NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:26.6M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Malam hari tiba dengan cepat. Selama ia terkurung dalam kamar ini, si pemilik kamar yang cerewet itu tidak pernah meninggalkannya. Kecuali ke luar sebentar untuk sekadar mengambil makanan.

Damian sama sekali tidak sadar hari sudah malam. Mungkin karena dia ketiduran dari siang dan baru bangun. Matanya lurus ke jam dinding yang sudah menunjukkan pukul delapan malam. Lalu pandangannya berpindah ke sosok yang asyik berbaring di sofa panjang kamar itu dengan mulut terbuka.

Gadis itu tertidur. Bahkan tidur saja dia bisa lawak begitu. Damian terkekeh kecil. Sesaat kemudian ia meraih ponsel miliknya yang ia letakan di bawah bantal. Pria itu mengirim pesan ke Max.

Jemput aku sekarang juga, sudah ku kirim alamatnya.

Kira-kira seperti itulah isi pesan Damian pada anak buahnya. Dia tidak ingin terus berada di sini, meski dalam hatinya dia masih ingin berada di sini untuk melihat semua kelakuan absurd gadis somplak itu. Tetapi Damian tidak ingin keberadaannya ketahuan dan menjadi masalah bagi gadis itu.

Pria itu turun dari kasur dan berjalan dengan langkah tertatih mendekati Talia.

Damian berjongkok di depan sofa, memperhatikan Talia yang tidur dengan posisi absurd. Satu tangannya terkulai ke lantai, sementara yang lain bertumpu di atas perutnya. Bibir gadis itu  terbuka lebar, dan napasnya teratur. Damian menggeleng pelan, menyadari bahwa gadis ini benar-benar tidak waspada. Bagaimana jika dia orang jahat? Bagaimana jika ada orang lain yang masuk ke kamarnya diam-diam?

Pikirannya terhenti ketika ponselnya bergetar pelan di tangan. Pesan dari Max masuk.

"Siap, bos. Aku segera ke sana."

Damian menutup layar ponselnya. Lima menit seharusnya cukup untuk pergi tanpa meninggalkan jejak. Namun, matanya kembali tertuju pada Talia. Ia tak bisa menyangkal bahwa gadis ini sudah cukup membantunya. Bukan hanya menolongnya saat dia terluka, tapi juga memberikan tempat untuknya bersembunyi, meski Talia sendiri tidak tahu siapa dia sebenarnya.

Dengan gerakan hati-hati, Damian menarik selimut yang ada di dekat sofa lalu menyelimuti tubuh Talia. Gadis itu menggeliat sedikit, tetapi tidak terbangun. Damian menatapnya lama. Lagi-lagi masih terpesona dengan wajah polos yang begitu manis itu. Tanpa sadar, tangannya terangkat mengelus lembut pipi Talia.

Talia menggumam kecil dalam tidurnya, tubuhnya sedikit bergerak, tetapi ia tetap terlelap. Damian buru-buru menarik kembali tangannya, sadar betapa aneh tindakannya barusan. Apa yang sebenarnya ia lakukan? Menyentuh wajah gadis ini tanpa izin?

Damian menghela napas pelan dan berdiri, memalingkan pandangannya sebelum pikirannya semakin liar. Ini bukan waktunya untuk bertingkah aneh. Hapenya kembali bergetar. Pesan dari Max.

Max:

Aku sudah di depan bos. Di alamat yang bos kirim.

Damian membalasnya.

Baik. Tunggu aku di sana.

Setelah memasukkan ponselnya ke saku celananya, Damian menatap Talia lagi. Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Talia.

"Aku pergi dulu gadis aneh. Terimakasih sudah menolongku, aku pasti mengingatmu."

Damian melangkah mundur, menghirup napas dalam-dalam sebelum berbalik menuju jendela. Ia mengintip ke luar, memastikan bahwa situasi aman sebelum keluar dari kamar ini. Malam semakin larut, dan jalanan di bawah sana tampak sepi.

Tangannya bergerak membuka jendela perlahan, berhati-hati agar tidak menimbulkan suara yang bisa membangunkan Talia. Udara malam yang dingin langsung menyapa kulitnya, tetapi ia tidak peduli. Yang lebih penting adalah keluar dari sini tanpa diketahui siapa pun.

Ia melangkah naik ke ambang jendela, tetapi sebelum benar-benar turun, Damian menoleh sekali lagi ke arah Talia. Gadis itu masih tertidur nyenyak, selimut yang tadi ia berikan sedikit bergeser akibat gerakan tubuhnya. Sebuah senyum kecil muncul di wajah Damian. Entah mengapa, ia merasa sedikit berat meninggalkan kamar ini.

Namun, ia tak punya pilihan.

Tanpa suara, Damian turun ke balkon bawah, lalu melompat ke tanah dengan lincah meski luka di tubuhnya masih terasa sakit. Ia meringis, menahan rasa nyeri, tetapi terus berjalan ke luar lewat jalan yang sama dengan waktu Talia membawanya ke sini. Damian masih menghafalnya dengan jelas walau saat itu dia masih setengah sadar. Dalam hitungan detik, sosok hitam yang mengenakan jaket hoodie sudah menunggunya di sana.

"Bos." Max menyapanya dengan suara pelan.

Damian mengangguk tanpa banyak bicara dan langsung masuk ke dalam mobil hitam yang diparkir di ujung jalan. Max mengikutinya, memastikan pintu tertutup rapat sebelum menyalakan mesin. Mobil itu melaju pelan, meninggalkan kawasan rumah tempat Talia tinggal.

Selama beberapa menit pertama, Damian hanya diam, memandangi lampu-lampu kota yang melintas cepat di balik kaca jendela mobil. Pikirannya melayang ke arah Talia lagi. Gadis itu benar-benar tidak tahu siapa yang telah ia tolong. Seandainya ia tahu… apakah ia akan tetap membiarkannya bersembunyi di sana?

Max melirik Damian sekilas sebelum bertanya,

"Bos benar di tolong oleh seorang gadis?"

Damian mengalihkan pandangannya dari jendela dan menatap Max dengan ekspresi datar.

"Apa masalahnya?" tanyanya singkat.

Max mengangkat bahu sambil tetap fokus pada jalan.

"Tidak menyangka saja, bos. Biasanya bos tidak suka bergantung pada orang lain, apalagi seorang gadis yang bahkan bos tidak tahu siapa dia."

Max tahu Damian tidak suka dekat-dekat dengan yang namanya perempuan, selain Kanara dulu. Tapi bos-nya itu mungkin sudah melupakan sang mantan istri.

Damian tidak segera menjawab. Ia menyandarkan kepalanya ke kursi mobil, mencoba meredakan ketegangan di tubuhnya. Rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya masih terasa, meskipun sudah jauh lebih baik dibanding saat pertama kali ia terluka.

"Aku tidak punya pilihan, waktu itu hanya ada gadis itu." jawabnya akhirnya.

Max mengangguk pelan.

"Kalau begitu, kita perlu mencari tahu tentang dia."

Damian melirik Max dengan tatapan tajam.

"Jangan sentuh dia, Max."

Max terdiam sejenak, sedikit terkejut dengan nada suara Damian yang tegas.

"Aku hanya ingin memastikan dia bukan ancaman, bos. Siapa tahu dia bekerja untuk orang lain atau mungkin seseorang sengaja memasukkannya ke dalam permainan ini, menjadikan dia mata-mata."

Damian tertawa kecil.

"Mata-mata? Tidak ada mata-mata yang aneh dan sedikit bodoh sepertinya, Max."

Max menatap sang bos besar dari balik spion. Ia merasa heran. Bos-nya tersenyum karena seorang gadis? Ini pertama kalinya.

Mobil melaju lebih cepat melewati jalanan kota yang mulai lengang. Damian menutup matanya, berusaha meredakan pikirannya. Namun, bayangan Talia yang tidur dengan posisi absurd itu terus muncul di benaknya.

Gadis itu jelas-jelas bukan siapa-siapa. Tidak ada alasan bagi Damian untuk terlalu memikirkannya.

Tapi kenapa ada rasa aneh yang muncul di dadanya?

"Apa kau pikir dia akan mencariku Max?" tanya Damian tiba-tiba, tanpa membuka mata.

Max melirik bosnya sekilas, lalu kembali fokus pada jalan.

"Entahlah, bos. Kalau dia memang penasaran, mungkin saja."

Damian tersenyum tipis, tapi tidak mengatakan apa-apa lagi.

1
Melia Gusnetty
seharus nya papa arsen menyedia kn pengawal bayangan tanpa sepengetahuan amara..biar bisa lindungin amara....
segera lh ke bongkar kedok nya si miriam...
Melia Gusnetty
ķpn siihh...si kampret miriam kebonggkar borok nya...lama amat...amara jgn terlalu percaya dong sm si betina miriam...jeli lh dlm berteman...jgn polos2 amat yg mengira semua orang baik...
Ilfa Yarni
bagus Mara jauhi dia
Kamsia
jgn lengah sedikitpun amara dan klrgnya.krn miriam udh gak bisa di percaya.hrsnya ad bodyguard byngan ky klrg arsen amaranya.jd di pantau trus dan terjaga.amara hrs bljr bela diri jgn lemah 👍👍👍 thor
Esther
Nah kan Miriam berbohong, buat oplas kali uang 300jt nya.
Untung Erlan menyelidikimya
Lilik Juhariah
mau ngoplas wajahnya itu Mara buat nyulik kamu , udah jauhin Mara gak usah terlalu dekat
Aida Kamil
jgan mw kasih uang dluan selidiki dlu kejelasanx
Aida Kamil
jgan mw amara tanya dlu orgtuanmiriam nya
Lilik Juhariah
bisa jadi dia mau menjalankan rencana busuknya buat nyulik Amara dan oplas wajah
Lilik Juhariah
nak SMA pinjam 300 juta gak masuk akalm, datangin orang tuanya dan tanya langsung , mau ngembaliin dari mana ,
Arin
Miriam mau pinjam uang ke Amara buat segera melakukan operasi rubah wajah. Biar dia dengan cepat merealisasikan rencana jahatnya untuk menyingkirkan Amara. Dan menggantikan hidup Amara karena rasa irinya karena kehidupan Amara yang sempurna
LANY SUSANA: ya betul. sepertinya 300 juta mo operasi plastik rumah wajah jd amara
elran km hrs kasih bodyguard ke amara lo
dia lg fi incer miriem, hati3
total 1 replies
Hanima
Baikkk nya 🤭
andi_wathy
kurang baik apa coba Amara biaya sekolah aja dia yg bayarin ..
Al Fatih
Jangan percaya Amara...,, coba d crosscek dulu k orang tuanya. Kak Erlan...,, dampingi terus Amara,, AQ khawatir,, 300 juta itu mau d pake si meriam utk oplas...,, supaya dia bisa segera berubah menjadi Amara....😱
Fitria Syafei
waduh si molotov ngibul lagi nih..jangan percaya yaa 🤨 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Esther
jangan gampang percaya Amara, suruh Erlan selidiki dulu.
Jangan sampai tertipu lagi sama gaya polosnya Miriam
Kamsia
tuchkan kak thornya udh mulai.itu uang yg mau buat operasi muka miriam.hadeuuhhh mae harus berapa lg alasan miriam.pd gak peka jgn terwujud donk menjadi amara palsu
Ita rahmawati
jgn pinjemin mara nti uangnya buat operasi plastik LG biar mirip kamu 🤣
......bunga
🫠
Gian Hazza
utang 300jt pasti mau buat oplas y Thor,,,biar miriam wajahnya mirip Amara ..aduuh Thor yg jahat2 jgn kepanjangan critanya y Thor,...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!