NovelToon NovelToon
Rinduku Pada Sang Elang

Rinduku Pada Sang Elang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Renita Wei

Nilam memilih menandatangani kontrak kerjanya sebagai perawat di luar negeri. Hingga hampir enam tahun berlalu. Selama itu pula dia menerima hukuman atas kesalahannya. Rindunya pada negeri seribu pulau, dan hangatnya udara khatulistiwa tak terperi lagi. Tapi dia hanya menyesap perasaan itu dengan perih, lalu membungkusnya dengan rapi dan kemudian disimpannya dengan rapat di lubuk hatinya terdalam. Tapi dia sangat rindu.... sangat rindu. Beruntung ada bocah tampan berusia lima tahun yang mampu mengalihkan rindunya. Anak semata wayangnya, Syailendra Thoriq Z.
Hidupnya yang tenang namun penuh rahasia itupun terusik. Manakala hadir sosok pria dari masa lalunya. Pria yang telah membuatnya tercerai-berai dengan keluarga, sahabat-sahabatnya & seluruh kehidupannya dulu. Pria yang tak pernah berhenti menatapnya dengan kilatan bak mata elang. Pria yang telah membuatnya tak bisa berhenti menghukum diri sendiri. Rayhan Ananta Zachary yang masih dicintainya.Dan sebuah kisah dua anak manusia berlanjut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renita Wei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan .... tentang elang dan langitnya

Nusantara, tahun 2003

Lapangan sekolah itu mulai terasa hangat oleh sinar mentari pagi. Sisa-sisa hujan dimalam tadi masih berjejak pada dedaunan dan menyatu dengan embun pagi. Suara berderap kaki-kaki bersepatu yang menapak serempak dalam irama lari mereka, seperti musik di pagi ini. Dua pelton barisan putra & putri, anak putih abu-abu yang sedang baris - berbaris.

" Perhatian semuanya! .... waktu satu jam setelah saya bubarkan barisan ini, gunakan untuk membersihkan ruang kelas yg sudah digunakan untuk tidur tadi malam. Kembalikan bangku dan meja seperti semula, tidak ada sampah ...di kelas atau di halaman. Anggota Pleton inti harus bisa menjadi contoh yang baik". Seorang remaja pria berpostur tinggi tegap memberi pengarahan, dialah Rayhan. Kakak senior yang banyak dipuja-puja para adik kelas, bahkan juga teman seangkatannya.

" Jam 8 tepat.... semua sudah harus siap di sini untuk upacara penutupan. Untuk rakawira & rakanita, setelah ini segera berkumpul di sekretariat. Jelas???!!!!!"

" Siap Jelas!! ", jawab serempak seluruh manusia yang ada di lapangan.

" Tanpa penghormatan..... bubar, jalan"

Kembali terdengarlah derap kompak yang kemudian disusul suara-suara berlarian.

" Mari duduk melingkar ", Rayhan kembali mengkomando. Serta merta diikuti oleh gerakan kompak ke dua belas temannya, duduk melingkar.

Dengan sudut matanya, Rayhan bisa menangkap bayangan Aldo yang menyibak memaksakan diri duduk menyebelahi gadis bertopi putih yang nampak tidak nyaman. Gadis itu adalah Nilam, mantan pacar Aldo.

Berusaha tidak peduli, Rayhan kemudian melanjutkan evaluasi pada kegiatan pengukuhan Pleton Inti semalam. Namun ia tidak dapat mendustai hatinya sendiri yang begitu terganggu dengan aktivitas Aldo. Mata Rayhan berkilat tak nyaman demi dilihatnya Aldo memberikan kertas yang dilipat kecil dengan paksa pada Nilam. Dan gadis itu terlihat sangat terganggu.

" Hans.... untuk serah terima kapan?", sebuah suara dan sikutan kecil di pinggangnya.... mengembalikan konsentrasinya. Arlina, gadis itu sukses mengembalikan kesadarannya.

Sementara itu di sisi lain. Nilam masih memegang secarik kertas yang dilipat kevil itu dengan perasaan tidak nyaman. Terlebih lagi saat ia menangkap kilatan mata Rayhan yang menusuk. Sementara itu, Aldo yang duduk disebelahnya terlihat tersenyum menang

Sampai saat ini, Nilam masih sangat menyesal kenapa dulu pernah menerima cinta Aldo. Walau masa jadian mereka tak lebih dari delapan bulan, itupun Nilam yang memutuskan mengakhiri hubungan itu. Kenyataannya adalah, Aldo seperti tak mau melepaskannya. Berbagai alasan digunakan pria itu untuk bisa sering-sering bicara dengan Nilam. Alasan-alasan terbarunya adalah, curhat tentang adik-adik centil yang mulai menjadikannya gebetan. Dan sekarang entah apalagi..... Nilam mendengus cukup keras, kesal, risih.

'Temani aku beli kado buat Mawar. Dua hari lagi dia ulang tahun. Please...'. Begitu isi pesan Aldo. Nilam meremas kertas itu. Saat ia akan membuangnya ketempat sampah, sebuah gerakan cepat menyambar dan mengambil alih si kertas.

" Sekarang kenapa lagi terong itu?", suara Rayhan terdengar jelas dan dekat di telinga Nilam. Gadis itu terlonjak kaget, hingga nyaris saja kehilangan keseimbangan.

Tap!.... jemari kokoh Rayhan menangkap pundak kiri Nilam. Posisi Rayhan yang berada dibelakang Nilam, membuat keduanya nampak seperti pasangan yang intens saling mendukung. Hal ini membuat beberapa pasang mata menatap jengah penuh selidik. Ada juga yang menatap tajam penuh cemburu, terutama para gadis.

"Oooh..... ", Rayhan mengangguk-angguk setelah membaca tulisan di kertas itu.

"Nanti aku temani", tukasnya kemudian.

" Rey..... nanti kamu ribut lagi, nggak usahlah. Aku juga belum mengiyakan 'kok ", jawab Nilam keberatan sambil menatap Rayhan.

" Nggak ... nggak akan kok. I swear... toh kamu sudah bukan pacarnya lagi. So.... nggak boleh cemburu 'kan dia, klo aku deket kamu". Rayhan tersenyum menang. " Kecuali dia yang memulai....... "

" Rey... !!!! ", dan Nilam pun menghentakan tangannya kesal. Namun Rayhan tertawa puas dan berlalu meninggalkan Nilam sambil menaut-nautkan jari tengah dan jari telunjuknya membuat tanda promise.

Beberapa bulan yang lalu atau tepatnya enam bulan setelah masa jadian Nilam dan Aldo, terjadi peristiwa yang cukup menjadi kasak-kusuk dikalangan para aktivis sekolah. Tentang perang urat syaraf yang berlanjut dengan perang dingin dua sahabat. Yang katanya rebutan cewek. Mereka adalah Aldo dan Rayhan, yang memperebutkan cinta Nilam. Memalukannya lagi, kejadian itu di pelataran mushola selepas acara malam Isro Mi'roj. Memang tidak sampai ke telinga para guru, namun cukup membuat Nilam tertunduk saat harus melewati segerombolan cewek-cewek nyinyir.

Sepele ..... semua berawal dari sikap posesif Aldo, yang memang dibesarkan di keluarga yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Hampir semua keinginannya dituruti, sehingga membuatnya sedikit arogan juga. Bahkan untuk menjadikan Nilam sebagai pacarnya 'pun, dia melibatkan ibunya. Hal ini membuat Nilam akhirnya memutuskan untuk menerima cinta Aldo. Keputusan yang kemudian perlahan-lahan disesalinya.

Rayhan sendiri dekat dengan Nilam justru setelah gadis itu pacaran dengan Aldo sahabat nya. Sebenarnya Nilam sangat perhatian pada Aldo. Saat Aldo bertanding basket dan Nilam tidak dapat menyemangati dengan menonton langsung, gadis itu menitipkan kotak bekal padanya untuk Aldo.

" Rey... ini untuk Aldo, titip ya. Aku harus mengantar mamih ku ke dokter sore ini".

Rayhan menerima dua buah kotak bekal dari tangan Nilam. Satu berwarna hijau dan satu lagi berwarna biru. Sebenarnya saat itu Rayhan akan protes, karena gadis ini memanggilnya 'Rey', tapi dia menahannya.

" Yang satu untukmu ... maaf ya Rey, merepotkan".

Semenjak saat itulah, Reyhan selalu mendapatkan jatah support snack (begitu dia menyebutnya) dari Nilam. Tentunya saat dia ada pada event yang sama dengan Aldo.

Dari sekedar saling sapa meningkat jadi obrolan ringan, hingga pada suatu saat entah siapa yang memulai.... obrolan itu menjadi begitu intens dan nyaman untuk keduanya.

Rayhan menjadi sangat betah berlama-lama menelepon Nilam. Mendiskusikan tentang apapun. Dia merasa kalau Nilam sangat bisa menjaga rahasia, sangat bisa memahaminya dan sangat menyenangkan diajak bicara. Hingga kemudian diam-diam tanpa sepengetahuan Aldo.... Rayhan mulai mendatangi rumah Nilam. Dan keduanya semakin dekat.

Selingkuh ???? aaahh... tentu saja tidak. Toh obrolan kami tidak pernah membahas perasaan. Bahkan aku banyak minta saran untuk urusan gadis-gadis. Apanya yang selingkuh??. Begitu pikir Rayhan.

Namun malam itu, saat Nilam menjadi mc pada acara Isro Mi'roj**, semua berubah. Saat itu Rayhan seolah baru tersadar betapa mempesona temannya ini. Sepasang matanya yang menyudut dengan manik kelabu seperti warna hujan, terbingkai sempurna oleh alis hitam tebal. Yang seolah berbaris rapi dan tegas membingkai wajah campuran oriental, arabic dan putri jawa.

" Cantik ", gumamnya tanpa sadar. Terdengar jelas oleh Aldo yang duduk di sebelahnya.

" Arlina ??? 'kan memang cantik"

" Bukan", Reyhan menyangkal cepat. "Nilam"

" Iya doooong.... cewek ku gito looh", Aldo berseloroh bangga. "Jangan coba-coba merebutnya dariku Hans". Tiba-tiba saja tubuh Rayhan menegang, seperti tersengat sesuatu yang menyakitkan.

1
Tismar Khadijah
Jadi mellow, bagus x
Tismar Khadijah
Jadi mellow, bagus x
Sundari Siti sundari
entahlah ini sudah baca ke berapa novelnya cukup THE BEST SELLER 👍👍👍👍👍👍👍👍👍
bunga citra
fahaamm Han aku faham😍😍
bunga citra
bagus lho
titik pandit
lebih dari 5× saya membaca ulang cerita ini dan tak pernah bosan dengan rangkaian kata yg puitis dan imajinatif prosa yg sangat manis....
titik pandit
kangen Tulisanmu Kak Rei.... kangennnn banget kelanjutan Cerita Si Alend Ama Kirana anaknya dr.orlin & Bos Mandala.... Ditunggu yaa Kak Rei😍😍😍
Edelweiss
bagus
Edelweiss
wah krlahiran 80 an ya
Sandisalbiah
LUAR BIASA
Sandisalbiah
modus mu tepat waktu dan tepat sasaran, Rey...
Humaira izzatunisa
luar biasa
Trituwani
keromantisan dan keharmonisan rumah tangga bang rey sama nilam bikin ngiri keluarga lainya 😊
semoga keluargaku pun jg begitu til jannah
Trituwani
mengena hati bgt mb ren 😢😢
Trituwani
ngumpet dulu lah q..
mau nangis lg biar g nyesek bgt nih dada 😢
Trituwani
nahh nangis lg kan q disini 😔
Trituwani
selalu bikin mewek part ini /Cry/
Trituwani
g bisa move on dr nilam n mr zachary
Trituwani
q lg kangen sama reyhan sama nilam....terlebih kangen sama ka renitanya 😭3pilar blm up lg ka
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!