Pertama mengayunkan tangan kirinya.

BOOOM!!

Dinding energi hitam turun dari langit, memisahkan Shen Yu dari seluruh medan perang.

Qin Feng menebaskan pedangnya.

Sraaang!

Tebasan itu hanya meninggalkan retakan kecil.

"Tidak bisa ditembus..."

Lin Xue memandang Shen Yu dari kejauhan.

Ia berbisik pelan,

"Yuer mulai sekarang jalan itu harus kau tempuh sendiri."

Di dalam Formasi Lima Raja...

Shen Yu perlahan mengangkat pedang emasnya. Tatapannya menyapu satu per satu musuh di hadapannya.

Lalu ia tersenyum tipis.

"Bagus. Aku juga ingin tahu berapa lama kalian mampu bertahan melawanku tanpa Kaisar melindungi kalian."

Kelima Raja Kegelapan saling berpandangan.

Kemudian...

Mereka menyerang secara bersamaan.

BOOOOOOM!!

Lima Raja Kegelapan menyerang dalam waktu yang sama.

Pedang.

Tombak.

Belati.

Rantai.

Kabut ungu.

Lima kekuatan berbeda menyatu menjadi badai penghancur yang menelan seluruh langit di dalam formasi.

Shen Yu menarik napas dalam.

Matanya perlahan terpejam.

Suara Esensi Naga Purba kembali terdengar.

"Jangan melihat senjatanya."

"Lihat aliran auranya."

Saat Shen Yu membuka mata...

Dunia kembali berubah. Seluruh gerakan lima Raja Kegelapan menjadi jauh lebih lambat.

Di matanya...

Ia dapat melihat aliran energi hitam yang menghubungkan kelima orang itu.

"Ternyata mereka berbagi kekuatan."

Seketika Shen Yu mengerti. Mengapa sejak awal mereka selalu bergerak bersama. Selama formasi itu tidak dihancurkan...

Mereka mampu saling meminjam energi satu sama lain. Artinya...

Melukai satu orang tidak akan cukup. Harus memutus hubungan di antara mereka.

Lalu...

Ia menghilang.

SREET!

Kelima Raja langsung kehilangan target.

"Di mana dia?!"

Raja Kegelapan Keempat buru-buru berbalik.

Namun...

Shen Yu sudah berada tepat di atas mereka.

Pedangnya diangkat tinggi.

"Teknik Kaisar Naga. Langkah Kedua. Langit Memutus Lima Penjuru."

SRAAAAAANG!!

Satu tebasan emas turun dari langit. Namun di tengah perjalanan...

Tebasan itu terbelah menjadi lima. Masing-masing mengarah tepat pada garis aura yang menghubungkan para Raja. Pria bertopeng merah membelalakkan mata.

"Dia melihat inti formasi! Putuskan serangannya!"

Kelima Raja langsung mengubah arah serangan.

BOOOM!!

Pedang.

Tombak.

Belati.

Kabut.

Rantai.

Seluruhnya bertabrakan dengan lima cahaya pedang Shen Yu.

Ledakan dahsyat mengguncang seluruh formasi. Retakan demi retakan mulai muncul di dinding energi hitam. Di luar formasi...

Han Tian yang sedang bertarung menghentikan langkahnya sejenak.

"Dindingnya..."

"Retak!"

Qin Feng mengangguk.

"Shen Yu menemukan kelemahan mereka."

Namun...

Pria bertopeng merah tidak panik.

Sebaliknya...

Ia justru tersenyum.

"Memang pantas menjadi pewaris Naga Purba."

"Tapi..."

"Belum cukup."

Ia mengangkat kedua tangannya. Empat Raja lainnya melakukan gerakan yang sama.

"Lima Raja."

"Teknik Penyatuan Jiwa!"

BOOOOOOM!!

Lima sinar hitam keluar dari dada mereka. Bukan menyerang Shen Yu.

Melainkan...

Saling terhubung.

Dalam sekejap...

Lima tubuh mereka mulai diselimuti cahaya hitam pekat. Sisik-sisik hitam tumbuh di lengan mereka.

Mata berubah merah. Aura mereka melonjak berkali-kali lipat.

Han Tian kehilangan warna wajah.

"Mereka... menggabungkan kultivasi?"

Qin Feng menggeleng perlahan.

"Bukan. Tapi mereka sedang menyatukan jiwa."

Lin Xue memandang ke langit dengan serius.

"Itu teknik terlarang. Mereka berlima akan bertindak seperti satu orang."

Di dalam formasi...

Shen Yu dapat merasakan tekanan yang semakin berat. Namun ia tidak mundur.

"Bagus. Kalau kalian ingin menjadi satu. Aku hanya perlu mengalahkan satu lawan."

Kelima Raja tertawa bersamaan.

Suara mereka kini terdengar sama.

"Kau masih belum mengerti."

"Kami bukan berlima."

"Kami adalah..."

"...Satu Raja."

BOOOOOOM!!

Lima tubuh itu berubah menjadi cahaya hitam. Cahaya tersebut berkumpul di tengah formasi.

Langit berguncang. Ruang di dalam formasi mulai runtuh. Sedikit demi sedikit...

Muncul sosok raksasa setinggi hampir lima puluh meter. Tubuhnya mengenakan zirah hitam.

Memiliki empat lengan. Di punggungnya berkibar lima jubah hitam. Sementara kepalanya...

Memakai mahkota hitam dengan lima tanduk melengkung. Saat makhluk itu membuka mata...

Seluruh formasi bergetar.

BOOOM!!

Gelombang auranya saja sudah membuat tanah di bawah retak puluhan kilometer.

Yan Luo menelan ludah.

"Itu...Monster apa lagi..."

Esensi Naga Purba di dalam tubuh Shen Yu berbicara dengan nada serius.

"Itu bukan monster. Itu Avatar Kegelapan. Dulu pasukan Kaisar sering menggunakannya untuk menghancurkan kota-kota Bangsa Naga."

Avatar itu perlahan mengangkat salah satu lengannya. Di telapak tangannya terbentuk pedang hitam raksasa.

Suaranya bergema memenuhi langit.

"Pewaris Naga. Tunjukkan apakah kau pantas mewarisi kekuatan itu."

Shen Yu memutar pedang emasnya perlahan. Api emas menyelimuti bilah pedang. Bayangan Naga Emas kembali muncul di belakangnya. Namun kali ini...

Bayangan itu tidak lagi berhenti di belakang. Perlahan...

Naga emas tersebut melilit tubuh Shen Yu seperti zirah hidup. Sisik naga menyatu dengan baju perangnya.

Cakar naga menutupi kedua lengannya. Tatapan Shen Yu berubah semakin tajam. Ia mengarahkan ujung pedangnya ke Avatar Kegelapan.

"Lima orang melawan satu itu masih belum cukup."

BOOOOOOM!!

Shen Yu melesat lebih dulu.

Sementara Avatar Kegelapan juga mengayunkan pedang raksasanya. Dua sosok itu bertabrakan tepat di tengah langit. Benturan pertama mereka...

Menghasilkan ledakan yang bahkan membuat pertarungan antara Penjaga Gerbang dan Kaisar Dewa Kegelapan berhenti sesaat, ketika keduanya secara bersamaan melirik ke arah sumber ledakan itu. Seluruh medan perang menyadari satu hal—

Pertarungan Shen Yu telah memasuki tingkat yang sama sekali baru.

1
anggita
like👍iklan☝, Shen Yu.
Mirage Ink: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!