NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

🏆🥉Juara 3 YAAW 2026 Periode 1🥉🏆

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 22.

Jeritan Shanaz memenuhi ruangan, semua orang menoleh pada wanita itu. Darah masih terus mengalir dari kedua kakinya, ia memegangi perutnya dan tubuhnya gemetar hebat.

“Mas... tolong... selamatkan anak kita...“ suara wanita itu pecah, tubuhnya perlahan melemas.

Arkana bergerak cepat, ia menangkap tubuh wanita itu sebelum jatuh ke lantai. “Shanaz!“

Wajah pria itu pucat, “Dokter! Dokter!“

Dokter Tama yang masih berada di ruangan segera mendekat, ia berlutut dan memeriksa kondisi Shanaz sekilas. Ekspresinya langsung berubah serius. “Dia harus segera di bawa ke rumah sakit!"

Shanaz meringis kesakitan dalam pelukan Arkana. “Mas... sakit...“

“Tolong panggil ambulans!“ Arkana terlihat benar-benar panik.

Kikan memijit tombol dan bicara di interkom, “Siapkan mobil ambulans, bawa tandu ke ruangan saya."

Di luar ruangan, beberapa staf langsung bergerak cepat. Sementara Shanaz terus merintih, darah di lantai semakin banyak.

Leya bahkan masih terpaku, wajahnya pucat karena kejadian mendadak itu.

“Mas... jangan biarkan anak kita...“ Shanaz masih menangis.

Arkana menggenggam tangan wanita itu. “Tenanglah, kamu akan baik-baik saja."

Beberapa menit kemudian, petugas medis maskapai membawa tandu ke dalam ruangan. Tubuh Shanaz yang sudah lemah diangkat, wanita itu masih merintih kesakitan.

Tangannya mencengkram lengan Arkana. “Mas... jangan tinggalin aku... ikut denganku..."

Arkana menatap ke arah Leya, lalu ke arah Kikan seperti meminta persetujuan untuk pergi. Matanya dipenuhi kebingungan dan kekhawatiran.

Kikan menatapnya dengan dingin. "Pergi saja! Urus dia lebih dulu.“

Arkana tak mengatakan apapun, ia langsung mengikuti tandu yang membawa Shanaz. Pintu ruangan tertutup perlahan, ruangan kembali sunyi. Namun, di lantai masih dipenuhi noda darah.

Kikan masih berdiri, ia memandang orang-orang yang masih berada di ruangan.

“Semua keluar.“

Para staf langsung bergerak meninggalkan ruangan, Dokter Tama juga ikut keluar. Namun sebelum Dokter itu keluar, Kikan tiba-tiba bicara. “Dokter Tama, Anda jangan berpikir bisa bebas dari masalah ini. Suap tetaplah suap... Anda juga akan dipanggil sebagai pihak yang bertanggung jawab.“

Tubuh Dokter Tama menegang, wajahnya pucat. "S-saya mengerti, Bu Kikan.“

Dokter itu menunduk lalu keluar dari ruangan, pintu tertutup kembali. Kini hanya tersisa tiga orang di dalam, Kikan menatap Leya.

“Kapten Kataleya, kamu boleh kembali bekerja. Kita akan lanjutkan proses masalah ini secara internal. Tenang saja, kamu akan mendapatkan keadilan.“ Ucap Kikan dengan nada tegas.

Leya mengangguk pelan, “Saya mengerti, terimakasih.“

Sebelum pergi, Leya menatap Kaisar sebentar. Pria itu memberi anggukan kecil, ia lalu keluar dari ruangan.

Pintu ruangan kembali tertutup, di ruangan kini hanya tersisa Kikan dan Kaisar.

Kaisar duduk di sofa yang ada di ruangan, ia menyandarkan tubuhnya dengan santai setelah ketegangan yang terjadi.

Tiba-tiba Kikan terkekeh. “Dasar bucin, kapan Abang mau buka indentitas pada calon kakak iparku itu?"

"Kakak ipar apa? Dia justru semakin menjaga jarak dariku. Aku tau dia bukan jual mahal, tapi dia menolakku... karena dia masih trauma pada laki-laki. Wanita mana yang mudah percaya lagi, setelah enam tahun cintanya disia-siakan?"

Kikan duduk di kursinya, ia ikut melemaskan tubuhnya yang sempat tegang sejak tadi.

“Bukannya Mbak Leya punya anak? Kenapa Abang nggak coba ambil hati anaknya dulu?“

Mata Kaisar seketika berbinar, ide itu sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya. “Kenapa aku nggak kepikiran ke sana?“

“Tapi ingat, Bang. Jangan cuma hanya untuk mendekati Mbak Leya, kamu mendekati anaknya tanpa ketulusan.“ Kika menatap serius kakaknya. “Aku juga seorang wanita, kalau aku punya anak... aku pasti bisa tahu mana orang yang tulus menyayangi anakku dan mana yang cuma pura-pura."

Kikan menghela nafas pelan, “Jadi kalau Abang mau melakukan itu... Abang harus benar-benar menyayangi anaknya juga."

“Oke!“ Kaisar terlihat bersemangat.

“Mengenai Arkana, kalau bukti ini dibawa ke sidang kode etik... pria brengsek itu akan selesai.“ Kikan begitu geram pada Arkana.

Kaisar mengangguk serius. “Bukan hanya selesai, lisensi pilotnya juga bisa dicabut.“

Kikan menatap kakaknya, “Dan Shanaz?"

“Penyebaran foto, fitnah, pelanggaran etika kerja. Tentu saja, pemecatan.“ Jawab Kaisar tanpa ragu.

“Abang benar, maskapai ini tak bisa mentolerir orang-orang seperti mereka. Baiklah, sidang kode etik akan segera dijadwalkan.“ Kikan menghela nafas panjang.

Kaisar berdiri dari duduknya.

“Bang, kamu terlihat puas banget." Kikan tersenyum tipis.

“Tepatnya bukan puas, aku hanya memastikan... nggak ada lagi yang bisa menyakiti Leya.“

...*****...

Di rumah sakit, lampu ruang perawatan menyala terang. Shanaz terbaring di tempat tidur dengan wajah pucat, Dokter baru saja keluar dari ruangan.

Arkana berdiri di dekat jendela, wajahnya tampak lelah. Ucapan Dokter tadi, masih terngiang di telinganya.

“Pasien mengalami keguguran, selain itu... dia juga mengalami syok psikologis.“ Ucap Dokter padanya.

Arkana menutup wajahnya dengan tangan, semua terasa berantakan. Kariernya terancam, masalah hukum menunggu. Dan sekarang... anak yang baru ia ketahui keberadaannya telah hilang.

Ia menatap Shanaz yang masih tak sadarkan diri, Arkana mengambil jaketnya berniat untuk pergi. Namun, saat ia baru melangkah...

"Mas...?“

Suara serak Shanaz terdengar, Arkana menghentikan langkahnya. Wanita itu sudah membuka matanya, tatapan matanya kosong. “Mas... anak kita bagaimana?“

Arkana malah diam, Shanaz mulai panik. “Mas...?!“

“Shanaz, kamu harus tenang."

Wanita itu sontak bangun setengah duduk. “Anak kita gimana?!“

“Janinnya... tak bisa diselamatkan.“

Shanaz terdiam, lalu ia menggeleng pelan. “Tidak... tidak... tidak..."

Arkana mendekat, namun tiba-tiba Shanaz menjerit. “BOHONG...! ANAKKU MASIH ADA!“

Perawat berlarian masuk, Shanaz semakin histeris. “Mas! Bilang sama mereka! Anak kita masih ada!"

“Shanaz, tenang!" Arkana mencoba menahan wanita itu.

Namun Shanaz seperti kehilangan akal, ia tertawa lalu menangis dalam waktu yang bersamaan. “Hiksss... hahahaha... Mas... kamu pernah berjanji padaku... kita akan jadi keluarga... kita akan menikah dan punya anak..."

Perawat akhirnya memegang tubuh Shanaz. “Pasien harus disuntik penenang!“

“JANGAN AMBIL ANAKKU!!!“

Namun Shanaz memberontak, dia menjerit-jerit seperti orang gila.

1
Bintang 1016
astaga kenapa nasib kaya seleb ae,,,hrs pontang panting menghindar🤣🤣🤣🤣
rajes salam lubis
ok
~Ni Inda~
Harusnya bilang Raf...kamu capek dg sikap curiga Viola terus menerus..gak nyaman
Biar Tamara gak jd ajang dendamnya Viola
~Ni Inda~
Baguslah...main halus
~Ni Inda~
Ganbatte Sya 💪💪
~Ni Inda~
Bukan maeeennn
Mari bermain peran Sya
Dia yg berniat menghancurkan keluargamu....tp balikkan keadaan...hancurkan dia terlebih dahulu sampai tak berbentuk lg
~Ni Inda~
Lagi...ngelakor lg Naz...kapokmu kapaaannn
~Ni Inda~
Kerjaan emakmu Sya...selingkuhan Bapakmu tuh
~Ni Inda~
Sempitnya duniaaa
Malik...menantu Rudi kah?
~Ni Inda~
Wohooo...mendadak kismin dong Rud 🤣🤣🤣
Ulla Hullasoh
Leya krennnnnn💪
~Ni Inda~
Blm cukup kasus Arkana & Shanaz jd pelajaran utkmu Raf?
Iri dengki bs membunuh karirmu
~Ni Inda~
Duhhh...beginilah nasibnya orang yg 'meminta²'
Jabatan pilot yg kau dapatkan itu berasal dari rasa kasihan & mungkin sedikit rasa cinta dari Leya
Tp kau malah menyakitinya...mengkhianatinya
Jadi...skrg gelar kebanggaan itu kembali kpd org yg seharusnya mendptkannya dari dulu
Rosita Tumbelaka
Akhirnya Arkana menerima Upah atas peryobatan nya
~Ni Inda~
Helehhh...itu hanya refleksi ketakutanmu klw Leya akan jauh lbh hebat dari kamu di dunia penerbangan
Dasar pengecut !
Pecundang !
~Ni Inda~
Aiisshh...bos kau lawan
Mati lah 🤣🤣
~Ni Inda~
Dan Kaisar jelas bkn trainee biasa jg...dia CEO yg lg menyamar...hati² kelen 🤣🤣🤣
~Ni Inda~
Dahlah..gosah macam² Arka
Dia bos mu ituuuhhh....bisa kelar hdpmu...gak bs nyopirin pesawat lg 🤣🤣
Rosita Tumbelaka
Arkana bangkit dlm ketegaran
Tanpa memandang Siapa Kaisar yg sdh Mengangkat derajatnya kembali..
Rosita Tumbelaka
Semerah darah dosa mu...jika sadar dan beryobat...maka Tuhan Allah mu akan memutihkan bagai salju...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!