NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:211.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria gila

"Lepaskan aku! Kau mau bawa aku ke mana? Lepas!"

Dami memberontak ketika tubuhnya tiba-tiba di bopong paksa oleh Jeremy. Ia sedang mengintai sebuah markas mafia yang menjadi sasaran balas dendam berikutnya. Namun tidak di sangka-sangka Jeremy berada di lokasi yang sama dengannya.

Dami menggerakkan tenaga sepenuhnya. Namun serangan tadi tiba-tiba dan Jeremy langsung menekan titik yang melumpuhkan kekuatannya, membuatnya menjadi lemas seketika. Jeremy sialan.

"Lepas Jeremy!" Dami terus memberontak. Sayangnya Jeremy bukan lagi Jeremy yang akan kalah darinya, dia sudah belajar dari kesalahan.

"Melepaskanmu sekarang? Jangan harap."

Ia di masukan ke dalam mobil hitam mewah. Jeremy duduk di jok tengah, sopir pria itu sudah siap-siap menyalakan mesin meninggalkan tempat itu. Dami memberontak lagi, berusaha melepaskan diri tapi tubuhnya yang sudah dibuat lemah itu tidak berhasil melawan kekuatan Jeremy.

"Kekuatanmu sudah kelumpuhkan, jangan melawan lagi."

Asli. Lagi-lagi Asli. Dami tidak suka dipanggil Asli lagi. Baginya, nama itu dan orangnya sudah lama mati. Ia menatap Jeremy tajam.

"Kau mau bawa aku ke mana?!"

"Tentu saja ke rumahku."

"Aku sudah menikah Jeremy, jangan main-main denganku."

Jeremy tersenyum miring menatap wanita itu.

"Aku sudah bilang tidak peduli kau menikah atau tidak, kau tetap milikku kan? Kau lupa?"

Astaga. Sinting.

"Kau gila."

"Ya, kau yang membuatku gila."

Dami menatap pria itu dengan tatapan tidak percaya. Sopir yang menyetir mobil itu hanya diam membisu, matanya lurus menatap jalanan di depannya, seolah tak mendengar pertengkaran panas yang terjadi di kursi belakang. Ia sudah terbiasa dengan tingkah majikannya yang obsesif, tahu betul bahwa tak ada satu pun atau apa pun yang bisa mengubah pendirian Jeremy begitu keinginannya sudah bulat.

Dami mendengus kasar, dadanya naik turun menahan amarah yang meluap. Tubuhnya masih terasa lemas luar biasa akibat tekanan tepat di titik saraf yang dilakukan Jeremy tadi, membuat setiap usahanya untuk bergerak atau melawan terasa sia-sia belaka. Ia menatap tajam ke arah pria yang duduk bersandar santai di sampingnya itu, pria yang tampak begitu tenang dan bangga seolah baru memenangkan sesuatu.

"Kau benar-benar sudah gila, Jeremy," ucap Dami lagi, suaranya rendah namun penuh penekanan.

"Aku istri orang lain sekarang. Kau tidak bisa sembarangan membawaku pergi seperti barang milikmu sendiri! Aku dan dokter Bima sudah berjanji di depan hukum dan semua orang."

Jeremy memutar kepalanya perlahan, menatap wanita itu dengan sorot mata yang gelap, dalam, dan penuh kepemilikan yang tak terbantahkan. Ia mengulurkan tangan, jari-jemarinya yang panjang menyentuh ujung rambut Dami, lalu mengelusnya pelan, gerakan yang terasa begitu lembut namun mengerikan bagi Dami.

"Hukum? Janji?" Jeremy tertawa kecil, suara rendah yang terdengar sinis dan meremehkan.

"Asli ... kau tahu betul aku tidak pernah peduli pada aturan buatan manusia. Dan soal janji... ingatlah siapa yang pertama kali mengikat janji denganmu. Siapa yang dulu kau kejar, kau cintai, dan kau katakan akan menjadi miliknya selamanya? Itu aku. Bukan laki-laki itu."

Ia mendekatkan wajahnya, membuat Dami refleks mundur hingga punggungnya menempel ke pintu mobil. Napas hangat Jeremy menerpa wajah wanita itu, matanya menelusuri setiap inci wajah Dami dengan tatapan lapar dan rindu yang sudah tertahan lama.

"Pernikahanmu dengan pria baik-baik itu hanyalah sebuah sandiwara konyol di mataku. Kau bisa membiarkan pria itu menyebutmu istrinya, tapi ingat ... Kau tidak akan pernah berhenti menjadi milikku. Tubuhmu, pikiranmu, hatimu ... semuanya milikku.

"Kau tidak punya hak!" seru Dami berusaha meninggikan suara meski tubuhnya lemas.

"Itu masa lalu, Jeremy! Semuanya sudah berubah! Aku bukan lagi gadis bodoh yang mau dipermainkan olehmu, dan kau bukan lagi pria yang aku kagumi. Aku punya hidupku sendiri, aku punya suami, dan aku punya tujuan hidup yang tidak ada hubungannya denganmu!"

Jeremy berhenti tersenyum. Wajahnya berubah menjadi dingin dan mengerikan. Ia meraih dagu Dami dengan kuat namun tidak menyakiti, memaksanya menatap lurus ke dalam manik matanya.

"Ucapkan itu sekali lagi, Asli. Katakan kau sudah tidak peduli padaku, katakan aku tidak ada artinya lagi bagimu ... sambil menatap mataku," tantang Jeremy dengan suara berat dan parau.

Dami terdiam lama. Alih-alih menatap mata Jeremy, ia justru membuang muka. Jeremy mendengus pelan.

"Aku lihat jelas tatapanmu di pernikahan itu. Aku melihat bagaimana matamu berubah saat kau melihatku. Kau berusaha bersandiwara bahagia di sampingnya, tapi hatimu ... Kau tidak akan pernah bisa membohongiku, Asli.

Dami terdiam. Mulutnya terkunci rapat. Ia tak sanggup menjawab, tak sanggup membantah meski ia tahu ia harusnya marah. Kata-kata Jeremy menancap tepat di hatinya, membongkar keraguan yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat.

"Lihat... kau diam saja," bisik Jeremy lagi, senyum miring yang mengerikan kembali terukir. Ia melepaskan dagu Dami, lalu bersandar kembali dengan tenang seolah tak ada apa-apa yang terjadi.

Mobil itu terus melaju sampai ke sebuah Penthouse mewah. Bukan Penthouse yang terakhir kali pria itu membawanya pada saat menganggapnya dirinya masih lawan, bukan Asli. Ini tempat yang lain, yang jauh lebih besar dan lebih banyak pengawalnya.

Dami heran sekali begitu mobil memasuki halaman luas yang dikelilingi oleh banyak sekali pengawal terlatih itu.

Apa dia ingin menetap di negara ini?

Gumamnya dalam hati. Kalau benar, itu akan jauh lebih sulit baginya untuk bebas dari laki-laki yang dulunya bersikap sangat dingin padanya ini, tapi sekarang justru berbanding terbalik. Semua pria berjas hitam-hitam dan pelayan yang berdiri di depan pintu masuk utama rumah itu segera membungkuk hormat begitu sopir membuka pintu mobil dan Jeremy turun lebih dulu.

"Selamat datang, tuan Jeremy."

Dami masih bertahan di mobil, tidak ikut keluar. Lebih tepatnya tidak mau. Tapi Jeremy dengan mudah menariknya turun, karena tubuhnya saat ini lemah.

"Turun, sayang."

Asli menatapnya penuh permusuhan.

"Jangan pegang-pegang!" Tukasnya ketika tangan Jeremy melingkar di pinggangnya. Bukannya melepaskan, tangan pria itu justru makin menekan dan membawanya masuk ke dalam rumah besar itu.

Para pelayan perempuan saling bertukar pandang, mereka semua adalah pelayan baru, tentu saja penasaran siapa wanita yang di bawa oleh tuan besar mereka ke rumah ini. Karena tidak pernah ada seorang pun wanita yang menginjakan kaki di rumah ini selain para pelayan dan wanita itu.

Di dalam sana, saat mereka hampir mencapai ruang tamu yang besar. Dami tiba-tiba menggigit tangan Jeremy dan berlari kencang menaiki tangga. Kekuatannya boleh saja di tekan, tapi dia masih bisa menggigit dan berlari bukan.

"Kemari Asli, kau tidak akan bisa kabur dari sini tanpa persetujuanku." kata Jeremy tenang.

1
Daneen
Semangat dami,kalau perlu tinggalkan keduanya Bima dan Jeremy
Ny Rudi Harianto
urusan belakangan nnti dulu yg penting sekarang bela harga diri
Santi Sukmawati
wah seru ni, tp kok aku takut ya bima pasti belain tu cewe drpd dami
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Syifa Azhar
tunjukkan pesonamu Dami hajar langsung jangan kasih kendor,punya mulut lemes amat neng😬😬
kita lihat reaksi bima sama-sama 😀
🌿🌺WINA🌸🌿
Bagus dami kasih pelajaran wanita sombong dan angkuh biar kapok dan jera, wanita itu sangat iri dan cemburu kamu bisa menikah sama bima...
dikira dami perempuan lemah mudah dihina dan tindas, gak tahu aja para musuh dami mafia kelas kakap...
bima hanya kecewa dan marah dami karena ketahuan tidur sama jeremy, tapi perasaan cinta bima ke dami sangat tulus...

dami sampai hamil nanti tidak tahu anak siapa bima/jeremy, tapi filling akuh mungkin anaknya bima kali ya, soalnya bima duluan yg unboxing dami....
pengen tahu anak siapa gampang nanti tinggal test dna nanti ketahuan hasilnya...
seiring waktu berjalan kemungkinan benih-benih cinta akan tumbuh dihati dami, dami bisa aja jatuh cinta sama bima dami merindukan sifat bima sabar hangat dan lembut...
bima sekarang bersikap dingin dan datar kerena marah dan kecewa sama dami, jeremy masih terus berusaha mendekati dami pantang menyerah karena terobsesi, ingin memiliki dami, karma buat jeremy juga gantian mengejar dami🤭
Ulfa Iin
apa di saat benih cinta tumbuh untuk Bima
dami hamil anak nya jeremy?
klau hamil anak Bima jelas ga bakal ada konflik lagi cerita ini jelas suaminya
klau anak jeremy bkal panjang cerita nya
ardiana dili
lanjut
Ririn Danayanti
di sini yg salah Dami ,rela menikah karena blas Budi ujung2nya yg kasihan bima,seharusnya Dami menolak pas di suruh nikah sama bima,biar tdak ada yg tersakiti di kemudian hari
✮⃝🍌 ᷢ ͩ༄⃞⃟⚡Zhenonk²²¹º Rhiez
baguusss.. klo udah merasa jijik.. lepaskan dami nya bim.. biarkan dy bebas di luar sana..
baik nya damian ungsikan lagi dami ke tempat yg jauh, yg ga bakal di temui bima atau jeremy
Yuliana Purnomo
bgmn hancur nya hati Bima lah😢
Yuliana Purnomo
bikin mereka bersatu Thor,,,aku kasiann Bima juga orang tua nya ,,baik pada Dami
Yuliana Purnomo
semoga Dami masih selamat gakndi makan Jeremy 🤦
Yuliana Purnomo
ya ampun,, dokter Bima yang baik,, kasian nya cuma suami diatas kertas
Dewi Kasiani
kasihan bima,
Eli Suryani
❤Bima suka bgt sama caramu ini...
Ayi lubis
terbaik
Fitria Syafei
emang nya enak Dami di cuekin ma Bima 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Etty Sumaryanti
ky y klu dami balik ke Jeremy bkl di Terima p d y ky dira sm Ethan sekrng dr pd sm Bima blm bisa maafin 🤭bima sekrng mau balik p lepas dami dr pd nyesel kamu entar y
Tuti Tyastuti
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!