Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.
Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!
kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Kota Yunfeng
Perjalanan menuju Kota Yunfeng dimulai tidak lama setelah matahari sepenuhnya muncul di balik pegunungan timur. Rombongan Lin Xue kembali membentuk formasi seperti sebelumnya, dengan Lin Xue berjalan di bagian depan sebagai pemimpin, sementara Gu Shen dan Xun Lei menjaga sisi kanan serta kiri rombongan.
Yan Mei dan Luo Bing sesekali berbincang ringan sepanjang perjalanan, sedangkan Qin Yu tetap berjalan santai sambil memainkan kipas gioknya, namun indra spiritual mereka tidak pernah benar-benar meninggalkan kewaspadaan terhadap setiap perubahan yang terjadi di dalam Hutan Spiritual tersebut.
Nova berjalan di tengah rombongan dengan langkah tenang sambil terus mengamati dunia yang terbentang di hadapannya. Semakin jauh mereka melangkah, semakin banyak hal baru yang membuat rasa ingin tahunya tumbuh.
Pohon-pohon spiritual yang menjulang ribuan meter mulai berganti dengan padang rumput luas yang dipenuhi bunga-bunga bercahaya, sementara kawanan binatang roh melintas tanpa rasa takut di kejauhan. Sesekali mereka juga berpapasan dengan kelompok pengembara lain yang sedang menuju arah berbeda.
Hampir seluruhnya merupakan kultivator, dan bahkan anak-anak kecil yang ikut bersama keluarga mereka telah memiliki fluktuasi energi spiritual yang jauh lebih kuat dibanding manusia biasa di Bumi.
Nova hanya mampu menghela napas dalam hati.
Kini ia benar-benar memahami perkataan Tian Long. Planet Galastos memang berada pada tingkatan yang sama sekali berbeda. Di tempat ini, kultivasi bukan lagi sesuatu yang langka, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Para petani menggunakan energi spiritual untuk mengolah ladang, para pemburu memanfaatkan teknik tubuh untuk berburu binatang roh, bahkan para pedagang yang mereka temui di sepanjang jalan rata-rata telah mencapai ranah Pembentukan Qi atau Mortal Bumi. Dunia ini benar-benar dibangun di atas fondasi kultivasi.
Setelah menempuh perjalanan hampir setengah hari, pepohonan raksasa yang memenuhi cakrawala perlahan mulai berkurang. Jalan setapak berbatu berubah menjadi jalan utama yang jauh lebih lebar, dipenuhi kereta spiritual, tunggangan monster jinak, hingga para kultivator yang melayang beberapa meter di atas tanah menggunakan artefak terbang berbentuk pedang, daun giok, ataupun perahu kecil yang memancarkan cahaya lembut.
Yan Mei tersenyum sambil menunjuk ke arah depan.
"Kita sudah hampir sampai."
Nova mengikuti arah yang ditunjuk gadis itu.
Beberapa saat kemudian...
Langkahnya perlahan terhenti.
Di balik kabut spiritual yang mulai menipis, sebuah kota raksasa perlahan memperlihatkan wujudnya.
Kota Yunfeng.
Tembok kota yang menjulang hampir seratus meter berdiri kokoh seperti benteng para dewa. Seluruh permukaannya dibangun menggunakan batu hitam mengilap yang dipenuhi ukiran rune kuno, sementara puluhan menara pengawas berdiri di setiap sudut tembok dengan bendera-bendera berbagai sekte berkibar mengikuti embusan angin.
Gerbang kota yang tingginya puluhan meter terbuka lebar, memperlihatkan arus manusia yang keluar masuk tanpa henti.
Namun yang membuat Nova benar-benar terdiam bukanlah ukuran kota tersebut.
Melainkan kehidupan yang berlangsung di dalamnya.
Begitu melewati gerbang utama, pandangan Nova langsung dipenuhi berbagai pemandangan yang sama sekali tidak pernah ia lihat selama hidupnya.
Jalan-jalan kota dibangun menggunakan batu giok kehijauan yang memancarkan cahaya redup, membuat seluruh kawasan terlihat bersih tanpa sedikit pun debu. Bangunan-bangunan yang berdiri di sepanjang jalan memiliki arsitektur kuno dengan atap melengkung khas dunia kultivasi, dihiasi ukiran naga, burung phoenix, dan berbagai makhluk spiritual yang tampak hidup.
Namun di balik nuansa kuno tersebut, kemajuan peradaban kota ini justru melampaui hampir seluruh kota modern yang pernah Nova lihat di Bumi.
Kereta-kereta spiritual melayang beberapa sentimeter di atas tanah tanpa menggunakan roda. Lampu-lampu kristal yang dipasang di setiap sudut jalan memancarkan cahaya secara otomatis meskipun matahari masih bersinar terang. Air mengalir melalui saluran-saluran kristal transparan yang membentang di seluruh kota, membawa energi spiritual menuju setiap bangunan.
Di langit Kota Yunfeng, puluhan bahkan ratusan kultivator terbang bebas menggunakan pedang terbang, artefak berbentuk awan, hingga burung-burung spiritual berukuran raksasa yang menjadi tunggangan pribadi mereka.
Di kejauhan, sebuah istana melayang perlahan di atas langit kota, ditopang oleh puluhan formasi kuno yang memancarkan cahaya keemasan.
Nova bahkan melihat beberapa toko yang seluruh bangunannya berdiri di atas platform batu yang melayang beberapa meter dari tanah.
Pemandangan itu membuatnya benar-benar kehilangan kata-kata.
"Bagaimana?" tanya Yan Mei sambil terkekeh kecil ketika melihat ekspresi Nova.
"Ini pertama kalinya kau melihat Kota Yunfeng, bukan?"
Nova hanya mengangguk perlahan.
"Lebih luar biasa daripada yang kubayangkan."
Yan Mei tersenyum bangga.
"Ini bahkan belum seberapa."
"Kota Yunfeng hanyalah kota kelas menengah."
"Kalau suatu hari nanti kau melihat Kota Kekaisaran Galastos atau kota-kota milik sekte besar, kau mungkin akan mengira para dewa benar-benar tinggal di sana."
Nova kembali mengalihkan pandangannya ke sekeliling.
Semakin lama ia memperhatikan, semakin ia menyadari bahwa peradaban Planet Galastos benar-benar unik.
Bangunannya memang mempertahankan bentuk kuno yang dipenuhi nuansa klasik, tetapi seluruh kehidupan di dalamnya digerakkan oleh energi spiritual dan formasi kuno.
Di Bumi, manusia berkembang melalui teknologi.
Di Galastos...
Peradaban berkembang melalui kultivasi.
Setiap rumah memiliki formasi pertahanan sendiri. Setiap jalan dipenuhi rune yang menjaga kestabilan energi spiritual. Bahkan toko-toko kecil yang menjual makanan menggunakan api spiritual yang suhunya dapat diatur sesuka hati tanpa membutuhkan kayu bakar ataupun bahan bakar lainnya.
Di sepanjang jalan utama, Nova juga melihat berbagai benda yang hanya pernah ia dengar melalui cerita Tian Long.
Pedang spiritual yang mampu terbang sendiri.
Jubah pelindung yang dapat berubah bentuk mengikuti keinginan pemiliknya.
Binatang roh mungil yang dijadikan peliharaan.
Kristal komunikasi yang memungkinkan dua kultivator berbicara meski dipisahkan ribuan kilometer.
Pil-pil spiritual yang dipajang seperti barang dagangan biasa.
Bahkan ada sebuah toko khusus yang menjual inti monster, bahan alkimia, serta berbagai tanaman spiritual berusia ribuan tahun.
Semuanya membuat Nova semakin yakin bahwa dirinya telah benar-benar memasuki dunia baru.
Dunia yang jauh melampaui seluruh imajinasinya.
Di dalam lautan jiwa, Tian Long hanya tersenyum kecil melihat ekspresi Nova.
"Inilah dunia para kultivator yang sesungguhnya."
"Dan percayalah..."
"Kota Yunfeng hanyalah setetes air di tengah samudra Semesta Orion."
Nova perlahan mengepalkan tangannya.
Semakin banyak hal yang ia lihat, semakin besar pula keinginannya untuk menjadi lebih kuat.
Karena ia tahu...
Di kota sebesar ini saja sudah terdapat begitu banyak kultivator yang jauh melampaui dirinya.
Maka di balik langit Planet Galastos yang luas itu, pasti masih ada keberadaan-keberadaan mengerikan yang bahkan belum mampu ia bayangkan.
Dan tanpa ia sadari, tepat ketika rombongan Lin Xue melangkah semakin jauh memasuki pusat Kota Yunfeng...
Sepasang mata tua dari lantai tertinggi sebuah paviliun megah perlahan terbuka.
Tatapan tajam itu menembus keramaian kota, lalu berhenti tepat pada sosok Nova.
"Hm?"
Suara tua itu bergema pelan.
"Fondasi seperti itu..."
"Menarik..."
"Sudah sangat lama aku tidak melihat seorang pemuda dengan fondasi kultivasi sesempurna itu."
Senyum tipis perlahan muncul di wajah lelaki tua tersebut.
Sementara di bawah sana, Nova sama sekali tidak menyadari bahwa sejak menginjakkan kaki di Kota Yunfeng...
Dirinya telah menarik perhatian seorang kultivator kuat yang akan menjadi awal dari takdir barunya di Planet Galastos.